Mengubah Takdir Part II

Mengubah Takdir Part II
Episode 38 : Mencoba Melerai Dua Dewa


__ADS_3

Satu bulan berlalu, Samuel sama sekali tidak masuk kelas bahkan dosen kamipun cuma di ganti dengan dewa lainnya. Walaupun aku percaya dengan perkataan Nana kalau Samuel itu adalah Han tapi aku masih ada rasa tidak percaya, aku masih ragu dengan pernyataan Nana yang bilang kalau Samuel adalah Han.


Aku kembali melamun menatap sisa salju yang sebagian besar meleleh di luar gedung kampus. Natalku tahun ini sangat buruk bahkan lebih buruk dari pada saat aku masih menjadi manusia dulu.


Pelajaran yang membosankan akhirnya berakhir, wali kelasku keluar dari kelas dan teman - temanku yang lain segera keluar kelas dengan senang. Aku merapikan bukukku dan berjalan meninggalkan kelas


"Sani... kamu mau kemana?" teriak Nana di belakangku


"Aku mau menenangkan diriku dulu..." desahku merubah wujudku ke wujud manusia sambil berpindah ke atas atap asrama


Aku melihat matahari terbenam tertutupi mendung hitam yang membuat sinar merah terpancar dari sela mendung hitam yang membuat langit terlihat indah, rasa kesepian ini sangat menyiksa, mengingatkanku saat aku harus menunggu Sony dan Steven bertapa dulu...


"Kamu ngapain disini ?" guman Samuel terduduk di sebelahku


"Astaga kaget, sejak kapan kamu ada disini?" gumamku menghela nafas panjang


"Sejak tadi, kamu tidak menyadari kehadiranku"


"Ooh maaf aku tadi melamun" desahku pelan


"Melamun? Apa yang kamu lamunkan?" tanya Samuel menatapku


Duuuuaaaaarrrr


Tiba - tiba terdengar kilat cahaya putih di atas kami dan hujan yang sangat deras, kilat putih seperti kilat yang akan muncul saat Sony sedang marah seperti dulu. Hujan yang sangat deras yang membuat tubuhku basah kuyup, Samuel membaca mantra dan membuatkan payung dari air hujan yang jatuh di atas kami agar aku tidak basah karena hujan


"Kenapa kamu memayungiku sedangkan kamu kehujanan?"


"Tidak apa, aku udah biasa hidup di dalam air jadi tidak masalah"


"Jangan seperti itu" gumamku menjentikkan tanganku dan memberikan payung untuk Samuel


"Pakai saja, tidak perlu memayungiku" gumamku pelan


"Kenapa kamu tidak ingin aku memayungimu?"


"Aku teringat Han..."


"Pasti bukan karena itu kan? Apa kamu sangat membenciku Sani?"


"Tidak, aku memang teringat Han dan hanya ingin sendiri..."


"Han bilang dia berada di tubuh aslinya tapi aku tidak percaya dia berada di tubuh aslinya pasti dia sudah meninggal"


"Tidak, dia berada di tubuh aslinya" gumam Samuel menatapku


"Apa kamu Han?" gumamku dingin dan muncul kilat petir merah di atas kami


"Mmm Bukan..."


"Ohhh..." desahku pelan


"Kenapa kamu seperti sangat kecewa?" gumam Samuel pelan


"Tidak ada, aku hanya bingung... Dimana tubuh aslinya? Diantara seluruh dewa hanya aku yang tidak di beritahukan dimana tubuh aslinya itu. Padahal aku istrinya!!" gerutuku kesal

__ADS_1


"Pasti ada alasannya, kamu akan tahu nanti"


"Gak ... Gak mungkin, pasti dia punya rencananya sendiri dan membuatnya mengorbankan arwahnya!" gerutuku kesal


"Aku istrinya, aku juga berhak tahu...!!!" protesku kesal


"Tapi Sani.."


"Udah ah tinggalkan aku sendiri!!" gumamku dingin


"Kamu gak boleh sendirian, itu tidak baik"


"Tidak apa, aku sudah biasa sendirian..."


"Hmmm kamu selalu seperti itu Sani, kamu dulu juga suka banget menyendiri di pantai wilayahku"


"Ya, aku suka menyendiri. Jadi kembalilah ke kamar, aku ingin sendiri" gumamku pelan, aku melihat Sony dan Sasha bertarung di lapangan belakang kampus yang membuatku sangat kesal


"Gak akan, aku harus menemanimu!!"


"Pergilah... Suasana hatiku sangat buruk!!" gumamku dingin


"Aku bilang enggak mau ya enggak mau!!"


"Aku bilang pergi ya pergi!!!" teriakku keras yang membuat kilat petir merah terdengar keras di atas langit


Kilat petir berwarna merah darah dan kilat petir cahaya bersahutan diatas langit, aku berdiri di samping Samuel dengan tatapan kesalku


"Kamu marahkah Sani?"


"Menurutmu?" gumamku dingin dan berpindah ke sekitar Sony dan Sasha


"Kau kenapa kemari Sani?" ucap Sony dingin


"Terserah aku lah mau kemana saja" gumamku dingin


"Pergilah!!" teriak Sony kembali menyerang Sasha


"Pergi? Kenapa kamu mengusirku!!" protesku kesal


"Aku tidak mau kamu terluka Sani!!" gumam Sony dingin


"Kamu tidak membuatku terluka tapi kalian membuat kekacauan di tiga alam apa kalian tahu!!!"


"Aku tidak peduli dewa, aku harus mendapatkan jawaban yang pasti dari kaisar langit!!!" teriak Sasha kesal


"Sebenarnya kenapa kalian saling menyerang? Kalian suami istri tahu!!" protesku kesal


"Bukan urusanmu Sani, pergilah!!!" teriak Sony kesal


"Pergilah dewa, anda nanti terluka!!" teriak Sasha sedikit melirikku


"Kalian sudah mengganggu keseimbangan tiga alam mana bisa ku pergi dengan semudah itu... Aku dewa penyeimbang!! Aku dewa penyeimbang tiga alam!!! Beraninya kalian mengganggu keseimbangan tiga alamku!!!!" teriakku kencang


Kilat dan petir merah saling bersahutan di atas kami, hujan merah turun dari atas langit yang membuat Sony dan Sasha diam tidak bisa bergerak. Hujan merah adalah salah satu mantra tingkat tinggi diantara mantra tingkat tinggi yang dimiliki dewa penyeimbang. Melakukan mantra tingkat tinggi itu membuatku kehabisan banyak tenaga dan membuat nafasku tidak beraturan

__ADS_1


"A.. Apa yang terjadi?" gumam Sasha terkejut


"Hujan merah...Sani jangan - jangan kamu menggunakan mantra tingkat tinggi itu?" gumam Sony terkejut


"Hhuuuhh... Hhuuuhhh..." desahku berusaha agar kakiku terus bertahan


"Demi melerai kami, kamu melakukan mantra itu Sani? Apa kamu gila?" protes Sony menatapku kesal


"Ya, aku sudah muak dengan pertarungan anak kecil kalian!!" protesku kesal


"Sudah seabad lebih kalian berdua bertarung apa kalian tidak capek apa? Kelakuan kalian sangat membuatku muak tahu!!" gerutuku kesal


"Uruslah urusanmu sendiri gak perlu mengurusi urusan kami Sani!!" teriak Sony kesal


"Kalau urusan kalian tidak mengganggu keseimbangan tiga alam tidak masalah, tapi kalian sangat mengganggu lebih mengganggu dari pada dewa kehancuran apa kalian tahu!!! Apa kalian tidak bisa menghentikan semua ini?"


"Aku akan berhenti kalau aku dapat jawaban yang pasti dari kaisar langit dewa!!"


"Jawaban apa?" gumamku bingung


"Kan sudah aku bilang, kamu saja melakukannya masa aku melakukannya juga kamu marah!!" protes Sony kesal


"Itu kan kesalahanku di masa lalu sekarang sudah enggak!!" gerutu Sasha kesal


"Itu sama saja, aku juga harus melakukan hal yang sama sepertimu!!"


"Tidak bisa, aku istri kamu.. Kamu seharusnya menghormatiku!!"


"Heeeh istri apanya kalau suka bermain dengan laki - laki lain heeeh!!!" gerutu Sony kesal


"Kamu ya ngeselin banget!!!" teriak Sasha kesal dan mereka berdua kembali adu mulut


Menahan mereka yang mempunyai kekuatan yang sangat besar membuatku sangat kewalahan yang membuat aku tidak bisa menahan mereka berdua lagi


"Huuhh...Hhuuhhh..." desahku menyandarkan tubuhku di pohon belakangku, aku melihat Sony dan Sasha kembali bertarung yang membuatku sangat kesal


"Hei kalian berdua malah berantem!!!" teriakku kesal


"DIIIIAAAAMMMM!!!!" teriak Sony dan Sasha bersamaan, mereka berdua mengarahkan kekuatannya kearahku yang membuatku terkena dua kali lipat kekuatan yang sangat besar dari kedua dewa itu


"Uuhhhuukkk... Uuuhhhuukkk..."


Aku terbatuk dan muntah darah karena kekuatan mereka mengenai dadaku, rasanya sangat sakit lebih sakit dari pada saat aku terkena kekuatan dari dewa kehancuran di masa lalu. Tanpa merasa bersalah Sony dan Sasha kembali bertarung di depanku, aku hanya menatap tanpa bisa melakukan apapun.


Aku terus terbatuk sambil mengatur nafasku yang sudah tidak beraturan, badanku terasa sangat lemas yang membuat tubuhku terjatuh. Tapi belum sampai aku terjatuh, aku merasakan ada seseorang yang menangkap tubuhku. Aku menatap Samuel yang menatap Sony dan Sasha dengan tatapan dingin seperti tatapan Han yang marah saat aku dilukai oleh seseorang


Samuel membopong tubuhku dan membaca sebuah mantra yang membuat Sony dan Sasha terjatuh ke tanah


"Berani - beraninya kalian melukai istriku!!!" teriak Samuel yang terdengar jelas di telingaku, "Istri? Kenapa Samuel mengatakan aku istrinya?" gumamku dalam hati dengan kebingungan


"Aku sudah mengatakan kepadanya untuk pergi tapi dia tidak pergi!!"


"Kalau tidak pergi ya sudah kalian berhentilah, kalian tidak capek apa!!!"


"TIDAK!!" Teriak Sony dan Sasha keras

__ADS_1


"Emang kalian berdua ini bener - bener membuatku murka!!!" teriak Samuel keras


Langit di atas kami mulai berwarna hitam pekat, kilat dan petir bersahutan di atas kami dengan keras, Aku melihat wajah Samuel sangat marah. Wajah yang sangat menakutkan itu mengingatkanku tentang Han, aku berfikir apakah Samuel ini adalah Han sang dewa agung seperti yang dikatakan Nana dulu? Belum sempat aku bertanya, mataku mulai kabur dan akhirnya aku tidak sadarkan diri di pelukan Samuel


__ADS_2