
Pagi ini aku terbangun dari tidurku dan tidak menemukan Han di sebelahku, Han telah pergi saat aku masih tertidur. Brian berkata kalau para dewan Pengawas sudah menjemput Han untuk melakukan rapat bersama sedangkan Alan dan Lyla asik berlatih di ruang pelatihan. Setelah selesai makan aku pergi ke ruang pelatihan dan melihat Alan dan Lyla saling berlatih, mungkin karena Lyla anak dari kaisar langit membuatnya bisa melatih Alan yang masih kecil.
"Ehh ibu? Ibu tisak ikut ayah kah?" Tanya Alan menatapku bingung.
"Tidak, ayah sedang ada pertemuan jadi ibu tidak ikut. Oh ya ibu ingin ke kerajaan ibu apa kalian ingin ikut?"
"Mmm tidak ibu, ayah berpesan agar Alan tidak kemana-mana karena Alan masih lemah jadi kak Lyla yang ditugaskan mengajarkan Alan."
"Oh baiklah, berlatihlah yang semangat, ibu mau pergi dulu ya..." gumamku menjentikkan tanganku dan aku berpindah ke kerajaanku. Di dalam sebuah ruangan aku melihat Wan yang sedang melakukan tugasmya.
"Eehh hormat dewa!" Ucap Wan menundukkan badannya kwarahku.
"Wan bagaimana masalah kristal yang lainnya?"
"Oh ya dewa, saya menemukan tiga kristal lainnya. Kristal-kristal itu dibawa oleh dewa kehancuran, Raja Kegelapan dan Kaisar langit dewa."
"Eehh bukannya ada empat lagi ya?"
"Kan ada 6 kristal dan anda sudah membawa tiga kristal dewa."
"Oh ya lupa astaga.... Jadi menurutmu kemana dulu aku harus mencarinya?"
"Yaah terserah anda tapi saran saya jangan dulu terburu-buru dewa, tiga alam sedang tenang dan damai jika anda terburu-buru akan sulit apalagi meminta kristal kepada mereka sangat mustahil."
"Lalu apa yang harus aku lakukan Wan?"
"Mengambilnya saat mereka mati dewa."
"Haaah maksudnya?"
"Ya saat peperangan terjadi anda bisa mendapatkannya dengan mudah apalagi dalam peperangan nantinya akan banyak pertempuran berdarah di alam dewa bahkan dewa agungpun juga akan terluka."
"Bagaimana kamu bisa tahu?"
"Itu kisah kuno dewa, tapi walaupun begitu hal itu akan terjadi apalagi dewa penyeimbang menikah dengan dewa agung.".
"Bagaimana bisa begitu?"
"Itu sudah takdir dewa, jika dewa penyeimbang dan dewa agung menikah maka akan runtuh tiga alam ini dewa dan akan adanya peperangan yang luar biasa hebatnya."
"Apa bisa dicegah?"
"Bisa, dengan mengembalikan tiga dunia ini kembali ke dunia asal dewa."
"Oh begitu ya... Baiklah kita lihat saja nanti. Oh ya makasih ya Wan, aku mau pergi ke dunia manusia dulu."
"Baik dewa..." gumam Wan dan aku membaca mantra dan berpindah ke depan perpustakaan kota.
Banyak orang yang berjalan disekitarku, aku menatap orang-orang disekitarku yang membuatku kembali berpikir, bagaimana jika aku benar-benar merubah tatanan dunia ini nantinya apakah akam berbeda atau tetap dunia manusia yang aku kenal dulu.
__ADS_1
Aku melangkahkan kakiku di kerumunan orang sambil merubah wujudku ke wujud manusia, wajah dan tubuh yang mirip seperti saat aku menjadi manusia terlihat di jendela sebuah toko di depanku.
"Permisi..." ucap seorang pria mengagetkanku, aku menoleh dan melihat pria muda yang nampak kebingungan.
"Iya, ada yang bisa saya bantu?" Tanyaku serius.
"Mmm mau tanya, lokasi perpustakaan kota dimana ya?" Tanya pria itu nampak kebingungan.
"Itu bangunannya, kebetulan aku akan kesana juga." Aku menunjuk bangunan di ujung jalan.
"Oh mmm terimakasih, bolehkah aku ikut bergabung denganmu?" Tanya pria itu serius, aku mengamati pria itu dan nampak pernah bertemu tapi aku tidak ingat sama sekali.
"Mmm boleh, silahkan..." gumamku berjalan mendahului pria itu dan pria itu mengikutiku dari belakang.
"Ngomong-ngomong namamu siapa?" Tanya pria itu serius.
"Aku ya.. Namaku Sani Shin."
"Shin? Apa itu marga?" Tanya pria itu terkejut.
"Iya, memang kenapa? Kenapa kamu nampak terkejut?"
"Yah itu marga yang sudah lama punah bagaimana bisa kamu memiliki marga yang ada sejak jutaan abad yang lalu?" Tanya pria itu yang membuatku terkejut.
"Ehh mmm entahlah aku tidak tahu, yang aku tahu Shin adalah nama marga..." gumamku mengangkat kedua bahuku.
"Robert Huan Han? Huan itu marga?"
"Bukan, margaku Han... marga ribuan tahun yang lalu dan sudah punah seperti marga Shin."
"Haaah? Benarkah? Lalu kenapa kamu bisa memiliki marga itu?" Tanyaku terkejut. Pria itu mengambil sebuah buku kuno dan terduduk di sebuah meja dekat jendela, aku yang penasaran mengambil sebuah buku kuno yang membahas tentang tiga alam yangembuatku tertarik, aku duduk di depannya dan menatapnya serius.
"Karena itu memang margaku sejak lahir yaah mmm kamu tahu... Hanya kamu yang bisa melihatku."
"Ehhh k-kamu hantu?" Tanyaku terkejut.
"Bukan... Aku sejenis denganmu hanya saja berbeda golongan..." gumam Robert yang membuatku terkejut.
"T-tunggu apa maksudmu?" Tanyaku bingung.
"Kamu kenal Han?"
"Han?"
"Ya Samuel Han, dia kembaranku..." gumam Robert santai.
"K-kamu kembarannya?" Tanyaku terkejut.
"Tanyakan sendiri padanya..." gumam Robert menatap kebelakang dan tiba-tiba ada seseorang yang merangkulku dengan tatapan dingin yang membuat suasana menjadi menakutkan.
__ADS_1
"Kau untuk apa mencari istriku?" Ucap Han dingin yang membuatku terkejut.
"Han?" Ucapku terkejut.
"Tidak ada hanya kebetulan bertemu dengan dewa penyeimbang di dunia manusia."
"Kau kira aku bisa mudah kau tipu?" Ucap Han dingin dan Robert dengan santai membaca lembar perlembar buku yang dipegangnya.
Yaaah kau tetap saja curiga denganku Han, aku kembaranmu dan aku tidak melakukan apapun loh."
"Kau kira aku tidak tahu niat burukmu."
"Niat burukku? Aku tidak memiliki niat apapun."
"Kau tidak bisa membohongiku Huan!!" Protes Han kesal.
"Kau kira aku akan merebut dewa penyeimbang darimu? Aku tidak tertarik dengan wanita."
"Kau memang tidak tertarik tapi kau tertarik untuk melakukan perubahan tiga alam kan? Kau ingin menghasut istriku kan!" Gerutu Han kesal.
"Walaupun aku ingin merubah tiga alam ini bersama dengan ayah tapi kau kira mengubah tiga alam ini mudah? Kristal saja terpencar di seluruh alam dan lagi melakukannya harus mengorbankan tumbal nyawa, walaupun aku ingin tapi hal itu mustahil dilakukan apalagi kau menikah dengan dewa penyeimbang yang dimana akan berujung dengan berubahnya tiga alam dan kau curiga padaku karena niatanku dulu?" Protes Robert kesal.
"Tentu saja, kau pasti ingin menghasut istriku bukan?"
"Ciihh aku tidak memiliki niatan itu, aku sedang memikirkan cara agar peperangan yang terjadi jika kau menikah dengan dewa penyeimbang, kau tahu walaupun aku ingin merubah tiga alam tapi melihatmu bahagia dengan istrimu membuatku ingin kau terus bahagia apalagi beratus abad tidak ada dewa penyeimbang yang menikah denganmu!" Ucap Robert serius yang membuatku terkejut.
"Hmmm aku memang bahagia dengannya, kalaupun adanya inkarnasi pasti aku akan mencarinya walaupun harus keujung dunia apalagi dia satu-satunya wanita yang berani menginginkan aku lenyap karena takut kehilangan."
"Apa dia mengucapkannya?"
"Ya di janji suci.."
"Hmm jadi cerita kuno itu akan benar-benar terjadi ya."
"Aku tidak peduli, aku mencintai dan menjaga istriku apapun yang terjadi."
"Hmmm inkarnasi ya..." desah Robert pelan lalu menutup buku itu.
"Dunia manusia menganggap inkarnasi itu ada, lalu apa kau yakin dewa bisa berinkarnasi?" Tanya Robert serius.
"Kemungkinan bisa kecuali malaikat dan aku... walaupun aku tidak yakin bisa berinkarnasi rapi aku berharap bisa berinkanasi dan bertemu dengan istriku sebagai manusia."
"Tapi kau tidak mungkin bisa menjadi manusia! Kau dewa agung bahkan kau malaikat juga."
"Memang tapi ya entahlah aku hanya berharap saja.'
"Oh mmm aku juga mencoba caranya."
"Tapi aku ada sesuatu hal yang ingin aku bahas masalah pertempuran yang mungkin akan terjadi nantinya..." gumam Rovert berdiskusi dengan Han sedangkan aku hanya terdiam mendengarkan pembicaraan mereka.
__ADS_1