Mengubah Takdir Part II

Mengubah Takdir Part II
Episode 30 : Di Pesta


__ADS_3

Aku dan Han berjalan menuju ke sebuah pesta yang sangat meriah dan di datangi oleh banyak dewa yang hadir. Han terus menggandengku ke depan pesta itu berlangsung dan berdiri di depan semua orang


"Selamat datang dewa agung" ucap seluruh dewa menundukkan badannya ke arah kami


"Ya terimakasih kalian bisa datang dan meramaikan acara ini" gumam Han dingin


"Selain acara pesta biasa ini, kali ini aku ingin membahas masalah survival yang kemarin sempat tertunda karena istriku melahirkan.."


"Jadi untuk saat ini survival di lembah kematian akan di ikuti seluruh dewa, dewa penyeimbang dan dewa kehancuran akan diikut sertakan ..."


"Apa anda yakin dewa?" tanya salah satu dewa terkejut


"Nanti kalau mereka menghancurkan survival bagaimana?" tanya salah satu dewa ketakutan


"Haish gimana sih kalian. Katanya disuruh mereka ikut, saat mereka diikutkan eeh kalian protes..." desah Han menggelengkan kepalanya


"Tapi kalau mereka menghancurkan survival bagaimana dewa?"


"Tenang saja, sudah aku atur"


"Baik dewa agung..."


"Oh ya survival ini kalian bisa membawa partner yang lebih muda dari kalian.."


"Kalau lebih tua?"


"Tidak bisa. Harus lebih muda dari kalian, bisa anak kalian, keponakan, atau siapapun" gumam Han santai


"Kapan survival itu di mulai dewa?"


"Beberapa tahun lagi..."


"Baik dewa agung" gumam seluruh dewa membungkukkan badan mereka


"Baiklah kalian bisa menikmati pesta kalian" gumam Han dan para dewa itu kembali dengan aktifitas mereka


"Han ..." bisikku pelan


"Apa sayang?"


"Siapa yang akan aku bawa?"


"Bawa aja Lyla, Alan masih belum mampu"


"Lyla?" gumamku menatap Lyla


"Han apa ayahnya beneran manusia itu?"


"Dia campuran dari beberapa ayah"


"Apa?" tanyaku terkejut


"Ya dia campuran dari dewa, manusia, dan vampir... Sama denganmu"


"Lyla? Sama denganku?" tanyaku terkejut


"Coba Lyla tunjukkan taringmu" gumamku dan Lyla menunjukkan taringnya yang tajam


"Benar... Kamu sama sepertiku" gumamku terkejut


"Bibi juga vampir?" tanya Lyla terkejut


"Ya benar, kalau bukan karena kejadian itu aku sudah jadi raja vampir"


"Oohh benarkah? Tuan Steven itu raja vampir kan?"


"Ya dia raja vampir, kalau aku bukan dewa aku pasti sudah menikah dengan Steven"


"Kenapa kalian bisa menjadi dewa?" tanya Lyla penasaran


"Ceritanya panjang, mending kamu tidak perlu tahu" gumamku tersenyum


"Baiklah.. Mmm paman bibi boleh tidak aku memanggil kalian ayah dan ibu" gumam Lyla menatap kami dengan polos


"Emmm.." desahku bingung


"Boleh, kamu sekarang anak angkat kami" gumam Han mengacak rambut Lyla


"Terimakasih ayah ibu" gumam Lyla senang dan memeluk kami dengan erat


"Tidak masalah. Ajak Alan bermain sana" gumam Han menurunkan Alan


"Baik ayah... Alan mari bermain" gumam Lyla menggendong Alan dan pergi bermain


"Alan bisa langsung akrab ya dengan Lyla" gumamku pelan


"Karena si Lyla mempunyai aura yang baik makanya Alan biasa saja dengannya"


"Hmmm ya benar katamu Han, aku kasihan dengan Lyla. Di sekujur tubuhnya penuh luka" gumamku pelan


"Ya karena si kaisar langit tidak menginginkannya sedangkan Sasha ingin merawat dia"


"Hmmm mungkin sih, tapi kamu gak boleh terlalu jahat kepada anak Han!!"


"Ya aku tahu istriku, Lyla sudah hebat jadi dia dilatih sebentar sudah bisa membentuknya sedangkan Alan kan masih dasar dan masih butuh bimbingan"


"Ya sayangku" gumamku meminum minuman di depanku


Tiba - tiba ada seorang laki - laki tampan berdiri di depanku. Taring yang tajam dan berwajah sedikit pucat merupakan ciri - ciri petinggi vampir sedangkan di kiri kanannya terdapat dua vampir yang menjaganya


"Kenapa kamu ada disini?" gerutu Steven yang tiba - tiba berdiri di depanku

__ADS_1


"Kami hanya ingin bertemu dengan raja..."


"Kenapa kamu mencariku?" guman Steven dingin


"Kami bukan mencarimu tapi mencari dia" gumam laki - laki itu menunjuk ke arahku


"Kenapa mencariku?" gumamku pelan dan menaruh kembali gelasku


"Aku hanya ingin memberikan ini untukmu raja" gumam laki - laki itu memberikanku kotak kecil berwarna hitam


"Apa ini?" gumamku pelan


"Eeh tunggu, apa kalian bilang? Raja?" teriakku terkejut


"Ya setelah anda membebaskan kutukan perjanjian jiwa itu, anda otomatis raja kami" gumam laki - laki itu menatapku


"Tidak tidak tidak, biar Steven saja"


"Apa anda yakin?"


"Ya anggap saja perintah raja kalian" gumamku membuka kotak itu


"Kristal merah? Untuk apa kalian memberikanku kristal merah?"


"Walaupun anda menolak menjadi raja kami, tetua vampir tetap menjadikan anda raja vampir"


"Oh kakek ya..." desahku pelan


"Benar yang mulia, di alam lain juga terdapat satu masalah yang besar, dan kerajaan vampir kita terkena imbasnya juga"


"Masalah besar?"


"Apa itu?" tanyaku penasaran


"Nanti tetua vampir akan menjelaskan kepada yang mulia dan ada pesan dari tetua vampir"


"Pesan?" gumamku mengambil secarik kertas di bawah batu kristal itu


Hai cucuku, aku dengar dari Steven kamu semakin hebat ya sekarang. Kenapa tidak meluang waktu datang ke kerajaan vampir, ada yang ingin kakek sampaikan kepadamu sesuatu yang penting apalagi kamu raja vampir sekarang menggantikan Steven. Jangan protes atau menolak tahu!!... oh ya cucuku ini kristal merah milik kerajaan vampir jangan sampai hilang karena kamu seorang raja. Kamu bisa mengubah takdirmu tapi takdirmu sebagai seorang vampir murni tidak bisa hilang cucuku, seberapa besar usahamu mengubah takdir kamu maka takdirmu akan kembali ke takdir awal. Ingat kata - kata kakek... Ajaklah Steven kalau ingin ke kerajaan, kalau dia tidak mau paksa dia. Baiklah kakek sayang kamu cucuku... KAKEK


"Mmm, ya aku mengerti. Bilang kepada kakek aku akan kesana dengan Steven" gumamku pelan


"Oh ya yang mulia ada pesan tambahan dari tetua iblis"


"Apa itu?"


"Tetua iblis ingin memberikan anda ini"


"Apa ini?"


"Kami tidak tahu yang mulia, kata tetua vampir hanya cucunya yang bisa melakukannya"


"Cucunya? Mmm aku tidak tahu cara membukannya" gumamku mencari Nana


"Iya Sani, ada apa?"


"Bukakan kotak ini" gumamku menyerahkan kotak itu kepada Nana


"Ini bukannya kotak kerajaan iblis ya?"


"Ya katanya nenek memberikannya kepadaku, tapi aku tidak bisa membukannya" gumamku pelan


"Bentar aku coba..." gumam Nana merubah wujudnya ke wujud iblis dan membaca mantra di bibirnya


"Nih udah terbuka..." gumam Nana mengubah kembali wujudnya jadi dewa, aku mengambil kotak itu dan membuka isi yang ada di dalamnya


"Kristal biru?"


"Jangan di pegang Sani, nanti kamu seperti dulu lagi!!" gumam Steven menatapku


"Oh ya lupa..."


"Kenapa kakek dan nenek memberikanku kristal kerajaan?" gumamku bingung


"Biasanya kalau seperti itu kerajaan sedang dalam masalah besar" gumam Steven santai


"Ya biasanya seperti itu, kakakku juga bilang ada masalah di alam lain"


"Masalah apa?"


"Dia tidak menceritakannya kepadaku, katanya aku harus kembali ke kerajaan kalau ingin tahu"


"Ya udah kamu ikut juga Na... Nanti kita pergi dengan Steven juga.."


"Aku? Ikut? Oh baiklah kalau kamu memaksa" desah Nana berjalan pergi


"Baiklah kalian bisa kembali. Kabari aku kalau ada sesuatu..." gumamku pelan


"Baik yang mulia, kami undur diri dulu" gumam tiga vampir itu menghilang


"Hei Sani!! Kenapa aku harus ikut? Malas tahu!!" tanya Steven terkejut


"Tuh baca sendiri" gumamku menyerahkan kertas itu


"Ohh... Kapan kamu akan kesana?"


"Mungkin setelah pesta ini" gumamku santai


"Oh baiklah, aku akan menunggumu di kerajaan neraka" gumam Steven berjalan pergi


"Iya..." desahku membaca mantraku dan menyimpan dua kotak itu dengan aman

__ADS_1


"Ada apa sayang?" tanya Han menatapku


"Kakek menyuruhku dan Steven datang ke kerajaan vampir"


"Hanya kalian berdua?"


"Ya tapi Nana akan aku ajak.."


"Oh emang ada masalah apa?" gumam Han mengambil kertas yang ada di tanganku


"Tidak tahu.."


"Hmmm..."


"Ada apa Han?"


"Benar kata kakekmu" gumam Han mengembalikan kertas itu kepadaku


"Apa maksudmu?"


"Ya seberapa usahamu merubah takdir, itu sama saja kamu merubah takdir dunia sayang. Takdir dunia tidak bisa di ubah seratus persen. Kalau bisa di ubahpun takdir dunia akan berkebalikan" gumam Han pelan


"Apa maksudmu aku tidak mengerti?"


"Takdir dunia akan berkebalikan sayang jika kamu merubah takdirmu dengan seratus persen seperti ini.."


"Ada seseorang yang menunggumu di kerajaan vampir, seseorang yang seharusnya menjadi dewa tapi terlahir kembali dan menempati posisimu sebagai vampir"


"Apa yang kamu maksud kakakku?" tanyaku terkejut


"Ya, walaupun jiwanya berada di tubuhmu tapi sisa jiwamu dan jiwanya berinkarnasi yang membuatnya terlahir kembali menjadi vampir" gumam Han meminum minumannya


"Kenapa kamu bisa tahu?"


"Aku dewa agung, apa yang tidak aku ketahui"


"Oh kalau itu benar kembaranku, aku akan menyambutnya" gumamku senang


"Jangan senang dulu sayang, dia memiliki sifat yang berkebalikan dengan dia sebelumnya"


"Maksudnya dia menjadi jahat dan menyebalkan?'


"Ya bisa di bilang seperti itu"


"Kenapa bisa seperti itu? Aku dulu inkarnasi tetap diriku?"


"Karena kamu dewa sayang, berbeda dengan manusia atau alam lain. Jadi bisa saja dia mengingatmu dengan wujud dan tubuh yang berbeda dengan yang dahulu"


"Oh.. Berarti bisa saja dia menjadi laki - laki atau perempuan kayak gitu?"


"Ya benar sekali, jadi kamu harus hati - hati"


"Oh... Aku mengerti sayang, aku akan mendengarkan nasehatmu"


"Ibu mau ke kerajaan vampir?" gumam Lyla menatapku


"Ya kenapa kamu tahu?"


"Lyla tahu ibu... Ibu Lyla ingin ikut"


"Ingin ikut? Kenapa?"


"Aku ingin bertemu ayah"


"AYAH?" teriakku dan Han bersamaan


"Ya, kata ibuku salah satu ayahku adalah vampir di kerajaan vampir"


"Kalau memang benar begitu kamu boleh ikut"


"Ibu aku ikut.." gumam Alan merangkulku


"Tidak boleh... Kamu bersama ayah!!" protes Han menggendong Alan


"Kenapa kakak Lyla yang hanya boleh ikut?"


"Karena dia sudah besar. Dan kamu harus berlatih Alan!!"


"Tidak mau, aku ikut ibu!!" protes Alan keras


"Tidak boleh, besok latihan sebentar saja ntar ayah ajak ke suatu tempat mau?"


"Kemana?"


"Kemanapun yang kamu inginkan. Bagaimana?" gumam Han menatap Alan


"Baiklah, aku akan dengan ayah"


"Nah baguslah..." desah Han menurunkan Alan


"Ibu sama kakak Lyla jangan lama - lama ya"


"Ya sayang, cuma sebentar kok" gumamku pelan


"Kalau lama awas ya nanti Alan marah!!"


"Hahaha kamu ini sama saja seperti ayahmu" tawaku mengusap lembut Alan


"Kan anakku jadi harus mirip akulah" gumam Han mencubit pipiku


"Iya... Iya sayang" gumamku tersenyum

__ADS_1


Aku masih penasaran apa masalah yang dihadapi oleh kerajaan di alam lain dan kenapa aku tidak menyadari kalau ada masalah di alam lain


__ADS_2