Mengubah Takdir Part II

Mengubah Takdir Part II
Episode 8 : Bertemu Tubuh Asli


__ADS_3

Hari ini aku harus berkuliah kembali tanpa Steven dan tanpa Sony di kelas, Di kelas hari ini walaupun teman - temanku biasa saja kepadaku karena mereka percaya dengan identitasku tapi tidak tahu kenapa aku terasa hampa seperti saat Sony meninggalkanku bertapa. Apa yang telah aku lakukan bersama dengan dua raja itu aku sudah menceritakan kepada Nana jadi Nana tahu apa yang sedang mengganggu pikiranku


"Kamu kenapa Sani?" tanya Nana membuyarkan lamunanku


"Tidak ada, cuma aku sedikit hampa saja"


"Gara - gara dua orang itu pergi?"


"Ya bisa dibilang begitu, padahal aku sangat benci gara - gara kelakuan mereka berdua. Tapi sebenarnya yang salah itu aku "


"Ya aku tahu perasaanmu, kita harus cari cara untuk meningkatkan kemampuanmu itu"


"Memang benar, tapi aku tidak tahu caranya..." desahku pelan


"Kita akan mencari tahu caranya, kamu tidak pulang?"


"Pulang? Udah selesai ya?"


"Hei kamu sudah berapa lama melamun?"


"Mmm aku tidak tahu, aku sudah lupa"


"Haish kamu ini, baru saja di tinggal beberapa bulan saja kamu jadi sering melamun" desah Nana menarik tanganku keluar kelas


"Aku banyak melamun bukan karena di tinggal mereka berdua Nana!!" protesku


"Lalu kamu melamun karena apa?"


"Aku melamun karena bingung aku harus apa, kekuatanku tetap segini saja" desahku pelan


"Pasti ada solusi kamu tenang saja, mmm ngomong - ngomong mau beli cemilan?"


"Cemilan? Mmm boleh deh" gumamku mengikuti Nana


"Sani, aku sangat senang kamu kembali" gumam Nana senang


"Hmm dulu saja kamu tidak percaya kalau ini aku" gumamku kesal


"Ya kamu penampilan seperti ini siapa yang menyadari kalau itu kamu, apalagi kekuatanmu tidak kamu tunjukin"


"Aku tidak mau menunjukkan karena kekuatanku tidak seperti dulu"


"Hmmm .. kamu seperti dulu sering merendah" desah Nana berbelok ke sebuah cafe di pinggir jalan


"Ya emang sudah sifat bagaimana lagi" desahku pelan


"Hmmm pak pesan milk tea dan capuccino ya" ucap Nana sambil menyerahkan sejumlah uang


"Hei aku belum memilih"


"Udah aku belikan milk tea untukmu"


"Baik silahkan nona" gumam pelayan tersenyum sambil memberikan dua gelas minuman kepada Nana


"Ayo kita keatas Sani"


"Baiklah" desahku mengikuti Nana, Nana berjalan mendahuluiku dan berhenti di kursi dekat jendela


"Sani, sini lah" gumam Nana memanggilku


"Iya" desahku terduduk di kursiku


"Mmm Sani apa tanggungjawab itu sangat menyiksamu?"


"Ya bisa dibilang begitu, apalagi aku hanya memiliki tubuh manusia" gumamku pelan


"Mmm iya juga sih"


"Eh Na emang benar ya di kelas kita itu kebanyakan dewa? gumamku sambil menyeruput minumanku


"Tidak hanya dewa sih, mereka raja - raja di seluruh alam semesta, di sekolah kita ada dua kelas yang mahasiswanya dewa dan raja - waja di seluruh dunia"


"Oh ya? Kenapa aku baru tahu ya" desahku pelan


"Siapa yang memberitahukanmu?"


"Sony dan Steven"


"Oh begitukah? Ya memang kebanyakan raja - raja dan dewa yang berkuliah disini"


"Tapi kenapa mereka berkuliah?"

__ADS_1


"Ya itu ada tujuannya sendiri - sendiri sih, aku juga tidak mengerti"


"Oh begitu ya" desahku pelan


"Sani siapa yang kamu cinta antara Sony dan Steven?"


"Cinta? Aku tidak tahu"


"Knapa kamu bisa tidak tahu"


"Ya awalnya aku mencintai Sony tapi setelah inkarnasi ini aku malah membenci kedua orang itu" gumamku pelan


"Tapi kan mau tidak mau kamu harus menjadi permaisuri kaisar langit"


"Ya memang aku tahu masalah itu"


"Coba lah cintai kembali kaisar langit" gumam Nana tersenyum kepadaku"


"Ya aku akan berusaha" desahku pelan


"Na ayo kita pulang, aku udah capek banget" gumamku beranjak dari tempat duduk


"Baiklah" desah Nana mengikutiku dari belakang


Saat kami berdua sedang berjalan di taman sekolah, aku mendengar ada seseorang yang memanggil namaku dari belakang


"Hai Sani..." sapa seorang laki - laki di belakangku


"Alex?" gumamku terkejut


"Sani bisa bicara sebentar" gumam Alex menarik tanganku


"Hei dia masih denganku tahu!!" protes Nana menarik tanganku kembali


"Sebentar saja"


"Tidak boleh"


"Ayolah Na" gumam Alex menarikku


"Enggak ya enggak" gumam Nana menarikku, Alex dan Nana saling tarik menarik tanganku yang membuatku sedikit kesal


"Hei kalian berhenti!! protesku kesal


"Hmmm.. Ada apa Alex?"


"Ada yang ingin aku beritahukan kepadamu, jadi aku akan mengajakmu ke alam bawah"


"Oh ya? Memberitahukan aku tentang apa?"


"Kamu mau memberitahukanku apa?"


"Kamu akan tahu nanti, ikutlah denganku dulu"


"Baiklah" desahku pelan


"Na aku ikut dia sebentar ya" gumamku tersenyum


"Haish kamu, baiklah" desah Nana meninggalkan kami berdua


"Ayo Alex" gumamku, tangan Alex memegang tanganku dan kami berpindah ke sebuah tempat yang seperti di dalam gua, tempat yang terasa panas dan seperti tidak ada udara sama sekali di dalamnya


"Ini dimana?" gumamku bingung


"Ini di kerajaan alam bawah, saat ini aku raja alam bawah" gumam Alex mengganti wujudnya


"Kenapa kamu mengajakku kemari?"


"Aku ingin menunjukkan sesuatu kepadamu"


"Menunjukkan sesuatu?"


"Ya, mungkin kamu akan terkejut sedikit" gumam Alex dingin


"Heeh? Emang apa itu?" gumamku penasaran


"Kamu akan tahu sendiri" gumam Alex membuka sebuah pintu besar dan mengajakku masuk ke dalam ruangan itu


"Peti?" gumamku melihat di depanku ada sebuah peti besar, aku hanya berdiri menatap Alex yang membaca mantra dan peti itupun terbuka


"Kesinilah Sani" gumam Alex dan aku berjalan menuju ke tempat Alex, di dalam peti aku melihat sebuah tubuh perempuan di dalamnya tubuh yang sepertinya aku kenal

__ADS_1


"Ini tubuh siapa?" tanyaku bingung


"Ini tubuhmu"


"Tubuh... Tubuhku? Yang benar aja!!" ucapku kaget


"Ya benar"


"Bukannya tubuhku hancur ya?"


"Ya sebenarnya, cuma saat aku menemukan tubuhmu ini setelah kakakku bilang kalau kamu berinkarnasi, ya sebenarnya tubuh ini hancur berkeping - keping tapi karena aku raja alam bawah jadi aku bisa memperbaiki kembali tubuhmu dengan kekuatanku"


"Serius? Hmm apa aku bisa memilikinya lagi?" gumamku memegang tubuhku yang terasa sangat dingin


"Bisa saja sebenarnya, tapi kekuatanmu belum bisa melakukannya" gumam Alex serius


"Alex bantu aku" gumamku memohon


"Aku tidak tahu caranya, paling yang tahu hanya Sony dan Steven"


"Tapi kan mereka sedang bertapa"


"Ya memang ..." desah Alex pelan


"Mmm coba tanya Candra" gumam Alex menatapku


"Aku tidak bertemu Candra sama sekali setelah berinkarnasi"


"Dia sedang ada di kerajaannya, kesana saja"


"Aku tidak bisa melakukan teleportasi" gumamku pelan


"Mmm baiklah aku akan mengantarmu" gumam Alex menggandeng tanganku dan kami berpindah ke kerajaan siluman


"Candra... Oi Candra" teriak Alex memanggil Candra


"Ada apa?" gumam Candra muncul di depan kami dengan wajah dingin


"Ada yang ingin bertemu kamu"


"Siapa dia?" gumam Candra dingin


"Dia Sani"


"Sani? Bukannya dia sudah?"


"Ya memang tapi dia berinkarnasi di tubuh lemah ini, jadi kamu tahu cara untuk memindahkan jiwa?"


"Memindahkan jiwa ke tubuh lama?" gumam Candra bingung


"Ya benar"


"Bisa kamu memberiku cara Candra" gumamku memohon


"Mmm nanti aku pikirkan" gumam Candra membalikkan badannya menjahi kami


Aku melihat Candra yang perilakunya sangat berubah dari Candra yang dulu dan itu membuatku begitu khawatir dengan Candra yang sekarang, tanpa berfikir panjang aku memegang tangan Candra yang membuat Candra sedikit terkejut


"Candra bisakah kita berbicara sebentar" gumamku menatap wajah tapan Candra yang sedikit dingin


"Hmmm baiklah.." desah Candra pelan


"Baiklah, aku pamit dulu" gumam Alex menghilang dari sampingku


"Candra..." gumamku pelan


"Kita masuklah dulu" gumam Candra pelan dan berjalan mendahuluiku masuk ke dalam kerajaan siluman yang mewah ini


Candra membuka sebuah pintu besar di depanku dan duduk di sebuah sofa dari bulu serigala berwarna putih bersih. Aku duduk di depan Candra dengan menatapnya serius


"Apa yang ingin kamu katakan?" ucap Candra dingin


"Kamu kenapa sepertinya berubah sekarang?"


"Berubah? Bagaimana maksudmu?"


"Ya kamu tidak seperti terakhir kita bertemu" gumamku serius


"Tidak, aku biasa saja kok" gumam Candra serius


"Benarkah?" gumamku berjalan ke arah Candra dan menyentuh dahi Candra dengan telunjukku

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Candra terkejut


Aku tidak menjawab apapun pertanyaan dari Candra, aku mencoba membaca pikiran Candra sekaligus meningkatkan kemampuanku yang dulu


__ADS_2