Mengubah Takdir Part II

Mengubah Takdir Part II
Episode 49 : Bertemu Raja Kaum Terkutuk Dan Menghukum Dewa Kebohongan


__ADS_3

Sreeeeeg... Sreeeeeggg


Tiba - tiba aku mendengar suara semak yang bergoyang di depanku, rasa sakit di dadaku membuatku terdiam di tempatku, aku menatap semak - semak di depanku dan melihat seorang pria menatapku terkejut


"Kamu bisa melihatku?" gumam pria itu terkejut


"Kenapa juga tidak? Memang kamu siapa?" gumamku pelan, pria itu terdiam dan terduduk di depanku dengan tatapan bingung


"Kamu beneran bisa melihatku?" gumam pria itu memegang pipiku lembut, tangannya terasa dingin dan halus seperti es batu yang halus permukaannya


"Ya..."


"Siapa kamu?" gumam pria itu melepaskan pipinya


"Aku Sani, raja vampir tertinggi dan juga dewa penyeimbang" gumamku serius


"Dewa penyeimbang? Ooh pantas kamu bisa melihatku" desah pria itu pelan


"Aku Lan Chi, raja kaum terkutuk"


"Kaum terkutuk? Yang seluruh kaum bilang kaum penghuni daerah sini ya?"


"Ya benar, apa kamu tidak takut?" gumam Lan pelan


"Tidak kok... Uuhhuukkk... Uuhhuukkk" desahku terbatuk - batuk


"Kamu terluka?"


"Eemm tidak, aku tadi menyembuhkan seseorang dengan mantra dewa, ya mungkin karena jiwaku seluruhnya jiwa vampir jadi aku sedikit terluka"


"Bukannya kalau kamu seorang dewa kamu bisa berubah wujud?"


"Ya seharusnya, tapi jiwa dewaku tidak berada denganku saat ini dan jiwa dewaku berada di alam dewa. Mmm ya bisa dikatakan saat ini jiwaku adalah jiwa vampir, karena aku tidak punya jiwa dewaku jadi aku tidak bisa menggunakan kekuatan dewaku dengan jiwa vampir ini. Ya kalau di paksakan pasti terluka seperti ini"


"Kenapa bisa? Apa kamu di hukum?"


"Tidak kok, aku sedang menangani sebuah masalah saja jadi aku tidak menggunakan jiwa dewaku" gumamku mencoba tersenyum


"Mmm aku pernah sekali bertemu dengan dewa beribu tahun yang lalu, dia berjanji kepadaku untuk menghilangkan kutukan ini tapi dia sama sekali tidak kembali"


"Dewa? Siapa?" tanyaku terkejut


"Dewa penyeimbang terdahulu, dia dulu bersama dengan dewa agung. Tapi saat dewa penyeimbang menikah dengan kaisar langit, dewa penyeimbang maupun dewa agung tidak pernah kembali lagi" gumam Lan pelan


"Oh benarkah? Han tidak pernah kemari ya? Nanti kalau aku bertemu dengannya aku akan menyampaikan kepada dia" gumamku pelan


"Tidak perlu dewa, nanti anda akan dimarahin oleh kaisar langit"


"Dimarahi Sony ya? Itu tidak mungkin terjadi"


"Tapi kan kaisar langit suami anda dewa!"


"Bukan, suamiku dewa agung sendiri"


"Oh benarkah? Kenapa aku tidak tahu ya" desah Lan pelan


"Soalnya kami tidak membuat acara mewah hanya janji suci saja" gumamku berusaha berdiri


"Aku ingin mencari si Tio itu dulu, lain kali kita bertemu lagi yang mulia raja" gumamku pelan


"Dewa mencari raja itu kenapa?"


"Dia melukai raja terdahulu kaum vampir jadi aku harus membalasnya"


"Dia sudah terluka parah dewa"


"Terluka parah?" tanyaku terkejut


"Ya tadi aku yang melawannya dewa" gumam Lan pelan


"Ohh.." desahku pelan. " Jadi yang dikatakan Sunny benar.."


"Mmm dewa apakah dewa berkenan datang ke kerajaan kami sekalian menyembuhkan luka dewa..."


"Apakah jauh?"


"Tidak dewa, di depan situ"


"Ohh mmm baiklah... Tapi setelah itu bantu kami keluar dari lembah kematian ini ya"


"Baiklah tidak masalah dewa" gumam Lan senang


"Mari dewa" gumam Lan berjalan mendahuluiku


Aku mengikuti langkah kaki Lan melewati semak - semak dan hutan yang sangat lebat di depanku. Di depanku aku melihat dua pohon besar yang sangat aneh, Lan berjalan di tengah - tengah dua pohon itu dan menghilang

__ADS_1


"Menghilang? Apa itu pintu masuknya ya?" gumamku penasaran, ingin bertanya Sunny tapi nampaknya dia masih belum terbangun. Aku melangkahkan kakiku masuk ke tengah dua pohon itu, aku sangat terkejut melihat sebuah kerajaan yang indah, penduduk yang berlalu lalang di sekitarku dan juga kerajaan yang nyaman. Aku masih bingung maksudnya terkutuk itu terkutuk seperti apa


"Dewa!!" teriak Lan di depanku sambil melambaikan tangan kanannya kearahku, aku berjalan menuju ke arahnya


"Mari dewa ke kerajaan" gumam Lan tersenyum kearahku


"Oohh baiklah... Mmm yang mulia bisakah aku bertanya sesuatu?"


"Jangan panggil aku yang mulia dewa, panggil saja aku Lan"


"Ohh mmm baiklah, Lan bolehkah aku bertanya?"


"Boleh... Dewa ingin bertanya tentang bagaimana kerajaan yang indah ini menjadi terkutuk?" gumam Lan menatapku


"Ya..."


"Aku tidak tahu awalnya dewa, cuma yang kami ketahui hanya kami sekarang menjadi kaum terkutuk, awal mula kami seperti apapun kami tidak tahu, hanya raja terdahulu yang tahu"


"Dewa Agung juga tidak tahu?"


"Dewa Agung tahu masalah itu cuma Dewa Agung belum menceritakan kepada kami"


"Oohh mmm jadi kalian terkutuk dalam bentuk seperti apa?"


"Ya seperti ini, hanya beberapa kaum atau dewa yang bisa melihat kami. Kerajaan kami juga terdapat pembatas dengan alam lain dan juga seluruh kaum menganggap kami adalah kaum jahat dan terkutuk yang tidak boleh di temui. Padahal kami tidak seperti itu, ingin sekali aku memprotes tapi apalah daya kami tidak terlihat walaupun beratus ribu tahun kami akan tetap seperti ini"


"Mmm jadi bagaimana cara menghilangkan kutukan itu?"


"Menurut nenek moyang hanya menggunakan darah dari raja terdahulu yang bisa, tapi itu tidak akan mungkin apalagi sudah banyak raja terdahulu yang sudah mati"


"Mmm apa dewa agung tahu caranya?"


"Mungkin saja dewa, tapi saya sendiri tidak tahu..."


"Ya kalau urusanku di alam lain sudah selesai aku akan membantumu mengatakan hal ini kepada dewa agung"


"Benarkah dewa, tapi nanti..."


"Tenang saja, aku tidak akan lupa dengan janjiku. Lagi pula aku penjaga keseimbangan tiga alam ini aku tidak mungkin membiarkan kalian menderita selama itu" gumamku tersenyum


"Ma... Makasih dewa!!" teriak Lan memelukku erat, pelukan Lan membuatku mengerti bagaimana mereka sangat menderita dengan kutukan itu


"Eemm ma.. Maaf dewa" gumam Lan pelan


"Eemm ma.. Mari dewa" gumam Lan melanjutkan langkahnya menuju ke kerajaan


Di dalam kerajaan aku melihat kerajaan yang indah dan juga sangat megah, melihat kerajaan yang indah ini sangat disayangkan kalau tidak ada raja ataupun kaum alam lain tidak mengetahui hal ini


"Silahkan dewa di makan" gumam Lan membawakan beberapa makanan manusia kepadaku


"Bukannya ini makanan manusia?"


"Iya yang mulia, kami makan makanan manusia. Mmm apa yang mulia tidak bisa makan makanan manusia?"


"Kalau wujud vampir memang tidak bisa..." desahku merubah wujudku ke wujud manusia


"Kalau wujud ini bisa" gumamku mengambil beberapa makanan siap saji di atas piring


"Dewa bisa wujud manusia juga?" tanya Lan terkejut


"Ya, hanya tiga wujud itu saja yang aku bisa" gumamku pelan


"Ohh... Mmm dewa sedang punya tugas apa?"


"Tugas mencari beberapa dewa sifat dan membuat Huan dan Tio akur. Walaupun seperti sangat simpel tapi memang sangat berat"


"Dua raja terdahulu itu memang tidak bisa akur dari dulu dewa"


"Ya benar, makanya aku menggunakan jiwa vampirku agar tugasku sedikit lancar" gumamku pelan


"Tapi masalah dewa sifat itu yang susah.." desahku pelan


"Dewa sifat? Ohh di kerjaaan ini terdapat satu dewa kebohongan yang kami tangkap dewa"


"Benarkah?" tanyaku terkejut


"Ya benar dewa, dewa kebohongan itu membuat kekacauan di kerajaan ini, karena kerajaan ini berada di genggamanku jadi kami bisa menghukumnya" gumam Lan serius


"Ohh benarkah? Bisakah aku bertemu dengannya?"


"Bertemu dengannya? Untuk apa dewa?" tanya Lan terkejut


"Untuk memberikan dia hukuman dewa, kalau aku bisa menangkap dewa itu aku bisa memanggil dewa agung..."


"Oh benarkah? Baiklah mari dewa!!" ucap Lan senang dan berjalan dengan senang

__ADS_1


Aku merubah wujudku ke wujud vampir dan mengikuti Lan dari belakang, Lan membuka beberapa pintu yang terkunci dan akhirnya dia membuka pintu yang terakhir yaitu pintu penjara bawah tanah


"Itu dewa" gumam Lan menunjuk ke salah satu penjara


"Dewa kebohongan ya?" gumamku menatap ke dalam penjara, di dalam penjara aku melihat ada seorang wanita cantik yang terikat oleh mantra


"Siapa kau!!" teriak wanita itu dingin


"Aku? Kamu tidak perlu tahu, yang penting kau harus mendapatkan hukumanmu dewa kebohongan" gumamku dingin


"Heeh raja rendahan saja mau menghukumku" gerutu wanita itu kesal, wanita itu terus mengoceh tidak jelas yang membuat telingaku panas


"Ohh mmm aku lagi malas mendengar ocehanmu..." desahku berdiri di depan penjaranya, aku membawa mantra pemanggil dewa dan muncullah arwah Han di sampingku


"Ada apa sayang kamu memanggilku?" gumam Han dingin


"Tuh..." gumamku dingin


"De... Dewa Agung!!!" teriak wanita itu terkejut


"Oh bagus kamu bisa menemukan salah satu dewa sifat ya..."


"Ya begitulah"


"Kenapa tidak kamu hukum sendiri?"


"Jiwaku ada bersamamu Han apa kau lupa!!" protesku kesal


"Ooh ya lupa, kelamaan bertapa" desah Han pelan, Han menyatu ke dalam tubuhku dan kesadaran tubuhku di ambil alih oleh Han


"Tidak aku sangka aku bisa bertemu denganmu dewa kebohongan.." gumam Han dingin


"Am... Ampun dewa agung" teriak wanita itu memohon


"Heeh ampun ya? Kamu sudah melakukan banyak kesalahan bahkan kau pernah membohongiku dan pergi melarikan diri dari alam dewa, aku tidak akan terpengaruh dengan omonganmu dewa kebohongan" gumam Han membaca mantranya


"AAAMMMPPUUUUNNN!!!" teriak wanita itu dan menghilang, arwah Han keluar dari tubuhku yang membuat kesadaranku kembali mengendalikan tubuhku


"Sudah kan, aku mau kembali bertapa"


"Entar dulu!!"


"Apa lagi? Waktuku tidak banyak"


"Tuh raja kaum terkutuk meminta bantuanmu untuk membebaskan kutukan itu" gumamku pelan


"Dewa agung, saya mohon!!" ucap Lan Shi serius


"Eemm... Nanti setelah aku bertapa dan istriku selesai dengan tugasnya aku akan menghilangkan kutukan kaum kalian dengan bantuan istriku" gumam Han serius


"Benarkah dewa agung?" teriak Lan senang


"Ya, apalagi itu permintaan istriku jadi aku akan melakukannya" gumam Han pelan


"Ba... Baik dewa, terimakasih!!"


"Apa ada lagi?"


"Aku ingin berbicara denganmu sebentar apakah boleh Han" gumamku serius


"Oh silahkan istriku" gumam Han pelan


"Ee.. Mmm saya permisi dulu dewa" gumam Lan pergi dari ruang penjara itu


"Ada apa?" gumam Han menatapku


"Aku hanya ingin bilang... Aku merindukanmu" gumamku menatap Han dengan mata yang berkaca - kaca


"Hmmm aku juga merindukanmu sayang, sebentar lagi pertapaanku selesai kok. Setelah pertapaanku selesai aku akan menjemputmu"


"Kapan itu?"


"Mmm tidak tahu sih, dengan adanya tubuh dewamu membuat kekuatanku bertambah 10 kali lipat jadi hanya memerlukan waktu yang singkat untuk memulihkan arwahku"


"Oh benarkah... Mmm bagaimana dengan Lyla dan Alan?"


"Mereka tumbuh dewasa dan lebih kuat dariku jadi jangan khawatir ya" gumam Han pelan


"Hmmm baiklah" desahku mengusap air mataku


"Jangan menangis sayangku, sebentar lagi kita akan bertemu kok" gumam Han pelan dan arwahnya menghilang


"Ya... Aku tidak menangis sedih hanya menangis senang, aku akan menunggumu sayang" desahku pelan


Walaupun hanya bertemu dengan arwah Han tapi itupun aku sangat menikmatinya dan sedikit menghilangkan rasa rinduku kepada Han. Aku ingin segera menyelesaikan ini dan segera bertemu dengan Han apapun yang terjadi

__ADS_1


__ADS_2