
tanpa memperdulikan mereka alena terus berjalan tapi saat akan menaiki tangga suara mamanya menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah mamanya yang menanyakan apa yang membuatnya tidak pulang semalam dan di hubungi juga tidak di angkat atau di balas membuat alena malas untuk menjawab jika tidak masih mengingat menghargai mamanya sebagai ibu kandungnya alena ingin langsung saja ke kamar tanpa mempedulikan ucapan mamannya
alena dari mana saja kamu kenapa tidak pulang dan kenapa tidak mengangkat telfon atau membalas pesan dari mama ucap anita dari tempat duduknya
aku nginep di rumah tante irma dan kemarin ponsel aku mati dan malamnya aku baru tahu tapi aku udah ngantuk jadinya gak aku balas pesannya ucap alena malas sambil menghadap ke arah mamanya
lain kali jika mau nginep di rumah temen atau di mana pun beritahu mama mu agar tidak khawatir ucap gunawan
biasanya juga mama gak peduli aku mau kemana aja tumben perhatian ucap alena malas
alena jaga bicara kamu mama selalu peduli sama kamu ucap anita tidak setuju dengan ucapan putri sulungnya
itu kan menurut mama tapi aku selama ini gak pernah merasa mama peduli atau perhatian ke aku ucap alena mengeluarkan sedikit uneg - unegnya
sudah - sudah kalian jangan ribut alena lebih baik kamu masu ke kamar kamu jangan memancing amarah kamu ucap gunawan langsung menengahi karena tidak ingin ada keributan di rumahnya
tanpa mengucapkan apapun alena langsung naik ke atas menuju kamarnya sedangkan anita menghembuskan nafas sedikit pusing dengan sikap alena yang banyak berubah
kamu harus lebih sabar menghadapi alena jangan mudah marah tidak baik buat kesehatan kamu ucap gunawan mengingatkan
mami juga maunya begitu pi tapi sekarang alena mulai berani sama mamanya mami gak tahu apa yang buat alena jadi begitu ucap anita
yang belum menyadari jika perubahannya sikap putrinya karena sikapnya selama ini yang tidak memperlakukan keduanya putrinya dengan adil
mami yang sabar ya mungkin aja kak alena lagi ada masalah tapi belum mau cerita ucap sambil ramah dengan senyumannya
mungkin yang kamu bilang benar sayang dan semoga saja apapun masalahnya cepat selesai ucap anita
ya sudah jangan terlalu di fikirkan alena sudah besar dia pasti bisa menyelesaikan masalahnya sendiri ucap gunawan
mereka pun kembali bersantai menikmati hari libur di hari minggu sedang alena di dalam kamarnya sedang menimbang - nimbang apa dirinya memilih tinggal bersama tantenya dan alisya saja dari pada di sini terus - terusan makan hati
apa ini jalan terbaik batin alena
💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐
setelah selesai dengan makan siangnya sekumpulan anak muda tersebut tidak langsung pulang mereka berbincang - bincang tapi hanya alisya dkk dan irfan dkk sedangkan adrian dkk hanya melihat dan mendengarkan saja tidak membutuhkan waktu lama untuk mereka akrab karena mereka semua memang mudah bergaul dengan siapa saja alisya dkk sangat nyaman mengobrol dan bercanda dengan irfan dkk karena ketiganya yang humoris dan murah senyum berbeda dengan adrian dkk
seru juga ya ngobrol sama kalian gak bikin.boring ucap salsa
__ADS_1
gue kira loe bertiga pendiam gak tahunya rame banget soalnya gak semua cogak kayak kalian.suka bercanda ucap kayla
coba aja kak jovan sikapnya kayak kalian bertiga pasti mudah di deketin ucap selly sambil melirik ke jovan
tapi yang di lirik sibuk sama ponselnya ucapan.selly hanya di anggap angin lalu
gak dapet jovan masih banyak kali.cogan di luaran sana yang mau menerima loe apa adanya cogan di dunia ini gak cuma satu ucap alisya
gue setuju sama loe sya putus satu tumbuh seribu ucap irfan
bener itu loe cewek cantik kayak loe gak pantes ngejar cocoknya cowok yang ngejar ucap gilang
maunya sih juga gitu tapi gak ada tuh cowok yang ngejar aku mungkin karena aku kurang menarik ucap selly
bukannya gak yang ngejar tapi belum ada yang ngejar kalau loe mau gue siap kok buat jadi pengejar cinta kamu ucap rangga bercanda
dan itu membuat mereka semua tertawa
gilang nama loe mirip sama nama temen gue galang cuma beda i sama a ngomongin galang gue baru sadar kalau udah lama gak ketemu sama dia ucap salsa
kata bokap gue sih katanya dia dan keluarganya pindah ke luar kota bokap gue kan rekan bisnisnya bokapnya dia ucap kayla
maksud kalian galang ketua osis dan pemain basket pelita harapan ucap irfan yang memang pernah bertemu dengan galang saat pertandingan
tepat loe kenal fan sama galang ucap alisya
kenal sih enggak cuma pernah ketemu aja ucap irfan lagi
kalian.berlima kenapa cuma diem aja mau ikut ngobrol juga ucap gilang yang melihat adrian dkk hanya diam saja
kalian betah banget gak ngomong gue gak.ngomong sehari aja gatel rasanya mulut gue ucap rangga
mereka emang irit bicara beda kayak kita yang receh ucap salsa
iya apalagi kak jovan kak adrian dan kak revan jarang ngomong kalau gak penting ucap selly
ya kan gak semua orang itu sama kita juga gak berhak buat ngatur atau nyuruh mereka berubah jadi receh ucap kayla
adrian dkk yang merasa di bicarakan menatap irfan dkk dan alisya dkk
__ADS_1
siapa bilang kita gak mau ikut ngobrol kita gue mau ikut ngobrol tapi udah gak kebagian tempat ucap faris
gimana mau ikut ngobrol orang dari tadi kalian asyik sama dunia kalian sendiri gue kira loe semua lupa ada kita di sini ucap adam
gak kebagian tempat loe kira tempat duduk kalau mau ikut ngobrol tinggal ikut nimbrung aja kali gitu aja kok repot ucap salsa
itu mah elu jangan samain kita sama loe jelas berbeda ucap faris
terserah loe aja males gue ngomong sama loe ucap salsa
gue jauh lebih males lagi ngomong sama loe ucap faris
sekarang loe berdua bisa bilang malas ngomong tapi nanti bisa aja ayang - ayangan ucap rangga menggoda
huek
salsa dan faris sama - sama memperagakan orang mau muntah
revan yang dari tadi memperhatikan irfan dan alisya ingin menanyakan apa benar keduanya pacaran tapi lidahnya serasa kelu untuk bertanya tapi revan tetap memberanikan diri untuk bertanya agar tidak penasaran dan bisa tahu siapa pacar alisya sebenarnya
sya dia pacar kamu ya ucap revan sambil menatap alisya dan irfan bergantian
pertanyaan revan membuat semuanya menatap ke arahnya irfan merasa aneh dengan pertanyaan revan jelas - jelas pacar alisya adalah sahabatnya sendiri adrian apa revan tidak tahu fikir irfan
bukan gue sama alisya udah temenen dari kecil tapi kita sempet kepisah karena keluarga gue pindah rumah dan kita baru ketemu lagi kemarin apa loe gak tahu pacar alisya siapa ucap irfan
revan hanya mengeleng dirinya sedikit lega karena bukan irfan pacar alisya tapi dirinya masih belum tahu dan membuatnya lebih penasaran lagi
oh alisya udah punya pacar gue kira juga loe lagi deket sama alisya gak cuma temenan ucap gilang
emang loe tahu fan siapa pacarnya alisya ucap rangga
tahu gue kan sempet ketemu dan kenalan semalam di pasar malam ucap irfan
siapa apa gue kenal sama dia ucap revan
gak cuma kenal loe juga temenen sama dia tapi untuk siapa orangnya alisya yang lebih berhak ngasih tahu ucap irfan
yang lain hanya diam dan mendengarkan suasana berubah menjadi tegang karena bisa saja hari revan akan tahu hubungan alisya dan adrian meskipun tidak semua dengan kebenarannya mereka semua menatap ke revan yang menatap ke arah alisya seakan meminta penjelasan tapi alisya masih diam saja
__ADS_1
adrian yang melihat alisya hanya diam memilih dirinya saja yang memberi tahu karena revan memang harus tahu agar tidak berharap lagi pada alisya meskipun revan tahunya dirinya dan alisya hanya pacaran