
di rumah elang dan nimas tidak bisa tenang sedari tadi karena belum mendapat kabar dari putra mereka di mana kebradaan menantu mereka nimas juga sudah berulang kali menghubungi ponsel alisya tapi sama sekali tidak di anggkat membuatnya semakin cemas tapi tetap berfikir positif berharap tidak terjadi hal buruk pada putrinya
begitupun dengan elang yang khawatir pada menantunya tadi istrinya sudah menceritakan tentang apa yang membuat menantunya pergi elang tidak habis fikir dengan mantan istri mendiang sahabatnya yang sudah tidak punya hati pada putrinya sendiri
tidak lama kemudian adrian telah sampai di rumah dirinya,mengendong alisya dan membawanya ke dalam rumah elang dan nimas yang melihat putra telah kembali langsung menghampiri putranya dan terlihat adrian yang sedang mengendong alisya , elang dan nimas sedikit lega karena alisya telah di temukan
akhirnya kamu kembali juga drian tapi alisya kenapa dia baik - baik saja kan ucap nimas cemas karena alisya terlihat seperti pingsan
alisya baik - baik aja bun tadi dia ketiduran di mobil jadi aku bawa aja kedalam tanpa aku bangunin ucap adrian menjelaskan
syukurlah kalau alisya gak kenapa - napa ucap nimas merasa lega
lebih baik kamu bawa alisya ke kamar biar bisa istirahat lebih nyaman kamu juga langsung istirahat ini sudah malam ucap elah
baik yah ucap adrian
lalu berjalan menaiki tangga menuju kamarnya sampai di depan pintu kamar adrian membuka pintu kamarnya lalu masuk dan membaringkan alisya ke tempat tidur dan menyelimutinya setelah itu adrian mengunci pintu kamarnya lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya
kini adrian sudah selesai membersihkan diri dan sudah memakai pakaian tidurnya lalu naik ke tempat tidur adrian memandangi wajah damai istrinya saat tidur dirinya menyingkirkan rambut yang sedikit menutupi wajah istrinya melihat sikap mertuanya ke alisya adrian berfikir sudah berapa banyak yang telah ibu mertuanya berikan kepada istrinya dan betapa tegarnya istrinya selama ini menjalani kehidupan meskipun masih ada tante irma tapi setiap anak pasti juga butuh orangtua
gue juga janji bakal buat loe bahagia ucap adrian lirih lalu juga tidur di sebalah alisya sambil memeluknya alisya sama sekali tidak tergangu dengan tidurnya sebelum memejamkan matanya adrian mengecup kening istrinya
cup
lalu adrian pun memejamkan matanya dan benar - benar sudah tertidur menyusul istrinya ke alam mimpi
🌞🌞🌞 pagi hari
alisya mengerjabkan matanya dirinya masih mengumpukan nyawanya lalu duduk bersandar di pinggir tempat tidur alisya menatap sekeliling dirinya sudah berada di kamar dirinya dan adrian seingatnya semalam dirinya masih berada di mobil setelah itu sudah tidak ingat lagi lalu terdengar suara pintu kamar mandi yang terbuka dan terlihatlah adrian yang baru selesai mandi dan hanya memakai handuk sepinggang sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk yang lain
alisya melihat pemandangan yang menyegarkan matanya di pagi hari sampai tidak berkedip melihatnya,bahkan suara adrian tidak terdengar olehnya,karena,terpaku dengan tubuh kekar milik suaminya
kamu udah bangun ucap adrian yang masih mengeringkan rambutnya
buruan mandi sekarang nanti kita bisa kesiangan berangkatnya ucap adrian lagi tapi tidak mendapat jawaban dari alisya
adrian melihat kearah istrinya yang hanya diam sambil memandang ke arahnya adrian tersenyum sambil berjalan mendekat dan duduk di hadapan istrinya barulah alisya tersadar dan.melihat suaminya sudah berada di hadapannya
kenapa hem apa ada yang kamu fikirkan ucap adrian padahal dirinya tahu apa yang membuat istrinya hanya diam karena melihat tubuhnya
gak ada kamu kenapa di sini bukannya ganti baju ucap alisya sedikit gugup
cuma mau mastiin kamu baik - baik aja untuk ke sekolah ucap adrian
emang aku kenapa aku baik bahkan sangat baik ucap alisya karena dirinya sudah tidak ini mengingat lagi kejadian semalam
jangan pernah lagi memendam semua masalah seorang diri gunanya suami selain memberi nafkah tapi juga menjadi tempat bagi istri untuk berbagi keluh kesahnya ucap adrian
bibir alisya membentuk senyuman dirinya merasa beruntung mendapatkan suami seperti adrian meskipun pernikahan yang diawali perjodohan tanpa di landasi rasa cinta tapi adrian mau menerimanya dalam kehidupannya dan bertanggung jawab akan dirinya tidak seperti di cerita yang kebanyakan dirinya baca di novel yang penuh drama kesedihan dan perselingkuhan
adrian membawa alisya ke dalam dekapannya sekarang kamu punya aku untuk berbagi suka dan duka ucap adrian dan alisya hanya menganguk adrian melepaskan pelukannya
sekarang kamu mandi dulu ucap adrian dan alisya hanya menganguk lagi
adrian pun masuk kedalam walk in closed untuk bersiap sebelum mandi alisya merapikan tempat tidur setelah selesai baru masuk ke dalam mandi
kini adrian dan alisya sudah berada di meja makan sebelum berangkat sekolah elang dan nimas melihat menantunya seperti tidak terjadi apapun
kamu udah baikan sayang ucap nimas lembut
baik kok bun kalau gak baik aku udah gak sekolah ucap alisya sambil tersenyum
bagus kalau kamu sudah tidak apa - apa kalau ada masalah jangan sungkan untuk cerita ke kami ucap elang
__ADS_1
baik yah ucap alisya
elang dan nimas memang tidak membahas lagi tentang kejadian kemarin agar alisya tidak kembali bersedih keduanya berharap tidak ada lagi kejadian seperti semalam
🌻🌻🌻 di sekolah
alisya tengah berjalan di koridor untuk menuju ke kelasnya tapi tiba - tiba saja dirinya ingin ke kamar mandi jadi dirinya ke kamar mandi terlebih dahulu saat akan masuk ke toilet dirinya berpapasan dengan alena awalnya alisya hanya cuek saja dan akan masuk ke toilet tapi suara alena menghentikannya
apa kabar ucap alena
alisya menatap alena yang berdiri tepat di depannya karena alena memang habis dari toilet dan saat akan keluar tidak sengaja bertemu dengan alisya jadi tidak ada salahnya jika dirinya menyapa adik kandungnya sudah lama juga keduanya tidak pernah bertegur sapa karena tidak mendapat jawaban alena pun mengulangi ucapannya
apa kabar ucap alena lagi
tapi alisya hanya diam tidak menjawab apa dirinya tidak salah dengar jika kakaknya menyapanya karena baru kali alena menyapanya selama mereka satu sekolah biasanya juga seperti orang lain
alena menghela nafas melihat alisya hanya diam saja gak papa kalau loe gak mau jawab gue pergi dulu baru saja alena akan melangkan kakinya terdengar suara alisya
baik loe sendiri gimana ucap alisya setelah hanya diam
gue juga baik ucap alena sambil tersenyum
apa kita bisa,bicara berdua ada yang gue mau omongin ucap alena
mau bicara apa ucap alisya
bukan di sini di taman belakang gimana ucap alena
oke ucap alisya
keduanya pun berjalan ke arah taman belakang tidak sengaja hana melihat sahabatnya keluar dari toilet bersama alisya yang dirinya tahu adik kandung sahabatnya tapi tumben bareng karena penasaran hana pun mengikuti keduanya hingga di taman belakang hana berada tidak jauh dari tempat kakak beradik tersebut dan masih bisa mendengar apa yang keduanya bicarakan
alena dan alisya sudah duduk di bangku taman keduanya saling berhadapan alisya masih menunggu apa yang akan di bicarakan oleh kakaknya sebelum bicara alena menghembuskan nafas sekian lama tidak bicara pada adiknya dan kini saat akan berbicara pada adiknya bibir terasa kelu untuk bicara tapi alena berusaha untuk berbicara apa yang ada di dalam hatinya mungkin ini sudah saatnya
maaf ucap alena akhirnya kata itu yang keluar dari bibirnya
alisya mengerutkan kening merasa bingung dengan ucapan alena
maaf untuk apa ucap alisya
maaf karena selama ini gue udah gak ngangep loe ucap alena tulus
alisya tidak menyangka jika alena akan mengatakan itu apa alena habis dapet hidayah fikirnya
mungkin loe masih gak percaya gue karena setelah sekian lama gue baru bisa bilang tapi sungguh gue mau memperbaiki hubungan kita biar bisa kayak dulu ucap alena mengutarakan apa yang ada di dalam hatinya
alisya menatap dalam kedua bola mata kakaknya berusaha mencari kebohongan tapi tidak ia temukan apa benar yang di ucapkan alena entah kenapa alisya masih ragu
gue akan maksa loe kalau emang loe belum bisa nerima gue lagi karena gue tahu loe pasti butuh waktu ucap alena
apa loe serius ucap alisya
emang loe liat gue main - main tentu saja gue serius gue akuin gue salah udah mengabaikan loe selama ini mungkin loe ngira gue udah lupa sama loe kayak mama selama ini gue cuma butuh waktu yang tepat dan mungkin ini sudah saatnya apalagi kita itu saudara kandung punya hubungan darah sampai kapanpun gak akan pernah jadi orang lain ucap alena,tulus
ada sedikit kebahagiaan dalam hati alisya mendengar ucapan kakaknya yang terdengar tulus bukankah ini yang selama ini alisya inginkan dan sudah dirinya tunggu sekian lama dan akhirnya terjadi juga mungkin ini akan menjadi awal yang baik alisya pun akhirnya mau memperbaiki hubungan dengan kakaknya yang telah lama terputus
oke gue setuju gue juga mau kita bisa kayak dulu lagi ucap alisya
bibir alena melengkung ke atas membentuk senyuman serius ucap alena dan alisya menganguk
alena langsung memeluk adiknya dan alisya juga membalas pelukan kakaknya setelah sekian lama akhirnya keduanya bisa dekat lagi alena terharu karena adiknya masih mau memaafkannya dan mau menerimanya kembali alena pun mengurai pelukannya keduanya saling bertatapan
oh ya gimana kabar tante irma dia juga baik - baik aja kan ucap alena yang teringat akan kakak dari papanya yang sudah lama tidak bertemu terakhir ketemu saat pernikahan mamanya
__ADS_1
mendengar ucapan kakaknya alisya jadi teringat jika dirinya sudah lama,tidak berkunjung ke rumah tantenya semenjak menikah
sya tante irma baik - baik aja kan ucap alena lagi yang melihat adik hanya diam
iya kak tante baik - baik aja kok ucap alisya
syukurlah kalau begitu ucap alena
apa kakak mau ketemu sama tante irma ucap alisya
lain kali aja tapi kakak janji bakal ke sana buat nemuin tante irma dan bersilahturahmi kepada tante irma ucap alena
sesaat hanya ada keheningan hingga alisya ingin menayakan hubungan kakaknya dan naila karena selama dirinya bersekolah di sini alisya melihat keduanya seperti tidak dekat
kak loe sama naila deket gak sih kok gue sering liat kayak gak ada hubungan ucap alisya
ya seperti apa yang loe liat gue sama dia gak terlalu dekat bahkan gak deket sama sekali ucap alena mungkin alisya harus tahu hubungan dirinya dan naila
kok bisa bukannya kalian satu rumah ucap alisya penasaran
ya bisalah kita yang saudara kandung aja bisa gak baik hubunganya apalagi sama naila yang cuma saudara tiri ucap alena
ya juga sih bentar lagi bel kak gue ke kelas dulu ucap alisya yang melihat jam tangannya
tinggu dulu gue minta nomer loe gue biar bisa hubungin loe ucap alena
boleh mana ponselnya ucap alisya
alena memberikan ponselnya ke alisya dan alisya menulis nomerny di ponsel kakaknya
nih udah tinggal loe simpen ucap alisya
makasih nanti gue hubungin loe ucap.alena
oke gue masuk kelas dulu ucap alisya dan alena menganguk
setelah kepergian alisya , alena juga akan pergi ke kelas tapi baru aja mau jalan ada yang menepuk pundaknya dari belakang alena melihat ke belakang dan ternyata sahabatnya hana
loe ngapain di sini ucap alena
harusnya gue yang tanya loe ngapain di sini sama adek loe ucap hana
menurut loe ucap alena
tadi gue denger semua yang kalian bicarain emang loe serius mau baikan sama adek loe ucap hana
emang kenapa ada yang salah ucap alena
gak sih tapi loe beneran tulus atau ada maksud lain ucap hana menyelidik
jangan neting kenapa si han gue serius kok ucap alena
loe ada habis kesambet apa gitu gak sih ucap hana
gak jelas loe gue emang serius dan tulus mau memperbaiki semuanya tapi selain itu gue juga mau cari tahu tentang adrian dan alisya ucap alena
what tapi loe gak ada rencana buat nyakitin adek loe kan ucap hana
gak ada apapun yang bakal gue dapet nanti gue akan terima meskipun pahit sekalipun ucap alena
bagus deh kalau loe mikir gitu dan semoga berhasil buat hubungan loe dan adek loe kayak dulu lagi ucap hana dan alena menganguk
lalu terdengarlah bell masuk telah berbunyi keduanya pun bergegas menuju ke kelas memang selain alena ingin memperbaiki hubungannya dengan alisya juga ingin mencari tahu tentang adrian dan alisya , alena sudah menguatkan tekatnya dan menguatkan hatinya apapun nanti hasilnya dirinya akan ikhlas menerimanya
__ADS_1