MENIKAH DENGAN KENTOS

MENIKAH DENGAN KENTOS
EPS 95


__ADS_3

di meja makan tidak hanya ada suara denting sendok saja tapi juga ada suara alena dan tante irma yang sambil membicarakan sesuatu di sela - sela makan keduanya meskipun sudah lama tidak bertemu tapi tidak ada kecangguan di antara keduanya selain dulu keduanya memang dekat alena adalah orang yang mudah bergaul dan menyenangkan tapi hanya orang terdekatnya saja yang mengetahui semua itu


perlahan tapi pasti sikap alena yang dulu mulai terlihat lagi setelah sekian lama menghilang dari alena dan sebenarnya perubahan itu dapat di lihat beberapa murid di sekolahnya termasuk adrian dkk yang melihat ada perubahan dari seorang alena yang dulunya selalu caper ke adrian tapi sekarang sudah tidak pernah lagi


tante irma juga tidak lupa untuk menayakan kabar mantan adik iparnya meskipun hubungan keduanya juga tidak terlalu baik tapi tante irma masih mengangap keluarga karena anita tatap.ibu kandung alisya dan alena meskipun irma tidak.yakin jika anita masih mengangap alisya anak kandungnya


kabar mama kamu gimana len baik.juga kan ucap.tante irma


baik tan bahkan sangat baik ucap alena agak malas jika menyebut nama mamanya bukan karena benci melainkan kecewa dengan sikap mamanya yang sekarang


terus apa kamu tidak mau cerita kehidupan kamu selama tinggal dengan adik dan papa tirimu ucap tante irma


apa yang mau aku ceritakan tidak.ada yang menyenangkan lebih baik jangan membahas itu lebih baik kita bicarakan yang lain ucap alena yang lebih malas lagi jika membahas keluarga barunya


dari cara alena berbicara , tante irma sudah dapat menyimpulkan jika alena tidak bahagia tinggal bersama keluarga barunya tanpa alena harus cerita pun tante irma sudah mengetahui kehidupan alena selama ini karena selama ini pula tante irma selalu mencari info dari orang suruhannya


oh ya tan gimana perkembangan perusahaan papa baik - baik saja kan ucap alena


karena setahu alena perusaan mendiang papanya di kelola oleh orang kepercayaan mendiang papanya yang masih setia sampai sekarang tanpa curang atau korupsi sedikit pun


perusahan papa kamu maju pesat sekarang tinggal nunggu kamu atau alisya menjadi pemimpin di sana ucap tante irma


mungkin alisya yang lebih pantas menjadi.CEO di perusahaan papa ucap alena

__ADS_1


kalian berdua itu sama - sama pantasnya tidak yang membedakan ucap tante irma


tapi tan aku mau jadi dokter seperti yang aku cita - citakan dari kecil ucap alena


karena memang menjadi seorang dokter sudah menjadi impian alena sejak kecil dulu papanya sangat mendukung dirinya menjadi dokter dan semenjak.sudah SMA alena memutuskan akan kuliah di kedokteran jika sudah lulus SMA nanti


itu sih terserah kamu aja tante juga akan maksa tapi tante hanya berharap salah satu diantara kalian berdua ada yang meneruskan perusahaan papa kalian yang sudah di bangun dari nol oleh papamu ucap tante irma


lain kali aku dan alisya akan membicarakan soal itu ucap alena


walau bagaimanapun sampai sekarang uang dan mobil yang selama ini ia dapat dan paksi itu hasil dari perusahaan papanya yang di kirim oleh tante irma melalui mamanya hanya saja selama ini anita tidak mengatakannya jadi terlihat apa yang selama ini dirinya dapat adalah pemberian dari papa sambungnya tapi tanpa anita ketahui dirinya sudah tahu sejak lama


🌼🌼🌼🌼🌼🌼


sementara di apartemen adrian dan alisya baru saja selesai makan malam kini keduanya sedang berada di dalam kamar adrian sibuk dengan leptopnya sedangkan alisya sibuk dengan ponselnya dan pada saat alisya membuka sosmednya tidak sengaja alisya melihat unggahan postingan ketiga sahabatnya yang sedang berada di pasar malam dan sepertinya tempatnya tidak jauh dari taman kota


sejak kecil alisya sangat suka dengan pasar malam dulu dirinya ingat sering pergi ke pasar malam bersama papa dan kakaknya dan pada saat sudah tingggal dengan tantenya alisya juga sering pergi bersama dengan tantenya ke pasar malam atau jika tantenya sedang tidak bisa dirinya diam.- diam pergi ke pasar malam bersama kedua sahabatnya saat masih SMP


dan sekarang alisya juga ingin pergi ke sana lalu melihat ke arah suaminya yang sedang sibuk dengan leptop apa mungkin adrian mau mengantarkan dirinya ke sana mungkin dirinya bisa mencoba meminta ke suaminya sekali - kali mengangu pekerjaan suaminya lagi pula selama menikah dirinya dan adrian tidak pernah keluar dan jalan berdua saat malam


hm


hm

__ADS_1


hm


tiga kali alisya memanggil suaminya tapi hanya di jawaban deheman saja oleh adrian karena kesel alisya langsung bangun dari tempat tidur dan menghampiri adrian karena memang posisinya alisya sedang tiduran di kasur sambil menonton hp


alisya mengambil leptop adrian lalu menaruhnya di sofa lalu alisya duduk di pangkuan adrian sambil memegang wajah suaminya agar menghadap ke arahnya sedangkan adrian sedikit aneh dengan sikap alisya yang tidak seperti biasanya


kalau di tanya aku capek apa enggak pastinya aku capek tapi ini udah jadi tanggung jawab aku apalagi aku udah punya istri jadinya aku harus lebih semangat kerja buat menuhin kebutuhan kamu ucap adrian


tapi masa keluar sekali aja gak bisa sih kamu gak.sibuknya cuma waktu di ranjang sama tidur aja padahal selama kita menikah aku gak masalah sesibuk apapun kamu dan sekarang aku ngajak keluar sekali aja kamu gak mau ucap alisya mengrucutkan bibirnya


kalau lain kali udah bubar pasar malamnya ya udah kalau kamu gak bisa aku bisa berangkat sendiri atau aku bisa ngajak revan pasti dia mau aku ajak ke pasar malam ucap alisya


yang sudah berdiri sambil mengambil ponselnya lalu keluar dari kamar dengan perasaan kesal karena adrian selalu saja sibuk tanpa mau meluangkan waktunya sekali saja untuknya


adrian merasa geram saat alisya mengatakan akan mengajak revan tanpa fikir panjang adrian langsung mengambil jaket dompet dan kunci mobilnya lalu menyusul istrinya selama menikah baru kali ini adrian melihat sikap alisya yang kekanakan karena selama ini alisya selalu bersikap dewasa


saat adrian keluar dari kamar ternyata alisya masih berada di depan pintu adrian pun menghampiri alisya tapi.pada saat sudah berada di dekat alisya yang ternyata bertelfonan dengan revan lebih tepatnya hanya revan yang berbicara sedangkan alisya hanya diam saja tanpa menjawab ajakan revan yang mengajaknya untuk ke pasar malam


lalu terdengar suara yang di kenalinya di ponsel alisya


halo sya loe masih di sana kan gimana sama tawaran gue loe mau gak ke pasar malam sama gue mumpung malam minggu ucap revan dari sebrang


adrian menatap tajam alisya dan mulai terpancing emosi meskipun adrian tahu jika revanlah yang mengajak istrinya keluar sedangkan alisya menelan salivanya dengan susah payah melihat tatapan adrian padahal awalnya alisya hanya memancing adrian agar mau ke pasar malam tapi gak tahunya bertepatan dengan revan yang menghubunginya dan mengajaknya ke pasar malam

__ADS_1


__ADS_2