
cup
karena gemas dengan suaminya alisya dengan beraninya mengecup bibir adrian sekilas adrian sempat terkejut karena alisya berani menciumnya lebih dulu meskipun hanya sekilas tapi sudah membangunkan miliknya yang berada di bawah sana
adrian mendekatkan wajahnya melihat pergerakan suaminya alisya memundurkan wajahnya namun adrian semakin mendekat dan semakin mengikis jarak di antara keduanya hingga alisya berada di bawah adrian dan alisya sudah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya apalagi jika bukan adrian yang akan meminta jatahnya, tapi alisya berusaha mengalihkan perhatian suaminya meskipun tidak yakin akan berhasil
sayang kamu gak mau mandi dulu kamu kan baru selesai main basket pasti keringetan mending sekarang kamu bersih - bersih biar seger ucap alisya
buat apa mandi nanti juga akan keringetan lagi kita langsung saja siapa suruh kamu yang udah mancing duluan sampai bikin belut listrik aku bangun jadi sekarang kamu harus bertanggung jawab ucap adrian
tapi sayang kamu bau keringet badan kamu pasti udah gerah dan lengket ucap alisya yang tentu saja berbohong padahal jika boleh jujur tubuh adrian sama sekali tidak bau justru masih wangi berbau mint
tapi belut listrik aku minta di tidurin sekarang sayang jadi terima saja jangan banyak alasan ucap adrian yang ingin segera beraksi
cup
adrian langsung saja memainkan bibir manis alisya yang sudah menjadi candu baginya dan tentu saja alisya tidak bisa lagi menghindar selain harus pasrah adrian terus memainkan bibir alisya dan menyusuri setiap inci mulut alisya
ciuman adrian turun ke leher putih istrinya dan meninggalkan tanda kepimilikannya tangan kekarnya pun tidak tinggal diam satu persatu membuka kancing seragam alisya dan kini keduanya sudah tidak memakai apapun
bibir adrian semakin turun ke dada dan juga meninggalkan tanda kepimilikannya bahkan tangan kekar tersebut sudah berada di kedua aset berharga istrinya setelah leher dan dada istrinya sudah penuh dengan tanda kepimilikannya kini tangan dan bibir adrian berpindah ke dua aset berharganya yang menjadi favoritnya
alisya semakin mendesah saat tangan dan bibir adrian bermain di aset berharganya adrian yang memang sangat suka dengan aset berharga istrinya terus saja memainkannya dengan tangan dan bibirnya
setelah puas bermain dengan aset berharga istrinya kini saatnya dirinya akan memulai permainan intinya hingga akhirnya di kamar tersebut hanya terdengar suara erangan dan ******* yang mengalun merdu dari pasangan pasutri yang tengah memadu kasih dengan penuh cinta bukan hanya nafsu semata
setelah selesai dengan olah raga panasnya adrian memandangi wajah cantik istrinya yang tertidur di sebelahnya setelah melakukan kewajibannya adrian memang mengakui.jika istrinya memang benar - benar cantik jadi wajar saja jika banyak pria yang menyukai istrinya tapi adrian tidak akan membiarkan siapapun bisa merebut alisya darinya termasuk revan sahabatnya
adrian memutuskan untuk segera mandi karena merasakan tidak nyaman pada tubuhnya tidak membutuhkan waktu lama dirinya sudah selesai membersihkan diri dan memakai pakaian lalu adrian meraih ponselnya saat membuka ponselnya ternyata banyak pesan masuk dan panggilan terjawab dari adam dan faris yang menanyakan kebradaannya
__ADS_1
tapi adrian tidak membalasnya atau menghubungi balik dirinya lebih memilih untuk memesan makanan dan baju untuk alisya ganti jika sudah bangun setelah selesai adrian duduk di sofa kamarnya dan membuka leptopnya untuk mengecek keuangan cafenya
beberapa saat kemudian terdengar bell apartemennya berbunyi adrian pun keluar dari kamar bertepatan dengan alisya bagun dari tidurnya saat matanya sudah benar - benar terbuka alisya duduk dan bersandar dirinya tidak melihat adanya suaminya
tidak lama kemudian adrian sudah kembali ke dalam kamar dengan membawa paper back dan terlihat alisya yang sudah bangun dengan wajah bantalnya
ini baju buat kamu ganti tadi udah aku pesanin ucap.adrian lalu meletakan paper back di atas nakas
dan alisya hanya menganguk lalu melilitkan selimut di tubuhnya sebelum masuk kamar mandi tidak lupa membawa baju yang telah di sediakan suaminya setelah selesai dengan mandinya alisya keluar dari dalam kamar mandi dengan sudah memakai gaun selutut yang sangat pas di tubuhnya
lalu alisya duduk di depan kaca meja rias untuk menyisir rambutnya yang sudah ia keringkan sedangkan adrian masih berkutat dengan leptopnya
sayang ada makanan gak aku laper ucap alisya yang baru selesai menyisir rambutnya
tadi udah aku pesanin tapi belum dateng mungkin sebentar lagi ucap adrian sambil menutup leptopnya
biar aku aja yang buka ucap alisya
oke ini uangnya ucap adrian menyerahkan beberapa lembar uang kepada alisya untuk membayar makanannya
setelah menerima uang dari suaminya alisya bergegas untuk membuka pintu dan ternyata benar makanannya sudah datang setelah membayar alisya menutup pintu kembali tapi baru saja akan melangkah sudah terdengar bell berbunyi kembali alisya mengira jika abang pengantar makanannya kembali lagi
apa masih ada yang kurang ya makanya balik lagi ucap alisya
lalu kembali membuka pintu dan saat pintu sudah terbuka betapa terkejutnya alisya melihat ketiga sahabat suaminya berada di sini tidak hanya alisya yang terkejut ketiga lelaki yang menjadi sahabat dari adrian pun tidak kalah terkejutnya melihat alisya yang membuka pintu apartemen sahabat mereka
sejenak keempat saling bertatapan dan akhirnya alisya mulai membuka suara
loe bertiga ngapain di sini ucap alisya sedikit gugup
__ADS_1
harusnya kita yang tanya kenapa loe bisa ada di sini ucap faris
alisya bingung mau menjawab apa tiba - tiba saja otaknya macet apalagi melihat tatapan ketiga sahabat suaminya membuatnya bertambah gugup
ketiga lelaki itu pun memperhatikan penampilan alisya dari atas sampai bawah terlihat rambut alisya yang masih basah lalu tatapan ketiganya beralih ke leher jenjang putih alisya mata ketiganya melebar saat melihat banyak tanda kepimilikan di leher alisya
alisya menyadari tatapan ketiga pria tersebut dan berusaha ia tutupi dengan tangannya
ketiga lelaki tersebut jelas tahu apa itu yang berada di leher alisya banyak pertanyaan yang muncul di benak mereka di mulai dengan adanya alisya di apartemen adrian hingga tanda itu di tambah dengan seringnya alisya yang berangkat sekolah bersama adrian apa mungkin mereka ada hubungan jika benar kenapa adrian berani membawa perempuan ke apartemennya lalu dengan tanda di leher alisya apa adrian sudah bertindak terlalu jauh
di saat ketiga lelaki itu larut dalam fikirannya datanglah adrian menghampiri alisya kenapa hanya mengambil makanan saja sangat lama dan membuat ketiga lelaki tersebut makin terkejut
sayang kenapa sangat lama makanannya sudah datangkan ucap adrian dari dalam
saat sudah sampai di depan pintu adrian melihat ketiga sahabatnya adrian juga sempat terkejut dengan kehadiran ketiga sahabatnya dari mana mereka bisa tahu jika dirinya sedang berada di sini padahal tadi dirinya tidak membalas pesan mereka tapi adrian tetap terlihat tenang mungkin sudah saatnya ketiga sahabatnya harus tahu hubungannya dan aliaya
loe bertiga tahu dari mana gue ada di sini ucap adrian santai
jadi ini yang loe lakuin di belakang kita pantes kita hubungin gak loe respon tahunya lagi *** - *** ucap faris tidak menyangka dengan apa yang di lakukan sahabatnya
gue gak nyangka loe bisa bertindak sejauh ini ap ada hal lain lagi yang loe sembunyiin dari kita ucap adam yang sama seperti fariz
bisa loe jelasin semua ini ke kita ada apa loe sama dia sini ucap jovan yang terlihat lebih tenang dari keduanya sahabatnya
adrian menghela nafas dan mempersilahkan ketiga sahabatnya masuk ke dalam
loe bertiga masuk dulu aja kedalam gue akan jelasin semua biar loe bertiga gak salah paham lagi ucap adrian
ketiganya hanya menganguk dan masuk ke dalam kini mereka sudah duduk di ruang tamu ketiga lelaki tersebut duduk di depan pasutri muda tersebut alisya semakin bertambah gugup dirinya takut jika ketiga sahabat suaminya tahu hubungannya dan adrian dan bagaimana jika bocor ke satu sekolah alisya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya
__ADS_1