MENIKAH DENGAN KENTOS

MENIKAH DENGAN KENTOS
EPS 12


__ADS_3

setelah pulang sekolah alisya lansung ke cafe untuk menemui galang sebenarnya,alisya sangat malas dan ingin segera,pulang tapi jika alisya menolak pasti galang tidak menyerah untuk menemuinya


sampai di cafe alisya masuk dan memperhatikan sekeliling dan melihat galang melambaikan tangan ke arahnya alisya pun menuju ke meja galang


sorry kalau lama nunggunya ucap alisya


gue juga baru aja kok ucap galang loe mau pesan apa,ucap galang lagi


es jeruk aja ucap galang


galang pun memanggil pelayan dan memesan pesanan mereka,setelah pelayan itu pergi galang mulai bertanya ke alisya


sya loe kok tiba tiba pindah sekolah emang ada masalah ucap galang


semua ini keinginan tante gue dan loe tahu kan gue gak bisa nolak kemauan tante gue ucap alisya


galang hanya menganguk sebenanya dirinya sedikit kecewa dengan alisya pindah itu berarti dirinya akan jarang bertemu aliya kemungkinan untuk lebih dekat lagi semakin kecil


saat mereka berbincang pandangan alisya tidak sengaja melihat adrian dan revan tidak jauh dari mereka


dan di saat itu juga pandangan adrian mengarah ke alisya sesaat pandangan mereka bertemu dan akhirnya,alisya membuang pandangannya ke arah lain


galang yang melihat itu sedikit tidak suka karena galang tahu mereka satu sekolah dan bisa jadi mereka,dekat


loe udah kenal dengan dia sya ucap galang sambil menunjuk ke arah adrian dengan dagunya


enggak cuma pernah ketemu aja ucap alisya


dia itu ketua osis dan pemain basket basket merdeka mandiri

__ADS_1


lang loe masih ada yang mau di bicarakan lagi kalau gak ada gue mau pulang ucap alisya


udah gak ada gue juga mau pulang ucap galang


sebenarnya galang masih ingin berdua dengan alista tapi dirinya juga gak bisa memaksa


mereka pun berjalan menuju parkiran tanpa di sadari oleh mereka adrian dan revan memperhatikan mereka lebih tepat memperhatikan alisya dengan tatapan sulit diartikan


sampai di rumah langsung ke kamar untuk mandi dan ganti baju malam harinya dirinya makan malam di temani tante irma


sya gimana sekolah di sana ucap tante irma


biasa aja ucap alisya singkat


gak ada yang menarik gitu misalnya ada yang bisa mencuri hati kamu ucap tante irma dengan menggoda,alisya


bukannya gak ada tapi cuma belum nanti juga ada,yang cocok ucap tante irma sambil tersenyum


alisya hanya menggelengkan kepalanya merasa aneh dengan ucapan tantenya


sementara di tempat lain di rumah besar dan mewah satu keluarga yang juga sedang makan malam


mereka adalah keluarga elang kusuma wijaya pengusaha nomer satu di kota ini


dan adrian kusuma wijaya adalah anak tunggal elang kusuma wijaya dan sang istri nimas kusuma wijaya


gimana dengan sekolah dan cafe mu adrian ucap elang ke anaknya


baik baik aja yah ucap adrian

__ADS_1


ada yang mau kita bicarakan serius dengan kamu nak ucap nimas


adrian menatap ayak dan bundanya bergantian apa yang ingin kalian bicarakan ucap adrian


beginii adrian dulu ayah pernah membuat perjanjian dengan sahabat karib ayah beliau dulu yang sudah membantu ayah saat masih terpuruk ucap elang


dan untuk menebus semua kebaikan beliau ayah berencana,untuk menjodohkan kamu dan anak perempuannya,ucap elang lagi


adrian diam sambil memcerna ucapan ayahnya


gimana nak kamu setujukan percaya dengan kami kalau dia adalah calon istri yang tepat untuk kamu ucap nimas


adrian menghembuskan nafas sebelum berbicara


tapi kan adrian masih sekolah ucap adrian


itu tidak masalah kamu masih bisa sekolah lagi pula itu juga sekolah keluarga kita ucap elang


tidak akan ada,yang berubah dengan kehidupan kamu yang beda cuma status dan kamu sudah punya tanggu jawab ucap anita


beri adrian waktu untuk berfikir dulu yah bun ucap adrian sambil beranjak dari tempat duduknya tanpa mendengar jawaban dirinya langsung naik ke kamar


elang dan anita,menatap kepergian anak tunggal mereka,mungkin mereka harus memberi waktu untuknya anaknya,berfikir dan mereka yakin kalau anaknya tidak akan mengecewakan mereka


sampai di kamar adrian merebahkan tubuhnya di kasur sambil menatap ke atas dan memikirkan keinginan ke,dua orang tuanya


seperti apa calon istrinya dan bagaimana dengan rumah tangganya nanti selama ini adrian tidak pernah pacaran tapi pernah ada satu perempuan yang sempat mencuri hatinya tapi dirinya harus mengubur perasaan itu karena suatu hal


tidak ingin pusing memikirkan semua itu adrian pum memejamkan matanya dan akhirnya pun tertidur

__ADS_1


__ADS_2