
setelah selesai dengan rapatnya adrian dkk berada di kantin tidak.hanya ada mereka saja tapi juga ada alena hana naila dkk yang juga bergabung dengan mereka tapi hanya keheningan karena tidak ada perbincangan sedangkan adrian lebih fokus dengan ponselnya yang sedang menulis pesan untuk istri cantiknya bahkan kehadiran kelima gadis di depannya tidak mengalihkan pandangan adrian dari ponselnya
alisya yang mendengar ada pesan masuk ke ponselnya langsung melihat siapa yang mengirim pesan dan ternyata adalah suami tampannya yang sudah berada di kantin
ting
my husband
aku sudah di kantin
sayang jadi jaga jarak
dengan cowok kalau
gak mau aku minta
hak aku
sebelum membalas pesan alisya mengedarkan pandangannya dan dirinya melihat suaminya yang tidak hanya dengan sahabatnya tapi juga bersama kelima gadis yang jelas alisya tahu sama dengan suaminya alisya pun merasa tidak suka lalu alisya pun membalas pesan dari suaminya
ting
my ❤ sweeti
kamu juga lagi sama
cewek jadi sama aja kan
adrian tersenyum tipis melihat pesan istrinya adrian pun kembali mengirim pesan untuk alisya
ting
my husband
mereka gak ada
apa - apanya kamu
lebih indah untuk
di pandang
senyum terbit di bibir alisya tidak dapat di pungkiri suka dengan gombalan receh adrian hingga melupakan kehadiran revan yang masih di sebelahnya dan melihat dirinya yang tersenyum dengan ponselnya
apa ada yang lucu di ponsel kamu sya sampai buat kamu senyum ucap revan
alisya menoleh ke revan dirinya baru sadar jika revan masih ada di sini alisya menyimpan ponselnya alisya tidak membalas pesan dari adrian lagi karena tidak mau revan tahu
alisya hanya mengeleng van loe gak gabung sama temen loe tuh mereka udah di kantin ucap alisya sambil menunjuk dengan jarinya
revan mengikuti telunjuk alisya dan terlihat para sahabatnya kalau gitu gue ke tempat temen gue ucap revan dan diangguki oleh alisya dkk
__ADS_1
di saat sudah sampai di meja sahabatnya revan langsung duduk udah lama kalian di sini ucap revan dan membuat semua yang ada situ menoleh ke arah revan
lumayan loe sibuk sama gebetan loe jadi gak nyadar kita udah di sini ucap faris
gue sama dia cuma temen gak lebih ucap revan
iya temen tapi demen ucap adam
adrian sudah menyimpan ponselnya lalu memakan makanannya kelima gadis yang berada di situ sebenarnya tidak betah jika hanya diam saja tapi mereka bingung apa yang mau di bicarakan alena yang biasanya selalu caper ke adrian juga hanya diam tapi sesekali dirinya melirik ke adrian begitupun dengan naila ingin rasanya dekat dengan pujaan hatinya tapi tidak tahu caranya
setelah menghabiskan makanannya adrian beranjak dari duduknya dan di ikuti sahabatnya yang lain tanpa mengucapkan apapun kelima gadis yang di sana dan itu membuat mereka kecewa lebih tepatnya hanya naila dan alena karena tidak bisa berbincang dengan adrian selain jika membahas osis
waktu terus berputar pagi kini telah berganti siang menjelang sore dan kini jam pulang sekolah telah tiba di sebuah mini market tidak jauh dari sekolah keempat gadis remaja sedang membeli keperluan untuk camping besok setelah membayar mereka pun keluar dari mini market dan memutuskan untuk pulang alisya pulang dengan selly yang akan mengantarnya karena tadi alisya menyuruh adrian pulang lebih dulu karena dirinya akan pergi mini market bersama sahabatnya
di dalam mobil hanya ada keheningan hingga terdengar suara selly memecah keheningan yang bertanya ke alisya tentang jovan entah kenapa sejak kejadian dirinya bertabrakan dengan jovan membuat selly mulai tertarik kepada lelaki tersebut padalah tidak scane yang romantis saat keduanya bertabrakan
sya menurut kamu kak jovan gimana sih ucap selly
ya mana gue tahu gue kan gak deket dengan dia ucap alisya
kalau aku deketin kak jovan gimana ucap selly lagi
itu sih terserah loe tapi jangan buat loe seperti gak punya harga diri karena ngejar dia suka boleh tapi gila jangan ucap alisya
tapi sikapnya sama kak adrian cuma 11 - 12 ucap selly
di luar sana masih banyak kali cowok yang mau sama loe kenapa harus dia sih ucap alisya
menurut saran gue ya sel boleh loe coba dulu ndeketin dia tapi kalau gak ada hasil mending cari yang lain loe jangan mau jadi penngemis cinta ucap alisya dan selly hanya menganguk
beberapa menit kemudian mobil selly sudah sampai di depan gerbang keluarga adrian setelah mengucapkan terima kasih alisya pun turun dan masuk ke dalam rumah sedangkan selly melajukan kembali mobilnya untuk pulang
alisya sudah sampai di kamar dan terlihat adrian yang sedang berkutat dengan leptopnya entah apa yang di kerjan karena tidak ingin menganggu alisya langsung masuk ke dalam kamar mandi sebenarnya adrian tahu kalau alisya sudah kembali
tidak membutuhkan waktu lama alisya sudah selesai membersihkan diri saat membuka pintu kamar mandi sudah ada adrian di depan pintu yang menunggu giliran untuk mandi melihat alisya hanya mengunakan handuk membuat adrian menegang meskipun bukan kali ini saja bahkan dirinya sudah melihat tubuh polos alisya
adrian memperhatikan istrinya dari atas sampai bawah sedangkan alisya merasa gugup di perhatikan oleh suaminya karena tidak ingin terjadi sesuatu alisya pun bergegas pergi ke walk in closed tapi tangannya di cekal oleh adrian
drian lepasin aku mau ganti ucap alisya dirinya tidak berani untuk menghadap ke adrian jadi kini posisinya adrian memegang tangan alisya dari belakang seperti di sinetron
bukannya melepaskan adrin justru kini mendekat dan memeluk alisya dari belakang dengan tangannya melingkar di perut alisya tidak hanya itu adrian juga mencium pundak putih istrinya lalu ke curuk leher istrinya tentu saja membuat tubuh alisya meremang merasakan hembusan nafas suaminya di kulitnya alisya berusaha agar terlepas dari suaminya
mending kamu mandi udah mau makan malam ini aku juga mau ganti baju ucap alisya
bentar sayang ucap adrian dengan suara yang tidak biasa
mendengar suara adrian membuat alisya bergidik ngeri adrian pun membalikan badan alisya dan menarik pinggangnya sehingga kini sudah tidak ada jarak antara keduanya mereka seperti sedang berpelukan keduanya bertatapan lalu adrian menarik dagu alisya dan akhirnya
cup
adrian mulai mencium bibir alisya dan memainkannya dengan lembut dan tentu saja alisya menikmati permainan suaminya dan mengalungkan tangannya di leher suaminya adrian semakin pintar dan berani memainkan bibir manis alisya
__ADS_1
dengan masih memainkan bibir istrinya adrian menggiring alisya menuju ke ranjang lalu membaringkan dengan perlahan adrian terus memperdalam ciumannya dengan alisya bahkan bibir adrian turun ke leher putih istrinya dan mulai memberikan tanda,kepemilikan bahkan semakin turun kedada
dan apa yang di lakukan suaminya membuat suara merdu itu kembali terdengar dari mulut alisya yang menikmati permainan suaminya tangan adrian pun terangkat untuk melepas handuk yang di kenakan oleh istrinya lalu melemparnya ke sembarang tempat hingga adrian bisa melihat lagi lekuk tubuh istrinya adrian menatap ke istrinya yang memejamkan matanya dan kini dirinya akan bermain sedikit dengan tubuh istrinya
tangan adrian memegang aset berharga alisya dan menekannya dengan lembut dirinya terus menekannya hingga alisya terus mengeluarkan suara yang begitu merdu dan adrian suka itu lalu tangan adrian turun ke perut rata alisya dan merabanya tangan itu semakin turun ke paha lalu juga merabanya alisya merasa geli dengan sentuhan tangan suaminya lalu tangan itu beralih ke area sensitif bahkan adrian memasukan jarinya dan bermain di sana
alisya merasakan rasa yang berbeda bahkan rasa ini lebih dari yang sebelumnya lebih dahsyat adrian terus memainkan jarinya lebih dalam dan membuat alisy mengelurkan suara yang lebih merdu tentu saja membuat adrian lebih semangat tapi permainannya harus terhenti kala mendengar ada yang mengetuk pintu kamarnya dan terdengar suara nimas dari luar menyuruh mereka turun untuk makan malam
tok
tok
tok
adrian alisya ayo kita makan malam dulu udah di tunggu ayah di meja makan ucap nimas dari luar kamar
alisya membuka matanya keduanya saling bertatapan sejenak lalu alisya menarik selimut untuk menutupi tubuhnya sedangkan adrian turun dari tempat tidur dan menyuruh alisya untuk ganti baju sedangkan dirinya masuk ke kamar mandi
kamu sekarang pakai baju terus turun duluan aku mau mandi dulu ucap adrian dan alisya menganguk
karena tidak mendapat jawaban nimas memutuskan untuk masuk ke dalam kamar saat nimas membuka pintu alisya baru akan turun dari tempat tidur dengan selimut yang menutupi tubuhnya
ceklek
mendengar ada yang membuka pintu alisya menoleh ke arah pintu dan terlihat nimas yang membuka pintu tentu saja nimas terkejut melihat menantunya yang hanya mengunakan selimut mbuat nimas berfikiran seperti kemarin
tidak berbeda jauh dengan mertuanya alisya pun juga berfikiran kalau mertuanya mengira dirinya dan adrian habis begituan meskipun tadi memang terjadi sesuatu antara mereka alisya tidak berani melihat ke mertuanya karena merasa malu sedangkan nimas juga ingin lekas pergi kamar anaknya
maaf sayang bunda udah ngangu kamu bunda turun dulu nanti biar pelayan bawakan makanan buat kamu dan adrian ke kamar kalau kamu gak bisa turun ucap nimas
lalu menutup pintu dan turun ke bawah setelah kepergian nimas bertepatan dengan adrian yang keluar dari kamar mandi dan hanya mengunakan handuk sepinggang melihat istrinya yang masih diam di tempat membuat adrian bertanya
kenapa belum pake baju ucap adrian
alisya mengeleng dan berlari ke walk in closed yang tanpa sadar tidak mengunakan apapun adrian yang melihat itu kembali menegang tapi berusaha untuk menahan karena dirinya harus turun untuk makan malam
kini keduanya sudah berada di meja makan bersama nimas dan elang mereka makan dengan hening tapi sedari tadi senyum tidak luntur dari bibir nimas dan itu membuat elang dan adrian heran tapi tidak dengan alisya yang paham kenapa nimas tersenyum
bunda kenapa dari tadi senyum terus apa yang lucu ucap adrian
iya apa ada yang membuat kamu jadi senyum begini ucap elang ke istrinya
bukan apa - apa bunda cuma seneng melihat hubungan adrian dan alisya yang semakin baik ucap nimas
dan bunda berharap kedepannya hubungan kalian semakin dekat dan bisa secepetnya kasih bunda cucu ucap nimas
ayah setuju tapi akan lebih baik biar alisya lulus sekolah dulu baru punya anak ucap elang
ayah sama,bunda ngomong apa sih aku belum punya kepikiran ke sana ucap adrian
tapi tidak ada salahnya kan kalau bunda berharap mau sekarang atau nanti kalian juga akan tetap punya anak ucap nimas
__ADS_1
alisya memilih diam karena tidak tahu harus bicara apa tapi alisya merasa lega karena nimas tidak bertanya tentang yang tadi yang membuat dirinya malu setelah selesai makan malam adrian dan alisya kembali ke kamar untuk menyiapkan keperluan buat besok karna besok harus berangkat lebih awal dari biasanya keduanya juga ingin segera istirahat