MENIKAH DENGAN KENTOS

MENIKAH DENGAN KENTOS
EPS 30


__ADS_3

jam pulang telah tiba alisya dan yang lain sudah berada di parkiran saat akan masuk ke mobilnya ada pesan masuk ke ponsel alisya yang ternyata dari adrian yang mengajaknya pulang bareng


ketos sok tampan


tunggu gue di parkiran


nanti pulang bareng gue


alisya


gue pulang sendiri aja


ketos sok tampan


gue gak.suka,di bantah


alisya menghembuskan nafas mau tidak mau dirinya harus pulang dengan adrian


loe gak pulang sya ucap salsa yang melihat alisya gak jadi masuk ke mobilnya


gue mau ke toilet bentar kalian pulang aja duluan ucap alisya


ya udah kalau gitu kita,duluan ucap kayla dan akhirnya ke empat gadis pulang lebih dulu


tidak lama kemudian adrian datang dan menyuruh alisya masuk ke mobilnya


masuk ke mobil gue ucap adrian datar


tanpa,banyak bicara alisya langsung masuk ke mobil adrian begitupun adrian yang juga masuk ke mobil dan langsung melajukan mobilnya meninggalkan sekolah


dan ternyata sedari tadi kayla belum pulang dan melihat alisya masuk ke mobil adrian saat di parkiran kayla memang memperhatikan alisya saat menerima pesan dari seseorang dari raut wajah sahabatnya dia bisa menebak kalau ada sesuatu dia juga tahu tadi sahabatnya berbohong makanya kayla memilih untuk tidak pulang dulu dan ternyata dugaannya benar pasti ada sesuatu antara keduanya besok dia akan memastikannya


mungkin loe bisa bohong sama yang lain tapi gak sama gue sya lihat besok apa loe masih bisa ngelak lagi ucap kayla


setelah itu dirinya langsung melajukan mobilnya menuju ke rumah memang di antara yang lain selain lebih dewasa kayla juga yang paling peka


sementara,di dalam mobil tidak ada percakapan hanya ada keheningan sebenarnya alisya tidak tahan jika,hanya,diam saja tapi mau bagaimana lagi cowok di sampinya selain datar dan dingin ternyata juga irit bicara karena tidak tahan hanya diam saja akhirnya,alisya mulai bertanya


loe selalu begini ke semua orang ucap alisya tanpa menoleh ke adrian


adrian menaikan sebelah alisnya maksud loe ucap adrian


ya begini cuma diam aja ucap alisya lagi


adrian tidak menjawab karena menurutnya tidak penting

__ADS_1


alisya,menghembuskan nafas ternyata menghadapi adrian harus sabar setelah itu dirinya memutuskan untuk diam dan melihat ke luar jendela hingga akhirnya,alisya menyadari sesuatu jalan yang di lewati bukan jalan menuju ke rumahnya tapi ke suatu tempat yang sudah beberapa bulan tidak dia datangi terakhir dia datang ke tempat tersebut saat kenaikan kelas beberapa bulan yang lalu


alisya,menoleh ke adrian dirinya ingin bertanya tapi di urungkan saat adrian berhenti di sebuah penjual bunga,di pinggir jalan tanpa bicara adrian turun dari mobil dan menuju toko bunga setelah itu dirinya kembali lagi ke mobil dengan membawa beberapa bunga adrian kembali melajukan mobilnya alisya semakin penasaran apa yang akan di lakukan adrian dan dari mana juga adrian tahu tempat ini


tidak lama kemudian mobil adrian memasuki area pemakaman alisya masih terdiam di mobil hingga suara adrian meyadarkannya


loe gak mau turun ucap adrian datar


kita,mau ngapain ke sini ucap alisya yang malah terlihat bodoh sudah jelas mereka kemakam sudah pasti berziarah


menurut loe kalau ke makam ngapain ucap adrian datar


alisya pun tidak menjawab dan langsung turun


sekarang loe yang tunjuk jalan ucap adrian datar alisya,pun menganguk dirinya masih penasaran dari mana,adrian tahu tempat ini


loe tahu makam ini dari mana ucap alisya sambil terus berjalan


dari tante irma ucap adrian datar dan alisya hanya menganguk


sampailah mereka di salah satu makam ya makam tersebut adalah makam mahendra kadafi ayah dari alisya


adrian dan dan alisya pun jongkok adrian pun meletakan bunga yang tadi di bawa di atas makam tersebut


alisya,melihat itu merasa tersentuh adrian tulus mengatakan itu di makam papanya


setelah mengatakan itu adrian berdiri di ikuti alisya saat akan berjalan kembali adrian baru menyadari nama yang tertulis di batu nisan tersebut seperti tidak asing ada salah satu siswi di kelasnya yang nama,belakangnya kadafi dan itu membuat adrian terdiam di tempat dan membuat alisya heran


loe kenapa cuma diam aja apa ada yang salah dari makam papa ucap alisya yang melihat adrian hanya diam sambil menatap ke batu nisan


adrian mengeleng dan mengajak alisya kembali ke mobil untuk pulang


ayo kita pulang sudah hampir petang ucap adrian sambil berjalan dan di ikuti alisya yang merasa aneh dengan adrian


di dalam mobil sepanjang perjalanan pulang adrian terus memikirkan nama di batu nisan tersebut ini hanya kebetulan sama atau memang tidak ingin penasaran akhirnya adrian pun bertanya ke alisya


gue boleh tanya sesuatu ucap adrian menoleh ke alisya sebentar lalu fokus kembali ke depan


alisya menoleh ke adrian apa yang loe mau tanyain ucap alisya


apa loe punya saudara,perempuan kakak mungkin ucap adrian tanpa menoleh ke alisya


alisya memandang lurus ke depan kenapa loe tiba tiba tanya tentang itu ucap alisya


emang gue salah kalau mau tahu sedikit tentang keluarga calon istri gue ucap adrian datar

__ADS_1


alisya,menghembuskan nafas kasar sebelum menjawab iya gue punya kakak perempuan ucap alisya


kalau boleh tahu namanya siapa,dan tinggal dimana kok gue gak nglihat dia di rumah loe ucap adrian tanpa sadar sudah bicara panjang kali lebar


alisya berfikir sejenak mungkin adrian memang harus tahu siapa kakaknya alena ucap alisya


adrian sempat terkejut tapi tetap terlihat tenang ternyata dugaannya benar alena dan alisya bersaudara


kenapa loe kaget gue sama,alena saudara ucap alisya sambil menoleh adrian dan terlihat adrian hanya diam


mungkin loe juga bertanya tanya kenapa kalau di sekolah kita seperti gak saling kenal panjang ceritanya sorry gue belum bisa cerita tentang keluarga gue ucap alisya dan memalingkan wajahnya dan menatap lurus ke depan kembali


adrian menganguk mengerti,dirinya sudah tidak bertanya lagi tapi yang jelas dirinya merasa ada sesuatu dengan keluarga alisya mungkin dirinya bisa bertanya,ke ayahnya


setelah mengantar alisya ke rumahnya adrian pun langsung pulang kerumah


setelah selesai makan malam adrian menghampiri ayah dan bundanya yang sedang menonton tv adrian duduk di sebelah ayahnya melihat adrian membuat elang dan nimas heran tidak biasanya anaknya itu juga ikut nonton tv bareng biasanya setelah selesai makan malam langsung ke kamarnya dan sepertinya ada yang ingin di tanyakan oleh anaknya terlihat dari tatapannya


ada apa boy apa ada sesuatu yang ingin kamu tanyakan ucap elang


adrin pun menganguk apa,ayah tahu tentang keluarga alisya ucap adrian


nimas merasa,heran kenapa anaknya bertanya begitu elang mendengar itu menganguk


memang ada apa kenapa kamu bertanya tentang keluarga alisya ucap nimas


hanya ingin tahu saja kenapa,pada saat pertemuan kemarin hanya alisya dan tantenya yang datang kalau papanya aku tahu sudah meninggal tapi mama dan kakaknya kenapa,tidak datang ucap adrian panjang kali lebar


kamu sudah tahu papanya alisya sudah meninggal ucap elang


iya dari tante irma tadi pulang sekolang aku dan alisya habis dari makamnya ucap adrian


maaf boy mungkin kamu bisa tanyakan sendiri ke calon istri mu sendiri ayah tidak bisa bercerita karna itu masalah keluarga ucap elang


nak jika kamu ingin tahu tentang kehidupan alisya kamu harus bisa ambil hatinya membuat dia percaya padamu dengan begitu dengan sendirinya alisya akan menceritakannya padamu ucap nimas menasehati


adrian menganguk kalau begitu aku ke kamar dulu ucap adrian


setelah adrian pergi ke kamarnya elang dan nimas menghela,nafas mereka tahu anaknya tidak puas dengan jawaban yang mereka berikan


sampai di kamar adrian merebahkan tubuhnya ke kasur dirinya belum mendapat jawaban tentang keluarga alisya menunggu alisya mengatakannya terlalu lama mungkin dirinya harus mencari tahu sendiri


sepertinya gue harus cari tahu sendiri tentang keluarganya ucap adrian setelah itu adrian memejamkan matanya


selama ini memang adrian dan yang lain tahu kalau alena dan naila saudara tiri tapi banyak yang heran karena keduanya tidak seperti adik dan kakak pada umumnya untuk saat ini di sekolah belum ada yang tahu kalau alisya juga bersaudara dengan alena dan naila apalagi sikap ketiganya yang seperti tidak saling mengenal entah bagaimana nanti jika satu sekolah tahu mereka bersaudara

__ADS_1


__ADS_2