
waktu terus berputar sinar mentari kini telah berganti dengan sinar rembulan langit berwarna biru telah berganti dengan warna gelap dengan di hiasi kerlap - kerlip ribuan bintang semilir angin malam menerpa wajah cantik alisya yang sedang berdiri di balkon sambil menatap kelangit diantara ribuan bintang di langit salah satunya adalah ayahnya
sudah lama alisya tidak melakukan ini dulu sebelum menikah dirinya sering melakukannya setiap malam tanpa di sadari oleh alisya ada seseorang masuk ke dalam kamarnya setelah meletakan tas dan sepatu di tempatnya orang tersebut menghampiri alisya di baklon
seseorang tersebut memeluk alisya dari belakang dengan tangannya melingkar di perut alisya jelas saja alisya terkejut ada yang memeluknya dan tangan kekar yang melingkar di perutnya dan aroma maskulin yang sudah alisya kenali
adrian loe kapan ucap alisya sambil menoleh dan terlihat wajah tampan suaminya
baru aja ngapain ngelamun ucap adrian sambil memandang wajah cantik sang istri
alisya hanya mengeleng dirinya mengalihkan pandangannya ke depan
loe habis dari mana kok baru pulang ucap alisya
tadi ada rapat osis terus mampir ke cafe sebentar
cafe ngapain ucap alisya
adrian baru ingat kalau alisya tidak tahu kalau dirinya punya cafe ada urusan ucap adrian
sya ada yang gue mau bicarain serius ke loe ucap adrian yang berbisik di telinga alisya seperti siang tadi dan alisya,merasakan geli di telinganya
tentang apa ucap alisya tidak biasanya adrian seperti ini sejak siang tadi sikap adrian aneh menurut alisya
adrian membalikan badan alisya menghadap ke arahnya sambil tangannya berada di pinggang alisya keduanya,saling bertatapan lumayan lama lalu adrian kembali bersuara
tentang masa depan kita ucap adrian
masa depan ucap alisya yang masih mencerna ucapan adrian dan adrian menganguk lalu mengajak alisya duduk di sofa yang berada,di balkon
kita duduk dulu biar enak ngobrolnya ucap adrian
kini keduanya duduk di sofa alisya menunggu apa yang akan di katakan adrian posisi keduanya saling behadapan
__ADS_1
apa loe mau menjalani pernikahan ini dengan lebih serius lagi pernikahan bukan permainan bagi gue jadi bagaimana kalau kita menjalin hubungan lebih baik lagi ucap adrian
alisya berfikir sejenak semenjak dirinya menikah dengan adrian merubah sebagian hidupnya dulu dirinya merindukan kehangatan keluarga yang telah lama menghilang dari hidupnya semenjak kepergian ayahnya,dan kini alisya kembali merasakan dan itu ia dapatkan dari kedua mertuannya
memang saat di awal pernikahan dirinya sedikit tidak nyaman dengan statusnya apalagi pernikahan dirinya dan adrian begitu cepat tapi selama menjalani pernikahan tidak pernah ada kata menyesal dalam hidupnya dan kini adrian menginginkan pernikahan yang mereka jalani menjadi lebih baik apa dirinya sudah menempati sebagian di hati suaminya
adrian menghela nafas melihat alisya hanya diam saja mungkin ini terlalu cepat
sorry gu ..... ucapan adrian terhenti karena anggukan kepala dari alisya senyum pun terbit di bibir adrian
alisya yang baru pertama kali melihat senyum adrian pun terpukau adrian terlihat lebih tampan jika tersenyum
loe lebih ganteng kalau senyum ucap alisya tanpa sadar memuji adrian
gue akan selalu senyum tapi cuma sama loe istri sah gue ucap adrian
tapi akan lebih ganteng lagi kalau gak datar dingin dan irit bicara ucap alisya
kenapa cuma sama gue kenapa gak sama semua orang ucap alisya
karena loe istri sah gue dan semua yang ada di gue cuma loe yang boleh lihat begitu juga dengan loe semua yang ada pada loe cuma gue yang boleh lihat ucap adrian dengan suara mengoda
apaan sih ucap alisya sambil memukul pelan lengan adrian
tapi apa yang gue bilang benerkan ucap adrian kini tatapan adrian mengarah ke bibir pink alisya akhirnya adrian mengikis jarak di antara keduanya sedangkan alisya memundurkan tubuhnya tapi adrian semakin mendekat hingga alisya berada di bawah adrian
alisya gugup jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya bahkan lebih dari siang tadi apalagi posisi dirinya dan adrian yang tidak bisa sedangkan adrian menatap lekat wajah cantik yang berada di bawahnya bahkan adrian bisa mendengar detak jantung alisya
banyak hal yang muncul di otak alisya yang mungkin saja terjadi dan akhirnya
cup
alisya merasakan bibir adrian mengecup bibirnya bahkan bukan hanya sekedar kecupan seperti siang tadi tapi lebih alisya pun memejamkan matanya dan mulai menikmati permainan suaminya
__ADS_1
adrian begitu pandai memainkannya berbeda dengan alisya yang masih pasiv karena baru pertama kalinya,jadi alisya tidak membalas dan hanya menikmati apa yang adrian lakukan
adrian terus memainkan bibir alisya yang terasa manis tersebut hingga merasa alisya sudah kehabisan nafas adrian pun menghentikan permainannya adrian menatap alisys yang masih memejamkan matanya
alisya membuka matanya dan terlihat wajah tampan adrian yang tersenyum ke arahnya adrian kembali duduk seperti semula begitupun dengan alisya
gue mau mandi dulu ucap adrian dan alisya menganguk
setelah adrian masuk kedalam alisya memegang jantungnya yang akan melompat dari tempatnya alisya juga merasakan pipinya memanas sudah bisa di pastikan pipinya sudah memerah seperti kepiting rebus lalu alisya memegang bibirnya dan senyum menghiasi wajah cantiknya bahkan alisya seperti tidak percaya kalau dirinya sudah melakukan adegan yang sering di tontonnya di drakor alisya tidak bisa berhenti agar tak tersenyum
hingga,makan malam alisya berusaha menyembunyikan senyumnya yang belum hilang sedari tadi nimas yang melihat menantunya tersenyum sendiri merasa heran karena tidak biasanya alisya seperti itu
kamu kenapa sayang dari tadi kok senyum sendiri
mendengar ucapan bundanya alisya berusaha berhenti tersenyum meskipun susah itu tadi aku habis nonton cartoon yang lucu banget ucap alisya berbohong
oh ucap nimas yang merasa ada hal lain yang membuat menantunya tersenyum
sedangkan adrian hanya geleng kepala sebenarnya adrian tahu sedari tadi alisya tersenyum sendiri tapi dirinya diam saja
hingga hampir tengah malam alisya masih saja tersenyum adrian yang baru keluar dari walk in closed melihat alisya,yang masih tersenyum sendiri
udah kali senyumnya,ucap adrian yang sudah naik ke tempat tidur
emang kenapa senyum kan ibadah ucap.alisya
tapi kalau senyum sendiri bukannya ibadah tapi kayak orang gila ucap adrian
alisya mengrucutkan bibirnya padahal yang membuat dirinya tidak berhenti senyum itu karena perlakuan adrian tadi kepadanya dan sekarang adrian malah mengatainya
alisya pun merebahkan tubuhnya begitu pun dengan adrian yang juga merebahkan tubuhnya sambil memeluk istrinya alisya tidak menolak justru membalas pelukan adrian
udah malam tidur besok sekolah ucap adrian dan alisya menganguk tidak lama kemudian terdengar dengkuran dari sepasang pasutri tersebut yang sudah tertidur
__ADS_1