
alena kini sudah berada di ruangan VIP gadis itu akan tidur dalam waktu yang tidak bisa di tentukan irma anita gunawan dan naila melihat kondisi alena yang terbaring koma mereka tidak menyangka jika alena akan bisa seperti ini anita merasa bersalah dengan apa yang telah dirinya lakukan pada alena andai dirinya langsung memberi izin untuk alena pindah mungkin ini semua tidak akan terjadi
tapi nasi sudah menjadi bubur menyesal pun percuma kini yang anita bisa lakukan hanya berdoa kepada sang maha pencipta semoga putrinya cepat sadar dari komanya irma duduk di kursi dekat brankar tempat alena tidur sambil mengengam tangan alena rasanya baru semalam dan tadi pagi melihat alena tertawa dan masih sehat tapi kini irma harus melihat alena yang terbaring lemah dengan mata tertutup
belum lama nimas mengirim pesan pada irma untuk menanyakan di mana alena di pindahkan karena tadi saat nimas kembali lagi ke ruang UGD sudah tidak ada orang lalu dirinya bertanya kepada salah satu suster yang kebetulan baru keluar dari ruang UGD sehabis membereskan ruangan tersebut dan suster tersebut mengatakan jika pasien telah di pindahkan tapi tidak tahu di pindahkan ke ruangan yang mana
ceklek
terdengar suara pintu di buka dari luar semua yang berada di ruangan mengalihkan pandangan ke arah pintu dan terlihat nimas yang baru datang tapi hanya sendiri tidak bersama alisya setelah menutup pintu nimas mendekat ke tempat tidur alena dan berdiri di sebelah irma yang sedang duduk lalu di depannya ada anita gunawan dan naila
bagaimana keadaan alena lukanya tidak ada yang fatalkan ucap nimas sambil melihat alena yang masih belum sadarkan diri
kata dokter alena sudah melewati masa kritisnya tapi alena mengalami koma kemungkinan dalam jangka waktu yang lama ucap irma sendu
nimas terkejut mendengarnya dirinya tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi alisya saat tahu kakaknya koma padahal baru saja hubungan keduanya membaik tapi sudah ada cobaan lagi tapi Nimas yakin jika keduanya mampu melewati masa sulit ini
kita berdoa saja agar alena kembali sadar ucap nimas
irma mengaguk lalu teringat dengan kondisi alisya dirinya khawatir terjadi sesuatu karena nimas hanya datang sendiri tanpa menantunya
alisya mana nimas dia baik - baik saja kan ucap irma tidak sabar mendengar kedaan alisya
kamu tenang saja irma tidak perlu khawatir alisya baik - baik saja dia hanya perlu istirahat yang cukup dan menjaga pola makan sekarang dia sedang bersama Adrian ucap nimas
jadi Adrian sudah datang syukurlah jika begitu tapi di mana mereka sekarang ucap irma lagi
alisya sedang berada di salah satu ruangan di rumah sakit ini tadi dia pingsan dan belum sadar tapi kamu tidak perlu khawatir kata dokter dia tidak apa - apa dia hanya sedikit kelelahan dan sedikit kurang enak badan ucap nimas
irman memegang kepalanya tiba - tiba saja merasakan sedikit pusing setelah mendengar penjelasan Nimas tentang kondisi alisya belum lagi kondisi alena hari ini benar - benar hari yang buruk untuk kedua ponakannya
irma kamu kenapa aku panggilkan dokter ya ucap nimas cemas dengan kesehatan besannya
tidak perlu nimas aku hanya sedikit pusing nanti juga hilang sendiri ucap irma
lebih baik mbak irma di periksa oleh dokter agar tidak menjadi semakin sakit ucap anita setelah hanya diam dirinya tidak mau nantinya irma juga ikut sakit walau tadi irma sudah menampar nya tapi anita tetap peduli dengan kesehatan mantan iparnya
tapi irma tidak menjawab lalu Nimas mengalihkan pandangannya ke anita menatap tidak suka pada besannya yang telah menampar menantunya sampai membuat alisya terguncang bahkan ini bukan yang pertama kalinya karena sebelumnya anita juga pernah melakukan hal yang sama bedanya tidak menampar nya
__ADS_1
semua ini karena kamu anita lihat sekarang hasil dari perbuatanmu kamulah yang patut di salahkan bukan alisya ucap Nimas datar
aku minta maaf aku gak sengaja menampar nya aku hanya emosi saja tadi ucap anita
mana mungkin orang seperti mu tidak sengaja kamu pasti segaja karena tidak kali ini saja kamu menyakitinya di restoran waktu itu kamu juga menyakitinya jika sekali lagi kamu menyakitinya aku tidak segan - segan melakukan tindakan padamu dan keluargamu ucap anita
kenapa kamu sangat peduli padanya bukannya kamu dan irma hanya berteman ucap anita heran dengan sikap Nimas yang sangat peduli pada alisya tidak hanya saat ini saja tapi juga saat di restoran
kamu salah alisya juga putriku meski bukan terlahir dari rahimku dan darah dagingku aku sangat sayang padanya tidak seperti kamu yang melupakanmu ucap Nimas tajam dan menusuk
anita semakin heran dan bingung dengan sikap anita pasti ada alasan lain tidak mungkin jika hanya karena pertemanan lalu anita teringat jika alisya sudah menikah sedangkan nimas memiliki satu anak cowok dan terlintas lah di fikiran nya siapa suami alisya
apa mungkin dia suaminya batin anita
berbeda dengan naila yang melihat betapa sayangnya ibu dari pujaan hatinya pada alisya bahkan seperti anak kandung padahal hubungan keduanya baru pacaran bagaimana nanti jika sudah menikah betapa beruntungnya alisya bisa mendapatkan Adrian dan perhatian keluarganya
kamu pulangah anita biar aku saja yang menjangga alena ucap irma pusing di kepalanya sudah sedikit mereda
baiklah kami pulang dulu besok aku akan kesini lagi mengantikan mu menjangga alena ucap anita
kalau begitu kami permisi dulu jika terjadi sesuatu pada alena cepat hubungi kami ucap Gunawan
🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄
masih di rumah sakit yang sama tapi di ruangan berbeda alisya masih betah dengan tidurnya sedari tadi belum ada tanda - tanda akan sadar sedangkan Adrian masih setia menunggunya sambil memenangkan tangannya Adrian menghembuskan nafasnya kasar dirinya merasa gagal menjaga alisya hingga membuat istrinya menjadi begini andai saja dirinya ada di saat ibu mertuanya akan menampar istrinya
Adrian tahu soal itu karena bundanya yang memberi tahunya tadi
flashback off
setelah mendapat tamparan dari ibunya alisya berlari dengan membawa sejuta luka di hatinya di tambah anita yang kembali menyalahkan dirinya atas meninggalnya papanya di tambah lagi ibunya yang juga menyalakan dirinya atas kecelakaan yang menimpa kakaknya mengapa selalu dirinya yang di salahkan
alisya terus berlari di lorong rumah sakit tanpa menghiraukan bundanya yang terus saja mengejarnya dan memanggil namanya
alisya tunggu teriak Nimas yang masih saja mengejar menantunya meski tertinggal jauh
tapi tidak membuat alisya berhenti dan terus saja berlari hingga alisya mulai merasakan pusing di kepalanya dan tubuhnya terasa lemas langkah kaki alisya semakin melamban dan pandangannya mulai kabur tepat saat sudah sampai di pintu keluar rumah sakit alisya menabrak dada bidang seseorang tapi alisya tidak dapat melihat dengan jelas siapa orangnya
__ADS_1
kamu tidak apa - apakan ucap Adrian dan alisya mengenali suara itu
adrian ........... alisya sudah tidak melanjutkan ucapannya karena tubuhnya semakin melemah dan pandangannya semakin kabur hingga akhirnya alisya pingsan di pelukan suaminya
Adrian dengan sigap menahan tubuh alisya yang hampir terjatuh
sayang kamu kenapa ucap Adrian melihat alisya yang sudah pingsan di pelukannya
Adrian kamu sudah datang nak ucap nimas yang baru sampai dan melihat putranya sedang memeluk tubuh istrinya
bun alisya harus di periksa dokter sekarang dia pingsan ucap Adrian lalu menggendong alisya
apa alisya pingsan ayo cepat bawa alisya kedalam ucap nimas panik karena ternyata alisya sedang pingsan
kini alisya sedang di periksa oleh dokter sedangkan nimas dan Adrian menunggu di luar keduanya sangat cemas dengan kondisi alisya
bun kenapa alisya bisa jadi seperti ini apa sudah terjadi sesuatu padanya ucap Adrian sambil menoleh ke bundanya yang duduk di sebelahnya
maafin bunda nak yang tidak bisa menjaga alisya tadi alisya di tampar sama mamanya ucap nimas yang merasa bersalah
jadi mama anita lagi penyebabnya ini bukan salah bunda andai aku cepat datang semua ini pasti tidak terjadi ucap Adrian
sudahlah jangan menyalahkan diri sendiri kita berdoa saja semoga alisya baik - baik saja ucap nimas
tidak lama pintu ruangan pun terbuka dan terlihat dokter yang sudah keluar Adrian dan nimas pun berdiri dan menghampiri dokter lalu menanyakan kondisi alisya
bagaimana kedaan putri saya dok ucap nimas
putri ibu baik - baik saja pasien harus banyak istirahat dan menjaga pola makannya agar lambungnya tidak kambuh putri ibu hanya kecapekan dan kurang enak badan saja nanti saya buatkan resep dan ibu bisa menebus obatnya di apotik ucap dokter
baik dok apa sekarang kami bisa melihatnya dok ucap nimas lagi
iya silahkan pasien belum sadarkan diri mungkin tidak lama pasien baru akan sadar kalau begitu saya permisi dulu ucap dokter itu lagi lalu berlalu dari sana
sedangkan Adrian dan nimas masuk ke dalam dan terlihat alisya masih memejamkan matanya
kamu temani alisya di sini bunda mau balik lagi ke ruangan alena ucap nimas
__ADS_1
Adrian hanya menganguk
flashback on