MENIKAH DENGAN KENTOS

MENIKAH DENGAN KENTOS
EPS 71


__ADS_3

sedari tadi senyum tidak pernah luntur dari wajah cantik selly yang tengah melihat sang tambatan hati bermain basket bersama para sahabatnya sedangkan alisya dan yang lain sedang berada di kantin tadi selly memang hanya membeli minuman untuk di bawa ke lapangan karena terlalu fokus nonton jovan main basket selly sampai tidak menyadari jika ketiga sahabatnya sudah berada di dekatnya selly sedikit terkejut saat mendengar suara ketiga sahabatnya


seru ya sel mereka mainnya loe serius banget nontonnya ucap salsa


seru gak seru kalau yang main cogan pasti bikin betahlah ucap kayla


mereka gak takut gosong apa panas gini padahal semalam habis hujan ucap alisya


selly menoleh ke samping dan sudah ada ketiga sahabatnya sambil bawa botol minuman rasa buah


kalian bikin kaget aja sejak kapan di sini ucap selly


sejak loe gak kedip nonton basketnya ucap.salsa


baru aja ucap kayla


dari tadi pagi loe segitunya lihat jovan sampai gak sadar udah ada orang ucap alisya


namanya juga masih mau usaha dapetin tambatan.hati ucap selly sambil tersenyum


adrian dkk sudah selesai bermain basket dan memilih beristirahat di bawah pohon.besar yang berada di pinggir lapangan alisya yang melihat adrian sudah selesai mainnya ingin menghampiri tapi sedikit ragu kayla yang paham pun menyuruh alisya untuk menghampiri adrian


kesana aja sya kalau mau nyamperin kak adrian ucap kayla


kali aja kak adrian gak bawa minum ucap salsa


aku temenin gimana kesananya ucap selly berharap alisya setuju karena dirinya juga ingin memberikan minum ke jovan


alisya berfikir sejenak lalu menganguk masa bodolah tanggapan siswi yang lain di fikir belakangan sampailah kini mereka di tempat adrian dkk kelima cogan tersebut menatap heran kepada alisya dkk karena menghampiri mereka


kalian mau ngapain ke sini ucap faris


gak ada cuma iseng aja gak ada kerjaan ucap.salsa asal


loe semua bawa minuman bagi satu boleh kali gue lagi mager ke kantin ucap adam


nih ambil aja punya gue ucap kayla memberikan minumannya ke adam


adam menerimanya dengan senang hati karena memang sudah haus oke makasih sebelumnya ucap adam


kak jovan nih minum aja pasti hauskan habis main basket ucap selly menawari sambil tangannya terulur memberikan botol minumannya


tanpa mengucapkan apapun jovan mengambil minuman dari tangan selly karena dirinya tidak membawanya selly tersenyum senang melihat jovan meminum pemberiannya


salsa,menyenggol alisya karena tidak memberikan minumannya ke adrian alisya menoleh ke salsa dan salsa,mengkode melalui tatapannya agar memberikan minumannya ke adrian sebenarnya alisya paham dengan kode yang di berikan salsa tapi dirinya merasa canggung untuk memberikannya apalagi masih ada sahabat adrian hingga alisya mendapat ide agar bisa memberi minumannya ke adrian

__ADS_1


masih ada yang mau minum lagi gak.masih ada nih punya gue ucap alisya berharap adrian paham


buat gue aja minumannya ucap adrian meskipun dirinya sudah membawa botol minum tapi daripada diambil revan atau yang lain


alisya memberikan minumannya ke adrian dan di terima oleh adrian dan langsung meminumnya alisya melihat adrian yang sedang minum meneguk salivanya karena adrian terlihat semakin sexy


gila suami gue makin aduhai batin alisya


adrian yang melihat reaksi alisya hanya tersenyum tipis dan menegurnya


biasa aja kali lihatnya gak pernah lihat cowok minum ucap adrian


alisya tersadar dan mengalihkan pandangannya karena malu jangan sampai ada yang melihat wajahnya memerah revan yang melihat wajah alisya merah bertanya apakah baik - baik saja


wajah kamu kenapa sya kok merah gitu ucap revan


masa sih mungkin karena terkena panas cuacanya memang lagi panas banget kan ucap alisya berkilah


oh kirain kamu kena alergi ucap revan


beberapa saat kemudian bell masuk sudah berbunyi mereka pun kembali ke kelas masing - masing beberapa siswi yang melihat alisya dkk habis bersama adrian dkk menatap keempatnya berbeda - berbeda tapi alisya dkk hanya cuek saja


🌜🌛 MALAM HARI


alisya sedang berada di balkon seorang diri karena adrian yang masih berada di cafe alisya menatap ke langit malam yang dihiasi ribuan bintang - bintang tiba - tiba saja bayangan anita saat tidak mengangap dirinya terlintas begitu saja meskipun alisya sudah berusaha melupakannya tapi tetap saja sulit hingga membuatnya teringat kembali kenangan masa lalu di saat keluarganya masih utuh dan masih saling menyayangi tapi kini semuanya sudah hilang tak tersisa lagi


kamu lagi apa sayang ucap nimas lembut sambil tersenyum


bunda sejak kapan di sini ucap alisya yang balik bertanya ke nimas


belum lama kamu udah makan ucap nimas


belum bun ucap alisya


gimana kalau kita makan di luar sekali - kali ucap nimas


ayah sama kak adrian nanti gimana ucap alisya


ayah sedang lembur di kantor dan pulangnya malam kalau adrian mungkin udah makan di cafe ucap nimas


boleh deh bun bosen juga cuma di rumah aja ucap alisya


ya sudah kita berangkat sekarang ucap nimas dan alisya menganguk


kini kedua perempuan beda generasi itu pun sudah berada di restoran dan sedang menikmati makan malam berdua keduanya juga sambil mengobrol nimas sangat perhatian dan sayang ke alisya dan alisya merasa beruntun mendapatkan mertua seperti bunda nimas yang memperlakukannya begitu baik bagaikan anak kandung sejenak alisya bisa melupakan kesedihannya

__ADS_1


kamu mau pesen apa lagi sayang bilang aja jangan sungkan ucap nimas


ini aja belum habis bun ucap alisya


lain kali kalau bosen makan di rumah bilang aja biar bunda bisa ajak kamu makan di luar ucap nimas


iya bun makasih bunda udah perhatian dan sayang ke alisya sambil tersenyum


tidak perlu terima kasih sayang kamu juga anak bunda ucap nimas yang juga sambil tersenyum


keduanya pun kembali makan hingga terdengar suara yang memanggil nimas kedua perempuan itu pun menoleh dan terlihat anita yang menghampiri keduanya bersama naila


mbak nimas di sini juga ternyata ucap anita sambil tersenyum saat sudah berada di meja nimas dan alisya naila yang melihat adanya alisya bersama ibu dari pujaan hatinya merasa heran begitu juga dengan anita karena tidak tahu jika nimas adalah mertua alisya karena memang anita tidak tahu siapa dan dari mana keluarga yang di jodohkan dengan alisya karena dulu mendiang suaminya tidak mengatakan nama dari sahabatnya dan hanya mengatakan rencana perjodohan saja


nimas dan alisya menatap anita dan naila dengan tatapan sulit di artikan dan dengan wajah datar baru saja alisya bisa melupakan kesedihannya karena wanita paruh baya di hadapannya ini dan sekarang malah bertemu kembali dengan putri sambung berasa anak kandung dan bisa saja menorehkan kembali luka di hatinya


sedangkan nimas merasa tidak senang dengan kebradaan anita di sini yang notabennya adalah besannya dan ibu dari menantunya karena nimas telah mengetahui semuanya bagaimana sikap anita kepada alisya di tambah anita juga tidak datang saat pernikahan putrinya dan sekarang tiba - tiba muncul di saat alisya sudah memiliki kehidupan baru


karena tidak mendapat jawaban anita kembali bertanya mbak nimas sedang apa di sini ucap anita lagi


kamu bisa lihat saya sedang apa di sini ucap nimas datar


anita merasa heran dengan sikap nimas kepadanya padahal saat dulu mereka bertemu jika sedang menemani suami mereka berkerja tidak seperti sekarang nimas dan anita memang sering bertemu beberapa kali karena elang dan gunawan berteman dan juga rekan bisnis


anita tetap bersikap ramah kepada nimas mbak saya dan naila boleh duduk di sini ucap anita nimas hanya menganguk saja


anita dan naila pun duduk berhadapan dengan nimas dan alisya sedangkan alisya tetap terlihat tenang dan tetap memakan makanannya padahal dirinya merasa tidak karuan takut dadanya akan merasa sesak kembali begutupun dengan nimas yang sedang fokus ke ponselnya karena adrian menanyakan di mana kebradaannya dan alisya


merasa hanya di diamkan saja anita kembali bertanya mbak nimas gak bareng suami ke sini ucap anita


suaminya saya sedang sibuk di kantor ucap nimas datar


sama suami saya juga sedang sibuk di kantor ucap anita


naila yang sudah merasa penasaran kenapa bisa saudara tirinya bersama ibu dari pujaan hatinya pun memberanikan diri untuk bertanya kepada nimas


tante kenapa bisa sama alisya di sini ucap naila


memang kenapa ada yang salahkah ucap nimas


enggak sih tan cuma bingung aja ucap naila


kebetulan saya dan tentanya alisya sudah berteman lama dan kita sering bertemu jadi bisa dekat dan akrab dan kita memang sengaja makan malam bersama ucap nimas


naila hanya menganguk dan tersenyum jawaban nimas bisa melunturkan sedikit kecurigaan dirinya terhadap kedekatan adrian dan alisya bisa saja keduanya bisa dekat karena pertemanan nimas dan irma dan berharap tidak lebih dari itu

__ADS_1


sedangkan alisya merasa lega karena bundanya tidak memberitahu statusnya yang sudah menjadi istri dari adrian dan menantu dari nimas dan elang kusuma wijaya


sedetik hanya ada keheningan hingga terdengar suara bariton memanggil nimas dengan sebutan bunda mereka pun menoleh dan terlihat lelaki tampan berkulit putih berpostur tinggi yang sedang berjalan kearah mereka


__ADS_2