
hari ini semua murid dari kelas satu dan dua mendapatkan surat dari sekolah untuk orang tua mereka Karena pembagian rapot akan di langsungkan besok pagi di kelas alisya dan ketiga sahabatnya juga telah mendapatkan surat tersebut salsa dan kayla terlihat lebih santai karena mereka tidak perlu ada yang di khawatirkan karena sesibuk apapun orang tua mereka pasti akan datang mengambilnya mau mendapat juara atau tidak orang tua mereka tidak mempermasalahkan
berbeda dengan selly dan alisya yang tidak terlalu menyukai saat pembagian nilai alisya tidak menyukainya karena teringat mamanya yang tidak pernah datang untuk mengambilnya meskipun sudah ada tante irma namun alisya tetap merasa ada yang kurang
berbeda cerita dengan selly karena saat saat seperti inilah papanya pasti akan memarahinya dan membandingkannya dan pastinya dirinya akan mendengar kata kata kasar dari papanya yang menyakitkan hatinya meski selly sudah terbiasa setiap tahunnya namun tetap saja dirinya masih merasakan sakit keduanya pun menghembuskan nafasnya di udara
gue bosen nih kantin yuk ajak salsa
gas lah ayo jawab selly
alisya dan kayla pun menganguk
sesampainya di kantin ternyata semua meja sudah penuh bahkan meja yang menjadi langggan mereka pun telah di tempati oleh naila dkk meski ada rasa tidak rela karena tempat itu sangat nyaman bagi keempatnya karena letaknya yang agak berjauhan dengan meja yang lain sehingga tidak terlalu berisik namun mereka tidak ingin mencari masalah hanya karena tempat duduk
pandangan alisya pun kini tertuju pada meja Adrian dkk Karena hanya tinggal meja itu yang masih bisa mereka tempati
kita duduk sama mereka ajalah udah gak lagi yang kosong mejanya ucap alisya
boleh tuh dari pada berdiri ucap salsa
sedangkan selly dan kayla hanya menganguk malas mereka pasrah saja meski sebenarnya mereka enggan satu meja dengan mereka karena pasti akan bertemu dengan jovan dan revan yang sampai saat ini masih belum bisa keduanya lupakan
mereka pun berjalan menuju meja Adrian dkk kelima cogan tersebut yang menyadari kedatangan alisya dkk pun langsung pindah posisi karena mereka tahu keempatnya ingin duduk di meja mereka
boleh gabung gak ucap alisya sesampainya di meja suami dan sahabatnya
duduk aja sayang ucap Adrian sambil tersenyum
faris dan adam memperagakan ingin muntah karena baru pertama kali mendengar sahabatnya berbicara seperti itu sedangkan alisya pipinya sudah memerah dan sedikit malu karena sebelumnya Adrian tidak pernah memanggilnya sayang di depan umum
keempat gadis itu duduk berhadapan dengan kelima cogan tersebut kayla seberusaha mungkin agar cuek dengan revan yang tidak meliriknya dan tengah sibuk memakan makanannya
aku denger besok sudah penerimaan rapot tanya Adrian karena tadi sempat mendengar obrolan murid yang lain
iya mungkin besok tante irma yang ngambil ucap alisya lesu
kamu keliatannya gak semangat gitu ada hem tanya Adrian lagi
gak ada apa apa cuma lagi keingat papa aja ucap alisya karena memang setiap tahunnya di saat tiba pengambilan rapot fikirannya pasti tertuju pada mendiang papanya
__ADS_1
jangan sedih lagi nanti bilang aja sama bunda biar ngambil rapot kamu besok atau nanti aku yang bilang ucap Adrian sambil mengemgam tangan alisya di atas meja
Terima kasih ucap alisya hatinya menghangat karena karena ada suaminya di sisiNya
senyum terukir di bibir indah keduanya sepertinya mereka lupa jika masih berada di kantin dan masih bersama para sahabat
ck mentang mentang udah halal tebar kemesraan di mana aja tahu tempat woy di sini masih banyak orang ucap faris
dan membuat keduanya tersadar jika saat ini tidak hanya berdua saja
biarin ajalah yang penting masih wajar wajar aja kecuali mereka ******* di depan kita baru kita geplak kepalanya si drian ucap adam
Adrian tidak menanggapinya dan kembali memakan makanannya begitu pun dengan alisya lalu alisya menoleh ke selly yang berada di sebelahnya dan bertanya
kalo loe siapa yang ngambil rapotnya besok tanya alisya karena setahunya papa dari sahabatnya selalu sibuk bekerja
entah mungkin bibi lagi yang ngambil seperti sebelum sebelumnya ucap selly malas karena bisa dirinya tebak papanya tidak mungkin datang mengambilnya dan itu sudah terjadi setiap tahunnya
mendengar ucapan selly membuat jovan melirik gadis yang berada di depannya seperti ada sesuatu yang tidak beres namun dirinya tidak bisa untuk bertanya
lalu terdengar ada pesan masuk ke ponselnya selly mengambil ponselnya yang berada di atas meja dan melihat siapa yang mengirim pesan dan ternyata pesan itu dari irfan selly yang sempat merasa tidak bertenaga seperti mendapatkan nutrisi yang membuatnya bersemangat kembali selly pun langsung membalaskan dengan senyum sumringah tersungging di bibirnya
gue duluan ucap jovan tanpa menunggu jawaban sudah berlalu dari sana
kenapa tuh orang main cabut aja ucap faris
lagi kebakaran jenggot kali ucap adam sambil melirik ke arah selly yang menatap kepergian jovan bisa dirinya lihat masih ada cinta di mata selly karena kebetulan adam memang memahaminya karena pernah menjalin hubungan dengan beberapa perempuan sebelumnya
berbeda dengan faris meski sudah pernah sering berpacaran tapi tidak peka terhadap hal semacam itu
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
pagi ini alisya sudah rapi dengan seragam sekolahnya dan sudah siap untuk datang ke sekolah tapi rasanya hari ini dirinya sedikit merasa malas untuk datang ke sekolah padahal hari ini adalah hari yang paling di tunggu tunggu teman teman sekolahnya sebelum nantinya mereka libur semester selama dua minggu
meski setiap tahunnya dirinya sudah terbiasa tanpa orag tua saat pengambilan rapot namun tetap saja alisya merasa ada yang kurang justru saat saat seperti inilah yang membuat dirinya sangat merindukan kehadiran seorang ayah di sisiNya kenangan masa lalunya melintas begitu saja di fikirannya
tanpa terasa matanya mulai mengembun dan satu cairan bening sudah jatuh di pelupuk matanya namun langsung di hapus oleh siempu dirinya menatap pantulan dirinya di cermin lalu merapikan sedikit make up di wajahnya yang agak berantakan akibat air matanya yang sempat menetes setelah alisya memutuskan untuk keluar dari walk in closed
saat dirinya membuka pintu walk in closed bertepatan dengan Adrian yang juga akan membuka pintunya namun sudah lebih dulu di buka oleh istrinya Adrian hanya ingin memastikan jika istrinya baik baik saja karena tidak biasanya istrinya sangat lama berdandan
__ADS_1
kamu mau berangkat sekarang sayang ucap Adrian
iya sayang aku memang sengaja berangkat agak siang hari ini biar gak kelamaan nunggunya ucap alisya
hati hati di jalan ya maaf aku gak bisa nemenin kamu hari ini tiba tiba aja ada kerjaan mendadak ucap Adrian
gak masalah sayang ya udah aku berangkat dulu ucap alisya dan Adrian menganguk
setelah alisya keluar dari kamar Adrian tersenyum tipis dirinya terpaksa berbohong agar bisa memberi kejutan kepada istrinya
sesampainya di sekolah alisya langsung keluar dari dalam mobil setelah memarkirkan mobilnya terlihat sudah ada mobil ketiga sahabatnya yang menandakan ketiganya sudah datang di saat akan meninggalkan parkiran tidak sengaja pandangan alisya melihat mamanya bersama keluarga barunya
terlihat ketiganya berjalan beriringan dengan naila berada di tengah ketiganya berjalan sambil tertawa membicarakan sesuatu sungguh keluarga yang bahagia bukan dan sudah bukan pemandangan yang baru lagi bagi alisya karena sebelum dirinya dan naila satu sekolah alisya sudah sering melihat keharmonisan keluarga mereka seakan anita sudah tidak memiliki siapa siapa lagi di dunia ini selain naila dan gunawan
meski dadanya terasa perih setiap kali melihatnya namun alisya tetap berusaha bersikap biasa saja di saat alisya akan berjalan meninggalkan parkiran terdengar suara ketiga sahabatnya memanggilnya dan membuat anita Gunawan dan naila mengalihkan pandangan ke alisya yang berada tidak jauh dari mereka
alisya panggil ketiganya serempak lalu menghampiri sahabatnya
loe baru dateng sya kita udah nungguin loe dari tadi ucap salsa
gue emang sengaja baru berangkat biar gak kelamaan nunggunya ucap alisya
kita langsung aja ke aula bentar lagi acaranya mau di mulai orang tua kita juga udah nunggu di sana ucap Kayla
kamu dateng sendirian sya tante nimas mana ucap selly yang tidak melihat kehadiran wali dari alisya
oh nanti bunda nyusul sama tante irma sebentar lagi juga dateng yuk kita ke aula ucap alisya
namun baru saja keempatnya akan melangkah anita gunawan dan naila sudah berada di depan mereka dan mau tidak mau mereka pun menyapanya kecuali alisya yang hanya diam saja
pagi om tante sapa ketiganya ramah
anita dan gunawan pun tersenyum ramah kepada ketiganya
gaes kita langsung ke aula aja yuk ajak alisya yang sudah tidak ingin berlama lama berada di sini
mari om tante kita duluan ucap selly sopan dan keduanya hanya menganguk
ketiganya menatap punggung alisya dkk yang sudah semakin menjauh sebenarnya anita ingin menyapa putrinya namun lidahnya terasa kelu di tambah hubungannya dan alisya yang memang tidak baik dan masih ada jarak di antara mereka lagi pula alisya pasti kecewa dan membencinya karena sikapnya selama ini entah dapat hidayah dari mana perlahan anita mulai menyadari kesalahannya selama ini kepada putrinya dan tidak mungkin mudah bagi kedua putrinya bisa memaafkan begitu saja namun anita bertekad akan memperbaiki semuanya meski tidak mudah
__ADS_1