
setelah perdebatan kecilnya dengan alisya akhirnya adrian memilih mengalah dan menuruti keinginan alisya untuk ke pasar malam dan kini keduanya sedang dalam perjalanan ke pasar malam rasa kesal alisya ke adrian sudah hilang karena adrian mau menemaninya untuk ke pasar malam sedari tadi wajah alisya sudah berseri - seri membayangkan saat sudah tiba di pasar malam dan mencoba semua wahana yang berada di sana
dan untuk ajakan revan tadi alisya sudah menolaknya dengan halus tentu saja di sebrang sana revan merasa kecewa tapi dirinya juga tidak bisa memaksa alisya agar mau menerima ajakannya
sambil mengemudikan mobilnya adrian juga tengah memikitlrkan sesuatu bukan tentang pekerjaan melainkan tentang kebersamaannya bersama alisya yang memang dari awal menikah sampai sekarang sangat jarang menghabiskan waktu berdua seperti sekarang ini adrian baru sadar jika selama ini diriya terlalu sibuk dengan pekerjaannya sampai tidak memikirkan perasaan alisya yang sudah pasti ingin lebih di perhatikan olehnya
mulai dari sekarang adrian akan memperbaiki semuanya dan akan meluangkan waktunya untuk alisya karena adrian juga tidak ingin hubungannya dan alisya akan merenggang dan berakhir dengan perceraian karena dirinya yang tidak pernah punya waktu untuk istrinya dan calon buah hati mereka suatu saat nanti karena pasti akan tiba waktunya dirinya dan alisya akan punya anak
dan akhirnya keduanya sudah sampai di pasar malam pada saat alisya mau keluar adrian menahan tangannya dan membuat alisya menoleh ke adrian yang sedang memegang tangannya sambil menatapnya dengan senyum tampannya
ada apa ayo kita keluar keburu kemalaman di sini ucap alisya
maaf ucap adrian dan membuat alisya heran kenapa adrian mengatakan maaf
maaf untuk apa ucap alisya yang belum mengerti
maaf karena selama kita menikah aku gak pernah ngajak kamu jalan berdua aku janji setelah ini kita akan lebih punya waktu buat jalan berdua ucap adrian
makasih karena kamu mau mengerti apa yang aku mau gak harus tiap hari yang penting masih ada waktu buat kita bersama agar lebih harmonis ucap alisya dengan senyum manisnya
ya sudah ayo kita keluar aku udah gak sabar pengen.cepet main udah lama juga gak pernah ke pasar malam ucap alisya lagi dan adrian menganguk
dan kini keduanya sudah berada di pasar malam mata alisya berbinar melihat banyaknya permainan dan wahana di pasar malam hingga alisya mengajak adrian untuk naik bianglala
sayang kita naik yang itu bagaimana kamu mau kan ucap alisya sambil menujuk dengan jarinya ke arah biang lala
adrian menganguk lalu mengandeng tangan alisya menuju ke arah wahana yang di inginkan alisya
tunggu aku di sini sebentar aku beli tiketnya dulu ucap adrian dan alisya menganguk
tidak membutuhkan waktu lama adrian sudah kembali dengan membawa dua buah tiket setelah itu keduanya pun naik ke bianglala dan kebetulan keduanya tidak harus mengantri terlalu lama
saat biang lala sudah mulai berputar dan berhenti di atas keduanya dapat melihat keindahan kota pada saat malam hari dari atas
apa kamu bahagia sayang ucap adrian
aku sangat bahagia makasih sayang karena mau ke tempat ini ucap alisya
apapun akan aku lakukan asal kamu bahagia ucap adrian
lalu adrian mendekatkan wajahnya alisya yang paham apa yang di inginkan suaminya juga mendekatkan wajahnya saat wajah keduanya sudah sangat dekat adrian memegang tengkuk belakang alisya dan akhirnya melakukan apa yang sudah bersarang di otaknya
cup
adrian mendaratkan bibirnya di bibir alisya dan memainkannya dengan lembut sambil menyesapi rasa manis di bibir kekasih halalnya dan alisya sangat menikmati permainan suaminya
__ADS_1
saat bianglala kembali berputar adrian menyudahi ciumannya dan keduanya duduk seperti semula beruntung tidak ada yang melihat keduanya berciuman wahana tersebut terus berputar setelah lima kali putaran bianglala pun berhenti keduanya pun turun dari bianglala
setelah menaiki bianglala alisya mengajak adrian ke permainan lenpar gelang sedangkan adrian hanya mengikuti ke mana alisya mengajaknya
sayang ke sana yuk kita main itu ucap.alisya menunjuk permainan lempar gelang yang berada tidak jauh dari keduanya berdiri dan adrian menganguk
keduanya pun mulai bermain lempar gelang semua gelang lemparan alisya tidak ada yang berhasil tapi alisya tetap senang memainkannya saat giliran adrian yang melempar gelang pun hampir sama tidak ada yang pas sasaran tapi pada saat lemparan gelang terakhir adrian berhasil melemparnya tepat sasaran dan mendapatkan boneka beruang sebagai hadiahnya
adrian memberikan hadiahnya ke pada alisya dan di terima dengan senang hati oleh alisya lalu alisya mengajak.adrian untuk mencoba permainan yang lain dan permainan selanjutnya adalah lempar kaleng tapi hanya adrian saja yang bermain sedangkan alisya hanya menonton
adrian di berikan tiga bola kasti yang akan di lemparnya ke kaleng yang telah di susun jika bisa menjatuhkan kalengnya bisa mendapatkan hadiah adrian mulai melempar bola kastinya tapi dari tiga kali lemparan hanya sekali saja yang tepat sasaran tapi tetap mendapatkan hadiah boneka
keduanya pun mencoba semua permainan dan beberapa wahana yang berada di pasar malam setelah puas bermain - main keduanya pun duduk di bangku untuk beristirahat sejenak malan ini menjadi malam yang sangat menyenangkan bagi mereka berdua meskipun sederhana sudah membuat keduanya bahagia
sayang aku haus beliin minuman dong ucap alisya
oke tunggu di sini jangan kemana - kemana aku beli minuman sebentar ucap adrian dan alisya menganguk
di saat adrian sedang membeli minuman datanglah irfan yang kebetulan juga berada di pasar malam dan tidak sengaja melihat alisya dan menghampirinya
alisya ucap irfan saat sudah berada di tempat alisya duduk
loe disini juga fan ucap alisya
iya kebetulan banget kita ketemu di sini loe sendirian aja sya ucap irfan yang tidak melihat ada ketiga sahabat alisya
gue bareng kedua temen gue tapi mereka lagi ke toilet kalau boleh tahu siapa seseorang yang bareng loe ke sini ucap irfan penasaran
dia pacar gue ucap alisya tanpa ragu
pacar loe udah punya pacar ucap irfan sedikit kecewa karena alisya udah punya pacar
iya loe sendiri udah punya pacar belum secarakan loe ganteng dan kapten basket pasti banyak yang naksir sama loe ucap alisya yang tahu irfan kapten basket karena irfan yang memberitahunya pada saay di kantin
gue belum punya pacar belum ada yang cocok ucap irfan
oh
sementara di sisi lain naila dkk yang juga berada di pasar malam tidak sengaja melihat adrian yang sedang membeli minuman
itu bukannya kak adrian ya ucap jessi
naila dan firli mengikuti arah pandang jessi dan benar saja itu adalah adrian
iya bener itu kak adrian beli minuman ucap naila yang senang bisa melihat adrian di pasar malam
__ADS_1
samperin yuk kali aja kak adrian sendirian dan.butuh temen ucap firli
naila dan jessi menganguk lalu menghampiri adrian yang sudah akan kembali ke tempat alisya
eh kak adrian di sini juga ternyata ucap jessi basa basi
kak adrian sendiri aja gak bareng temen kakak yang lain ucap naila sambil tersenyum
kalau gak ada temen bareng kita aja pasti akan lebih seru ada kak adrian ucap firli
sorry gue harus pergi sekarang gue udah ada yang nungguin ucap adrian datar
lalu meninggalkan naila dkk berjalan ke tempat alisya yang sudah menggunya sambil membawa dua botol minuman
kenapa sangat susah sekali ucap naila lirih tapi masih bisa di dengar oleh kedua sahabatnya
kita ikutin kak adrian yuk biar tahu siapa yang nunggu kak adrian ucap firli
boleh gue juga pengen tahu orangnya cowok apa cewek ucap jessi
ketiganya pun mengikuti kemana adrian pergi hingga ketiganya melihat adrian menghampiri alisya dan juga siswa yang pernah mereka lihat di pertandingan kemarin dan tidak lama lelaki yang bersama alisya pergi meninggalkan alisya dan adrian berdua saja
naila merasakan dadanya semakin sesak melihat kedekatan keduanya semakin hari pujaan hatinya makin menjauh darinya tidak seperti dulu lagi dulu sedatar - datarnya sikap adrian ke padanya tapi setiap kali dirinya bertanya tidak pernah di abaikan oleh adrian masih mau menjawabnya dan sekarang naila tahu perubahan adrian sekarang karena alisya saudara tirinya tanpa mengatakan apa pun naila pergi dari sana di ikuti kedua sahabatnya
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
setelah selesai makan malam kini alena sedang berada di taman belakang rumah dekat kolam renang sambil duduk di bangku di belakang rumah mendiang papanya memang ada taman kecil selain ada bunga juga ada ayunan dan perosotan yang dulu sering ia dan alisya mainkan saat berada di taman bersama papanya dulu sesibuk apapun papanya selalu memilki waktu untuk keluarga kecilnya terutama kedua putrinya dan kemanapun kedua putrinya ingin pergi berlibur papanya pasti menurutinya
lalu datanglah tante irma yang datang sambil membawa dua cangkir teh untuk dirinya dan alena dan meletakannya di meja dekat alena duduk
masih betah berada di sini len ucap tante irma lalu duduk di sebelah alena
masih tan rumah ini sangat berkesan buat aku khususnya taman ini ucap alena sambil menoleh ke tantenya
ternyata benar ya kata orang cinta pertama anak perempuan adalah ayahnya dan sulit melupakan cinta pertama itu ucap tante irma
itu pasti tan papa adalah cinta pertama aku sampai kapan pun tidak ada yang bisa mengantikan papa di hati aku ucap alena
oh ya len tante baru inget alisya pernah bilang kalau kalian mau memperbaiki hubungan terus gimana sekarang makin baikan hubungan kalian ucap tante irma
alhamdulilah tan hubungan aku sama alisya makin deket dan baik semoga aja bisa kayak dulu lagi ucap alena
baguslah kalau begitu tante juga ikut seneng dengernya udah semestinya kalian berhubungan baik seperti dulu lagi ucap tante irma
di minum len teh keburu dingin ucap tante irma lagi dan alena menganguk lalu meminum teh buatan tantenya begitupun tante irma
__ADS_1
setelah cukup lama keduanya berada di sana keduanya pun masuk ke dalam rumah karena sudah larut malam dan udara juga semakin dingin
alena sudah berada di kamarnya lalu mengambil ponselnya yang sudah penuh dan membawanya ke ketempat tidur sambil rebahan ternyata ada pesan masuk dan panggilan tak terjawab dari mamanya yang menanyakan keberadaannya tidak bisanya mamanya menanyakan kabarnya biasanya juga gak pernah tapi alena malas untuk membalasnya dan memilih untuk tidur saja karena sudah malam