
alisya dan nimas kini sudah di depan ruang UGD di dalam alena sedang mendapatkan penanganan dari tim medis sedari tadi alisya tidak bisa tenang perasaannya tidak karuan ingatannya kembali ke lagi kejadian beberapa tahun yang lalu saat papanya mengalami kecelakaan dan akhirnya meninggal alisya takut akan terjadi lagi kepada alena, nimas berusaha menenangkan menantunya yang sedari tadi begitu cemas dan khawatir tidak lama kemudian datanglah tante irma yang sama khawatirnya dengan keadaan alena
sayang kamu tenang dulu ya kita percayakan semua pada dokter dan berdoa untuk keselamatan alena ucap nimas
alisya hanya menganguk lidahnya terasa kelu untuk berbicara di tambah perasaannya campur aduk tak karuan
alisya nimas bagaimana keadaan alena ucap tante irma yang baru datang
setelah mendapat kabar dari besannya awalnya irma seperti tidak percaya karena belum lama berpisah dengan alena lalu tiba - tiba saja mendengar kabar jika keponakannya mengalami kecelakaan irma pun langsung meninggalkan pekerjaannya dan bergegas menuju ke rumah sakit tidak lupa mengabari mantan adik iparnya
alena masih di tangani oleh dokter di dalam ucap nimas
sebenar apa yang terjadi kenapa alena bisa kecelakaan ucap irma lagi
kita juga tidak tahu tapi dari saksi mata di tempat kejadian alena menerobos lampu merah ucap nimas lagi yang mengetahuinya dari orang yang telah menolong alena dan sekaligus saksi mata
mendengar penjelasan besannya irma merasa sudah terjadi sesuatu kepada alena tidak mungkin alena begitu saja menerobos lampu merah jika tidak ada sebabnya
beberapa saat kemudian datanglah anita bersama gunawan dan naila setelah mendengar kabar dari mantan iparnya anita sangat terkejut bahkan tubunya hampir ambruk jika tidak di tahan oleh suaminya setelah agak tenang anita menceritakan kepada suami dan putrinya keduanya tidak kalah terkejut karena baru saja alena pergi dan mengalami kecelakaan akhirnya ketiganya pun pergi ke rumah sakit saat ketiganya sudah sampai terlihat sudah ada alisya irma dan nimas
bagaimana keadaan alena dia baik - baik saja kan ucap anita yang terlihat khawatir dan cemas pada putrinya
alena masih di tangani di dalam dokter juga belum keluar kemungkinan lukanya parah ucap nimas
semoga saja lukanya tidak fatal ucap anita dirinya tidak bisa membayangkan jika alena sampai lumpuh
mami yang sabar ya kita berdoa saja supaya dokter bisa menyelamatkan kak alena ucap naila agar maminya bisa lebih tenang
jangan berfikiran buruk alena pasti bisa melewati semua ini ucap gunawan
semoga kalian benar ucap anita
alisya nimas dan irma tidak terlalu menghiraukan keberadaan ketiga orang yang berada di hadapan mereka saat ini kondisi alena yang terpenting dan alisya sudah tidak terlalu berharap lagi pada mamanya dirinya tidak peduli lagi jika mamanya tidak mau mengakui nya anak karena keluarga barunya sudah cukup baginya untuk mengobati kerinduannya pada kehangatan keluarga yang sempat menghilang dari hidupnya
anita menatang tajam alisya teringat pertengkarannya dengan alena sebelum kecelakaan alena bersikeras ingin tetap pindah dulu sebelum alena dekat kembali dengan alisya, alena tidak pernah seperti ini menurutnya alena baik - baik saja dulu selama tinggal bersamanya dan setelah keduanya dekat alena ingin pindah anita merasa jika alisya yang sudah membuat alena berubah
walau alena telah menjelaskan semuanya ternyata tidak membuat anita sadar dengan perbuatannya selama ini yang sudah membuatnya putri pertamanya berubah dan masih dengan fikirannya sendiri jika alisya yang telah membuat alena berubah entah terbuat dari hati anita mungkin kebenciannya pada alisya sudah sangat dalam
__ADS_1
anita menghampiri alisya dengan tatapan tajamnya sedangkan alisya melihat tatapan mamanya sudah tidak ada kasih sayang lagi untuknya entah menghilang kemana
PLAK
anita menampar pipi alisya dan membuat semua orang terkejut terlebih nimas dan irma yang tidak menyangka anita akan menampar alisya tanpa tahu apa kesalahannya sedangkan alisya jangan di tanya lagi tidak hanya pipinya yang sakit dan perih tapi juga hatinya tiba - tiba menerima tamparan dari mamanya yang sudah lama melupakannya sekalinya datang memberinya luka
anita apa - apaan kamu seenaknya saja menampar alisya ucap irma geram dengan tindakan anita
jangan ketraluan kamu anita menampar orang tanpa ada sebabnya apa alisya ada salah sama kamu ucap nimas mulai emosi karena perilaku anita
kalian jangan membelanya alena seperti ini pasti karena anak ini ucap anita dengan suara tinggi
atas dasar apa kamu menuduh alisya apa kamu ada buktinya justru kamulah yang patut di curigai ucap irma dengan suara yang tidak kalah tinggi
apa maksud dari ucapan kamu anita, alisya tidak ada hubungannya sama sekali dengan terjadinya kecelakaan alena ucap nimas yang tidak habis fikir dengan cara berfikir besannya
karena dia dulu yang sudah menyebabkan papanya meninggal dan sekarang dia juga ingin membuat kakakanya meninggal juga apa kamu belum puas ucap anita pedas tanpa belas kasihan
DUAR
hati alisya hancur berkeping-keping mendengar ucapan mamanya yang kembali menyalahkan nya atas meninggalnya papanya tanpa mengucapkan apapun alisya pergi dari sana dengan membawa luka di hatinya
biar aku saja yang mengejar alisya ucap nimas
baiklah kabari jika terjadi sesuatu pada alisya ucap irma dan nimas menganguk
lalu pergi menyusul alisya sedangkan irma menatap tajam anita dirinya yang sudah geram dengan sikap anita sudah tidak bisa menahan dirinya lagi
PLAK
ini buat kamu yang sudah menampar alisya
PLAK
ini buat kamu yang sudah menelantarkan kedua putri mu
PLAK
__ADS_1
dan ini buat semua sikap kamu kepada putrimu dan luka yang telah kamu berikan kepada mereka
tiga kali tamparan irma berikan kepada anita bahkan yang terakhir yang paling keras anita memegangi kedua pipinya yang sudah di tampar oleh irma dan rasanya jangan di tanya lagi satu kali tamparan saja sudah sakit dan perih di tambah dua kali tamparan pipinya rasanya memar
yang kamu rasakan ini belum ada apa - apanya dengan apa yang sudah di rasakan kedua putrimu kamu tidak mengangap alisya anak aku masih diam saja tapi sekarang kamu berani menampar nya jangan harap aku akan diam saja dan jangan kamu fikir aku tidak tahu bagaimana kamu memperlakukan alena selama ini ucap irma emosi
selama ini kamu tidak memperlakukan alena dengan baik bahkan kamu sudah tidak berbuat adil kepada alena mungkin kamu merasa tidak pernah berbuat salah kepada alena karena kamu merasa manusia paling benar di dunia tapi tanpa kamu sadari alena sudah sangat terluka ucap irma
apa alena sudah mengatakan jika dia ingin pindah jika sudah biarkan alena tinggal bersama ku mungkin akan lebih baik jika dia tinggal bersama ku ucap irma lagi yang sudah bisa mengendalikan dirinya
anita di buat diam oleh perkataan irma dirinya bingung harus berkata apa baru kali ini dirinya mati kutu gunawan dan naila yang hanya diam dan menyaksikan saja mengajak anita menjauh dari irma karena tidak ingin ada keributan lagi apalagi sekarang sedang berada di rumah sakit
sudah mi jangan memperkeruh keadaan lebih baik mami duduk dulu sambil menunggu dokter keluar
iya mi kak alena tidak akan baik - baik saja kalau mami marah - marah terus malah bisa buat kak alena lebih buruk keadaannya ucap naila
anita hanya menganguk lalu ketiganya duduk di kursi tunggu yang berada di luar ruangan sedangkan irma memilih diam karena semakin khawatir dengan alena karena sedari tadi dokter belum juga keluar
tidak lama kemudian keluarlah dokter yang menangani alena, mereka yang sudah meninggu kabar dari alena pun mendekati dokter dan menanyakan keadaannya
bagaimana kondisi ponakan saya dok ucap irma
putri saya tidak apa - apa kan dok ucap anita
pasien sudah melewati masa kritisnya tapi kemungkinan pasien mengalami koma ucap dokter pria yang menangani alena
tentu saja irma dan anita syok
apakah saya sudah boleh menjenguknya dok ucap irma
iya boleh setelah pasien di pindahkan ruangannya ucap dokter itu lagi
berapa lama putri saya mengalami koma dok ucap anita
saya tidak bisa memastikan kemungkinan satu atau dua minggu atau bisa lebih jelas dokter itu lagi
kalau sudah saya permisi dulu kalian banyak berdoa lah Semoga pasien cepat sadar tutur dokter itu lagi lalu berlalu dari sana
__ADS_1
tidak lama dokter itu pergi beberapa orang suster mendorong brangkar tempat tidur alena untuk memindahkan pasien ke ruangan lain terlihat alena masih tidak sadarkan diri wajah cantiknya begitu pucat dan ada perban di kepalanya
irma sedikit merasa lega walau alena masih belum sadarkan diri tapi setidaknya tidak kritis dan masih ada harapan alena membuka matanya tapi masih ada satu lagi yang irma khawatirkan yaitu keadaan alisya yang dirinya tidak tahu di mana keberadaannya sekarang nimas juga belum terlihat kembali atau menghubunginya untuk memberikan kabar keadaan alisya sekarang