
anita menghembuskan nafas dengan kasar sebelum melanjutkan berbicara dengan putrinya kembali dia juga harus lebih bersabar menghadapi alena yang makin berani kepadanya
kalo udah gak ada lagi ya mau di bicarakan mama bisa keluar sekarang aku juga mau tidur ngantuk habis minum obat ucap alena yang melihat mamanya hanya diam
alena kamu boleh marah sama mama tapi semarah marahnya kamu jangan sampai melupakan jika mama ini orang tua kamu jadi tolong jaga sopan santun kamu ucap anita setelah hanya diam
udah itu aja gak ada yang lain ucap alena sambil menguap karena sebenarnya dia mengantuk setelah neminum obat dan berharap mamanya cepat pulang agar dirinya bisa langsung beristirahat
alena kenapa kamu menjadi berubah begini kalo mama ada salah mama minta maaf tapi tolong hargai mama sebagai ibu kandung kamu ucap anita berusaha bersabar menghadapi alena
mama mau aku hargai mama tapi apa pernah mama menghargai aku sebagai anak mama apa tau apa yang aku rasain selama ini apa mama pernah bertanya aku bahagia apa gak ucap alena menjeda ucapannya lalu kembali berbicara
selama ini mama cuma mementingkan kebagiaan mama sendiri tanpa peduli sama aku dan lagi mama lebih sayang sama naila dari pada aku sama alisya yang jelas jelas anak kandung mama sendiri yang lahir dari rahim mama ucap alena lagi dadanya bergemuruh saat mengatakan itu bahkan matanya sudah berkaca kaca
anita di buat bungkam oleh ucapan alena dirinya bingung harus berbicara apa dan memilih diam sambil mendengarnya ucapan putrinya
__ADS_1
apa mama ingat dulu saat papa masih ada mama begitu menyayangi aku dan alisya dan kasih sayang mama hanya untuk kami berdua tapi setelah papa meninggal mama berubah apalagi setelah mama menikah lagi mama sama sekali gak peduli dengan kami berdua bahkan mama membenci alisya dan menyalahkan alisya atas meninggalnya papa ucap alena
air matanya kini sudah jatuh ke pipinya alena merasa marah bercampur kecewa kepada mamanya memperlakukan dirinya dan alisya selama ini
sayang maafin mama yang sudah membuat kamu bersedih seperti ini maafin mama jika mama banyak salah sama kamu tapi satu yang harus kamu tahu sampai kapan pun kamu tetap anak kandung mama ucap anita yang kini sudah mengeluarkan airmata
mendengarkan ucapan alena membuat hatinya tersentil sekejam itukah dirinya selama ini tidak di pungkiri kini hatinya merasakan bersalah
ma lupakan masa lalu yang membuat jarak antara mama dan alisya papa meninggal itu karena takdir dari yang di atas hanya caranya saja yang membuat mama selalu menyalakan alisya ucap alena yang tahu awal mula mamanya membenci alisya setelah kepergian papanya
kamu tahu alisya sudah menikah ucap anita sambil menghapus air mata yang sempat jatuh ke pipi
iya aku tahu sebelum aku kecelakaan alisya sudah mengatakan semuanya ucap alena
apa kamu tahu siapa suami alisya ucap anita penasaran
__ADS_1
alena menganguk suami alisya adalah Adrian ucap alena
maksud kamu Adrian putra tunggal elang dan nimas Wijaya ucap anita kaget ternyata benar dugaannya
iya dan aku cuma berpesan sama mama jangan pernah sekali kali mama mengusik kehidupan alisya sudah cukup mama menyakiti alisya selama ini tapi kalo mama sekali saja berani mengangu rumah tangga alisya aku tidak akan tinggal diam ucap alena tegas
anita hanya menganguk setelah di rasa cukup anita memutuskan untuk pulang agar putrinya bisa beristirahat dengan tenang
ya sudah mama mau pulang dulu besok mama akan kesini kalau ada apa apa kamu hubungi mama sekali lagi mama Minta maaf meski mama tahu hanya kata maaf tidak akan cukup untuk kamu tapi mama berharap kamu tidak pernah membenci mama ucap anita
alena tidak menjawab dan memilih memejamkan matanya agar membuatnya lebih tenang lalu anita keluar dari ruangan alena saat anita keluar bertepatan dengan alisya yang baru kembali dirinya tidak terkejut dengan kedatangan mamanya karena tadi dari kejauhan dirinya sudah melihat adanya gunawan dan naila
alisya hanya menatap datar mama dan keluarga barunya begitupun dengan anita yang menatap putri yang telah lama di abaikanya tapi kini ada yang lain di hatinya seperti ada yang mengganjal tanpa mengucapkan apapun alisya langsung masuk keruangan kakaknya sedangkan anita dan keluarga barunya juga pergi dari sana
saat masuk keruangan kakaknya ternyata alena telah tertidur tapi dirinya melihat pipi kakaknya sembab seperti habis menangis apa mamanya yang telah membuat mamanya bersedih
__ADS_1
alisya menghembuskan nafasnya kasar mau sampai kapan mamanya akan memberi luka belum cukup kah luka yang selama ini anita berikan tapi alisya tidak ingin terlalu memikirkan semua itu dirinya hanya berharap semua akan indah pada waktunya