
alena sudah sampai di rumah papa sambungnya setelah memarkirkan mobilnya alena dengan malas alena masuk ke dalam rumah biasanya jika hari minggu begini mama dan keluarga barunya bersantai di ruang TV dari dulu alena tidak pernah ikut bergabung dengan keluarga barunya karena di saat berkumpul itulah papa sambungnya akan membanding dirinya dan alena hanya karena naila bisa menjadi juara umum sedangkan dirinya semenjak SMA sudah tidak pernah mendapatkan juara umum lagi bukan karena menurun kepintarannya tapi karena adanya Adrian yang selalu menjadi juara umum semenjak kelas 10
sedangkan mamanya bukannya membelanya malah ikut juga membandingkan dirinya dan naila karena itulah dirinya tidak dekat dengan naila dan papa sambungnya di lihat dari sikapnya selama ini membuat alena yakin jika gunawan tidak mengangap nya anak dia mau menerimanya mungkin hanya karena mamanya
saat melewati ruang tv hanya terlihat naila dan papa sambungnya alena hanya melihat mereka sekilas dan akan langsung naik ke atas saat akan menaiki tangga bertepatan dengan mamanya yang baru turun kebawah anita menatap putrinya yang baru pulang dirinya tahu setiap malam minggu alena menginap di rumah tantenya
anita juga sudah tahu dari naila jika alena sudah dekat lagi dengan alisya , anita hanya berfikir apa mungkin karena itu yang membuat alena berubah dan mulai menjaga jarak dengan dirinya sebelum naik keatas menuju kamarnya alena akan mengatakan kepada mamanya jika besok dirinya akan tinggal bersama tantenya dan alena yakin mamanya akan langsung setuju karena sudah tidak akan terbebani atas dirinya
ada yang mau aku katakan sama mama ucap alena kepada anita yang berdiri di hadapannya
sedangkan naila dan gunawan mendengarkan obrolan ibu dan anak itu dari tempat duduknya
apa ucap anita
mulai besok aku mau tinggal sama tante irma aku sudah memikirkan semua ini dari lama dan aku udah yakin sama keputusan aku ucap alena
apa yang membuat kamu ingin pindah alena apa karena alisya apa dia yang menyuruh kamu agar pindah ucap anita
bukan ini tidak kaitannya dengan alisya ini murni pilihan aku sendiri ucap alena merasa tidak suka karena mamanya membawa nama alisya karena alasannya ingin pindah adalah karena mamanya sendiri
tapi semenjak kamu dekat dengan dia kamu jadi banyak berubah apa dia yang sudah mempengaruhi kamu ucap anita yang merasa perubahan alena karena alisya karena menurutnya alena baik - baik saja tinggal bersamamu
cukup ma jangan pernah menyalahkan alisya dalam hal ini seharusnya mama lah yang harus banyak intropeksi diri hingga aku memilih ingin pindah dari rumah ini ucap alena berusaha tidak terpancing emosi dengan ucapan mamanya
apa maksud kamu ucap anita suaranya mulai meninggi tidak suka dengan ucapan alena
alena menghela nafas mungkin sudah saatnya dirinya mengeluarkan apa yang dirinya rasa selama ini cukup sudah kesabarannya selama ini, selama ini dirinya hanya diam karena masih menghargai mama dan papa sambungnya tapi kini dirinya sudah tidak peduli lagi jika dianggap anak durhaka
sedangkan gunawan dan naila masih diam dan membiarkan saja selama tidak ada keributan jika mulai ada keributan barulah keduanya bertindak
apa mama belum sadar dengan apa yang telah mama lakukan sama anak kandung mama setelah kepergian papa apa mama merasa mama adalah perempuan terbaik terhebat dan tersuci di dunia apa mama tidak sadar jika telah melukai kedua putri kandung mama ucap alena
anita hanya diam dan membiarkan dulu alena mengatakan apa yang ingin di katakan melihat mamanya hanya diam saja alena melanjutkan lagi ucapnnya
mungkin selama ini mama mengira aku bahagia tinggal sama mama tapi nyatanya gak sama sekali aku gak pernah bahagia selama ini aku hanya pura-pura bahagia bahkan saat mama membandingkan aku dengan naila dan lebih menyayanginya aku juga hanya diam saja tapi sekarang sudah tidak lagi sudah cukup semuanya aku sudah lelah keputusan aku sudah bulat aku tetap ingin pindah dan mama bisa bahagia dengan keluarga baru mama ucap alena
__ADS_1
mama gak izinkan kamu pergi dari rumah bentak anita entah kenapa tidak rela jika alena pergi dari rumah ini
terserah aku gak peduli mau mama gak setuju sekali pun aku akan tetap pergi apa mama belum puasa nyakitin aku mama egois maunya menang sendiri mama cuma mementingkan kebahagiaan mama sendiri tanpa peduli ada dua hati yang tersakiti karena ulah mama ucap alena dengan emosi yang mengebu dirinya sudah tidak bisa menahan emosinya lagi
begitupun dengan anita dirinya sudah benar-benar di buat emosi karena perkataan putrinya dirinya tidak terima dan tidak suka dengan perkataan alena dirinya semakin yakin jika alisya yang sudah membuat alena menjadi berani kepadanya tangan anita terangkat siap untuk menampar putrinya sedang alena yang melihat pergerakan tangan mamanya sama sekali tidak menghindar terserah jika mamanya akan menamparnya
PLAK
satu tamparan mendarat di pipi mulus alena, dan membuat naila dan gunawan terkejut keduanya bangkit dari duduknya dan menghampiri anita sedangkan alena memegang pipinya yang terasa panas dan perih setelah di tampar oleh mamanya hatinya benar - benar hancur karena mamanya
aku benci mama ucap alena lalu pergi dari sana dengan membawa luka di hatinya mamanya memang sudah berubah
alena teriak anita dirinya sadar sudah melukai alena dengan tangannya
anita ingin mengejar alena tapi di tahan oleh suaminya
sudah biarkan saja alena menenangkan dirinya dulu nanti jika sudah tenang dia pasti kembali lagi ucap gunawan sambil merangkul pundak istrinya
iya mi mungkin kak alena butuh waktu untuk sendiri mami tenangkan diri mami dulu ucap naila
alena melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi air matanya sudah mengalir di pipinya tatapannya kosong dirinya sudah tidak mempedulikan keselamatan nya lagi yang ada di fikirannya saat ini ingin meluapkan semua emosinya ini sangat berbahaya bisa terjadi kecelakaan tapi alena sudah tidak peduli luka di hatinya sudah terlalu dalam mungkin dengan ini bisa membuatnya lebih baik
karena tidak fokus mengemudi tanpa sadar alena menerobos lampu merah dan dari arah berlawanan ada, sebuah truk barulah alena tersadar jika dirinya akan mengalami kecelakaan alena langsung membanting setir tapi terlambat
BRAK
kecelakaan pun tidak dapat di hindari mobil dan truk akhirnya bertabrakan semua orang yang berada di tempat kejadian langsung menghampiri mobil milik alena
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
PYAAR
alisya kaget karena tidak segaja menyenggol gelas yang berada di meja makan dan langsung mengambil pecahan gelas yang berada di lantai nimas yang juga berada di meja makan juga terkejut dan membantu alisya membersihkan pecahan kaca
ada apa sayang kenapa bisa jatuh gelasnya ucap nimas
__ADS_1
aku juga gak tau bun gak sengaja gelasnya kesenggol tangan aku ucap alisya
tiba - tiba saja perasaannya menjadi tidak enak dan fikirannya tertuju pada alena apa terjadi sesuatu kepada kakaknya
setelah selesai membersihkannya pecahan kaca alisya langsung mengambil ponselnya yang berada di meja makan dirinya hanya ingin memastikan jika kakaknya baik - baik saja alisya mencari kontak kakaknya setelah ketemu langsung menghubungi kakaknya
tidak membutuhkan waktu lama sambungan terhubung tapi bukan alena yang mengangkat membuat alisya heran karena bukan alena yang mengangkat perasaannya menjadi tidak karuan
hallo kak alena ucap alisya
maaf saya bukan alena ucap orang di sebrang
ini siapa ya kenapa ponsel kakak saya bisa berada di anda ucap alisya bingung
jadi ini ponsel kakak anda jadi begini saya ingin memberitahu jika kakak anda baru saja mengalami kecelakaan dan di larikan ke rumah sakit ucap orang di sebrang menjelaskan
DUAR
tubuh alisya melemas mendengar alena kecelakaan bahkan alisya sudah tidak dapat berkata apa - apa lagi
hallo anda masih berada di sanakan kakak anda di bawa ke rumah sakit medicare kalau begitu saya tutup telfonnya
tut
sayang ada apa ucap nimas yang sudah berada di dekat menantunya dan terlihat wajah alisya menjadi pucat
bun kak alena kecelakaan ucap alisya yang mulai mengeluarkan air mata
apa alena kecelakaan kamu seriuskan ucap nimas terkejut mendengar kabar alena kecelakaan dari menantunya
aku harus ke rumah sakit sekarang bun ucap alisya yang sudah sangat khawatir dengan kondisi kakaknya
kamu yang tenang ya nak kita kerumah sakit bersama - sama ucap nimas dan alisya menganguk
keduanya di antar oleh sopir ke rumah sakit di dalam perjalanan alisya semakin di buat cemas dan tak henti - hentinya berdoa semoga kakaknya baik - baik saja sementara nimas memberi tahu Adrian dan irma jika alena mengalami kecelakaan tidak berbeda dengan alisya, nimas juga merasa khawatir meskipun dirinya tidak dekat dengan alena
__ADS_1