MENIKAH DENGAN KENTOS

MENIKAH DENGAN KENTOS
EPS 126


__ADS_3

revan kini sudah berada di sebuah taman yang cukup sepi bisa di bilang hanya ada dirinya sendiri di taman tersebut dirinya memukul mukulkan tangannya kesebuah pohon untuk meluapkan emosi dan semua amarahnya hari ini menjadi hari yang tak di sangka sangkanya di mana hari ini dirinya mengetahui pernikahan rahasia sahabat dan gadis yang di cintainya


BUK


BUK


BUK


ah mengapa rasanya sesakit ini dan kenapa semua ini harus terjadi kenapa dia harus menjadi milik sahabat gue teriak revan


hatinya terasa sakit saat mengetahui semua kebenaran ini , ini bagaikan mimpi buruk bagi revan


gue sungguh tidak bisa menerima semua ini ah kenapa takdir gue harus kayak gini teriak revan lagi


dengan masih memukul pohon yang menjadi sasaran emosinya tanpa merasakan sakit di tangannya yang terluka rasa sakit di tangannya tidak seberapa di bandingkan dengan sakit hatinya saat ini


hingga terdengar suara seseorang dan membuat revan berhenti


apa dengan menjadikan pohon yang tidak bersalah sebagai pelampiasan emosi mampu merubah keadaan apa, dengan yang loe lakukan sekarang mampu membuat semua masalah loe selesai


selesaikan semua masalah dengan kepala dingin emosi tidak akan menyelesaikan masalah malah sebaliknya bisa memperkeruh masalah menjadi lebih rumit


siapa loe dan kenapa loe ikut campur urusan gue ucap revan sambil memperhatikan sekeliling mencari sumber suara yang di dengarnya tapi tidak ada siapapun di taman selain dirinya


gue gak bermaksud ikut campur dengan urusan loe gue cuma kasihan sama pohon yang loe pukuli padahal pohon itu gak ada salah dan gak tahu apa apa tapi harus menjadi korban emosi loe yang gak jelas itu


keluarga loe sekarang kalo berani jangan cuma bisa ngomong doang teriak revan yang ingin tahu siapa pemilik suara yang berbicara dengannya saat ini tapi orang tersebut tidak kunjung keluar juga dan membuat revan makin emosi karena penasaran

__ADS_1


keluar atau........ atau apa ucap orang tersebut yang akhirnya keluar dari persembunyiannya dari balik pohon tidak jauh dari tempat revan berdiri


dan terlihatlah seorang gadis yang seumuran dengan revan bahkan revan sudah mengenali gadis itu revan menatap tajam gadis itu tapi tidak membuat gadis itu takut justru tersenyum manis kepadanya


alena


ngapain loe di sini ucap revan


cuma mancari udara segar ucap alena


yah gadis itu adalah alena yang tidak sengaja melihat revan di taman yang sama dengan dirinya kebetulan taman tersebut memang tidak jauh dari tempatnya tinggal awalnya alena hanya ingin mencari suasana yang berbeda karena sudah merasa sangat bosan hanya tinggal di rumah saja dan tidak sengaja dirinya melihat revan bahkan mendengar semua ucapan revan


udah puas marah marahnya kalo belum jangan pukul pohon itu lagi kasihan loe bisa cari cara lain selain mukulin tanaman yang tidak bersalah selain itu biar tangan loe tidak terluka ucap alena lagi mengingatkan karena melihat tangan revan yang terluka


revan tidak menjawab dan menghembuskan nafasnya kasar dirinya sudah sedikit merasa lega dan amarahnya sudah mereda hanya tinggal sakit di hatinya yang belum hilang


alena mendekat ketempat revan berdiri dan menatap kedua bola mata revan, alena dapat melihat ada kekecewaan di matanya dan dari yang di dengarnya tadi sepertinya revan baru saja patah hati mungkin revan membutuhkan teman ini


kalo loe butuh temen buat curhat gue bersedia jadi pendengaran yang baik dan kali aja gue bisa bantu masalah yang loe hadapi saat ini ucap alena menawarkan diri


revan berfikir sejenak dan akhirnya menganguk setuju karena saat ini dirinya memang butuh sandaran dan mungkin tidak ada salahnya bercerita sedikit kepada alena meski dirinya tidak terlalu dekat dengan alena tapi keliatannya alena bisa di percaya di tambah lagi alena adalah kakak dari alisya tentu saja alena tahu banyak tentang adiknya


kita duduk dulu biar enak ngobrolnya ucap alena dan revan menganguk lagi


dan kini keduanya duduk di kursi taman dengan pandangan kedepan revan menghela nafas sebelum berbicara sedangkan alena menunggu apa yang akan di ucapkan revan


apa loe tahu kalo alisya sudah menikah dengan Adrian ucap revan sambil menoleh ke alena yang kini juga tengah menatapnya karena pertanyaan darinya

__ADS_1


alena menganguk iya gue udah tahu sebelum gue kecelakaan alisya udah cerita semua ke gue memangnya ada apa ucap alena


udah lama nikahnya dan apa loe tahu alasan mereka nikah muda ucap revan lagi kini posisi keduanya saling berhadapan


mereka nikah udah dari beberapa bulan yang lalu tidak lama setelah alisya pindah kesekolah kita dan untuk alasannya karena permintaan terakhir dari mendiang bokap gue ucap alena menjelaskan


gue sempet kaget pas tahu mereka udah nikah dan gue juga kecewa dengan Adrian yang gak bilang dari awal sama gue sampai buat gue kayak gini ucap revan ingatannya kembali kepada kejadian beberapa jam yang lalu


kenapa loe keliatannya kecewa banget tahu Adrian udah nikah sama alisya apa jangan jangan loe suka ya sama adek gue ucap alena dirinya sudah bisa menebak di saat revan bertanya pernikahan Adrian dan alisya


ya begitulah gue udah suka sama alisya sejak pertama kali liat dia di sekolah bahkan alisya adalah cinta pertama gue tapi belum sempat mengutarakan isi hati gue dia udah jadi milik sahabat gue dan sekarang gue bingung harus bagaimana disisi lain gue cinta sama alisya dan sisi yang lainnya lagi gue gak mau persahabatan gue sama Adrian rusak apalagi kita udah kenal sejak kecil ucap revan


kenapa loe harus bingung kalo gue jadi loe gue lebih milih sahabat gue di banding rasa cinta gue yang jelas gak bisa gue miliki dan gue sudah melakukannya gue lebih memilih alisya di bandingkan Adrian ucap alena


memang mudah mengatakannya tapi sulit menjalankannya ucap revan


loe harus bisa van loe jangan egois mementingkan diri loe sendiri loe juga harus mikirin gimana perasaan Adrian dan alisya cinta itu tidak bisa di paksakan loe jangan jadi orang bodoh hanya karena cinta buta loe ke alisya sedikit demi sedikit loe harus bisa menghilangkan rasa cinta loe karena sampai kapan pun alisya tidak akan pernah menjadi milik loe andaikan alisya tidak menikah dengan Adrian belum tentu juga loe dan alisya berjodoh sama loe ucap alena menjelaskan


revan tidak menjawab dan berusaha mencerna semua ucapan alena mungkin ada benarnya entah kenapa setelah bercerita dengan alena membuatnya jauh lebih baik dan bisa sedikit melupakan apa yang baru saja di alaminya


udah ya gue pulang dulu udah malam ini coba loe fikir semua dengan baik baik jangan membuat loe melakukan tindakan bodoh yang membuat loe menyesal nantinya ucap alena lalu pergi dari sana


tapi sebelum benar benar alena benar benar pergi revan menghentikannya


apa besok loe masih ada waktu gue masih ingin ngobrol dengan loe ucap revan kepada alena yang kini membelangkinya


bisa besok loe datang aja ke taman ini lagi besok malam gue tunggu loe di sini ucap alena tanpa berbalik lalu pergi dari sana

__ADS_1


revan pun juga pergi menuju mobilnya saat sudah masuk kedalam mobil senyum terbit di bibi revan entah kenapa dirinya merasa nyaman dengan alena padahal baru saja dekat dengannya sebelum melajukan mobilnya revan mengambil ponselnya yang berada di dasbor dan terlihat banyak pesan masuk dari kayla tapi revan tidak berniat membalasnya karena tidak ingin membuat kayla nantinya salah paham yang mengira dirinya memberi harapan karena sampai kapan pun revan tidak akan bisa membuka hati untuk kayla


revan meletakkan ponselnya kembali di dasbor dan melajukan mobilnya untuk pulang kerumah


__ADS_2