
malam minggu yang di tunggu kaum remaja atau anak muda pun tiba ada yang kumpul bareng temen berkencan dengan pacar ada juga yang cari pacar buat yang masih jomblo tapi berbeda dengan yang di lakukan sepasang kakak beradik yang lebih memilih menghabiskan waktu bersama di rumah mendiang papanya tempat tinggal mereka waktu masih kecil dan semasa mendiang papanya masih hidup
sepulang sekolah alena dan alisya langsung pulang ke rumah mereka yang dulu tentu saja alisya sudah lebih dulu izin sama suami dan mertua untuk malam minggu ini Adrian harus rela tidak jalan berdua dengan alisya yang sering di sebut pacaran setelah menikah
alena dan alisya sedang membersihkan diri di kamar mandi yang berada di kamar masing - masing setelah selesai memasak untuk makan malam karena tante irma yang belum pulang dari butik setelah selesai dengan mandinya alena keluar dari kamar dan belum ada tanda - tanda jika tantenya sudah pulang
karena tantenya belum pulang alena ingin ke kamar yang di tempati tantenya yang dulunya adalah kamar kedua orang tuanya selama menginap di sini alena belum pernah masuk ke kamar itu entah dapat dorongan dari mana alena ingin melihat kamar itu apakah masih sama seperti dulu saat sudah berada depan pintu alena langsung membuka pintunya
ceklek
alena masuk ke dalam kamar dan menutup pintunya alena mengamati sekeliling kamar tidak ada yang berubah masih sama seperti dulu kecuali satu di kamar ini sekarang ada meja dan ada banyak foto di atasnya alena mendekati meja tersebut dan ternyata itu adalah foto tante irma bersama mendiang adiknya saat mereka masih muda dulu ada juga foto adiknya bersama kedua putrinya
semua foto itu tertata rapi di atas meja dan masih terawat dengan baik mungkin sampai kapan pun tantenya tidak akan pernah melupakan mendiang adiknya meskipun sudah lama meninggal karena tante irma sudah tidak memiliki saudara lagi selain mending adiknya sedangkan kedua orang tuanya sudah lama meninggal sejak tante irma dan adiknya masih belia
mungkin sama seperti dirinya dan alisya yang sampai kapan pun tidak akan pernah melupakan mendiang papanya meskipun sudah ada ayah pengganti sekalipun karena sampai kapanpun yang namanya ada ikatan darah dengan tidak tetap akan ada bedanya dan itulah yang alami alena tapi berbeda dengan alisya yang beruntung mendapatkan mertua bak orang tua kandung dan di dunia ini hanya ada seribu satu
alena kembali mengedarkan pandangannya dan kini pandangannya tertuju pada foto yang berada di atas nakas dekat tempat tidur seperti foto pengantin tidak ingin penasaran alena mendekat ke tempat foto itu berada dan berapa terkejutnya alena saat melihat dengan jelas siapa orang yang berada di foto dengan mengenangkan pakaian pengantin adalah dua orang yang sangat dirinya kenal alena mengambil foto tersebut muncul banyak pertanyaan di fikirannya sekarang
apakan orang yang di foto ini benar adalah Adrian dan alisya
sejak kapan mereka menikah
mengapa keduanya sudah menikah padahal masih SMA
sudah sejauh inikah hubungan keduanya
alena menatap lekat foto pernikahan tersebut dirinya masih tidak percaya jika keduanya sudah menikah tapi orang di foto ini sangat mirip dengan mereka dan lagi foto ini berada di kamar tantenya sudah pasti tantenya tahu alasan mengapa keduanya menikah muda bahkan masih sekolah
di saat alena masih larut dengan fikirannya masuklah tante irma ke dalam kamar dan melihat alena berada di kamarnya dengan memegang bingkai foto tante irma pun memanggil alena seketika membuat alena terkejut dan menjatuhkan bingkai foto yang di penggangnya
ceklek
alena ucap tante irma karena melihat ponakannya di dalam kamarnya
PRANG
__ADS_1
bingkai foto itu pun jatuh ke lantai dan pecah alena sadar dari fikirannya lalu melihat ke lantai foto yang di penggangnya pecah lalu beralih menatap tantenya yang tengah menatapnya dengan tatapan sulit di artikan
tante udah pulang ucap alena gugup takut tantenya marah karena sudah lancang masuk kamarnya tanpa izin dan sudah memecahkan foto di kamarnya
kamu sedang apa di sini len ucap tante irma sambil berjalan mendekati alena dan melihat bingkai foto yang sudah pecah di lantai
itu adalah foto pernikahan alisya dan Adrian yang dirinya simpan di kamarnya dan dirinya tidak menyangka jika alena sudah melihat foto itu sebelum alena tahu kebenarannya dan pasti sekarang alena bertanya - tanya tentang foto itu
ada apa ini benda apa yang jatuh ucap alisya yang baru tiba di kamar tantenya tadi dirinya mendengar suara benda jatuh dan pecah
alisya menatap tante dan kakaknya bergantian lalu tatapan alisya beralih ke lantai mata alisya melebar saat melihat apa yang berada di lantai foto pernikahannya dan Adrian apa alena sudah melihatnya fikir alisya
alisya kembali menatap ke arah kakaknya dan tantenya lalu mendekati keduanya
apa yang baru saja terjadi ucap alisya lagi
tante irma menghela nafas mungkin ini waktu yang tapat untuk memberi tahu alena dirinya hanya berharap semua akan tetap baik - baik saja
alena biarkan alisya yang menjelaskan tentang semua ini ucap tante irma
dan kamu sya lebih baik kamu jelaskan semuanya kepada kakakmu jangan lagi ada yang di tutupi ucap tante irma
baik tan ucap alisya sedangkan alena hanya menganguk
keduanya pun keluar dari kamar tante irma dan membiarkan tantenya yang membereskan pecahan beling sedangkan alisya akan menjelaskan semua ke alena yang pasti sudah sangat penasaran
kini keduanya sudah duduk di sofa ruang TV keduanya duduk dengan saling berhadapan alisya bersiap akan memberi tahu kakaknya sedang alena menunggu apa yang akan di jelaskan oleh adiknya
kak sebenarnya aku sama Adrian bukan hanya pacaran tapi kita sudah menikah dari beberapa bulan yang lalu ucap alisya
membuat alena lebih terkejut lagi dengan pengakuan adiknya jadi benar sudah menikah
tapi kenapa bisa kalian menikah apa ada hal yang terjadi ucap alena menyelidik tidak mungkin kan keduanya menikah tanpa alasan apalagi di. usia yang masih sangat muda
kita di jodohkan dan itu adalah wasiat dari mendiang papa yang dulunya pernah membuat perjodohan dengan ayahnya Adrian elang kusuma Wijaya awalnya aku juga gak setuju tapi karena ini adalah permintaan terakhir papa makanya aku setuju jelas alisya
__ADS_1
apa kamu dan Adrian saling mencintai ucap alena
alisya menganguk ya awalnya kita menikah memang karena di jodohkan dan tanpa di dasari cinta tapi berjalannya waktu rasa cinta itu hadir di antara kita berdua ucap alisya lagi
apa mama tahu kamu sudah menikah ucap alena
kemungkinan sih sudah karena tante irma yang sudah memberi tahu mama tapi mama belum tahu siapa dan dari mana suami aku karena saat pernikahan mama gak dateng ucap alisya
apa sahabat kamu sudah tahu tentang ini ucap alena
iya sudah dan aku harap kakak bisa jaga rahasia ini dan sebenarnya juga hari ini aku memang ingin memberi tahu kakak tapi ternyata kakak udah tahu duluan ucap alisya
tadi tuh awalnya kakaknya juga gak percaya kalau yang di foto itu kamu dan Adrian kakak kaget saat tahu kamu sudah menikah tapi kakak juga ikut senang kalau kamu bahagia dengan kehidupan baru kamu terutama keluarga baru kamu semoga pernikahan kamu langgeng ya sampai tua nanti ucap alena sambil tersenyum
Ammin makasih ya kak aku lebih senang lagi karena sekarang hubungan kita sudah membaik ucap alisya yang juga sambil tersenyum
iya kakak. juga senang ucap alena
lalu memeluk adiknya dan alisya pun membalas pelukan alena kini alisya sudah tidak ragu lagi kepada alena dengan ini sudah bisa membuktikan jika alena memang tulus kepadanya dan alena juga merasa senang karena sudah mengetahui rahasia alisya selain itu alisya sudah semakin percaya terhadapnya alena berjanji tidak akan mengecewakan adiknya lagi seperti dulu
saat keduanya masih berpelukan datanglah tante irma yang baru turun dan melihat kedua ponakannya sudah akur kembali lagi seperti dulu dan semoga saja bisa tetap selalu seperti ini sampai kapanpun
ekhem kayaknya ada yang seneng nih sampai pelukan ucap tante irma
mendengar suara tantenya keduanya pun melepas pelukannya dan terlihat sudah tante irma yang kedatangannya tidak di sadari oleh keduanya
eh tante udah di sini rupanya udah dari tadi tan ucap. alena
baru aja terus lihat kalian pelukan gimana udah ngobrolnya ucap tante irma
sudah tan alisya sudah mengatakan semuanya ucap alena lagi
bagus kalau gitu oh iya tante baru ingat belum masak untuk makan malam ucap tante irma
tenang tan tadi kita udah masak buat makan malam jadi udah beres semua jadi tante tinggal makan aja ucap alisya
__ADS_1
bagus kalau kamu udah masak tante juga udah laper ayo kita makan sekarang ucap tante irma
mereka bertiga pun menuju meja makan dan memulai makan malam sambil makan mereka juga sambil mengobrol dan bercanda hanya ada kebahagian di meja makan tanpa adanya kesedihan