MENIKAH DENGAN KENTOS

MENIKAH DENGAN KENTOS
EPS 58


__ADS_3

saat masuk kedalam cafe ternyata semua meja sudah penuh padahal bukan malam minggu tapi banyak juga para remaja yang datang ke cafe bersama sahabatnya alisya mengedarkan pandangannya mencari meja yang kosong tapi sudah tidak ada


udah penuh semua mejanya ucap alisya


kamu pesen makanan aja dulu kasih buku pesanan ke dia ucap adrian kepada salah satu pelayan dan pelayan tersebut menganguk


ini mbak silahkan mau pesan apa ucap pelayan tersebut ramah


alisya mengambil buku pesanan dan memilih beberapa makanan dan minuman pelayan tersebut mencatat apa saja yang di pesan oleh alisya


udah itu aja ucap alisya mengembalikan buku pesanan ke pelayan tersebut


baik tunggu sebentar ya mbak ucap pelayan tersebut


nanti bawa ke ruangan saya ucap adrian


baik mas ucap pelayan tersebut lalu pergi ke dapur


mendengar kata ruangan membuat alisya heran ruangan apa yang di maksud adrian


ayo ucap adrian sambil mengandeng tangan alisya dan mengajak alisya keruangannya


alisya tidak bertanya dan mengikuti adrian dan sampai keduanya di sebuah ruangan yang lumayan luas diruangan tersebut ada meja kerja sofa beserta mejanya dan ada satu kamar tidur


alisya menatap sekeliling ruangan tersebut cukup rapai dan nyaman tapi dirinya masih bingung kenapa adrian mengajaknya kemari dan ini ruangan apa


drian ini ruangan apa dan kenapa loe ngajak gue ke sini ucap alisya


adrian melepas almamaternya dan di sampirkan.di kursi lalu duduk di kursi tersebut adrian pun membuka leptop dan mulai mengecek cafenya tanpa menjawab pertanyaan alisya


alisya berdecak malas karna di cueki oleh adrian melihat adrian yang mengerjakan sesuatu alisya pun memiliki satu pemikiran


kamu kerja di sini ucap alisya dan adrian menganguk


kamu kan udah kerja di perusahaan ayah ngapain sih masih kerja di sini ucap alisya


emang kenapa kamu malu punya suami yang kerjanya di cafe ucap adrian sambil menatap alisya yang masih berdiri


gak sih cuma heran aja anak sultan kayak kamu mau kerja begini


adrian tersenyum dan menyuruh alisya duduk di kursi yang di hadapannya


duduk dulu sya ucap adrian dan alisya pun duduk di kursi di hadapan adrian


karena aku gak ingin cuma enaknya aja menerima pemberian orang tua aku juga mau mencoba hal lain jadi aku mau kerja begini ucap


ayah sama bunda tahu kamu kerja di sini ucap alisya


tahu dan mereka mendukung ucap adrian


alisya menganguk tidak tahu saja alisya jika adrian sebenarnya adalah pemilik.cafe tersebut tidak lama kemudian terdengar suara pintu yang di ketuk dan terdengar suara pelayan dari luar mengantar pesanan


tok


tok


tok


mas ini pesanannya sudah siap ucap pelayan dari luar


bawa masuk ucap adrian


pelayan itu pun lalu meletakan makanan dan minuman di meja depan sofa setelah selesai pelayan tersebut pamit untuk kembali bekerja


saya permisi dulu mas ucap pelayan tersebut dan di angguki oleh adrian


setelah pelayan tersebut itu pergi aliya pun duduk di sofa dan menatap banyaknya makanan di hadapannya


kenapa cuma diliatin bukannya di makan ucap adrian yang melihat alisya hanya diam


kamu temenin aku makan kamu juga belum makan ucap alisya


adrian pun beranjak dari duduknya dan duduk di sebelah alisya lalu alisya mulai mengambil satu mskanan dan menyuapi adrian


adrian tersenyum dan membuka mulutnya dan memakan makanan dengan alisya yang menyuapi alisya pun juga makan bekas gigitan adrian tanpa ada rasa jijik akhirnya keduanya pun makan dengan saling suap - suapan jika ada yang melihat pasti terlihat so sweet


hingga akhirnya semua makanan sudah habis tak tersisa adrian mengelap bibirnya dengan tisu melihat ada sisa makanan di bibir alisya muncul.ide jahil adrian pun mendekatkan wajahnya ke wajah alisya tentu saja alisya memundurkan wajahnya tapi adrian langsung menahan tengkuk alisya dan akhirnya


cup


adrian menempelkan bibirnya ke bibir alisya dan mulai memainkannya dengan lembut alisya memejamkan matanya dan mulai menikmati permainan suaminya adrian semakin memperdalam ciuman keduanya


dengan perlahan adrian membaringkan alisya di sofa sehingga kini posisinya alisya berada di bawah adrian dengan bibirnya keduanya yang.masih bertautan adrian semakin berani mengeksplor setiap inci mulut alisya


bahkan tangannya adrian tidak tinggal diam hingga tangan adrian berada di aset berharga alisya dan menekannya bibir adrian turun ke leher alisya dan memberikan tanda kepimilikan


alisya begitu menikmati sentuhan yang di berikan adrian setiap sentuhan adrian mampu membuat dirinya lupa segala - galanya entah alisya sadar atau tidak dengan apa yang di lakukan adrian hingga tidak ada penolakan beberapa kali terdengar suara merdu alisya menahan rasa nikmat yang belum pernah ia rasakan sebelumnya


tangan kekar adrian masih nyaman berada di aset berharga istrinya dan terus menekannya dengan lembut hingga adrian pun memperhentikan permaianannya karena tidak mau bertidak semakin jauh sudah tidak merasakan sentuhan suaminya alisya pun membuka kedua matanya dan terlihat wajah tampan adrian.begitu dekat dengannya keduanya saling bertatapan dengan posisi yang masih sama lumayan lama dan


cup


cup


cup


adrian mengecup.seluruh wajah aliasya lalu duduk seperti semula begitupun dengan alisya sambil merapikan seragamnya yang sedikit berantakan bibirnya terkunci tidak tahu harus berkata apa setelah perlakuan adrian tehadapnya


aku selesain dulu pekerjaan aku baru kita pulang ucap adrian yang bersikap seperti biasa seakan tidak terjadi apapun dan alisya menganguk

__ADS_1


adrian sudah duduk di kursinya dan mulai memeriksa perkembangan cafenya sambil menunggu alisya bermain ponsel dan sesekali melirik ke arah adrian suaminya itu semakin tampan jika sedang serius


dan akhirnya adrian sudah selesai dengan pekerjaannya setelah merapikan mejanya adrian.pun mengajak alisya untuk pulang


ayo kita pulang sekarang ucap adrian


sudah selesai ucap alisya dan adrian menganguk


keduanya pun keluar dari ruangan tidak lupa adrian mengunci pintu adrian mengandeng tangan alisya saat sampai di depan keduanya menjadi pusat perhatian para palanggan dan para pelayan karena terlihat begitu serasi cantik dan tampan bahkan semua pelayan yang bekerja baru melihat pertama kalinya bos mereka membawa perempuan ke cafe


di tempat lain naila sedang makan malam dengan anita dan alena namun tidak dengan gunawan yang sedang keluar kota anita memang jarang menemani atas permintaan gunawan untuk menemani putrinya agar tidak sendirian di rumah karena gunawan tidak mau putrinya merasa kesepian dan kurang kasih sayang


bagaimana dengan acara sekolah yang kamu bilang waktu itu sayang ucap anita ke naila


jadi mi lusa lusa acara campingnya selama tiga hari


selama di sana kamu harus hati - hati dan jaga kesehatan alena kamu harus jaga adik kamu ucap anita kepada kedua putrinya


alena memutar bola matanya malas selalu saja anita berlebihan jika menyangkut tentang naila sedangkan dirinya saja yang putri kandungnya terkadang tidak di perdulikan


udah besar kali ma bisa jaga diri sendiri ucap alena malas selera makannya jadi hilang karena ucapan mamanya


gak ada salah ya kan kamu jaga adik kamu sebagai kakak yang baik ucap anita menasehati


alena tersenyum miring adik yang mana yang harus aku jaga aku kan punya dua adik ucap alena santai tapi penuh penekanan


ya naila lah siapa lagi ucap anita bingung dengan ucapan alena


oh aku kira adik yang satu lagi ucap alena


anita dan naila berhenti makan keduanya paham yang di maksud alena jika naila tahu kalau alisya sudah satu sekolah dengan dirinya dan alena tapi tidak dengan anita yang memang belum tahu jika alisya satu sekolah dengan kedua putrinya


maksud kamu apa len ucap anita


mama pikir aja sendiri punya anak berapa ucap alena sambil beranjak dari dudunya lalu pergi ke kamar


anita masih mencerna ucapan alena lalu menatap ke arah naila seolah bertanya naila yang paham akan tatapan maminya pun memberi tahu


alisya pindah ke sekolah yang sama dengan aku dan kak alena mi ucap naila yang tidak memanggil alisya dengan sebutan kak karena umur mereka sama


anita menganguk paham dirinya jadi teringat kalau alisya juga sudah menikah tapi anita tidak tahu siapa dan seperti apa suaminya karena tidak datang ke pernikahannya


aku udah selesai makan aku mau ke kamar dulu mi dan mami gak perlu khawatir aku bisa jaga diri sendiri ucap naila sambil tersenyum


ya sudah ingat jangan kemalaman tidurnya tidak baik untuk kesehatan ucap anita mengigatkan yang juga sambil tersenyum


oke mi ucap ucap naila lalu pergi ke kamar


anita memanggil pembantu untuk membereskan bekas mereka makan dirinya juga akan ke kamar untuk beristirahat


di dalam kamar naila bersandar di tumpukan bantal dan mengingat kembali kejadian sore tadi niatnya ingin berdua saja dengan pujaan hatinya malah tidak terjadi naila juga dapat melihat sikap hangat adrian saat membukakan pintu mobil untuk alisya apa mungkin mereka memang benar ada hubungan


hingga terdengar ada pesan masuk ke ponelnya yang ternyata dari kedua sahabatnya yang menayakan bagaimana saat dirinya pulang dengan adrian tadi sore


ting


jessica lope


nai gimana pulang


sama kak adrian lancar


gak


firliendia


tadi sempet


ngobrol gal sama


ketos


nanaina


biasa aja kita


juga gak ngobrol


jessica


eh tadikan tuh murid


baru juga satu mobil


sama kak adrian terus


duduk di depan sama kak


adrian ada kedekatan gak


antara mereka


firliendia


tadi loe bertiga


gimana di dalam mobil


penasaran gue

__ADS_1


nainaina


ya gitulah udah


gak usah bahas itu


gak ada yang seru


jessica lope


nai mending loe


jujur deh sama kita


loe sebenernya sukakan


sama kak adrian jujur aja


gak papa kali nanti kita


bantuin deh biar bisa deket


dengan kak adrian


filiendia


kita kan udah jadi


sahabat nai apa loe


gak percaya sama kita


janji kita gak akan bocorin


kesiapapun


naila berfikir sejenak sebelum membalas pesan kedua sahabatnya selama ini dirinya tidak pernah cerita ke siapapun kalau dirinya menyukai adrian sekalipun ke selly yang dekat dengannya tapi mungkin cerita ke jessy dan firli bisa membantu dirinya


nanaina


oke aku emang udah


lama suka ke kak adrian


dari pertama masuk sekolah


malahan tapi aku sekarang


bingung gimana caranya


memastikan perasaan


kak adrian tanpa harus


nembak


jessica lope


loe coba kasih perhatian


kayak.ngasih bekal gitu


akan di terima atau gak


sama kak adrian


firliendia


pelan - pelan aja ndeketinnya


jangan kayak alena yang


keliatan caper coba nanti gue


pikirin lagi cara yang lain


nanaina


oke kita lanjut besok


udah malah udah


ngantuk juga


jessica lope


oke nai besok kita


kasih tahu cara yang


lain


firliendia


selamat malam semua


read


setelah berbalas pesan dengan kedua sahabatnya naila pun memutuskan untuk tidur sebenarnya juga belum terlalu malam tapi dirinya hanya ingin melupakan.kejadian sore tadi yang kurang menyenangkan untukny

__ADS_1


__ADS_2