MENIKAH DENGAN KENTOS

MENIKAH DENGAN KENTOS
EPS 144


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang paling di nantikan oleh revan dan alena karena hari ini adalah hari yang akan mengikat mereka dalam janji suci pernikahan menyatukan dua hati untuk mengarungi bahtra cinta dalam rumah tangga hari ini akan menjadi hari bersejarah bagi keduanya hari yang akan merubah status keduanya dari sepasang kekasih menjadi suami istri


di tempat yang akan di adalah akad dan resepsi sudah di dekor sedemikian rupa tidak berbeda dengan pernikahan alisya dan Adrian tempat pernikahan alena dan revan juga akan di langsungkan di hotel milik elang kusuma wijaya


alena kini sedang berada di salah satu kamar hotel dirinya sudah terlihat semakin bertambah cantik setelah di rias dan mengenakan kebaya berwarna putih alena melihat pantulan dirinya di cermin dan senyum tidak pernah luntur dari bibirnya sedari tadi dia tidak pernah menyangka jika akan menikah secepat ini rasanya semua ini seperti mimpi dirinya akan di persunting oleh revan


lelaki yang tidak pernah terbayangkan oleh alena sebelumya alena masih tidak percaya jika sebentar lagi akan menjadi istrinya revan dia juga tidak menyangka jika pertemuannya dengan revan malam itu akan membawanya ke altar pernikahan padahal jauh sebelum pertemuan malam itu ia dan revan sudah sering bertemu di sekolah namun tidak pernah ada kedekatan antara dirinya dan revan namun ternyata pertemuan satu malam itu membawa banyak perubahan dalam hidupnya


dia jadi teringat perkataan papanya ketika ia masih koma jika dia juga akan menemukan kebahagiannya dan sebelum pertemuannya dengan revan dia sering bermimpi bertemu dengan seseorang siapa orangnya alena tidak tahu tapi orang itu juga mengatakan jika mereka akan berjodoh dan ternyata semua itu bukan hanya mimpi belaka mimpi itu kini menjadi kenyataan


mungkin banyak yang bilang mimpi itu hanya bunga tidur namun nyatanya mimpi itu kini menjadi kenyataan alisya juga ikut bahagia melihat kakaknya akhirnya menemukan pendamping hidup meski di balik kebahagiaan kakaknya harus ada hati yang terluka tapi mau bagaimana lagi jika ini sudah menjadi jalan takdirnya lagipula revan berhak memilih kemana hatinya berlabuh jika kini pilihan hati revan berlabuh ke alena bukan ke Kayla tidak ada yang bisa di salahkan


alisya mendekati kakaknya yang masih berada di depan cermin dirinya akan mengucapkan selamat ke kakaknya


kak selamat ya untuk pernikahannya ucap alisya sambil tersenyum dan alena menganguk


kakak hari ini benar benar cantik revan pasti tambah klepek klepek sama kakak ucap alisya


kamu bisa aja tapi emang bener sih hari ini gue beda dari hari hari biasanya lebih terpancar aura cantiknya ucap alena memuji diri sendiri


iya deh yang bentar lagi mau jadi bini ya revan ucap alisya lalu keduanya tertawa


oh ya temen temen kamu yang lain kemana belum dateng ucap alena


belum mungkin bentar lagi ucap alisya


ceklek


pintu kamar di buka oleh seseorang membuat alena dan Alisya mengalihkan pandangan ke pintu dan ternyata hana yang baru dateng hari ini gadis itu juga terlihat lebih mempesona dari biasanya setelah menutup pintu hana menghampiri sahabatnya yang sudah terlihat cantik dengan gaun pengantinnya membuat hana tidak bisa jika tidak memuji sahabatnya


sumpah demi apa alena loe cantik banget hari ini gila gue gak nyangka loe bisa secantik ini puji hana


lebay loe ucap alena


ih serius kali gue gak bohong ya gak sya ucap hana dan Alisya menganguk

__ADS_1


tante irma sama tante anita kemana gak keliatan ucap hana


kalo tante irma sih lagi sama tante nimas kalo nyokap gak tahu kemana belum dateng kali ucap alena


mendengar mamanya di sebut membuat Alisya kembali mengingat kenangan di saat dirinya menikah dan mamanya itu sama sekali tidak datang jangankan memberikan selamat mau melihatnya menikah saja tidak alisya cuma tersenyum kecut mengingatnya


loe nerves atau deg degan gak sih len soalnya kan ini pengalaman pertama buat loe ucap hana lagi


lumayan sih semalam aja gue gak bisa tidur kamu dulu gitu juga gak sih sya ucap alena


gak cuma gak bisa tidur lagi gue rasanya pengen kabur malam itu juga soalnya waktu itu gue belum siap buat nikah apalagi sama Adrian cowok yang paling gue gak suka ucap alisya


tapi sekarang loe suka kan sama Adrian ucap hana


gak cuma suka lagi tapi suka s banget malah ucap alisya


dasar


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


dan itu di sadari oleh keempat sahabatnya karena dapat terbaca dari raut wajah revan


grogi van tanya faris


rileks aja kali bro nyantai kayak di pantai ucap adam


tenangin diri loe biar lancar pas ijab qobul ucap jovan


lumayan ucap revan lalu menghembuskan nafasnya dan itu sudah ia lakukan berulang kali untuk mengusir kegugupannya namun tidak berhasil


Adrian tersenyum tipis melihat revan sekarang teringat kenangan saat menikah dengan alisya tidak berbeda dengan sahabatnya Adrian pun juga merasakan gugup meski pada saat itu belum ada cinta untuk istrinya


apa loe dulu juga kayak gue sekarang waktu mau nikah sama alisya tanya revan ke Adrian


dan Adrian menganguk gak cuma gugup tapi juga berat seperti yang kalian tahu kita nikah Karena perjodohan dan belum ada rasa saling suka jelas Adrian seraya mengingat pernikahannya

__ADS_1


tapi sekarang loe sama dia udah saling cinta kan ucap adam


kalo gak saling cinta mana mungkin mereka udah nglakuin making love ucap faris


keduanya pun tertawa dan Adrian diam tidak menanggapinya sedangkan revan hanya tersenyum tipis


mending tenangin diri loe aja fan groginya nanti aja kalo pas malam pertama ucap faris menggoda


tapi ngomong ngomong loe sama alisya kan udah nglakuin hubungan suami istri emang loe gak takut apa drian kalo alisya hamil waktu masih sekolah ucap adam


itu juga yang gue mau tanyain dari tadi loe gak mikirin masa depan istri loe kalo misalnya dia sempet hamil


dia gak mungkin hamil selama gue pake pengaman jelas Adrian


gila gue gak nyangka loe kepikiran juga sampai ke situ gue yakin loe pasti kaku pas lagi begituan ucap faris


belum tentu juga kali yang sering gue baca di novel cowok datar atau dingin itu lebih agresif pas di ranjang ucap adam


Adrian tidak berniat menjelaskan karena itu urusan pribadinya yang tidak boleh sebarangan di bicarakan walaupun itu dengan teman sesama pria sementara revan hanya geleng geleng kepala mendengar ocehan tak berfaedah kedua sahabatnya tapi lumayan bisa mengurangi kegugupannya


tidak lama kemudian seseorang datang ke kamarnya untuk memberi tahu jika sebentar lagi acaranya akan segera di mulai dan ia di suruh untuk segera turun akhirnya revan turun bersama keempat sahabatnya saat sudah tiba di tempat yang telah di sediakan untuk ijab qobul revan langsung duduk di sana juga sudah ada keluarganya dan keluarga alena hanya tinggal alena yang belum datang


namun selang beberapa menit kemudian alena terlihat sudah muncul dan berjalan menuju altar dengan di dampingi hana dan alisya seharusnya seorang ayah lah yang mendampingi puterinya namun karena alena sudah tidak memiliki seorang ayah lagi sehingga di gantikan oleh adik dan sahabatnya


semua mata tertuju pada ketiga wanita cantik yang tengah berjalan menuju altar tidak terkecuali revan dan Adrian yang melihat pasangan masing masing meski Adrian sudah sering melihat istrinya terlihat cantik namun Adrian tetap saja terpesona dengan penampilan istrinya


berbeda dengan revan yang baru kali melihat alena tampil beda dari biasanya hari ini kecantikan alena benar benar terpancar sungguh beda dari biasanya sangking terpesonanya sampai revan tidak sadar jika alena sudah duduk di sebelahnya namun alena tidak berani menoleh ke arah revan karena akan membuatnya semakin gugup


bisa kita mulai ijab qobul nya saudara revan apa anda sudah siap ucap penghulu


dan menyadarkan revan dari rasa kagumnya dan rupanya alena sudah duduk di sebelahnya dirinya sampai tidak siap


iya saya sudah siap ucap revan


lalu keduanya pun berjabat tangan dan acara ijab qobul pun sudah di mulai revan mengucapkannya dengan tegas padat dan jelas

__ADS_1


__ADS_2