MENIKAH DENGAN KENTOS

MENIKAH DENGAN KENTOS
EPS 88


__ADS_3

🌟🌟🌟 malam hari


setelah makan malam seperti biasa alisya berada di kamar untuk belajar atau sekedar membaca novel dan komik sedangkan adrian tengah mengerjakan tugasnya memang selama menikah keduanya jarang keluar malam berdua itu di karenakan adrian yang sering sibuk dengan tugas sekolah atau tugas dari kantor ayahnya


alisya pun tidak terlalu mempermasalahkan itu karena dari sebelum menikah dirinya memang jarang keluar malam tentu saja karena larangan dari tantenya karena takut terjadi sesuatu jika alisya keluar malam terlebih alisya perempuan


selesai dengan belajarnya alisya kini duduk di sofa balkon sambil membaca novel yang ingin di baca tapi bukannya membaca malah kini pandangannya menatap kelangit yang di hiasi ribuan bintang dan fikirannya teringat siang tadi saat dirinya dan naila berbicara berdua ada perkataan naila yang sedikit mengangunya apa mungkin adrian pernah tertarik pada naila


secarakan sebelum dirinya pindah sekolah naila menjadi bunga sekolah yang tentu banyak di kagumi banyak siswa apalagi naila di kenal selain cantik tapi juga pintar dan berkepribadian yang baik di tambah naila anggota osis sudah pasti sering betemu dan berinteraksi dengan adrian apa mungkin adrian sama sekali tidak pernah melirik naila awalnya alisya tidak terlalu mempedulikan ucapan naila karena sebelum dirinya dan adrian menikah adrian pernah mengatakan tidak pernah dekat ataupun pacaran dengan perempuan manapun tapi jika hanya sekedar kagum pasti pernah bukan


karena terlalu dalam memikirkannya alisya sampai tidak sadar jika adrian sudah berada di sebelahnya adrian memang baru saja selesai dengan tugas dari kantor ayahnya dan ingin menyusul istrinya di balkon tapi tenyata istrinya tengah melamun dan entah apa yang membuatnya melamun


apa yang kamu lamunkan lebih menarik dari suami ini ucap adrian yang sudah duduk di sebelah istrinya


alisya sedikit terkejut mendengar suara suaminya saat menoleh ke samping sudah ada suaminya yang tengah menatapnya


kamu sejak kapan ada di sini ucap alisya


baru saja kamu kenapa melamun apa ada yang kamu fikirkan ucap adrian


alisya mengeleng tidak ada ucap alisya berbohong


jangan menyembunyikan apapun dari ku kamu tidak pandai untuk berbohong ucap adrian yang menatap ke dua bola mata istrinya dan dirinya tahu ada sesuatu


alisya menghela nafas dari pada terus kepikiran mungkin lebih baik menanyakannya kepada suaminya lalu dirinya,menghadap ke suaminya


apa,kamu pernah tertarik kepada naila ucap alisya


DEG


tubuh adrian menegang entah apa yang membuat alisya bertanya begitu melihat suaminya hanya diam membuat alisya bisa menebak jawabannya

__ADS_1


jadi benar kamu pernah tertarik pada naila ucap alisya matanya sudah berkaca - kaca


sayang dengarkan aku dulu ucap adrian lalu mengengam tangan istrinya dirinya ingin menceritakan sesuatu agar alisya tidak salah paham


sedang alisya hanya diam menunggu apa yang akan di ucapkan suaminya berharap tidak membuatnya semakin sakit


akhirnya adrian menceritakan saat dulu pertama kali melihat naila saat naila masuk menjadi anggota osis memang adrian akui dirinya sempat kagum dengan naila yang cantik cerdas sopan ramah lemah lembut dan murah senyum dan adrian sempat merasa nyaman dengan sikap naila yang tidak seperti siswi yang lain yang kecentilan dan caper kepadanya


tapi tidak berlangsung lama karena tanpa sengaja adrian pernah melihat sahabatnya jovan saat menyatakan cintanya ke naila di belakang sekolah dan pada saat itu naila masih kelas 10 sedang dirinya dan jovan masih kelas 11 sejak saat itu adrian tahu bahwa jovan menaruh hati pada naila dan sejak saat itu juga adrian menghilangkan rasa kagumnya ke pada naila meskipun pada saat itu jawaban naila menolak jovan


dan tentu saja adrian dengan mudah menghilangkan rasa kagumnya karena memang adrian tidak memiliki rasa yang lebih kepada naila selain kagum dan adrian baru merasakan jatuh cinta yang sesungguhnya kepada alisya yang kini sudah menjadi istrinya seutuhnya


alisya masih diam sambil menghapus air matanya yang sempat jatuh ke pipi alisya sedikit lega setelah mendengarkan cerita adrian yang tidak memiliki rasa lebih ke naila tadi alisya sempat khawtir jika suaminya menyukai naila sampai sekarang


apa kamu masih meragukan aku sayang percayalah cuma kamu yang ada di hatiku tidak ada yang lain kamu juga cinta pertama dan terakhirku ucap adrian lalu membawa alisya ke dalam pelukannya


maaf aku tidak bermaksud meragukanmu aku hanya tidak ingin ada yang merebutmu dariku ucap alisya


alisya mengurai pelukannya dirinya sudah merasa lega dan lebih baik sekarang tapi masih ada satu lagi yang dirinya ingin tahu tentang jovan yang menyukai naila apa itu masih sampai sekarang atau tidak mengingat sahabatnya yang tengah berjuang untuk mendapatkan cinta jovan alisya hanya tidak mau selly berjuang kepada seseorang yang masih tertanam nama perempuan lain di hatinya karena bisa saja itu hanya akan sia - sia dan selly kecewa nantinya


sayang tadi kamu bilang pernah lihat jovan nembak naila apa sampai sekarang jovan masih ada hubungan dengan naila atau masih menyukainya ucap alisya memastikan


kalau tentang itu aku juga tidak tahu sayang aku juga gak pernah tanya dan lagi jovan tipikal cowok yang pendiam dia juga tidak pernah cerita apa - apa ucap adrian


oh ya sudah ucap alisya singkat


ini sudah malam udara semakin dingin ayo kita masuk ucap adrian


aku masih ingin di sini aku juga belum ngantuk ucap alisya lalu membuka novelnya yang belum sempat dirinya baca


benarkah bagaimana jika berolah raga panas sebelum tidur ucap adrian sambil tersenyum penuh arti

__ADS_1


tiba - tiba saja aku merasa mengantuk ucap alisya yang tahu ke mana arah ucapan suaminya


ayolah sayang sebentar saja ucap adrian yang tahu itu hanya alasan untuk menghindar


tanpa menunggu persetujuan istrinya adrian langsung mengangkat tubuh istrinya lalu membawanya ke ranjang untuk melancarkan aksinya alisya yang tahu tidak akan bisa menghindar dari suaminya hanya pasrah saja dan menerima apa yang suaminya lakukan


cup


adrian langsung memainkan bibir istrinya dengan lembut dan semakin lama ciuman keduanya semakin panas lalu bibir adrian turun ke leher dan meninggalkan tanda kepimilikannya agar lebih leluasa adrian melepas semua yang istrinya pakai dan juga apa yang dirinya pakai dan kini keduanya sudah tidak mengenakan apapun


bibir adrian semakin turun ke dada dan meninggalkan tanda kepemilikan di sana bahkan tangan kekar tersebut sudah berada di kedua aset berharga istrinya dan memainkannya dengan tangan dan bibirnya sehingga membuat alisya mengeluarkan suara - suara yang merdu


sayang racau alisya


saat tangan dan bibir suaminya memainkan aset berharganya dan membuat adrian semakin semangat melakukannya setelah puas memberi kecupan di tubuh istrinya kini adrian akan memulai puncak permainannya


sayang aku akan memulainya bisik adrian


alisya memejamkan matanya saat milik suaminya mulai memasukinya sudah tidak sesakit seperti kemarin - kemarin adrian mulai melakukan untuk merasakan nikmatnya surga dunia


sayang aku mencintaimu racau adrian


sambi terus melakukannya bahkan adrian semakin semangat melakukannya dinginya angin malam dan dinginnya AC tidak mampu medinginkan dua insan yang sedang di mabuk asmara yang tengah merasakan nikmatnya surga dunia


tubuh adrian ambruk setelah pelepasan pertamanya dan menyingkirkan tubuhnya lalu menarik selimut untuk menyelimuti tubuhnya dan tubuh alisya yang tidak mengunakan pakaian lalu membawa tubuh istrinya ke dalam dekapannya


sayang apa kamu masih meragukanku ucap adrian


tidak aku sangat mencintaimi suamiku ucap alisya yang kini kepalanya berada di dada bidang suaminya dan membalas pelukan suaminya


aku juga sangat mencintaimu istriku ucap.adrian lalu mengecup kening istrinya

__ADS_1


setelah melakukan olah raga malam keduanya pun tertidur kini sudah tidak ada keraguan lagi di hati alisya kepada adrian dan sekarang tinggal bagaimana nantinya keduanya menjalani bahtera rumah tangga di usia keduanya yang masih sangat muda


__ADS_2