
🌟🌟🌟 malam hari
setelah makan malam seperti biasa alisya berada di kamar untuk belajar atau sekedar membaca novel dan komik sedangkan adrian tengah mengerjakan tugasnya memang selama menikah keduanya jarang keluar malam berdua itu di karenakan adrian yang sering sibuk dengan tugas sekolah atau tugas dari kantor ayahnya
alisya pun tidak terlalu mempermasalahkan itu karena dari sebelum menikah dirinya memang jarang keluar malam tentu saja karena larangan dari tantenya karena takut terjadi sesuatu jika alisya keluar malam terlebih alisya perempuan
selesai dengan belajarnya alisya kini duduk di sofa balkon sambil membaca novel yang ingin di baca tapi bukannya membaca malah kini pandangannya menatap kelangit yang di hiasi ribuan bintang dan fikirannya teringat siang tadi saat dirinya dan naila berbicara berdua ada perkataan naila yang sedikit mengangunya apa mungkin adrian pernah tertarik pada naila
secarakan sebelum dirinya pindah sekolah naila menjadi bunga sekolah yang tentu banyak di kagumi banyak siswa apalagi naila di kenal selain cantik tapi juga pintar dan berkepribadian yang baik di tambah naila anggota osis sudah pasti sering betemu dan berinteraksi dengan adrian apa mungkin adrian sama sekali tidak pernah melirik naila awalnya alisya tidak terlalu mempedulikan ucapan naila karena sebelum dirinya dan adrian menikah adrian pernah mengatakan tidak pernah dekat ataupun pacaran dengan perempuan manapun tapi jika hanya sekedar kagum pasti pernah bukan
karena terlalu dalam memikirkannya alisya sampai tidak sadar jika adrian sudah berada di sebelahnya adrian memang baru saja selesai dengan tugas dari kantor ayahnya dan ingin menyusul istrinya di balkon tapi tenyata istrinya tengah melamun dan entah apa yang membuatnya melamun
apa yang kamu lamunkan lebih menarik dari suami ini ucap adrian yang sudah duduk di sebelah istrinya
alisya sedikit terkejut mendengar suara suaminya saat menoleh ke samping sudah ada suaminya yang tengah menatapnya
kamu sejak kapan ada di sini ucap alisya
baru saja kamu kenapa melamun apa ada yang kamu fikirkan ucap adrian
alisya mengeleng tidak ada ucap alisya berbohong
jangan menyembunyikan apapun dari ku kamu tidak pandai untuk berbohong ucap adrian yang menatap ke dua bola mata istrinya dan dirinya tahu ada sesuatu
alisya menghela nafas dari pada terus kepikiran mungkin lebih baik menanyakannya kepada suaminya lalu dirinya,menghadap ke suaminya
apa,kamu pernah tertarik kepada naila ucap alisya
DEG
tubuh adrian menegang entah apa yang membuat alisya bertanya begitu melihat suaminya hanya diam membuat alisya bisa menebak jawabannya
__ADS_1
jadi benar kamu pernah tertarik pada naila ucap alisya matanya sudah berkaca - kaca
sayang dengarkan aku dulu ucap adrian lalu mengengam tangan istrinya dirinya ingin menceritakan sesuatu agar alisya tidak salah paham
sedang alisya hanya diam menunggu apa yang akan di ucapkan suaminya berharap tidak membuatnya semakin sakit
akhirnya adrian menceritakan saat dulu pertama kali melihat naila saat naila masuk menjadi anggota osis memang adrian akui dirinya sempat kagum dengan naila yang cantik cerdas sopan ramah lemah lembut dan murah senyum dan adrian sempat merasa nyaman dengan sikap naila yang tidak seperti siswi yang lain yang kecentilan dan caper kepadanya
tapi tidak berlangsung lama karena tanpa sengaja adrian pernah melihat sahabatnya jovan saat menyatakan cintanya ke naila di belakang sekolah dan pada saat itu naila masih kelas 10 sedang dirinya dan jovan masih kelas 11 sejak saat itu adrian tahu bahwa jovan menaruh hati pada naila dan sejak saat itu juga adrian menghilangkan rasa kagumnya ke pada naila meskipun pada saat itu jawaban naila menolak jovan
dan tentu saja adrian dengan mudah menghilangkan rasa kagumnya karena memang adrian tidak memiliki rasa yang lebih kepada naila selain kagum dan adrian baru merasakan jatuh cinta yang sesungguhnya kepada alisya yang kini sudah menjadi istrinya seutuhnya
alisya masih diam sambil menghapus air matanya yang sempat jatuh ke pipi alisya sedikit lega setelah mendengarkan cerita adrian yang tidak memiliki rasa lebih ke naila tadi alisya sempat khawtir jika suaminya menyukai naila sampai sekarang
apa kamu masih meragukan aku sayang percayalah cuma kamu yang ada di hatiku tidak ada yang lain kamu juga cinta pertama dan terakhirku ucap adrian lalu membawa alisya ke dalam pelukannya
maaf aku tidak bermaksud meragukanmu aku hanya tidak ingin ada yang merebutmu dariku ucap alisya
alisya mengurai pelukannya dirinya sudah merasa lega dan lebih baik sekarang tapi masih ada satu lagi yang dirinya ingin tahu tentang jovan yang menyukai naila apa itu masih sampai sekarang atau tidak mengingat sahabatnya yang tengah berjuang untuk mendapatkan cinta jovan alisya hanya tidak mau selly berjuang kepada seseorang yang masih tertanam nama perempuan lain di hatinya karena bisa saja itu hanya akan sia - sia dan selly kecewa nantinya
sayang tadi kamu bilang pernah lihat jovan nembak naila apa sampai sekarang jovan masih ada hubungan dengan naila atau masih menyukainya ucap alisya memastikan
kalau tentang itu aku juga tidak tahu sayang aku juga gak pernah tanya dan lagi jovan tipikal cowok yang pendiam dia juga tidak pernah cerita apa - apa ucap adrian
oh ya sudah ucap alisya singkat
ini sudah malam udara semakin dingin ayo kita masuk ucap adrian
aku masih ingin di sini aku juga belum ngantuk ucap alisya lalu membuka novelnya yang belum sempat dirinya baca
benarkah bagaimana jika berolah raga panas sebelum tidur ucap adrian sambil tersenyum penuh arti
__ADS_1
tiba - tiba saja aku merasa mengantuk ucap alisya yang tahu ke mana arah ucapan suaminya
ayolah sayang sebentar saja ucap adrian yang tahu itu hanya alasan untuk menghindar
tanpa menunggu persetujuan istrinya adrian langsung mengangkat tubuh istrinya lalu membawanya ke ranjang untuk melancarkan aksinya alisya yang tahu tidak akan bisa menghindar dari suaminya hanya pasrah saja dan menerima apa yang suaminya lakukan
cup
adrian langsung memainkan bibir istrinya dengan lembut dan semakin lama ciuman keduanya semakin panas lalu bibir adrian turun ke leher dan meninggalkan tanda kepimilikannya agar lebih leluasa adrian melepas semua yang istrinya pakai dan juga apa yang dirinya pakai dan kini keduanya sudah tidak mengenakan apapun
bibir adrian semakin turun ke dada dan meninggalkan tanda kepemilikan di sana bahkan tangan kekar tersebut sudah berada di kedua aset berharga istrinya dan memainkannya dengan tangan dan bibirnya sehingga membuat alisya mengeluarkan suara - suara yang merdu
sayang racau alisya
saat tangan dan bibir suaminya memainkan aset berharganya dan membuat adrian semakin semangat melakukannya setelah puas memberi kecupan di tubuh istrinya kini adrian akan memulai puncak permainannya
sayang aku akan memulainya bisik adrian
alisya memejamkan matanya saat milik suaminya mulai memasukinya sudah tidak sesakit seperti kemarin - kemarin adrian mulai melakukan untuk merasakan nikmatnya surga dunia
sayang aku mencintaimu racau adrian
sambi terus melakukannya bahkan adrian semakin semangat melakukannya dinginya angin malam dan dinginnya AC tidak mampu medinginkan dua insan yang sedang di mabuk asmara yang tengah merasakan nikmatnya surga dunia
tubuh adrian ambruk setelah pelepasan pertamanya dan menyingkirkan tubuhnya lalu menarik selimut untuk menyelimuti tubuhnya dan tubuh alisya yang tidak mengunakan pakaian lalu membawa tubuh istrinya ke dalam dekapannya
sayang apa kamu masih meragukanku ucap adrian
tidak aku sangat mencintaimi suamiku ucap alisya yang kini kepalanya berada di dada bidang suaminya dan membalas pelukan suaminya
aku juga sangat mencintaimu istriku ucap.adrian lalu mengecup kening istrinya
__ADS_1
setelah melakukan olah raga malam keduanya pun tertidur kini sudah tidak ada keraguan lagi di hati alisya kepada adrian dan sekarang tinggal bagaimana nantinya keduanya menjalani bahtera rumah tangga di usia keduanya yang masih sangat muda