MENIKAH DENGAN KENTOS

MENIKAH DENGAN KENTOS
EPS 142


__ADS_3

semua siswa siswi beserta walinya sudah berada di aula dan untuk pengambilan rapot di jam pertama kelas 11 yang lebih dulu alisya duduk bersama ketiga sahabatnya dan juga orang tuanya kecuali selly yang hanya di dampingi oleh pembantunya sementara alisya sedari tadi merasa gelisah menunggu kedatangan mertua dan tantenya yang belum juga terlihat padahal sebentar lagi akan segera di mulai


semalam Adrian memang sudah meminta bundanya untuk mengambil rapot alisya dan tentu saja nimas dengan senang hati mengiyakan dan di saat yang bersamaan tante irma juga menghubungi alisya untuk menanyakan kapan pengambilan rapot karena setiap tahunnya tante irma lah yang selalu mendampingi alisya hingga akhirnya mereka pun sepakat untuk mendampingi alisya bersama sama dan tentu saja alisya sangat senang karena di dampingi dua wanita yang menyayanginya


dan pagi tadi sebelum alisya berangkat nimas menyuruh alisya berangkat lebih dulu nanti dirinya akan menyusul bersama tante irma namun kini belum ada tanda tanda kedatangan dua wanita tersebut sedari tadi alisya selalu melihat ke arah pintu masuk namun belum terlihat juga


tante nimas dan tante irma belum dateng juga sya tanya selly sebenarnya selly merasa iba kepada sahabatnya karena melihat mama kandungnya lebih memilih mendampingi naila


belum gak tahu nih lama banget mereka semoga aja gak terjadi sesuatu ucap alisya takut terjadi hal yang tak di inginkan kepada mereka


bentar lagi juga dateng toh belum di mulai acaranya jadi tenang aja dulu ucap selly menenangkan sahabatnya


gue harap juga begitu ucap alisya seraya menghela nafas


beberapa saat kemudian dua wanita yang di tunggu oleh alisya terlihat baru memasuki aula alisya yang melihat kedatangan mereka pun akhirnya bisa tersenyum senang dia pun melambaikan tangan agar nimas dan irma mengetahui keberadaannya


melihat alisya yang melambaikan tangan ke arah keduanya nimas dan irma pun menghampirinya


maaf sayang kita baru datang tadi di jalan kejebak macet ucap nimas menjelaskan


gak papa bun belum di mulai acaranya ucap alisya sambil tersenyum


nimas dan irma pun duduk di kursi yang masih kosong di dekat alisya sambil menunggu acara di mulai nimas dan alisya mengobrol keduanya terlihat sangat dekat seperti ibu dan anak kandung sedangkan tidak jauh dari tempat duduk mereka anita melihat interaksi keduanya yang terlihat sangat akrab bahkan sangat terlihat jika nimas begitu menyayangi alisya berbeda dengan dirinya yang tidak pernah menghiraukan putri kandunnya


berbeda dengan anita, naila yang juga melihat kedekatan nimas dan alisya semakin merasa iri sesayang itukah ibu dari pujaan hatinya ke saudara tirinya sampai mau menemani saat pengambilan rapot


tidak lama kemudian acara pun di mulai kepala sekolah memberikan beberapa sambutan hingga sampailah pada pengumuman Siapakah murid dengan nilai tertinggi dan menjadi juara umum

__ADS_1


semakin dekat dengan pengumuman juara umum membuat naila semakin gugup karena bisa saja yang menjadi juara umum tahun ini bukan dirinya lagi melainkan saudara tirinya karena naila harus mengakui kemampuan alisya yang tidak di ragukan lagi


kamu pasti jadi juara umum lagi sayang jadi tidak perlu tegang ucap gunawan memberi semangat karena tahu putrinya sedang merasa was was


naila tersenyum mendengar ucapan papanya namun tidak mengurangi kepanikan nya


kamu berdoa saja apapun hasilnya nanti kamu harus bisa menerimanya ucap anita dan naila hanya menganguk


semua Rangkaian kata sudah di sampaikan oleh kepala sekolah untuk semua anak didiknya dan kini tinggal mengumumkan siapa yang menjadi juara umum tahun ini dan semuanya semakin di buat penasaran saat kepala sekolah menjeda ucapannya


hingga akhirnya suara tepuk tangan terdengar mengema di aula setelah nama alisya yang di sebut oleh kepala sekolah sebagai juara umum dan tentu saja itu membuat naila kecewa ternyata ketakutannya menjadi kenyataan dirinya gagal mempertahankan prestasinya bukan hanya naila saja yang kecewa gunawan pun juga sama kecewanya karena biasanya setiap tahun naila yang menjadi juara umum namun ternyata tahun ini berbeda namun gunawan tetap menyemangati putrinya agar tidak berkecil hati


sudah sayang tidak apa apa kamu tetap menjadi putri kebanggaan dan juara di hati papa ucap gunawan sambil tersenyum


papa kamu benar kamu tidak perlu bersedih dan setelah ini harus membuat kamu lebih giat lagi belajarnya ucap anita


naila tidak menjawab berat baginya menerima semua ini dirinya merasa kehadiran alisya sudah menjadi penghambatnya untuk mendapatkan Adrian dan menjadi juara umum


sementara di tempat alisya dirinya mendapatkan selamat dari tante mertua dan ketiga sahabatnya mereka merasa senang dengan keberhasilannya


selamat sayang ucap nimas dan irma berbarengan


makasih tante bunda ucap alisya


selamat ya sya kamu emang best ucap selly


loe emang gak perlu di raguin lagi sya ucap salsa

__ADS_1


selalu terbaik ucap kayla


makasih gaes ucap alisya


setelah itu alisya pun naik keatas panggung untuk mengambil rapotnya yang di serahkan langsung oleh kepala sekolah sendiri alisya tidak tahu harus berbicara apa hari ini dirinya merasa sangat senang meski bukan pertama kalinya mendapat juara umum namun kali berbeda Karena di dampingi oleh orang orang tersayangnya meski suaminya tidak bisa datang namun tidak mengurangi kebahagiaannya


alisya turun dari atas panggung setelah mengucapkan beberapa kalimat dari tempat duduknya anita tidak melepaskan pandangannya dari alisya bahkan sudah sejak alisya naik ke atas panggung berapa bodohnya dia selama ini telah menyia-nyiakan putri sepintar dan sebaik alisya dan naila menyadari tatapan anita ke alisya apa mungkin perubahan mama tirinya karena saudara tirinya tapi kenapa tiba tiba saja mamanya berubah begitu padahal selama ini mamanya tidak memperdulikan putri kandungnya


ada rasa tidak rela jika sampai ibu sambungnya lebih menyayangi putrinya walau sebenarnya wajar saja jika itu terjadi karena memang mereka ada ikatan darah berbeda dengan dirinya yang tidak memiliki hubungan darah apapun namun tetap saja naila merasa tidak rela jika harus kehilangan kasih sayang dari ibu sambungnya selama ini dirinya selalu mendapatkan apapun yang di inginkannya dan dia tidak akan membiarkan semuanya hilang begitu saja naila harus melakukan sesuatu agar anita bisa seperti dulu lagi


setelah acaranya selesai alisya keluar bersama mertua dan tantenya sementara ketiga sahabatnya sudah pulang bersama orang tua masing masing alisya tidak hentinya hentinya mendapatkan pujian dari dua wanita yang di sayanginya sampai parkiran ternyata sudah ada Adrian yang menunggunya sambil membawa sebuket bunga. dengan senyum tampannya alisya sedikit terkejut melihat suaminya juga berada di sini karena tadi suaminya bilang ada pekerjaan mendadak


selamat sayang ucap Adrian sambil memberikan bunga kepada istrinya yang berada di depannya


nimas dan irma tersenyum melihatnya


makasih sayang kamu kenapa bisa ada di sini bukannya kamu lagi sibuk ucap alisya


aku memang sengaja memberi kejutan ke kamu ucap Adrian


kamu selalu bisa buat aku senang ucap alisya


itu memang sudah menjadi kewajiban aku buat kamu selalu bahagia dan nyaman ucap Adrian


tidak hanya alisya yang merasa senang nimas dan irma pun juga merasa senang melihat kedekatan keduanya mereka tidak menyangka jika keduanya bisa saling mencintai terutama irma mengingat dulu alisya yang tidak ingin di jodohkan dan menikah muda dan ternyata pilihan mendiang adiknya memang tidak salah Adrian adalah lelaki terbaik untuk alisya dan semoga saja pernikahan keduanya tetap langgeng sampe tua nanti


dan interaksi mereka tidak lepas dari pandangan gunawan anita dan naila yang kini berada di dekat mobil mereka naila mengepalkan tangannya lagi lagi alisya yang menjadi pemenangnya tidak ingin berlama lama di sana naila langsung masuk ke dalam mobil lalu di ikuti oleh anita dan gunawan

__ADS_1


anita juga merasa senang melihat kedekatan Adrian dan alisya sedangkan gunawan sudah tidak terkejut lagi melihatnya karena dia sudah tahu status hubungan keduanya dari istrinya


__ADS_2