
malam hari setelah makan malam alisya merebahkan tubuhnya di tempat tidur dirinya semakin di buat gugup dan gelisah menjelang pernikahannya menurutnya waktu cepat berlalu jika seperti ini alisya menatap langit langit kamarnya dan tidak lama kemudian pintu kamarnya di ketuk oleh tantenya
tok
tok
tok
sya boleh tante masuk ucap tante irma dari luar kamar
masuk aja,tan pintunya gak aku kunci kok ucap alisya sambil duduk di tempat tidur
ceklek
tante irma,masuk ke dalam kamar ponakannya dan duduk di pinggir tempat tidur
kamu sedang apa sya ucap tante irma
gak ada tan ucap alisya
tante irma menghembuska nafas sebelum bicara sya tante tahu kamu belum siap untuk menikah di usia muda tapi percayalah ini semua yang terbaik untuk kamu ucap tante irma
alisya hanya,diam dan mendengarkan mau menolak dan menghindar pun juga sudah tidak bisa mungkin ini memang sudah jalan hidupnya
keluarga mereka adalah keluarga yang baik tante yakin kamu akan bahagia tinggal bersama mereka dan untuk hubungan kamu dan adrian seiring berjalannya waktu kalian pasti bisa saling menerima dan saling cinta bukannya cinta ada karena terbiasa jadi kalian hanya harus membiasakan diri saja untuk tinggal bersama ucap.tante irma lagi
alisya hanya menganguk memang apa yang di katakan tantenya ada benarnya tante nimas dan om elang sangat baik cuma anaknya saja yang sikapnya kayak kulkas dua pintu
ya sudah tante keluar dulu ingat besok kamu menikah jadi tidurnya jangan kemalaman karena besok subuh kamu harus sudah bangun dan bersiap ucap tante irma dan alisya hanya menganguk
setelah mengatakan itu tante irma keluar dari kamar ponakannya tidak lupa menutup pintu setelah kepergian tantenya ada pesan masuk ke ponsel alisya yang ternyata dari galang mengajaknya untuk menemaninya latihan basket mungkin keluar sebentar bisa membuatnya lebih tenang dirinya juga tidak ingin memikirkan untuk.besok
galang
__ADS_1
sya temani gue latihan
basket yuk loe lagi gak
sibuk kan
alisya
boleh deh gue juga
lagi butuh hiburan
galang
oke gue jemput loe
di rumah
alisya
depan gerbang aja
galang
oke
setelah membalas pesan dari galang alisya mengambil tas slempangnya dan memasukan ponsel ke tas alisya pun langsung keluar kamar dan turun ke bawah secara diam diam tanpa memberi tahu tante irma karena jika minta inzin belum tentu di perbolehkan
saat sudah sampai gerbang ternyata sudah ada mobil galang dirinya langsung masuk ke mobil galang dan galang pun melajukan mobilnya menuju tempat latihan
loe lagi ada masalah sya ucap galang sambil tetap fokus meyetir
gak ada emang kenapa ucap alisya yang menoleh ke arah galang
__ADS_1
soalnya tumben aja loe mau gue ajak keluar biasanya loe sering nolak kalau gak sama salsa dan kayla ucap galang
lagi gambut aja lagian mereka juga lagi ada acara ucap alisya yang sedikit berbohong
galang hanya menganguk dan hanya ada keheningan hingga,sampai tempat latihan setelah memarkirkan mobilnya galang keluar di ikuti alisya keduanya pun masuk ke dalam dan ternyata sudah ada pelatih dan pemain yang lain alisya duduk di pinggir lapangan sedangkan galang sudah mulai berlatih
sementara di taman kota ada dua remaja bergender lelaki dan perempuan sedang duduk di bangku taman entah apa yang akan di bicarakan tapi sedari tadi hanya keheningan belum ada yang memulai berbicara hingga terdengar suara remaja perempuan yang bertanya
apa yang kakak mau bicarakan ucap remaja perempuan sambil menoleh ke arah lelaki di sebelahnya yang memandang lurus ke depan
remaja lelaki itu pun menoleh hingga keduanya bertatapan dirinya menghembuskan nafas sebelum bicara
apa yang selama ini gue lakuin sudah bisa merubah perasaan loe ke gue perasaan gue masih sama seperti yang dulu ucap remaja lelaki
DEG
remaja perempuan tersebut tidak menyangka kalau lelaki yang di hadapannya akan mengatakan hal itu dia bingung harus mengatakan apa ini bukan yang pertama kalinya lelaki di hadapannya mengungkapan perasaannya tapi sudah yang kedua kalinya perempuan tersebut masih diam dan mengalihkan pandangannya ke depan
melihat gadis di sampingnya hanya diam saja lelaki tersebut sudah bisa menyimpulkan kalau perasaannya di tolak kembali seperti.sebelumnya lelaki tersebut yang ternyata adalah jovan berdiri dari dari duduknya dan memandang lurus ke depan
kalau memang loe gak bisa menerima perasaan gue mungkin ini terakhir kalinya gue melakukan ini ucap jovan yang merasakan sesak di dadanya tapi tetap terlihat tenang
perempuan tersebut yang tertenyata adalah naila berdiri dan menatap ke arah jovan begitupun dengan jovan yang menatap wajah cantik yang di sukainya
maaf kak aku gak bisa nerima perasaan kakak ucap naila dirinya bisa melihat kekecewaan di mata jovan tapi dirinya sungguh tidak bisa memberikan hatinya,ke jovan karena sudah ada orang lain yang menempati hatinya
jovan hanya menganguk sepertinya naila memang tidak bisa memberi tempat di hatinya untuk dirinya dan mungkin naila memang bukan untuknya tanpa bicara jovan pergi dari tempat itu setelah ini dirinya,akan membuang semua perasaannya meski itu akan sulit tapi untuk apa dia bertahan sedangkan yang di pertahankan tidak menyukainya
naila memandang kepergian jovan sampai tidak terlihat lagi sebenarnya dia tidak ingin menyakiti orang lain tapi dirinya juga lega setelah ini sudah tidak akan lagi yang mengangu dirinya
jovan mulai menyukai naila sejak pertama kali melihat naila menjadi murid cukup lama jovan memendam rasa cintanya hingga akhirnya dirinya berusaha mengungkapan perasaannya tapi cintanya tak terbalas dan hari ini dirinya mengungkapan perasaannya kembali tapi ternyata jawaban naila masih sama
naila sudah menolak perasaan seseorang yang benar benar tulus mencintainya dan lebih mempertahankan perasaannya untuk pujaan hatinya yang tidak ada,kejelasan tanpa dirinya tahu besok pujaan hatinya akan menjadi milik saudara tirinya
__ADS_1