
bunda ucap adrian
sambil terus berjalan menuju meja bunda dan istrinya saat sudah sampai ternyata tidak hanya ada bunda dan istrinya tapi juga mertua dan adik iparnya nimas tersenyum melihat kehadiran putranya
duduk sini boy kamu udah makan ucap nimas
belum bun ucap adrian saat sudah duduk di sebelah bundanya dan di sebelahnya lagi ada anita
karena duduknya anita berhadapan dengan nimas sedangkan naila berhadapan dengan alisya jadi kini posisinya adrian duduk di tengah untuk yang baca semoga paham kalau gak paham ya udah
makan di sini sekalian bareng kita sekarang kamu pesan mau makan apa ucap nimas lalu memanggil salah satu pelayan dan adrian pun memasan makanan
begitupun dengan anita dan naila yang juga memesan makanan karena tadi keduanya juga baru datang di restoran dan tidak sengaja bertemu dengan nimas jadi sekalian saja makan bersama
tidak membutuhkan waktu lama pesanan mereka sudah datang sambil makan mereka juga mengobrol lebih tepatnya hanya anita yang sedari terus mencari bahan obrolan agar tidak sunyi
kamu apa kabar adrian ucap anita sambil makan
baik tan ucap adrian
yang tidak memanggil anita dengan sebutan mama karena adrian tahu kalau anita tidak tahu dirinya suami alisya
kamu masih bantu - bantu di perusahaan ayah kamu ucap anita
masih ucap adrian singkat
hebat ya kamu masih sekolah tapi sudah bisa berbinis ayah sama bunda kamu pasti bangga di tambah kamu murid berprestasi ucap anita memuji
makasih tan ucap adrian
perempuan yang bisa dapetin kamu pasti beruntung tidak tampan hanyav tampan tapi juga cerdas
iya tan ucap adrian sambil melirik ke arah alisya yang sedang fokus pada makanannya
naila juga sesekali melirik ke arah adrian dan itu di sadari oleh alisya tapi alisya seolah - olah tidak tahu
kalau kamu belum punya pacar tante sih pengennya naila bisa deket sama kamu kalian kan satu sekolah dan sesama aggota osis dan naila juga sama seperti kamu murid berprestasi ucap anita mulai memuji naila
__ADS_1
di tambah naila juga memiliki kepribadian yang baik jadi tante rasa kalian ini serasi cantik dan tampan ucap anita lagi
tanpa memikirkan ucapannya telah menyakiti perasaan alisya yang notabennya adalah putri kandungnya dan darah daging sedangkan naila hanya tersenyum tipis di dalam hatinya merasa senang dengan ucapan ibu sambungnya
nimas dan adrian memasang wajah datar dan dingin mendengar ucapan anita bisa - bisanya anita mengatakan itu padahal jelas di sini juga ada putri kandungnya sudah tidak mengangap kebradaan alisya di tambah memuji naila yang hanya putri sambung ibu dan anak tersebut merasa geram dan rasanya ingin mengatakan yang sebenarnya tentang status alisya
sedangkan alisya jangan di tanya lagi dadanya semakin sesak luka yang kemarin belum sembuh sudah di tambah lagi jika hanya tidak mengangapnya anak mungkin masih bisa di terima oleh alisya tapi mendengar ucapan anita yang mengatakan tentang adrian dan naila membuat alisya semakin sakit apa anita pura - pura tidak tahu atau memang tidak tahu jika adrian itu suaminya
alisya menahan air matanya agar tidak jatuh tanpa mengatakan apapun dirinya langsung pergi dari sana nimas dan adrian jelas tahu jika alisya tidak baik - baik saja keduanya juga ingin segera menyusul alisya
bun aku pulang dulu ucap adrian lalu bergegas menyusul alisya
saya juga mau pulang dulu anita lain kali jangan mengangu acara makan saya ucap nimas yang juga berlalu dari sana
anita dan naila menatap kepergian nimas dan adrian dan sepertinya anita sudah tidak memiliki rasa kasih sayang lagi untuk alisya sehingga tidak merasa bersalah sama sekali sedangkan naila merasa ada sesatu antara nimas adrian dan alisya karena setelah alisya pergi keduanya juga pergi
sampai parkiran nimas dan adrian sudah tidak mendapati alisya keduanya merasa cemas dan khawatir takut terjadi sesuatu pada alisya apalagi alisya pergi dalam keadaan kacau
alisya pergi ke mana adrian bunda takut dia kenapa - napa ucap nimas panik
bunda tenang dulu alisya pasti baik - baik saja ucap adrian tetap bersikap tenang padahal dirinya juga sama seperti nimas
lebik baik bunda pulang sekarang biar adrian yang cari alisya ucap adrian
bunda mau ikut nyari alisya ucap nimas
ini udah malam bun mending bunda pulang biar adrian yang cari alisya ayah pasti juga sudah pulang ucap adrian
ya sudah kamu hati - hati kalau ada apa - apa kamu langsung hubungi bunda ucap nimas
pasti bun ucap.adrian
nimas akhirnya memilih untuk pulang dan menyerahkan semua ke putranya nimas pulang dengan di antar sopir adrian pun juga langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya untuk mencari alisya di dalam mobil adrian juga tidak tinggal diam dirinya berusaha untuk menghubungi alisya namun tidak di anggkat oleh alisya
kamu di mana sya tolong anggkat telfonnya ucap adrian
hingga adrian teringat jika dirinya sudah memasang GPS di ponsel alisya , adrian langsung mencari kebradaan alisya setelah ketemu adrian menambahkan kecepatan mobilnya menuju tempat alisya berada
__ADS_1
sementara di tempat lain alisya terus berjalan tanpa arah dan tujuan pandangan menatap lurus ke depan matanya sudah memerah karena cairan bening terus menetes dari matanya sedari tadi ponselnya terus berbunyi tapi tidak di hiraukan oleh alisya fikirannya sedang kacau saat ini karena ucapan mamanya dan ketakutan terbesarnya jika suatu saat nanti mamanya tega memisahkan dirinya dari adrian demi naila karena naila juga menyukai adrian mungkin lebih dari kata suka bisa cinta atau ingin memiliki
alisya sudah pernah kehilangan ayahnya cinta pertamanya dan alisya tidak ingin kehilangan cinta keduanya adrian semakin kesini alisya sudah menyakini perasaannya jika dirinya sudah benar - benar mencintai adrian dirinya sungguh tidak ingin merasakan lagi apa itu kehilangan cukup sekali saja kehilangan ayahnya bersama dunianya alisya terus berjalan mengikuti langkah kakinya sedari tadi terdengat suara dari kendaraan yang melintas di jalan raya dan waktu sudah semakin malam
hingga sebuah mobil sports berwarna hitam berhenti di depan alisya tapi tidak membuat alisya berhenti hingga turulah adrian dari dalam mobil dan menghampiri alisya dan membawa istrinya ke dalam pelukannya
sayang ucap adrian yang lalu menarik alisya ke dalam pelukannya
nyaman alisya berada di pelukan suaminya alisya semakin terisak di dada bidang suaminya dan membalas pelukan adrian bahkan mengeratkan peluknya seakan takut di tinggal adrian sedangkan adrian berusaha menenangkan istrinya sungguh melihat istrinya seperti ini membuatnya jadi ikut sakit
tenanglah jangan bersedih ada aku di sini ucap adrian lembut sambil mengelus rambut panjang alisya
jangan tinggalin aku , aku takut kehilangan lagi alisya di sela - sela tanggisnya
DEG
adrian bisa merasakan jika alisya sangat ketakutan aku gak akan ninggalin kamu sya aku sayang dan cinta sama kamu , kamu juga cinta pertama dan terakhir aku ucap adrian menekan setiap perkataannya
alisya melepaskan pelukannya dan menatap dalam ke dua bola mata suaminya seolah mencari celah kebohongan tapi yang dirinya tidak menemukannya
apa kamu mau berjanji gak akan ninggalin aku ucap alisya yang sudah berhenti menangis
tidak hanya janji tapi aku akan membutikannya akan.selalu membuat kamu bahagia aku gak akan membiarkan siapapun nyakitin kamu lagi termasuk mama kamu ucap adrian bersungguh - sungguh
aku sudah yakin dengan perasaan.aku kalau aku udah cinta dan sayang sama kamu aku gak akan biarin orang lain merebut kamu dari.aku kamu cuma milik.aku selamanya ucap.alisya
adrian tersenyum mendengar ucapan alisya akhirnya pernikahannya berjalan.seperti apa yang dia inginkan sudah ada cinta antara dirinya dan alisya dan dirinya dan alisya sudah saling mencintai
aku juga sayang kamu milik.aku.selamanya ucap.adrian
lalu adrian menghapus air mata di pipi alisya dan mengajaknya untuk segera pulang
kita pulang sekarang bunda udah khawatir sama kamu ucap adrian
maaf udah buat kamu dan bunda khawatir ucap.alisya merasa tidak enak karena sudah pergi begitu saja
tidak perlu minta maaf kamu gak salah ayo kita pulang sekarang ucap adrian dan alisya menganguk sambil tersenyum
__ADS_1
adrian mengandeng tangan alisya lalu membukakan pintu mobil setelah alisya masuk adrian menutupnya kembali dirinya pun juga masuk ke mobil dan melajukan mobilnya menuju rumah mungkin karena sudah mengantuk atau karena merasa lelah alisya pun tertidur di mobil adrian tahu istrinya pasti lelah karena kejadian tadi.dirinya juga tidak menyangka akan ada kejadian seperti ini