
alisya perlahan membuka matanya lalu menatap jam yang berada di dinding lumayan lama juga dirinya tertidur sampai belum bersih - bersih samar - samar alisya mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi alisya pun bangun lalu turun dari tempat tidur dan berjalan menuju pintu kamar mandi dan terdengar seperti orang mandi tapi siapa,yang mandi bukankah hanya ada dirinya sendiri di kamar fikirnya
siapa yang mandi batin alisya karena penasaran alisya membuka pintu kamar mandi
ceklek
saat alisya masuk kedalam kamar mandi betapa terkejut dirinya melihat suaminya yang tengah mandi dan dalam keadaan telanjang hingga membuatnya melihat adik kecil suaminya adrian menoleh ke belakang dan terlihat istrinya adrian pun menyeringai sedangkan alisya merasa gugup melihat tatapan suaminya dan memilih untuk keluar
sorry aku gak tahu kamu lagi mandi aku keluar dulu ucap alisya
tapi belum sempat alisya keluar adrian sudah lebih dulu menarik alisya ke bawah shower membuat alisya bawah terkena air dengan masih memakai seragam
mandi sekalian aja kamu juga belum mandi kan ucap adrian dengan suara berat dan matanya sudah memerah menginginkan sesuatu
alisya tahu kemana arah ucapan suaminya dan kalau sudah seperti ini dirinya tidak akan bisa menolak karena suaminya tetap akan melakukannya meskipun hingga saat ini adrian masih tahu batasan menyentuh dirinya tapi tetap saja membuat alisya merasa deg - degan
cup
tidak ingin membuang waktu lagi adrian langsung mendaratkan bibirnya di bibir istrinya yang sudah menjadi candu baginya tapi ada yang berbeda dengan ciuman adrian kali ini jika biasanya adrian memainkannya dengan lembut tapi kali ini sedikit agak kasar alisya sendiri heran dengan ciuman suaminya yang sedikit kasar
tangan kekar itu tidak tinggal diam dengan lihainya,membuka baju seragam alisya dan kini keduanya sudah sama - sama tanpa busana tangan kekar itu meraba lekuk tubuh alisya karena akan kehabisan nafas alisya menepuk dada bidang suaminya adrian yang paham melepas pangutannya
kamu kasar banget gak kayak biasanya ucap alisya
adrian tidak menjawab justru membenturkan tubuh alisya ke tembok dan melanjutkan permainannya adrian mecium leher dan dada istrinya, hingga penuh dengan tanda kepemilikan bahkan.tangan kekar tersebut sudah berada di aset berharga istrinya dan memainkannya adrian terus memaikannya dengan gemas dan terus memainkanya dengan gemas
sedangkan alisya jangan di tanya lagi sudah terbuai dengan permainan suaminya bahkan suara - merdu mulai terdengar dari bibir alisya setelah puas memainkan aset berharga istrinya kini tangan kekar tersebut berpidah ke area sensitif memasukan jarinya dan mulai memainkannya adrian terus mainkannya bahkan menekan jarinya lebih dalam dan semakin lama semakin cepat jari adrian bermain di bawah sana bahkan lebih lama dari biasanya
alisya merasakan sensasi yang luar biasa, bahkan.suara merdu terus keluar dari bibirnya, adrian tidak berhenti begitu saja dirinya terus saja bermain - main hingga alisya merasa lelah dan memintanya berhenti
drian cukup aku udah lelah ucap alisya yang sudah lelah
sebentar lagi sayang ucap adrian yang masih belum mau berhenti
tapi kita harus makan malam pasti.udah di tungguin sama tante irma ucap alisya yang teringat ucapan tantenya tadi
oke kita lanjut nanti lagi ucap adrian yang akhirnya mau berhenti
alisya menghela nafas lega karena dirinya sudah merasakan pegal di kakinya akhirnya pasutri tersebut memulai ritual mandinya tidak membutuhkan waktu lama keduanya sudah selesai mandi lalu keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai handuk alisya berganti pakaian di depan adrian dirinya sudah tidak merasa malu lagi toh keduanya sudah sama - sama saling melihat jadi apa yang harus di tutupi lagi sedangkan adrian masih mengeringkan rambutnya dengan handuk yang lain
kamu kenapa sih kok agak beda gak seperti biasanya ucap alisya yang sudah selesai berganti baju
kamu yang bikin aku kayak gini ucap adrian
maksud kamu apa sih ucap alisya yang tidak paham dengan ucapan adrian
__ADS_1
tadi kamu ke sini gak di anter teman kamu ucap adrian yang mulai memakai baju
kamu tahu dari mana ucap alisya dirinya paham yang di maksud adrian
gak penting aku tahu dari mana tapi aku gak suka kamu deket dengan cowok lain apalagi sampai pulang bareng ucap adrian tegas dan tidak ingin di bantah
tadi revan cuma nganter aku aja dan gak lebih dari itu ucap alisya
aku tetap gak suka meskipun revan itu sahabat aku karena revan masih berharap sama kamu ucap adrian
terserah kamu aja deh ucap alisya lalu akan keluar lebih dulu
tapi saat alisya,baru akan membuka pintu adrian mengingatkan kembali
kalau sekali lagi aku lihat kamu pulang sama revan aku akan beneran minta hak aku sebegai suami kamu ucap adrian menekan setiap ucapannya
alisya tidak menjawab ucapan adrian dan langsung keluar dari kamar menuju ke bawah adrian menghembuskan nafas kasar sebenarnya yang membuat dirinya tahu alisya pulang dengan revan karena,kayla yang memberi tahunya tadi sebelum dirinya ke rumah tante irma , adrian mampir sebentar ke mini market dan tidak sengaja bertemu dengan kayla , saat adrian bertanya apa alisya sudah sampai di rumah tantenya karena alisya sempat pamit ke dirinya akan ke mall pulang sekolah bersama sahabatnya dan akan pulang ke rumah tantenya dan kayla mengatakan jika alisya pulang dengan revan mendengar itu membuat adrian cemburu dan tidak suka
setelah selesai memakai baju adrian pun turun ke bawah untuk makan malam dan dirinya sudah di tunggu oleh istri dan tantenya adrian pun duduk dan alisya mengambilkan makanan untuk suaminya lalu mengambil makanan untuk dirinya sendiri tante irma tersenyum melihat kedekatan keduanya sambi makan ketiganya juga sambil mengobrol
sya kamu tadi mandinya tumben lama ngapain aja sih ucap tante irma sambil tersenyum
aku tadi gak sengaja ketiduran tan ucap alisya
oh tante kira kalian abis buat cucu untuk tante ucap tante irma
kita belum punya fikiran sampai situ kali tan apalagi aku masih sekolah ucap alisya
untuk itu nanti aja tan kalau alisya sudah selesai sekolah ucap adrian
ya sudah terserah kalian aja tapi makin cepat makin baik karena anak itu bisa menambah keharmonisan dalam berumah tangga ucap tante irma lagi
tiba - tiba saja alisya teringat sesuatu dan ingin menanyakannya ke tantenya alisya berhenti makan dan menoleh ke tantenya
tan ada yang ingin aku tanyain ke tante tentang mama ucap alisya
memang apa yang ingin kamu tanyakan tentang mama kamu ucap tante irma penasaran begitupun adrian yang menunggu apa yang akan di ucapkan istrinya
apa mama tahu siapa dan dari mana keluarga yang di jodohkan dengan aku ucap alisya yang teringat kembali kejadiam malam itu
kemungkinan sih anita tidak tahu karena setahu tante mama kamu tidak pernah bertemu dengan mertua kamu dulu dan juga mendiang papa kamu juga tidak mengatakan siapa sahabatnya ucap.tante irma karena dirinya memang tahu tentang itu
pantes aja mama bilang kalau adrian dan naila cocok jadi mama gak tahu kalau adrian suami batin alisya
memang kenapa kamu tanya tentang itu ucap tante irma yang melihat ponakannya hanya diam
__ADS_1
gak papa tan cuma pengen tahu aja soalnya kan mama gak dateng pas pernikahan aku ucap alisya
sudah jangan bahas itu lagi biarkan berlalu ucap tante irma yang tidak ingin ponakannya bersedih
sedangkan adrian tahu kenapa alisya bertanya begitu pasti karena kejadian malam itu dirinya juga tidak tahu sampai kapan sikap mertuanya begitu kepada istrinya
setelah makan malam alisya dan tante irma menonton tv bersama sedangkan adrian berada di kamar karena masih ada pekerjaan dari kantor ayahnya yang harus di selesaikan malam ini juga alisya ingin memberi tahu tantenya tentang ucapan alena tadi pagi
tan tadi pagi kak alena bilang ke aku mau memperbaiki hubungan kita biar bisa kayak dulu lagi ucap alisya sambil menoleh ke tantenya yang duduk di sebelahnya
tante irma menoleh ke alisya yang juga tengah menatapnya terus tanggapan kamu bagaimana ucap tante irma
aku setuju tapi masih sedikit ragu juga karena tiba - tiba dia ngomong begitu ucap alisya
gak ada salahnya di coba dulu walau bagaimana pun alena tetap kakak kandung kamu ucap tante irma
iya sih tapi kak alena juga suka sama adrian gak cuma alena aja tapi juga naila ucap alisya
kalau alena memang tulus mau baikan sama kamu jika nanti dia tahu kamu dan adrian sudah menikah pasti bisa menerimanya ucap tante irma lagi
itu dia yang ada di fikirkan aku dia tulus atau tidak ucap alisya
jangan berfikiran buruk dulu mungkin saja alena benar - benar tulus karena alena adalah anak yang baik ucap tante irma yang masih mengingat alena saat dulu - dulu
semoga aja begitu tadi juga,kak alena nayain tante dan ingin ke sini lain kali ucap alisya
benarkah ucap tante irma dan alisya menganguk
baguslah jika alena masih ingat dengan tante karena tante juga sangat rindu dengan alena ucap.tante irma karena terakhir kali ketemu saat alena masih smp dan itu saat pernikahan anita
setelah cukup lama mengobrol alisya pamit ke kamar lebih dulu karena ingin beristirahat lebih dulu saat sampai di kamar terlihat adrian masih mengerjakan sesuatu di leptopnya dengan serius setelah mengunci pintu kamarnya alisya naik ke tempat tidurnya
masih lama selesainya ucap alisya
enggak ini udah selesai ucap adrian lalu menutup leptopnya dan menyimpannya lalu beranjak.dari sofa dan naik tempat tidur dan merebahkan tubuhnya di sebelah alisya
drian kamu masih marah ucap alisya sambil memiringkan tubuhnya menghadap ke adrian begitupun dengan adrian
enggak asal kamu gak deket lagi sama revan ucap adrian
oke lain kali gak lagi ucap alisya
mending kita tidur saja sudah malam juga ucap.adrian dan alisya menganguk
adrian memeluk alisya begitu pun dengan alisya yang membalas pelukan adrian
__ADS_1
cup adrian mengecup kening alisya sebelum memejamkan matanya perlahan keduanya pun menuju ke alam mimpi