
di sebuah taman bunga yang indah dengan berbagai jenis bunga kupu - kupu dan air terjun seorang gadis cantik tengah menikmati keindahan taman yang seperti taman surga walau sudah satu minggu berada di taman itu tapi tidak membuatnya bosan justru enggan untuk pergi dari sana meski dirinya sering mendengar suara - suara yang menyuruhnya untuk kembali tapi dirinya masih berat meninggalkan tempat yang sangat nyaman bagi dirinya mungkin dirinya butuh suasana yang baru yang mampu menjernihkan fikirannya sebelum kembali ke dunia nyata
di saat masih menikmati keindahan taman dengan menghirup harumnya bunga ada seseorang yang memanggilnya suara yang sudah lama tidak dirinya dengar tapi gadis itu masih sangat mengenali suara itu
alena panggil seseorang dari arah belakang
merasa terpanggil gadis yang di panggil alena itu menoleh ke belakang dan terlihat lelaki paruh baya yang sangat ia rindukan lelaki yang begitu menyayanginya bahkan sampai sekarang belum ada yang bisa mengantikan posisi lelaki itu di hatinya sebagai seorang ayah
papa ucap alena tersenyum lalu menghampiri papanya dan memeluknya
lelaki itu yang ternyata adalah mahendra kadafi papa kandung alena membalas pelukan anak sulungnya karena dirinya juga sangat merindukan putrinya
alena kangen sama papa ucap alena tanpa melepas pelukannya
papa juga sangat merindukanmu sayang ucap mahendra dengan kasih sayang
alena melepas pelukannya dan tersenyum pada papanya begitu juga dengan mahendra yang membalas senyuman putrinya yang kini sudah dewasa
alena gak nyangka bisa bertemu papa di sini apa papa ke sini ingin menjemput alena untuk pergi bersama papa ucap alena berseri berharap bisa ikut bersama papanya
tidak sayang belum saatnya kamu ikut pergi bersama papa kamu masih sangat muda masa depan kamu masih sangat panjang dan ingat masih ada alisya yang harus kamu jaga jika sudah saatnya nanti kita akan bersama kembali tapi tidak sekarang ucap mahendra lembut
tapi pa alena mau ikut papa alena sudah lelah hidup sendiri tanpa orang yang menyanyangi alena mama sudah berubah pa mama udah gak sayang lagi sama alena dan alisya ucap alena mencurahkan sedikit keluh kesahnya kepada papanya
kamu lihat adik kamu dia juga sama seperti kamu tak apa pernah dia mengeluh tidak nak alisya selalu berjuang untuk bahagia walau tanpa papa atau mama hingga akhirnya dia bertemu dengan suaminya sama seperti alisya kamu juga akan bertemu dengan lelaki yang akan menjadi suami kamu secepatnya kamu akan menyusul adik kamu menikah ucap mahendra lagi
benarkah papa gak bohongkan ucap alena merasa kurang percaya dengan yang papanya katakan
itu benar nak tidak lama lagi kamu akan menemukan kebahagiaan kamu jadi sekarang kamu harus kembali mereka semua sudah menunggumu ucap mahendra
tapi pa alena masih mau di sini alena masih kangen sama papa sebentar saja pa ucap alena yang masih belum rela berpisah dengan papanya
__ADS_1
tidak bisa nak kamu sudah terlalu lama di sini papa juga harus pergi papa hanya mau berpesan tetaplah menjadi alena yang papa kenal alena yang baik yang sopan dan tidak sombong papa tidak ingin kamu berubah menjadi orang lain pesan mahendra
baik pa alena akan selalu ingat pesan papa alena juga mau bilang papa adalah laki - laki terhebat yang pernah alena kenal sampai kapan pun tidak ada yang bisa mengantikan posisi papa di hati aku dan alisya karena papa cinta pertama kedua putri papa ucap alena sambil tersenyum
jaga diri kamu baik - baik nak dan titipkan salam papa untuk alisya kalian berdua tetap menjadi putri kecil papa walau kini kalian berdua sudah dewasa selamat tinggal nak pap sayang sama kamu dan alisya ucap mehendra sebelum akhirnya menghilang
alena melihat kepergian papanya dengan senyuman meski berat melepaskan papanya tapi setidaknya pertemuan nya dengan papanya bisa sedikit mengobati rasa rindu di hatinya lalu terdengar suara yang memanggil dirinya agar kembali
kak alena aku mohon kakak bangun aku gak mau kakak nyusul papa
sayang alena kamu jangan ninggalin tante ya tante sudah tidak punya siapa - siapa lagi selain kamu dan alisya tante gak akan rela kalau sampai kamu pergi seperti adik tante
alena kalau loe denger suara gue tolong loe bangun masa loe tega sih sama gue sahabat loe gue kesepian di sekolah gak ada loe dan lagi kita udah mau UN loh emang loe mau apa sampe gak lulus terus gak dapet ijazah terus harus ngulang lagi gak malu apa harus satu kelas sama adek lo
alena menitikan air mata tidak hanya sekali ini saja tapi setiap mendengar suara mereka yang mengharapkan dirinya kembali
maaf sudah membuat kalian khawatir aku akan kembali sekarang ucap alena
kembali di kehidupan nyata
perlahan jari alena mulai bergerak di ikuti matanya yang juga perlahan terbuka dan semua itu di lihat oleh alisya hana dan tante irma yang memang tengah menunggu alena ketiganya tersenyum melihat alena yang sudah sadar
alena kamu sudah sadar nak ucap tante irma
kak alena akhirnya kakak sadar juga ucap alisya
ini beneran kan gue gak mimpi loe beneran udah sadar len ucap hana
mata alena yang sudah benar - benar terbuka bisa melihat sahabat adik dan tantenya tersenyum kepadanya dirinya ingin berucap tapi masih sedikit susah
sebentar tante panggilkan dokter ucap tante irma lalu menekan tombol yang ada di ruangan itu
__ADS_1
tidak lama kemudian datanglah seorang dokter yang masuk keruangan tersebut setelah mendapat panggilan dokter tersebut langsung memeriksa pasiennya
bagaimana dok ucap tante irma setelah dokter memeriksa alena
tidak ada yang perlu di khawatirkan pasien dalam keadaan baik - baik saja tapi pasien masih harus mendapat perawatan agar kondisinya bisa lekas membaik ucap dokter itu
syukurlah kalau begitu saya lega mendengarnya ucap tante irma lagi
saya permisi dulu nanti saya berikan resep obat yang harus di minum pasien agar kembali sehat ucap dokter itu lagi
silahkan dokter Terima kasih sebelumnya ucap tante irma
dokter itu menganguk lalu keluar dari sana sementara alisya hana dan tante irma merasa bahagia melihat alena sudah Sadar hanya tinggal menunggu keadaan alena membaik seperti sedia kala
kak alena aku seneng banget liat kak alena udah bangun aku sempat takut kak alena gak bagun lagi ucap alisya
akhirnya doa kita di dengar dan di kabulkan sama yang di atas tante juga sama seperti alisya takut kamu tidur kepanjangan ucap tante irma
kalau aku gak usah di tanya lagi seneng apa enggak udah pasti seneng karena perjuangan kita buat ngajak loe ngobrol akhirnya membuahkan hasil loe bisa sadar sekarang ucap hana
alena tersenyum maaf ya sudah membuat kalian khawatir soalnya aku terlalu nyaman di alam mimpi sampai gak mau bangun lagi ucap alena yang akhirnya bisa bersuara meski suaranya masih sangat lemah
emang ada apa di alam mimpi kak sampai buat loe gak mau bangun lagi ucap alisya penasaran begitu juga hana dan tante irma
ada deh nanti aku cerita kalau udah sehat ucap alena lirih
gak asik loe main rahasia rahasiaan tapi gak papa yang paling penting tuh loe harus sehat dulu loe udah mau bangun aja udah buat kita seneng ucap hana
ya sudah kamu istirahat aja ini juga udah malam besok kita sambung lagi Ngobrolnya ucap tante dan alena menganguk
malam itu menjadi malam yang membahagiakan untuk alisya hana dan tante irma karena alena sudah sadar kembali setelah satu minggu tidak sadarkan diri begitu juga dengan alena yang sama bahagianya bisa berkumpul kembali bersama orang terdekatnya karena merasa sangat bahagia alisya langsung menghubungi Adrian dan nimas untuk memberi tahu jika alena sudah sadar begitu juga dengan irma yang juga memberitahu anita jika alena sudah sadar
__ADS_1