
*MAKASIH UDAH MAMPIR KE CERITA KU, CERITA KU INI SEBENARNYA UDAH ADA DI ****** CUMAN ISENG AJA NGUPLOAD DISINI 🤭😍
HEPPY READING YAHH, JANGAN LUPA VOTE YEHH JANGAN LUPA JUGA NINGGALIN JEJAK**
Clara Sintia Gemora sering disapa Lala turun dari mobil berlari menuju rumah yang sangat ia rindukan. Bgmna tidak ia rindukan 2 tahun di Jerman itu sangat lama. Mama dan papanya hanya tersenyum senang melihat tingkah putrinya itu.
"Gue kangen" teriak Lara mengema disetiap sudut ruangan
"Ehh si enon udah pulang teh" ucap seseorang yang sangat Lara kenal sebagai asisten rumah tangga yang menyayanginya
"Embo lala kangen" sambil memeluk mbok Surti
"Embo juga non, non teh tambah gelis pisa tinggal di mana tuh non di jermana yah" ucap mbok surti
"Jerman embo" ucap Lara sambil terkekeh
"Yah itu non" ucap mbok surti
"Lala keatas yah mbo, cape soalnya" ucap Lara
"Iyah non" ucap mbok surti
Lara membaringkan tubuhnya di kasur empuknya meregangkan otot-ototnya.
"gue rindu banget deh sama kalian, poky, mory, ceyol" ucap lara memeluk semua bonekanya itu
Matanya melirik ke semua barang-barangnya yang berada dikamarnya ini.
__ADS_1
Masih utuh -batinnya
Seketika matanya tertuju pada bingkai foto diatas meja belajarnya. seorang sahabatnya serta orang yang pernah mengisi hatinya 2 tahun yang lalu, yang ia tinggal karena keberangkatannya dengan kedua orang tua ke Jerman membuatnya untuk memutuskan seseorang yang tulus untuknya seketika air matanya mengalir di pelupuk matanya.
Ia juga sangat menyayanginya tetapi ia tidak boleh egois Lara tahu sahabatnya itu juga harus bahagia walaupun tidak bersamanya.
Matanya ia pejamkan merasakan sesak dihatinya, sampai saat ini pun ia masih mencintainya walau Tampa kabar. rasanya yang dulu dan sekarang masih sama.
Memutar memori masa lalunya disaat geo menembaknya ditanam dan memberinya coklat dan mengajaknya memutari taman mengunakan sepeda yang disewanya.
Begitu manisnya cinta dan persahabatannya dahulu jika ada yang menggangu Lara geo lah yang maju paling depan melindungi Lara. Namun Tuhan berkehendak lain ia malah memisahkan mereka mungkin ini sudah takdirnya.
"Gue kangen sama lo geo" lirihnya menagis tersedu-sedu
"Apa lo masih ingat sama gue?"
"Apa lo mau nerima gue lagi?"
"Apa lo udah punya pengganti gue?"
Pertanyaan-pertanyaan yang ingin ia sampaikan kepada geo, pertanyaan-pertanyaan yang berada di otaknya saat ia mengingat goe. inggin sekali ia bertemu dengannya.
Ingin sekali ia berhambur keperluannya memeluknya erat dan tidak ingin melepasnya untuk kedua kalinya, tetapi itu semua hanya angan-angannya.
"Gue tau lo tersakiti karena gue yo, apa gue bisa perban hati lo lagi" lirihnya
"Gue rasa udah nggak bisa" parahnya
__ADS_1
Tangisnya pecah sambil memeluk lututnya, seperti apa keadaan geo waktu ia meninggalkannya dan bagaimana keadaannya sekarang apa ia baik-baik saja.
***
*Toypo masih bertebaran
maaf banget ya author masih belajar nulis, klo ceritanya agak ambayr itu karna tulisan pertama coba deh baca dan ikuti alunya pasti seru deh, sebenarnya cerita ku ini sudah ada di ****** cuman iseng aja ngupload disini siapa tau pembacanya bnyak 😂
Gimana dengan alur ceritanya
Semoga kalian seneng bacanya yahh
like yh
like pliss
like
like
like
like
like
komentar lahh**
__ADS_1
💛💛💛💛