
Kenzo melangkah mendekati Ria yang semakin mundur menjauh. Dengan sekali gerakkan pria itu berhasil mendekap tubuh mungil Ria yang berteriak histeris serta memberontak dalam dekapan Kenzo.
"Lepaskan aku! Lepaskan!"
Raja menangis semakin kencang dalam gendongan Ria. Alyssa menarik kasar balita itu dari gendongan Ria yang tak mau melepaskan putranya.
"Lepaskan dia bodoh!" umpat Alyssa kesal dengan Ria yang tak mau melepaskan Raja. Kalau begini, Kenzo akan semakin sulit membawa Ria pergi dari sini.
Plak!
Tamparan yang sangat kuat Alyssa layangkan di pipi mulus Ria yang meringis kesakitan merasakan perih dan kebas di pipinya. Walaupun begitu wanita itu tidak melepaskan putranya.
"Kenapa anda menamparnya?!" sargah Kenzo tak suka dengan perlakuan buruk Alyssa pada Ria.
"Dia pantas mendapatkan ini. Cepat kamu bawa dia." balas Alyssa. Wanita itu tersenyum jumawa ketika sudah berhasil mengambil Raja dari Ria. Lihat saja, balita ini akan dibuang ke panti asuhan.
Raja menggeliat dalam gendongan Alyssa. Balita itu seolah berusaha lepas dari dekapan wanita jahat itu.
Kenzo langsung membopong tubuh Ria, melangkah lebar keluar dari kamar. Wanita itu memberontak dan berusaha turun dari gendongan Kenzo. Tapi apalah daya, tenaganya seolah terkuras dengan rasa sakit yang tiba-tiba menghantam perutnya. Ia mengigit bibir bawahnya kuat, menahan sakit luar biasa dibagian perutnya. Harapan terakhirnya hanya Aldi, semua saja suaminya cepat datang.
"Lepaskan aku...aku tidak mau ikut bersama mu..." lirih Ria. Mata wanita itu berembun. Sakit di perutnya semakin menjadi-jadi. Darah segar menetes dari bibir Ria, wanita itu terlalu kuat mengigit bibir bawahnya karna rasa sakit dibagian perutnya.
Seolah tuli, Kenzo terus melangkahkan kakinya. Ia harus segera membawa Ria pergi dari sini dan menjadikan wanita yang memiliki wajah mirip dengan mendiang istrinya untuk menjadi milik Ia seutuhnya.
Tubuh Kenzo menegang dan membeku ketika hendak keluar dari pintu utama. Seorang pria berdiri tegap dengan tatapan menghunus tajam, seolah siap untuk menghabisinya. Sementara Ria hanya bisa memejamkan matanya merasakan sakit di perutnya.
"Kau...berani sekali menyentuh istri ku!" sarkas Aldi. Rahang pria itu mengetat dengan aura kemarahan yang begitu kentara.
Aldi melangkah maju dan merebut miliknya dari Kenzo yang bak seperti patung tak ada perlawanan atau menghindar. Kenzo benar-benar terkejut dan tidak menduga Aldi sudah berdiri di ambang pintu.
"Sakit..." Suara rintihan kesakitan Ria membuat perhatian Aldi teralihkan.
"Apa yang sakit, Sayang?" tanya Aldi khawatir.
Tidak ada jawaban. Ria hanya meremas kuat perutnya.
"Kita ke kamar ya." Aldi memilih membawa Ria ke kamar. Namun, sebelum Ia benar-benar pergi dari tempat itu, Aldi menatap tajam Kenzo.
"Urusan kita belum selesai..." desisnya penuh ancaman.
__ADS_1
Alyssa yang berdiri di belakang Kenzo meneguk ludahnya kasar. Padahal baru satu jam yang lalu Aldi pergi, dan tiba-tiba saja kembali lagi ke rumah.
"Bi, bawa Raja ke kamar!" titah Aldi.
Bi Ina merebut Raja yang menangis sesegukan dalam gendongan Alyssa. Asisten rumah tangga itu menatap benci dan tak suka pada Alyssa. Setiap Aldi tidak ada di rumah Alyssa selalu berlaku buruk pada Ria maupun pada Raja.
"Kenzo___"
"Tutup mulut mu itu!" bentak Kenzo, tak ingin mendengar suara Alyssa. Wanita paruh baya itu menunduk takut.
Sementara di dalam kamar Ria masih menangis histeris, wanita itu di rundung ketakutan. Di tambah perutnya yang semakin sakit.
"Tenang, Sayang. Kamu aman, sekarang ada Mas," ucap Aldi membaringkan tubuh Ria di atas kasur. Ria memeluk erat suaminya seolah tak ingin melepaskan pelukan tersebut.
"A-aku takut. Di-dia ingin menangkap ku..." adunya sesegukan.
"Sudah tidak pa-pa, Ria. Tenangkan diri mu."
Ria semakin erat memeluk Aldi. Ia sangat takut, Ia takut di pisahkan dari suaminya dan Ia takut bila harus bersama Kenzo.
Aldi mengambil obat di dalam laci yang biasa Ria minum saat nyeri diperutnya kambuh.
"Minum dulu, Sayang." Aldi menyodorkan satu pil obat serta segelas air putih. Dengan tangan gemetar dan air mata merembes membasahi pipinya, Ria meminum obat yang suaminya berikan. Aldi mengusap-ngusap punggung sang istri lembut.
"Bagaimana? Apa perutnya masih sakit?"
Ria mengangguk. Wanita itu menyandarkan kepalanya di dada kokoh Aldi. Tangannya melingkar begitu erat di tubuh suaminya.
"Jangan pergi lagi. Aku takut..." Suara Ria tercekat.
Aldi memejamkan matanya rapat. Ia mengepalkan kedua tangannya begitu kuat. Andai tidak memikirkan kondisi Ria, sudah pasti Ia akan menghajar Kenzo habis-habisan.
"Iya, Sayang. Mas, tidak akan meninggalkan kamu..." Aldi mencium kening Ria yang basah oleh peluh. Dan semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh ringkih itu.
****
"Pergi dari sini! Dan jangan pernah menginjakkan kaki Tante sejengkal pun di rumah ku!" bentak Aldi dengan mata melotot tajam.
Alyssa menggelengkan kepalanya kuat di sertai tangisan yang sesegukan.
__ADS_1
"Tante mohon, jangan usir Tante, Aldi." Alyssa bersimpuh dihadapan Aldi yang memalingkan wajahnya." Tante memang salah. Tapi Tante melakukan ini agar kamu tidak di bodohi Ria yang hanya menginginkan harta mu."
Aldi kembali menatap Alyssa dan terkekeh sinis. Pria itu sedikit membungkuk tubuhnya dihadapan Alyssa.
"Ria atau memang Tante yang mengincar harta ku," bisik Aldi setelah itu menjauhkan dirinya dari Alyssa yang diam membeku.
"Tante harus tahu satu fakta, bahwa seluruh harta ku telah berpindah kepemilikan pada Ria."
Deg
"Be-berpindah kepemilikan?" ulang Alyssa dengan raut wajah yang sangat kejut bahkan shock dengan fakta yang Ia dengar.
Napas Alyssa tercekat. Bibirnya tiba-tiba terbungkam. Tak sanggup untuk kembali mengeluarkan sepatah kata pun.
****
"Ay-yah..." Raja merentangkan kedua tangannya, mata tampak berbinar-berbinar melihat sosok Aldi yang berjalan menghampirinya.
Bibi Ina yang sedari tadi menjaga Raja di kamar segera bangkit dari sisi kasur dan menundukkan kepalanya ketika majikannya masuk ke dalam kamar.
Aldi mengangkat tubuh mungil Raja dalam gendongannya. Sementara balita itu menyandarkan kepalanya di bahu ayah sambungnya. Masih tersisa genangan air mata di pelupuk mata Raja dan hidung yang memerah.
"Bi, tolong buatkan bubur dan teh hangat. Nanti langsung saja antar ke kamar saya," titah Aldi.
"Baik Tuan Aldi. Apa ada lagi?" tanya bi Ina.
Aldi menggeleng.
Pria berperawakan tinggi tegap itu melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya dan membawa Raja yang tampak nyaman dalam gendongannya.
Bagaimana pun perlakuan Alyssa pada Raja sungguh keterlaluan. Ia melihat beberapa bekas goresan dan lecet di tubuh putra kecilnya.
"Raja jangan berisik ya, Bunda sedang bobo," ucap Aldi ketika masuk ke dalam kamar. Terlihat Ria berbaring di kasur dan mata yang tertutup rapat.
____________
Hay-hay semuanya!^^
Terima kasih sudah mampir dan masih setia menunggu kelanjutan cerita ini.
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke akun instagram ku @khazana_va karna aku selalu update informasi tentang cerita ini.
Sekali lagi, terima kasih banyak. See you ❤