
...Maaf aku terlambat update😟Soalnya kemaren sibuk🙏😌...
Happy reading
Aldi yang baru pulang dari rumah sakit dan baru masuk ke kamar langsung di suguhkan pemandangan yang membuat dirinya kaget dan khawatir dalam waktu bersamaan.
"Ria, kamu kenapa,sayang?"
Ria terbaring di kasur dengan wajah pucat pasi dan badan yang terasa dingin kala Aldi menyentuhnya .Badan wanita itu lemas dan tidak bertenaga.Nyeri di perut yang masih bisa Ria tahan,kini makin menimbulkan rasa sakit yang menjadi-jadi.
"Perut kamu sakit lagi?Sudah minum obat?" tanya Aldi menatap khawatir dan panik.
Ria hanya bisa diam,mengeratkan genggamannya pada selimut.
Tidak mendapatkan jawaban dari Ria,Aldi langsung beranjak keluar dari kamar.Sedangkan Ria di liputi rasa ketakutan mendalam.Apalagi melihat wajah khawatir dan panik suaminya.
"Bi Asih! Bibi Asih!" teriak Aldi sembari menuruni anak tangga.
"Ada apa,Den Aldi?"sahut bi Asih yang datang dari dapur.
Aldi mendekati bi Asih dengan sorot mata yang terlihat marah.
" Saya sudah berpesan pada Bi Asih untuk memberikan obat pada Ria bila sakit perutnya kambuh.Sekarang apa?Ria kesakitan perut di kamar!"ketus Aldi.
"Ta-tapi saya sudah memberikan obat tersebut pada Non Ria,saat sakit perutnya kambuh.Saya tidak bohong." sanggah bi Asih atas tuduhan Aldi.
Aldi langsug terdiam dengan napas yang memburu.Ia langsung kembali menaiki tangga, menuju ruang kerjanya untuk mencek rekama CCTV.
*****
Tangan Aldi terkepal kuat kala melihat rekaman di CCTV tersebut.Emosinya langsung tersulut, rahang pria itu mengeras dan urat-urat di lehernya tercetak jelas dengan wajah yang memerah menahan amarah yang siap meledak.
Pria itu menutup laptopnya dengan kasar dan bergegas berjalan menuju ke kamar.
Brakk
Pintu terbuka dengan kasar,membuat Ria yang menutup mata langsung terbuka lebar mendengar suara bantingan.
Aldi berjalan ke arahnya dengan langkah lebar dan tatapan tajam yang begitu menusuk,di belakang Aldi ada bi Asih yang membawa nampan berisi segelas air dan dua botol kecil obat.
"Minum!" tegas Aldi memberikan dua butir obat.
Ria menggelengkan kepalanya kuat,menolak.Membuat Aldi jadi gemas sendiri dengan tingkah istrinya yang tidak menurut.
"Jangan sampai Mas memaksa kamu untuk meminum obat ini!"
"Ta-tapi ibu hamil tidak boleh terlalu sering minum obat," ujar Ria membela diri.Tangannya sibuk meremas perutnya yang semakin nyeri.
"Tahu apa kamu!Mas dokter dan lebih tahu dari pada kamu!"ketusnya.
__ADS_1
"Sekarang minum."Aldi kembali menyodorkan obat tersebut pada Ria yang lagi-lagi menggelengkan kepala.
"Aku tidak suka, rasanya pahit,tidak enak." Ria beralasan.
Aldi yang sudah tidak bisa sabar lagi.Mencengkram kedua pipinya Ria dengan satu tangannya hingga mulut Ria terbuka dan satu tangan yang lainnya memasukkan obat itu ke mulut Ria secara paksa.
"Bi Asih, air minum." Aldi mengambil air minum yang di sodorkan bi Asih dan memaksa Ria meminumnya.
"Telan!"
"Telan Ria!" bentaknya dan Ria terpaksa menelan obat tersebut.
"Uhuk... uhuk... " Ria terbatuk karna tersendak dan hendak muntah tapi Aldi sudah memberikan pelototan.
Ria tertunduk,kala Aldi menatap dirinya.
"beruntung kamu sedang hamil.Kalau tidak Mas sudah mengurung kamu di gudang belakang rumah," cetusnya dan Ria langsung mendongak,menatap suaminya.
"Jangan kurung aku di gudang,aku takut gelap."
"Kamu sekarang kenapa seperti ini,Ria? Seperti anak kecil,tidak menurut dan selalu melanggar peraturan,Mas.Obat yang Mas berikan itu,obat penguat kandungan.kandungan kamu itu lemah.Mas pusing harus menasehati dan menegur kamu terus."
Ria hanya bisa tertunduk ,tangannya memainkan ujung bajunya seperti anak kecil yang di marahi orang tuanya.
Aldi meraup wajahnya kasar.Ia sudah kelelahan setelah seharian bekerja dan Ria membuat emosinya tersulut.
"Bi,ganti baju,Ria.Dan bawa dia ke meja makan.Kalau dia tidak mau, seret saja."
"Bi maafin aku.Pasti Bi Asih kena omel Mas Aldi juga," ujar Ria merasa bersalah.
Bi Asih tersenyum."Tidak apa-apa, Non. Asalkan jangan mengulangi lagi hal seperti itu.Den Aldi khawatir dan sayang Non Ria, makanya marah-marah."
Ria hanya diam. Apa yang di katakan bi Asih memang benar adanya.
🍄🍄🍄🍄🍄
Ria tampak ragu-ragu mendekati Aldi yang tengah menikmati makannya dengan sangat lahap. Mungkin suaminya sangat kelaparan.
Mata Ria melirik Raja yang duduk di sebelah Aldi,mengemut dan menggigiti paha ayam goreng.
Aldi melirik Ria, yang sudah ada di sebelahnya.
"Duduk."
Ria segera duduk kala Aldi menyuruhnya.Ia memperhatikan suaminya dan Raja makan.
"Kenapa diam?Kamu juga makan!"ketus Aldi.
Ria mencebikkan bibirnya.Ia segera mengambil piring kosong dan mengambil sedikit nasi dan lauk.
__ADS_1
" Kenapa nasinya sedikit?Yang banyak,kamu sedang hamil."Aldi menambahkan nasi cukup banyak di piring Ria yang menatap melongo.
"Ish, Mas ini kebanyakan," ujarnya menggeram kesal.
"Ma-ka-n.Menurut," ujarnya penuh penekanan.
"Perut kamu,masih sakit?" tanya Aldi melembutkan suaranya.
"Sedikit," jawabnya.
"Lain kali,obatnya di minum, bukan di buang. Itu untuk kandungan kamu.Kalau kamu sampai tidak minum obat lagi,jangan salahkan Mas bila menikah lagi,mencari istri yang penurut," ancam Aldi.
Mata Ria langsung terbelalak.Ia menggeram marah.
"Aa...Mas Aldi tidak boleh menikah lagi!"
Ria bangkit dari tempat duduknya dan memukul brutal suaminya.
"Mas tidak boleh menikah lagi.Aku bunuh wanita yang akan jadi istri kedua Mas!"
Ria tidak berhenti memukul Aldi yang menghentikan aksinya.
Aldi menarik Ria duduk di pangkuannya.Sedangkan Raja bertepuk tangan dan tertawa melihat berdebatan kedua orang tuanya.
"Awas Mas nikah lagi," ancam Ria,mengusap air mata kasar air matanya.
"Makanya,kalau Mas bilangan itu, menurut bukan melanggar,Ria.Apa susahnya menuruti apa yang Mas minta.Kalau minum obat bisa membahayakan anak kita,tidak mungkin Mas sampai memaksa kamu minum obat itu,"tutur Aldi,sembari mengusap sisa air mata Ria di pipi.
Ria menyandarkan kepalanya di dada kokoh Aldi."Maaf,aku tidak tahu.Kalau obat itu untuk penguat kandungan."
"Iya, tidak apa-apa. Asalkan jangan di ulangi lagi.Jangan bandel lagi."ujar Aldi terkekeh dan Ria mencebikkan bibirnya.
" Aku bukan anak kecil, kenapa di bilang bandel,"ujarnya tidak terima.
"Memangnya kenyataan begitu,"jawab Aldi.
" Kamu kalau dengan Rayyan kenapa selalu menurut,hmm?"tanya Aldi dengan alis terangkat.
Ria terdiam sejenak,matanya menatap lekat Aldi."Kalau mas Rayyan bila marah seram, aku takut.Kalau kamu baik,tidak pemarah dan tidak akan menyakiti aku meski melakukan kesalahan besar."
Aldi tersenyum."Berarti Mas harus seperti Rayyan dulu agar kamu menurut."
Ria langsung menggelengkan kepalanya."Jangan! Aku lebih suka Mas yang seperti ini,"jawab Ria mengalungkan tangannya di leher Aldi.
Entah keberanian dari mana,Ria mengecup bibir Aldi yang membelalakan matanya kaget.
"Mulai nakal," ucap Aldi menutup mata Raja yang dari tadi memperhatikan keduanya.
Pria itu mencium, mel*matnya dan Ria membalasnya dengan senang hati.
__ADS_1
Sedangkan Raja berteriak,karna matanya di tutupi Aldi, agar tidak menonton kelakuan mereka berdua.
Bersambung...