
**Sebaik-baiknya bacaan adalah Al-Quran
Happy reading**
Aldi bangkit dari tempat duduknya, sembari memasukkan laptopnya ke dalam tas. Ia memilih pulang ke rumah, tubuhnya benar-benar terasa panas ada sesuatu yang mengganjal dan terasa sesak di bawahnya. Aldi berjalan ke arah pintu keluar dengan wajah yang sudah memerah dan di basahi oleh keringat.
Baru beberapa langkah menuju ke pintu keluar, Klarissa tiba-tiba masuk. Menatap Aldi dengan senyuman menyeringai.
"Mau aku bantu? " tawar Klarissa.
Aldi mengkerutkan keningnya mendengar ucapan wanita tersebut.
"Kenapa kau masih ada di sini?Saya sudah menyuruh kamu pergi dan sekarang kembali lagi masuk ke ruangan saya, " ujar Aldi tegas. Klarissa membalasnya dengan senyuman.
"Kita jangan membahas itu dulu. Mari aku bantu agar tubuh mu tidak tersiksa seperti itu , " ujar Klarissa mengigit bibir bawahnya,bermaksud menggoda.
"Jadi ini ulah kamu, Klarissa!Sengaja memasukkan obat perangsang dalam minuman saya! "tuding Aldi dan di angguki Klarissa.
" Yap! Betul sekali. Untung saja asisten kamu itu mudah dibodohi jadi aku bisa dengan mudah memasukkan obat itu diminuman kamu, "ujarnya.
Klarissa langsung mendorong tubuh Aldi, hingga membentur tembok. Wanita itu langsung menyambar bibir Aldi, tangannya meraba bagian sensitif tubuh pria tersebut yang makin menggelinjang dan tersiksa dengan hasratnya sendiri yang mulai tidak bisa terkendali.
Klarissa tersenyum kemenangan ketika Aldi membalas ciuman mereka yang semakin panas.Pria tersebut sudah tidak bisa mengendalikan dirinya, obat sialan itu mengambil kewarasannya yang membutuhkan pelepasan.
Aldi menggendong tubuh Klarissa yang mengalungkan tangan di lehernya. Dia membawa wanita tersebut berbaring di brankar yang ada di ruangan itu. Klarissa tersenyum melihat Aldi membuka satu-persatu kancing bajunya. Tapi, saat akan mencumbui kembali wanita tersebut , bayangan wajah Ria terlintas di pikiran Aldi yang sudah setengah telanjang.
__ADS_1
" Kenapa? "tanya Klarissa heran, melihat Aldi menjauh darinya.
Pria itu langsung pergi dari ruangan tersebut, meninggalkan Klarissa yang berteriak memanggilnya.Klarissa bangun dari brankar, mengejar Aldi yang pergi begitu saja , meninggalkan dirinya seorang diri.
" Aldi!! Jangan pergi, Aldi! "teriak Klarissa menatap mobil yang dikendarai Aldi mulai menghilang dari pandangan matanya. Wanita itu menendang batu krikil, meluapkan kekesalannya.Rencananya gagal.
🍄🍄🍄🍄🍄
Tidak henti-hentinya Aldi merasakan sakit dan panas tubuhnya yang makin menjadi-jadi. Panas ini sungguh sangat menyiksa dirinya, entah sebanyak apa Klarissa memasukkan obat perangsang padanya. Wanita itu benar-benar gila, agar bisa bersama dengan liciknya melakukan hal itu.
Aldi keluar dari mobil setelah sampai di pekarangan rumah dan segera masuk ke dalam rumah. Untung pintu tidak di kunci oleh Ria. Dia berjalan ke kamar mencari istrinya,ia butuh bantuan wanita tersebut.Dengan pakaian yang sudah berantakan, Aldi berjalan ke dapur.
Ria tengah sibuk mencuci sayur yang akan dia masak tanpa menyadari seseorang berjalan mendekat ke arahnya. Sebuah tangan kekar melingkar di perutnya, membuat wanita tersebut terkejut. Dia langsung berbalik dan mendorong Aldi yang menatap dirinya dengan pandangan yang berbeda, seperti akan memakannya hidup-hidup.
" Kamu kenapa? "tanya Ria sedikit memberikan jarak pada Aldi yang menatap dirinya dengan mata yang memerah.
" Lepas! Kamu apa-apaan, Aldi! "Ria memberontak dan memukul punggung belakang suaminya yang langsung menghempaskan tubuhnya di sofa.
Ria yang hendak bangkit langsung ditindih oleh Aldi yang langsung menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Ria. Menyesap dan mengigit dengan kasar lehernya membuat wanita itu meringis kesakitan.
" Aldi, sadar! Aldi! "Ria mendorong tubuh besar pria tersebut dan memanggil nama Aldi yang menatap dirinya dengan pandangan yang menggelap berselimut gairah.
Seolah tuli, Aldi tidak menghiraukan panggilan Ria. Tangannya sibuk merobek baju yang dikenakan Ria. Wanita itu berusaha menahan kedua tangan Aldi yang mencengkram bajunya yang sudah robek di bagian dadanya.
" Aldi sadar, jangan lakukan ini. Sadar Aldi, "lirih Ria yang sudah tidak bisa menahan tangisnya.
__ADS_1
" Diam!Kamu itu istri saya dan sepatutnya kamu melayani saya!"sentak Aldi yang sudah berhasil merobek baju yang dikenakan Ria. Tangannya meraba-raba tubuh wanita tersebut yang sudah setelah telanjang.
Ria memalingkan wajahnya, menghindari ciuman Aldi tapi apa boleh buat, pria itu langsung mencengkeram kedua pipinya dan mencium bibirnya dengan kasar , mengigit bibirnya hingga berdarah. Tidak sampai situ, Aldi bangkit dari atas tubuh Ria, menarik celana yang digunakan wanita tersebut dengan tidak sabarnya.
" Aku mohon jangan, Aldi aku mohon , aku tidak ingin hamil lagi, "tangisan Ria makin menjadi-jadi, berusaha mempertahankan dirinya. Dia tidak ingin hamil, sedangkan status pernikahan mereka tidak jelas, entah akan berakhir dengan perpisahan saat dirinya tengah mengandung.
Aldi melemparkan celana Ria ke sembarangan. Dia juga langsung melepaskan celananya dan kembali menindih tubuh Ria. Tangannya mengarahkan miliknya pada Ria yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Pergerakannya sudah di kunci oleh Aldi.
Kini, hal itu kembali terjadi. Dirinya digagahi oleh suaminya sendiri dengan paksaan. Ria takut, takut bila Aldi meningalkan dirinya ketika tengah mengandung . Sedangkan perasaannya belum ada ketertarikan dengan Aldi termasuk juga Aldi yang tidak memiliki perasaan apa-apa padanya.
🍄🍄🍄🍄🍄
Hancur,itu yang dirasakan Ria, ia masih terbaring di sofa dengan tubuh yang tidak tertutup apapun , sedangkan Aldi sudah terlelap di karpet berbulu dengan nyenyaknya setelah bergulatan panasnya sekitar 1 jam yang lalu.
Ria memperhatikan wajah Aldi sejenak. Ia menghela napas kasar. Ria bangun dari sofa. Ia berjalan sembari memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai.
*****
"Mana obatnya, "Ria sibuk mengobrak-abrik laci di kamarnya. Ia mencari pil KB untuk mencegah kehamilan. Dia belum siap untuk hamil kembali.
Wanita itu menundukkan dirinya di sisi kasur. Raut wajahnya begitu gusar, pil KB itu tidak ia temukan.Ria sangat ingat kemaren menyimpannya di laci.
Wanita tersebut meringis merasakan perih di bagian bibirnya. Tubuhnya di penuhi ruam-ruam kebiruan termasuk dibagian leher dan dadanya yang paling banyak.
Bersambung...
__ADS_1
Bila ada kesalahan, tolong tegur ya