MENIKAH KARNA WASIAT

MENIKAH KARNA WASIAT
Kecurigaan


__ADS_3

...Maaf baru update soalnya tidak enak badan. Mohon doakan semoga lekas sembuh, supaya bisa besok bisa update lagi😌...


...~Happy reading~...


Ria yang baru keluar dari kamar langsung terdiam, matanya menyorot pada seorang wanita yang pagi-pagi sudah duduk di kursi dekat meja makan sambil menikmati secangkir teh hangat.


Dengan langkah yang ragu-ragu, Ria berjalan mendekati wanita tersebut yang duduk membelakangi dirinya.


"Ma-maaf, anda siapa ya?" tanya Ria yang kini sudah berdiri di samping wanita asing itu.


Alyssa langsung menoleh ke samping. Dia bangkit dari tempat duduknya, sorot matanya terus memperhatikan Ria dari atas sampai bawah seakan tengah menilai.


"Saya Tante nya Aldi, sekaligus adik kandung dari almarhum mama nya Aldi."


Ria terlihat kaget, namun sedetik kemudian ia tersenyum hangat pada Alyssa.


"Maaf, Tante. Aku tidak tahu kalau anda..."


"Sudah, tidak usah di teruskan," ujar Alyssa menyela ucapan Ria.


"Sayang," Aldi yang baru keluar dari kamar, berjalan ke arah keduanya.


Pria tersebut terlihat rapi dengan pakaian formalnya dan wajah yang selalu mempesona.


"Ternyata kamu di sini," Aldi mengecup kening Ria dengan sayang, tanpa memperdulikan Tante Alyssa yang memperhatikan.


"Mas," Ria mendorong pelan dada Aldi pelan agar menjauh darinya, karna merasa malu dengan Tante Alyssa. Apalagi wajah Ria terlihat bersemu.


Aldi tersenyum melihat istrinya tersipu malu.


"Aldi, kamu ingin pergi bekerja?" tanya Alyssa.


"Iya, Tante. Aku harus pergi ke perusahaan karna ada rapat."


Aldi menarik kursi dan mendudukkan dirinya. Sedangkan Ria pergi ke dapur untuk membantu Bibi Ina menyiapkan sarapan pagi untuk mereka bertiga.


"Ada yang bisa aku bantu, Bi?" tanya Ria yang melihat Bibi Ina menuangkan soup ayam ke mangkok besar dengan asap yang mengepul.


"Tidak usah, Non Ria. Ini Bibi juga sudah selesai memasak soup ayam nya."


"Bibi permisi mau ngantar soup ini ke meja makan dulu,Non Ria," ujar Bibi Ina dan Ria hanya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Saat Aldi dan Tante Alyssa menikmati sarapan paginya, Ria sibuk memberikan makan pada Raja yang menerima suapan dari sang Bunda dengan lahap. Matanya terus menyorot ke televisi yang cukup besar, menayangkan kartun kesukaan balita tersebut.


"Sayang, sekarang kamu makan dulu." Aldi yang sudah selesai dengan sarapannya, mendekati sang istri.


"Nanti saja, Mas. Lagi pula aku belum lapar," tolak Ria dan Aldi menghela napas berat.


"Jangan seperti itu, sayang. Kamu sedang mengandung, setidaknya kamu makan untuk anak kita."


Aldi mengusap perut Ria dari balik dress hitam, begitu lembut. Ria merasa hatinya menghangat dan nyaman kala telapak tangan Aldi menyentuh bagian perutnya.


"Makan ya?" ujar Aldi menatap sendu pada Ria dengan senyuman tipis yang terukir.


Ria menganggukkan kepalanya."Iya."


"Tapi suapi Raja makan ya,Mas?"


"Iya, sayang." Aldi mengambil alih mangkok bubur tersebut dari Ria.


Wanita tersebut bangkit dari karpet berbulu itu dan berjalan ke arah meja makan. Sedangkan Aldi mendekati Raja dan menyuapi anak tirinya tersebut.


"Tante...," tegur Ria kala mendudukkan dirinya di kursi. Alyssa hanya melirik sekilas tanpa ada niatan membalas teguran istri dari keponakannya itu. Sedangkan Ria merasa  Tante Alyssa seperti tidak menyukai dirinya.


•••••


"Unda, obil nya bagus," celoteh Raja dengan suara cadelnya.


"Iya, sayang. Mobilnya bagus, 'kan Ayah Aldi yang membelikan," sahut Ria terkekeh pelan.


Wanita itu mengusap kepala Raja dengan sayang. Dia bersyukur kehidupannya yang sekarang begitu enak tidak seperti dulu. Apalagi sudah menikah  dengan Aldi yang menerima ia apa adanya, termasuk masalalu nya yang kelam.


Ria tersentak kala seseorang memanggil namanya. Dia menoleh ke arah Tante Alyssa yang kini berdiri di hadapannya dengan kedua tangan bersedekap di atas dada.


"Saya boleh meminta tolong?" tanya Alyssa datar.


Ria tersenyum tipis dan mengangguk. "Boleh Tante. Memangnya Tante mau minta tolong apa?"


"Tolong belikan body lotion di mini market," ujar Tante lotion.


Ria terdiam sejenak. Bukan apa-apa, tapi ia di larang keluar dari rumah oleh Aldi. Dia masih ingat bagaimana ia ketahuan keluar dari rumah dan Aldi memarahinya. Pria itu takut peristiwa penculikan waktu itu kembali terulang pada istrinya


"Tapi Tante, Mas Aldi melarang aku keluar rumah," cicit Ria, merasa tidak enak.

__ADS_1


"Apa Bibi Ina saja yang membelikan body lotion untuk, Tante." sambungnya.


"Saya menyuruh kamu Ria, bukan bibi Ina. Lagi pula bibi Ina tidak tahu body lotion itu seperti apa. Mini market tidak jauh dari sini, kamu tinggal jalan kaki. Jangan kebiasaan duduk santai di rumah, lihat sekarang kamu jadi pemalas seperti ini," gerutu Tante Alyssa.


"Tapi aku mau telpon Mas Aldi dulu, Tante. Mau minta izin," ujar Ria handak beranjak mengambil ponselnya di kamar.


"Jangan! Tidak usah minta izin dengan Aldi. Lagi pula kamu perginya tidak lama," ujarnya mencekal pergelangan tangan Ria.


•••••


Tante Alyssa tersenyum melihat Ria sudah keluar dari rumah. Wanita itu berbalik badan dan berjalan mendekati Raja yang masih sibuk dengan dunianya.


"Aku masih belum percaya bila Raja anak kandung Aldi."


Alyssa mengusap kepala Raja yang mendongak menatap dirinya dengan tatapan polos yang begitu menggemaskan. Sekali tarikan Alyssa menyabut sehelai rambut Raja yang tersentak kaget dan matanya berkaca-kaca karna terasa sakit.


"Cacit, pala Aja cacit." ringis Raja. Sedangkan Alyssa memasukkan rambut Raja yang sudah di cabut ke dalam plastik kecil. Dia akan melakukan tes DNA.


•••••


Aldi mengernyitkan dahinya. Tidak biasanya Ria tidak mengangkat telpon darinya.


"Apa ada masalah, Tuan?" tanya Gerry yang tengah fokus menyetir mobil.


"Tidak," jawab Aldi yang kembali menghubungi istrinya. Dia hanya ingin mengingatkan Ria untuk minum obat.


"Kenapa tidak di angkat, sayang, " gumam Aldi.


Mobil Lamborghini berwarna hitam itu memasuki area restoran yang menjadi tempat pertemuan Aldi dengan rekan bisnisnya. Pria itu keluar dari mobil dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam restoran sembari memperbaiki dasinya.


"Apa dia belum datang, Gerry?" tanya Aldi melihat-lihat restoran yang tidak menampakkan orang yang di cari.


"Mungkin Pak Nata sedang di perjalanan, Tuan, " jawabnya.


Aldi berjalan mendekati meja dan mendudukkan dirinya di kursi dan diikuti Gerry yang duduk di samping.


"Apa Tuan ingin pesan sesuatu?"


"Pesankan jus jeruk saja," jawab Aldi yang mengotak-atik ponselnya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2