MENIKAH KARNA WASIAT

MENIKAH KARNA WASIAT
Part 34


__ADS_3

...Jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberikan like, komen, vote dan hadiah. ...


...Terima kasih yang sudah mampir...


Happy Reading


Pandangan mata Ria mengedar. Melihat setiap jengkal restoran yang sepi.Tidak ada satu orang pun di sini. Namun,restoran ini sangat indah dengan hiasan lampu dan dekorasinya yang mirip restoran prancis yang sangat mewah, ekslusif dan konsepnya yang lebih kasual dan modern.Selain itu karena konsep tempatnya yang luar biasa.


Aldi terus mengenggam jemari tangan Ria.Dia sengaja membawa ke restoran yang sudah ia booking sebelumnya.


"Duduk," titah Aldi, menarik kursi untuk Ria.


"Mas,kenapa di sini tidak ada orang? Apa restorannya sudah tutup?" tanya Ria.


Pasalnya ini sudah jam 9 malam.Bisa sajakan restoran itu memang sudah tutup.


Aldi tersenyum.Ia menarik tangan Ria dan menggenggamnya."Bukan tutup, sayang. Tapi restorannya sengaja Mas booking, supaya kita tidak harus mengantri dan kamu lebih nyaman menikmati makanan di sini,"tutur Aldi lembut, mengusap pipi Ria.


"Kamu ingin pesan makanan apa, hmm?" tanya Aldi, membuka buku menu.


Ria menggelengkan kepalanya, membuat satu Alis Aldi terangkat.


"Kenapa?Kamu sudah kenyang atau tidak suka dengan makanan di restoran ini?" tanya Aldi.


"Bukan, tapi aku tidak tahu ingin memesan makanan apa.Takutnya mahal.Kenapa tidak makan di restoran biasa saja tanpa harus di booking restorannya, nanti uang Mas Aldi habis," ucap Ria.


Aldi tertawa dan Ria mengernyitkan keningnya bingung.


"Kenapa Mas tertawa?"


"Tidak apa-apa, sayang.Kamu jangan khawatirkan masalah uang, uang Mas banyak. Membooking restoran tidak akan membuat Mas miskin.Biar Mas pesankan makanan untuk kamu." Ria hanya menganggukkan kepalanya.


*******


Tidak lama makanan yang di pesan Aldi datang.Pelayan restoran banyak meletakkan jenis makanan di meja, membuat Ria membelalakan matanya.


"Mas, kenapa banyak sekali makanan yang di pesan?" ujar Ria memperhatikan makanan yang ada di depannya.


"Kamu sedang hamil, sayang. Jadi harus banyak makannya," ucap Aldi tersenyum lebar.


"Tapi tidak sebanyak ini juga.Aku tidak akan sanggup menghabiskannya," ujar Ria mengerucutkan bibirnya.


"Ya sudah, kalau tidak habis kita bungkus dan di bagikan ke pembantu yang ada di rumah,"ucap Aldi.


" Pembantu,"beo Ria.


Aldi menganggukkan kepalanya, sembari mencicipi satu makanan."Selama kamu di rawat di rumah sakit, Mas mempekerjakan pembantu di rumah kita, jadi saat kita pulang ,rumah dalam keadaan bersih."


"Sekarang, makan dulu," ujar Aldi menyuapi spagetti ke dalam mulut Ria yang langsung menerimanya.


Pipi wanita itu menggembung, mengunyah makanan.Aldi mengusap sudut bibir Ria yang blepotan dan menjilat jarinya.

__ADS_1


"Coba makan sup jagung ini, rasanya enak."


Aldi meniup-niup sup tersebut, hingga terasa hangat dan kembali menyuapi Ria.


"Enak?"


"Enak, tapi aku baru tahu kalau ada sup jagung," ujarnya.


"Tentu ada, sayang. Tapi kamu belum tahu saja."


"Mau mencoba nasi goreng seafoodnya," tawar Aldi.


"Iya, mau.Tapi aku makan sendiri.Mas kasihan tidak bisa makan karna nyuapin aku terus," ujar Ria, mengambil alih piring berisi nasi goreng dari Aldi.


"Mas, tidak merasa di repotkan, sayang.Mas ingin memanjakan kamu."


Lagi-lagi kening Ria berkerut,mendengar ucapan Aldi."Mas Aldi tidak usah memanjakan aku."


"Memang kenapa?Bukannya wanita sangat senang di manjakan pasangannya," ujar Aldi.


Ria tersenyum kecil."Menurut aku, Mas Aldi memberikan hak-hak aku sebagai istri dan memberikan perhatian sudah sangat cukup untuk ku."


"Pintar sekali kamu.Punya siapa sih?" goda Aldi.


"Punya Mas Aldi," jawab Ria, melingkarkan kedua tangannya di pinggang Aldi.


Keduanya tertawa bersamaan.


🍄🍄🍄🍄🍄


"Pakai jaket dulu supaya kamu tidak kedinginan," ujar Aldi memasangkan jaket tebal ke tubuh mungil Ria.


Jaket yang kebesaran membuat tubuh Ria tenggelam, mirip seperti anak kecil.


"Lucunya istri ku ini," puji Aldi mencium gemas pipi sang istri.


"Mas, kenapa sekarang kita memakai motor.Bukannya tadi kita menggunakan mobil?" tanya Ria memiringkan kepalanya dan menampilkan wajah polosnya,lagi-lagi membuat Aldi gemas sendiri.


"Sengaja, Mas ingin ajak kamu jalan-jalan.Pasti kamu sumpek dan sangat bosan karna satu minggu di rawat di rumah sakit," ujar Aldi.


Ria tersenyum lebar,tidak menyangka suaminya akan berpikir sampai sana.Seakan Aldi mengerti apa yang ia inginkan.


"Sekarang ayo naik," ujar Aldi yang sudah lebih dulu menaiki motor.


Ria menaiki motor tersebut,Aldi memegangi tangan sang istri takut jatuh, sedangkan itu tidak mungkin terjadi. Karna motor yang di gunakan Aldi sepeda motor beat.


"Eh..."


Ria tersentak kalau Aldi menarik kedua tangannya. Agar memeluk erat pinggang suaminya.


"Sudah siap?" tanya Aldi.

__ADS_1


"Sudah!"


"Go! "ucap Aldi.


Ria memeluk pinggang Aldi erat.Sembari menikmati terpaan angin malam yang berhembus ke kulitnya.Wanita itu menyandarkan kepalanya pada punggung lebar Aldi,menikmati setiap gedung dan perumahan yang mereka lewati.


" Mas Aldi berhenti!"


Ria memukul punggung Aldi cukup kuat,membuat pria itu berhenti mendadak.


"Astaga, Ria!Kenapa minta berhenti mendadak.Bahaya kalau misalnya di belakang ada pengendara lain," omel Aldi yang melihat ke belakang. Beruntung tidak ada pengendara.


"Aku ingin beli anggur itu," Ria menunjuk penjual anggur yang ada di sebrang jalan.


Aldi menghembuskan napas panjang. Sedangkan Ria menatap berbinar, penuh harap di belikan apa yang ia inginkan sekarang.


🍄🍄🍄🍄🍄


Liona hanya bisa terdiam dengan kepala tertunduk mendengarkan kemarahan Irwan.


"Papa bingung dengan kamu, Liona.Kenapa kamu bisa melakukan hal itu, sampai membuat istri Aldi hampir keguguran."


Liona lagi-lagi diam. Namun,tangannya terkepal kuat hingga kukunya memutih.


"Aku melakukan itu karna cemburu, Pa!Aku menyukai Aldi dan wajar marah saat melihat wanita lain berdekatan dengan Aldi.Aku tidak tahu sama sekali bila itu istri Aldi. Papa mengatakan pada ku bila Aldi masih sendiri, belum menikah.Lalu ,siapa yang patut di salahkan,aku atau Papa?"jawab Liona lantah.Napasnya terengah-engah dan mata yang berkaca-kaca.


"Papa langsung menyudutkan ku atas kesalahan yang tidak ku sengaja.Seharusnya Papa dengarkan dulu penjelasan aku hiks...sekarang aku harus bagaimana, Pa? Aldi sudah melaporkan ku ke polisi," ujar Liona.


Gadis itu bangkit dari tempat duduknya dan mendekati Irwan.


"Tolong aku,Pa."


"Aku tidak mau masuk penjara," ucap Liona menggenggam tangan Irwan. Memohon agar Papa membantu dirinya keluar dari masalah yang sangat pelik ini.


Irwan terdiam,tidak mengeluarkan sepatah kata pun untuk menanggapi ucapan Liona.


🍄🍄🍄🍄🍄


Kini, Ria duduk di sebuah kursi taman.Ia terus memasukkan buah anggur kemulutnya.


Aldi menopang dagu, memperhatikan sang istri.Senyuman kecil tercipta di wajah tampannya.


"Mas,mau." tawar Ria.


"Boleh," ujar Aldi mengambil satu buah anggur yang di sodorkan Ria.


Ria terdiam kala Aldi menyodorkan anggur yang ia berikan tadi ke mulutnya. Tanpa berpikir macam-macam ia menerima suapan anggur tersebut dari Aldi.


Tidak lama setelah Ria menerima anggur itu.Aldi langsung membungkam mulut Ria dengan bibirnya.Mengambil anggur yang di makan sang istri untuk berpindah ke mulutnya sekarang.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2