
"Di mana Kenzo?" tanya Aldi dingin pada para pelayan di mansion.
"Maaf, tuan muda tengah berada di ruang kerja pribadinya dan tidak bisa diganggu," jawab salah satu pelayan dengan sopan.
Aldi berdecak kesal." Kau panggil dia. Katakan bila Aldi ingin bertemu dengannya."
Pelayan wanita itu menggeleng." Maaf Tuan, kami tidak bisa. Tuan muda Kenzo benar-benar tidak bisa di ganggu."
Aldi menatap geram pada para pelayan yang berdiri di samping pintu.
"Kalian tinggal panggil_____"
"Ah, ada Pak Aldi ternyata." Nata yang baru saja menuruni anak tangga segera melangkah mendekati Aldi. Ia tak menyangka rekan bisnisnya berkunjung ke mansion nya.
"Kenapa kalian tidak menyuruh dia masuk, ini rekan bisnis ku. Kembali ke tempat kalian dan buatkan minuman serta cemilan ke ruang tamu." perintahnya.
Para pelayan meninggalkan tempat itu dan kembali pada pekerjaan mereka. Dan dua pelayan yang lainnya menyiapkan jamuan untuk Aldi.
"Saya ke sini ingin bertemu Kenzo. Ada urusan penting."
Nata terdiam beberapa detik.
"Ooh begitu, saya kira anda ingin menemui saya. Ayo masuk dulu ke dalam, Pak Aldi. Akan ku suruh pelayan untuk memanggil Kenzo. Tapi tidak biasanya Pak Aldi mencarinya?"
Aldi menoleh ke arah Nata yang tampak menunggu jawabannya." Ada hal penting yang ingin dibicarakan," jawabnya datar.
Nata manggut-manggut paham.
__ADS_1
Kini, keduanya sudah duduk di sofa ruang tamu. Pria paruh baya itu segera memanggil pelayan untuk menyuruh Kenzo agar ke ruang tamu. Dan beberapa menit pria yang Aldi tunggu-tunggu kedatangannya kini muncul. Raut keterkejutan terlihat jelas di wajah Kenzo saat bersitatap dengan Aldi.
"Ada apa Ayah memanggilku?" tanya Kenzo tanpa melepaskan tatapannya pada Aldi.
Nata menoleh ke arah Aldi sekilas dan kembali menatap putranya." Ini, Pak Aldi ingin menemui dan membicarakan hal penting," jawab Nata. Ia merasakan hawa panas di ruangan ini dan aura menyeramkan terpancar dari sorot mata Aldi pada Kenzo." Kalau begitu aku pergi dulu. Sepertinya kalian butuh ruang untuk mengobrol."
"Ingin bicara apa? Cepat katakan," ucap Kenzo setelah kepergian Nata. Ia tentu tahu apa yang akan keluar dari mulut Aldi dan ini berhubungan tentang Ria. Ah, mengingat wanita itu membuat Ia ingin sekali merebutnya dari Aldi dan menjadikan miliknya.
"Kau sudah tahu, kan, kedatangan ku ke sini karna apa," Aldi bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke arah Kenzo yang berusaha terlihat tenang." Apa maksud mu datang ke rumah ku dan membawa kabur istri ku?!"
Kenzo terdiam sejenak. Sedetik kemudian pria itu menjawab." Tanyakan ini pada Alyssa. Atau perempuan itu tidak memberitahu mu?"
Dahi Aldi mengkerut." Apa maksud mu?"
Kenzo terkekeh pelan dengan kepala tertunduk dan kembali menatap Aldi.
"Kau tidak tahu? Bila Alyssa sudah menjual Ria kepada ku. Dia mengatakan bila kau tidak mencintai Ria dan hanya memanfaatkan tubuh perempuan itu untuk kepuasan hasrat mu dan satu lagi, aku juga menginginkan."
Tanpa bisa mengelak lagi Kenzo tersungkur, wajahnya langsung menghantam lantai. Pukulan yang Aldi berikan meninggalkan memar kebiruan dan rasa sakit yang begitu terasa di rahangnya. Kenzo bangkit dari lantai sambil mengusap bagian wajahnya yang menjadi korban.
Napas Aldi turun naik. Tatapan matanya menghunus tajam ke arah Kenzo. Kedua tangannya terkepal kuat. Kalimat terakhir yang Kenzo ucapkan membuat amarah serta emosinya tersulut. Seolah belum puas Aldi menarik kerah baju Kenzo.
"Jangan harap kau bisa menyentuh Ria ku! Dia hanya milik ku! Dan aku tulus mencintainya!" Aldi mendorong kasar Kenzo setelah mengucapkan itu.
Para pelayan yang entah sejak kapan mengintip dan menguping perdebatan keduanya. Tidak ada yang berani ataupun melerai keduanya kecuali Kenzo memanggil mereka. Terlalu lancang bila mereka ikut campur.
"Terserah kau ingin berkata apa, tapi yang jelas Alyssa mengatakan seperti itu pada ku. Dan juga kau harus tahu, aku sudah mencicipi istri mu."
__ADS_1
Mata Aldi semakin melotot tajam mendengar itu. Air mukanya semakin keruh. Tidak mungkin Ria berkhianat dan melakukan hubungan dengan Kenzo.
"Kau pikir aku akan percaya dengan perkataan mu itu, Kenzo? Ria tidak mungkin melakukan sesuatu yang kau tuduhkan itu."
"Benarkah?" ucap Kenzo yang seolah ingin bermain-main. Sepertinya Ia terhibur melihat wajah penuh emosi Aldi. Seorang dokter dan CEO yang terlihat tegas dan tenang, sekarang mudah tersulut emosinya hanya karna istrinya.
•••••
Di tempat lain, Ria menarik napas dalam-dalam. Ia sedikit gugup dan ragu mengatakan ini pada Aldi tentang perlakuan buruk Alyssa padanya dulu. Ia terlalu banyak menutupi semua penderitaan dan kesedihannya pada Aldi. Seharusnya Ia jujur dari awal dan kejadian ini tidak mungkin terjadi. Ia masih ketakutan mengingat bagaimana Kenzo memeluk dan hampir membawanya pergi dari rumah ini.
Brak!
Suara pintu yang terbuka kasar membuat Ria yang tengah melamun terperanjat kaget. Ia menatap Aldi berdiri di ambang pintu dan rotasi matanya mengarah padanya. Namun ada hal berbeda. Pandangan mata suaminya terlihat berbeda tidak seperti biasanya.
"Di mana bajingan itu menyentuh mu, Ria?!" sarkas Aldi yang dengan paksa membuka pakaian sang istri.
"Menyentuh apa? Aku tidak paham maksud perkataan Mas." Ria menepis tangan suaminya yang hampir merobek dress yang Ia kenakan sekarang. Ria mundur beberapa langkah dari Aldi.
"Kamu tahu? Kenzo mengatakan pernah menyentuh mu. Aku tidak sudi bekas sentuhan Kenzo menempel di tubuh mu. Kamu milik ku dan tidak ada yang boleh menyentuhnya!"
Ria menggeleng lirih." Kenzo tidak pernah berbuat macam-macam pada ku, kecuali..." Ia menjeda ucapannya dan menghela napas panjang.
"Kecuali apa Ria," desak Aldi tak sabaran.
Ria menundukkan kepalanya sejenak dan kembali menatap lekat suaminya. Mungkin ini hal biasa baginya meski ada rasa takut yang tersisa. Tapi Ia takut reaksi suaminya setelah mendengar ini.
"Cepat katakan." Aldi menguncang pelan bahu sang istri.
__ADS_1
"Mas ingat saat kita pergi ke mall beberapa hari yang lalu?" Aldi mengangguk." Aku tidak sengaja bertemu Kenzo dan dia mencium ku dengan paksa. Mungkin itu yang Kenzo sebut sudah menyentuh ku."
"Kenapa kau tidak memberitahu Mas dari awal, hah? Laki-laki itu memang brengsek!" umpat Aldi.