MENIKAH KARNA WASIAT

MENIKAH KARNA WASIAT
Tidak kembali


__ADS_3

...Jangan lupa tinggalkan jejak ya!^^...


...~Happy reading~...


"Maaf Pak Aldi, saya datang terlambat," ujar Nata yang berjabat tangan dengan Aldi.


"Tidak masalah, saya juga baru datang."


Nata tersenyum tipis. " Anak saya hampir saja menabrak wanita hamil. Untung saja tidak sampai tertabrak, tapi wanita itu pingsan jadi langsung di bawa ke rumah sakit, makanya saya datang terlambat, " ujar Nata yang  mendudukkan dirinya di kursi.


Aldi terdiam sejenak mendengar ucapan pria berusia 50 tahunan itu. Dia jadi teringat dengan Ria, istrinya. Sudah di telpon beberapa kali tapi tidak di angkat.


"Pak, Pak Aldi!" panggil Nata sedikit mengeraskan suaranya, membuat Aldi tersadar dari lamunannya.


"Maaf," ujar Aldi membenarkan posisi duduknya.


"Tidak apa-apa, Pak Aldi. Sepertinya anda ada  masalah, maaf kalau lancang bertanya seperti itu," ujar Nata.


Aldi menggelengkan kepalanya. "Saya tidak ada masalah, hanya memikirkan istri saya."


Nata tampak terkejut mendengar kata istri. "Jadi Pak Aldi sudah menikah? Saya kira masih lajang." Nata tertawa di akhir kalimat dan Aldi tersenyum tipis.


Gerry yang berdiri di samping Aldi hanya diam, menyimak obrolan dua orang tersebut.


"Iya, saya sudah lama  menikah. Hanya saja saat acara akad di lakukan dengan sederhana tanpa resepsi. Jadi, tidak banyak yang tahu bila saya sudah menikah," ujar Aldi terkekeh pelan.


Nata manggut-manggut mendengar ucapan Aldi.


••••


"Saya ingin besok sudah keluar hasilnya," ujar Tante Alyssa pada dokter Dani yang mengambil dua simpel rambut dari wanita tersebut.


Dokter Dani menghela napas pelan. "Tidak bisa secepat itu Nyonya. Untuk melakukan tes DNA perlu dua minggu menunggu hasilnya keluar."

__ADS_1


Tante Alyssa mengernyitkan keningnya."Kenapa bisa selama itu? Saya ingin secepatnya, Dok."


"Tidak bisa Nyonya," jawab Dokter Dani tegas. Alyssa berdecak kesal.


"Baiklah. Tapi tolong sedikit di percepat," ujar Tante Alyssa.


Dokter Dani mengangguk."Akan saya usahakan."


"Kalau begitu saya permisi, Nyonya." Dokter Dani pergi meninggalkan tempat tersebut. Tante Alyssa tersenyum miring.


"Aku sangat yakin, kalau Raja bukan anak Aldi. Bisa gagal rencana ku untuk menguasai harta Aldi. Bisa saja Aldi memindahkan semua hartanya atas nama anak kecil itu." batin Tante Alyssa.


Ya, Alyssa datang ke Surabaya dengan maksud tertentu. Apalagi sekarang rumahnya sudah di sita oleh rentenir karna hutang yang menumpuk dan sudah jatuh tempo, namun ia tidak mampu untuk melunasinya. Hanya Aldi satu-satunya orang yang bisa ia andalkan.


Entahlah, hidupnya dari dulu sampai sekarang tidak  seenak kakaknya, Rita, yang menikah dengan pria kaya raya tapi sayang mereka berdua sudah meninggal dunia.


••••••


Awan terlihat begitu mendung dan angin  bergemuruh cukup kencang pertanda akan turun hujan. Aldi yang baru memarkirkan mobilnya di pekarangan rumah, segera keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah yang tidak terkunci pintunya.


"Bi, Raja ada di kamar?" tanya Aldi pada Bi Ina.


"Iya, Tuan. Dari tadi nangis terus, tapi sekarang sudah tidur."


"Lalu, Ria mana?" tanyanya lagi.


"Nah itu Tuan. Dari jam sepuluh pagi saya tidak melihat Non Ria. Saya tanya sama Nyonya Alyssa, tapi Nyonya juga tidak tahu Non Ria ke mana," jawab Bibi Ina.


Aldi diam sejenak, matanya bergulir tengah berpikir. Rasa khawatir dan takut terjadi apa-apa dengan istrinya menggerogoti hatinya saat ini. Dia jadi teringat dengan ucapan pak Nata, rekan bisnisnya itu.


"Kalau Tante Alyssa mana?"


"Nyonya pergi, Tuan. Katanya ada urusan." jawab Bibi Ina.

__ADS_1


"Ya sudah, kalau begitu saya masuk ke kamar dulu," ujar Aldi.


"Ke mana ya Non Ria pergi? Kasihan tuan Aldi," gumam Bibi Ina. Terlihat jelas raut kekhawatiran dari wajah pria tersebut.


Aldi yang baru masuk kamar langsung mencari laptopnya yang terletak di meja rias milik Ria. Dia langsung membuka rekaman CCTV.


Keningnya berkerut melihat rekaman tersebut. Apalagi melihat Tante Alyssa  berbicara dengan Ria.


"Apa yang mereka bicarakan, dan kenapa Ria langsung keluar rumah tanpa meminta izin ku?"


"Kamu kebiasaan, sayang. Pergi tanpa meminta izin dengan ku." Aldi mengambil kunci mobil yang ia lempar ke kasur. Dia berniat mencari Ria yang tidak pulang sampai sekarang, ia benar-benar takut terjadi apa-apa dengan Ria.


"Aldi kamu baru pulang?" tanya Tante Alyssa yang baru pulang dari rumah sakit.


"Iya," jawabnya datar.


"Sekarang kamu mau ke mana lagi?" tanya Tante Alyssa melirik Aldi menggenggam kunci mobil.


"Aku ingin mencari Ria. Dari pagi sampai sore seperti ini dia belum pulang. Biasanya Ria akan meminta izin bila akan pergi keluar dengan ku."


"Hah? Wanita itu belum pulang juga, apa sesuatu terjadi padanya. Tapi baguslah bila dia tidak pulang selama-lamanya." batin Tante Alyssa dengan senyuman menyeringai.


"Apa Tante tahu, ke mana Ria pergi? Aku melihat di rekaman CCTV, sebelum Ria pergi dia mengobrol dengan Tante Alyssa."


Sontak wanita itu langsung kaget. Dia tidak tahu kalau di rumah ini terpasang CCTV nya.


"Ta-tante tidak tahu, Aldi. Kami berdua hanya mengobrol biasa, tapi ya itu Ria langsung pergi keluar setelah mengobrol dengan Tante, katanya ingin pergi sebentar." alibi Tante Alyssa berusaha tenang meski sangat gugup. 


Aldi memijit pangkal hidung." Ya sudah kalau begitu aku pergi dulu mencari Ria, Tante."


Aldi bergegas berjalan ke pintu keluar. Sedangkan Tante Alyssa meneguk ludahnya kasar dan jantungnya yang berdegup kencang. Bagaimana bila Aldi menemukan Ria dan wanita itu mengatakan semuanya.


Tante Alyssa segera masuk kamar setelah Aldi pergi. Kepalanya sudah sangat pusing dengan masalah tes DNA dan kini Ria, wanita bodoh itu hilang.

__ADS_1


"Wanita itu seperti anak kecil saja," gerutu Tante Alyssa yang mendudukkan dirinya di sisi ranjang.


"Entah apa yang menarik dari Ria hingga Aldi menjadikan dia istri. Bahkan asal-usul nya pun tak jelas."


__ADS_2