MENIKAH KARNA WASIAT

MENIKAH KARNA WASIAT
Part 14


__ADS_3

"Ria dengarkan dulu penjelasan saya. Jangan pergi begitu saja dan pura-pura baik-baik saja dengan rasa cemburu yang kamu sembunyikan, " ujar Aldi. Air mata Ria langsung meluruh, sekuat apapun berusaha untuk terlihat baik-baik saja dia tetap tidak bisa. Raja juga ikut menangis melihat Bundanya menangis, seolah bisa merasakan apa dirasakan Ria.


Aldi langsung menarik Ria dalam dekapannya, memeluk erat wanita tersebut dari samping. Raja terdiam mendongak menatap Aldi lekat.


"Sekarang, kamu duduk dulu, " ujar Aldi menguraikan pelukannya. Ia membawa Ria ke sofa dan mendudukkannya.


Aldi mengambil rantang yang tergeletak di lantai. Untung makanan di dalamnya tidak sampai terhempas keluar dari rantang. Dia duduk di samping Ria yang menatap dirinya sendu.


"Jangan menangis lagi. Dia bukan siapa-siapa, dia hanya wanita yang selalu berusaha menggoda saya. Tapi kamu tenang saja, saya tidak akan mungkin mengkhianati pernikahan kita. " ujar Aldi menyakinkan.


"Kenapa?Bukankah kita menikah tidak ada cinta di dalamnya, jadi tidak masalah bila kamu bersama wanita lain, " ujar Ria.


Aldi menatap Ria dengan tatapan tajam, tidak suka dengan ucapan wanita tersebut yang entah mengapa ada rasa sakit di dalam hatinya.


"Menikah itu tidak harus dengan orang yang kita cintai.Karna setiap orang lebih memilih menikah dengan orang yang tepat untuknya," ujar Aldi yang mendengus.


"Lebih baik kamu cuci wajah kamu, " ketus Aldi memalingkan wajahnya sejenak.


Pria itu langsung mengambil Raja dalam gendongan Ria yang tampak heran dengan perubahan sikap Aldi yang lembut kini kembali ketus padanya.


"Cepat, jangan melamun terus, " titah Aldi seperti nada memerintah, membuat Ria langsung bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke kamar mandi yang ada di ruangan tersebut.


"Bunda kamu memang selalu tidak peka. Dan selalu merendah, " ujar Aldi mengajak mengobrol Raja yang berceloteh tidak jelas.


*******

__ADS_1


Ria membasuh wajahnya di depan wastafel. Matanya menatap pantulan bayangan dirinya di kaca. Ucapan Aldi tadi begitu terngiang-ngiang dalam pikirannya.


"Apa Aldi adalah sosok pria yang tepat. Tapi bagaimana bila aku sudah membuka hati ku untuknya tapi di saat itu aku akan kembali merasakan kehilangan, " monolog Ria merenung .


Ada rasa trauma dalam dirinya bila harus kembali di tinggalkan oleh orang yang ia cintai. Dari Albian hingga harus kembali kehilangan Rayyan untuk selama-lamanya. Takut bila hatinya akan kembali patah untuk ketiga kalinya.


******


Ria yang baru keluar dari kamar mandi. Menatap kearah Aldi yang juga membalas tatapan matanya. Pria itu duduk di sofa yang mengarah langsung ke tempat dia berdiri sekarang. Rasa canggung menerpa keduanya yang saling diam.


"Kamu kenapa masih berdiri di situ. Cepat ke sini, " ujar Aldi. Ria bergegas berjalan ke arah suaminya yang tengah memangku Raja dan duduk di dekat Aldi.


"Kamu masak apa? " tanya Aldi sekedar basa-basi.


"Aku masak tumis kakung sama ayam goreng tepung, " ujar Ria yang menoleh ke arah Aldi yang masih menatap lekat wanita tersebut.


"Kamu kenapa? " tanya Ria heran, membuat Aldi memalingkan wajahnya ke arah lain. Menormalkan detak jantung yang berdetak sangat cepat dengan gelenyar aneh yang merajap ke hatinya saat itu.


"Saya tidak pa-pa, " jawabnya yang langsung menyambar makanan di depannya. Aldi langsung menumpahkan semua tumis kangkung ke rantang yang berisi nasi dan ayam goreng yang dia ambil satu potong.


Pria itu memakan dengan lahap untuk menutupi kegugupannya, sedangkan Raja di letakkan di sofa didekat Aldi. Senyuman tercipta di bibir Ria melihat Aldi yang tampak menikmati masakan yang dia buat.


"Ini kamu yang masak atau beli? " tanya Aldi meletakkan wadah rantang yang sudah kosong di meja.


"Itu aku yang masak, sedikit-sedikit belajar untuk memasak, " jawab Ria dan Aldi menganggukkan kepala sembari mengambil botol air di atas meja.

__ADS_1


"Kamu tahu, saya tidak pernah menyangka akan menikahi kamu. Tapi satu hal yang harus kamu tahu saya merasa kamu orang yang tepat untuk menjadi pendamping hidup saya walau tidak ada cinta untuk kamu. Jadi.... Mulai sekarang kita belajar untuk saling menerima satu sama lain dan belajar untuk mencintai, " ujar Aldi menatap Ria dengan tatapan serius.


Ria masih diam, mencerna ucapan Aldi. Ia beberapa kali mengerjapkan matanya karna benar-benar tidak percaya dengan ucapan yang keluar dari mulut Aldi.


"Kamu tidak bohong,'kan? " tanya Ria memastikan membuat kening Aldi mengkerut .


"Kamu tidak percaya dengan saya? " ujar Aldi mendekatkan dirinya pada Ria yang menjauhkan tubuhnya dengan jarak mereka berdua yang cukup dekat.


"Bukan.Tapi kenapa sebegitu cepat kamu menerima aku dalam kehidupan mu. Kita____"


"Jangan pernah melibatkan soal cinta dalam pembicaraan ini, Ria. Tidak semua hubungan pernikahan akan bahagia bila cinta di dalamnya. Percuma saling cinta bila pada akhirnya akan menorehkan luka," Aldi menarik tangan Ria dan menggenggamnya erat.


"Sekarang kita mulai lembaran baru. Kita jalani pernikahan ini seperti pasangan yang lainnya. Untuk soal cinta itu urusan belakangan, " ujar Aldi.


"Kamu jangan selalu mengutamakan cinta dan selalu berpikir pernikahan tidak akan bertahan bila tidak saling mencintai. Karna kalau kamu berpikir seperti itu terus kamu jadi sulit menerima pernikahan kita. Dan maaf saya sudah melukai hati kamu lewat ucapan saya yang mungkin sangat menyakitkan , " ujar Aldi yang langsung memeluk Ria dan mengecup kening wanita itu dengan mesra.


"Tapi kamu janji jangan sakiti aku atau pun meninggalkan aku seperti yang lainnya, " ujar Ria dan Aldi menganggukkan kepalanya.


"Yayayaya.... " Raja bertepuk tangan dengan tawa yang tercipta di wajahnya melihat kedua saling berpelukan.


"Anak kita sepertinya bahagia melihat kita seperti ini, " ujar Aldi. Ria tersipa malu dan hatinya menghangat mendengar ucapan Aldi.


Bersambung....


Maaf ya ceritanya agak tidak jelas karna lagi puasa otak jadi ngeblank

__ADS_1


__ADS_2