MENIKAH KARNA WASIAT

MENIKAH KARNA WASIAT
Pertengkaran Aldi


__ADS_3

...Diusahakan agar terus update. ...


...~Happy reading~...


Ria begitu kalap memakan semua makanan yang tersedia di depan matanya sekarang. Aldi  melirik sang istri yang terus menyumpal makanan ke dalam mulutnya. Mereka berdua sekarang berada di restoran yang tidak jauh dari rumah. Sebelum pulang  ke rumah, Aldi memilih untuk mengisi perut terlebih dulu.


"Sayang, jangan seperti itu makannya, nanti keselak," tegur Aldi. Dia mengambil tissu dan mengusap mulut Ria yang blepotan saus.


"Tapi aku sangat kelaparan." Ria kembali memasukan potongan daging ke dalam mulutnya.


"Walau kelaparan tapi jangan terburu-buru seperti itu makan nya. Tidak akan ada yang minta, nanti kalau habis Mas pesanin lagi."


Ria hanya tersenyum dan mengangguk.


"Tante Alyssa menyuruh kamu beli apa sampai pergi ke luar?" Pertanyaan Aldi membuat pergerakan tangan Ria terhenti. Dia menoleh ke arah suaminya yang ada di samping.


"Aku di suruh beli lotion," jawab Ria apa adanya.


Aldi menghela napas kasar mendengar penuturan Ria.


"Lain kali jangan keluar rumah tanpa izin Mas, Sayang. Kalau kamu butuh sesuatu atau tante Alyssa nyuruh kamu keluar rumah, telpon Mas. Biar Mas yang membelikan nya. Kandungan kamu lemah dan kita juga tidak akan tahu bahaya apa yang sedang mengincar  di luar rumah," tutur Aldi lembut dan Ria manggut-manggut.


Aldi begitu was-was bila Ria keluar rumah. Apalagi mengingat kondisi sang istri yang tengah mengandung, membuat Ia makin khawatir di buatnya.


"Besok kita periksa kandungan kamu di rumah sakit ya." Aldi mengusap perut buncit Ria.


"Iya," jawab Ria singkat.


••••••


Alyssa terlihat gelisah ketika Aldi tidak pulang  ke rumah. Bukan kepulangan Aldi yang Ia tunggu sekarang, tapi takut keponakannya itu menemukan Ria dan wanita tersebut menceritakan semuanya. Dia sangat salah menyuruh Ria keluar rumah bila pada akhirnya akan seperti ini.


Alyssa yang mondar-mandir di ruang tamu tersentak kaget kala mendengar suara klakson mobil. Dengan langkah cepat Ia berjalan mendekati pintu keluar dan mengintip lewat jendela kaca.


"Ternyata Aldi sudah menemukannya? Memang sangat menyusahkan wanita itu," dumel Alyssa yang melihat Ria keluar dari mobil.

__ADS_1


Alyssa segera membuka pintu keluar.


"Akhirnya kalian berdua pulang juga."


"Kamu dari mana saja Ria? Tante sangat khawatir dengan keadaan mu." Alyssa langsung memeluk Ria yang terdiam. Aldi hanya melirik sekilas dan menatap ke arah lain sembari menghela napas berat.


"Aku baik-baik saja Tante, jadi tidak usah khawatir, " ujar Ria melepaskan pelukan Alyssa.


"Syukurlah, Tante takut kamu kenapa-napa."


Ria hanya tersenyum tipis mendengarnya.


"Sekarang kamu masuk ke kamar," titah Aldi pada Ria.


Sedangkan Alyssa meneguk ludahnya kasar. Perasaannya mendadak tak enak, apalagi melihat raut wajah Aldi. Apa pria itu sudah tahu? Apa Ria mengadukan?


"Kita ke kamarnya bareng saja, Mas." Ria bergelayut di lengan Aldi. Alyssa berdecih pelan melihat sikap manja Ria.


"Mas ingin bicara berdua dengan Tante Alyssa, jadi sekarang masuk kamar," titah Aldi tanpa ingin di tolak. Dengan wajah menekuk, Ria melepaskan lingkaran tangannya di lengan Aldi.


"Jadi maksud Tante apa?" Aldi langsung melontarkan pertanyaan. Sedangkan Alyssa pura-pura tak paham maksud Aldi.


"Kamu bicara apa Aldi, Tante tidak mengerti dengan maksud kamu itu?" jawab Alyssa yang berusaha menutupi kegugupannya. Keringat dingin bisa Alyssa rasakan di kedua telapak tangannya.


Aldi berdecak kesal dengan bersedekap dada dan menatap pupil mata Alyssa lekat.


"Kenapa menyuruh Ria keluar dari rumah sampai di suruh membelikan barang yang Tante inginkan? Tante bisa saja menyuruh bibi Ina atau... Tante sendiri yang keluar untuk membeli."


Alyssa menundukan kepalanya sejenak, dan kembali menatap wajah Aldi yang terlihat menyeramkan.


"Ta-tante tidak tahu di mana tempat menjual barang yang Tante ingin beli," jawab Alyssa sekenanya.


Aldi menatap Alyssa dengan mata menyipit seolah mencari kebohongan dari mata wanita tersebut.


"Tapi lain kali jangan menyuruh Ria lagi!" ujar Aldi dengan suara meninggi. Aldi bisa melihat kebohongan Alyssa dari gerak-gerik dan ekpresi wajahnya.

__ADS_1


Alyssa tampak terkejut dengan Aldi yang meninggikan suaranya.


"Sudahlah Aldi. Tante tidak ingin berdebat tentang hal ini. Lagi pula Tante hanya meminta tolong pada Ria tapi kau marah-marah tidak jelas seperti ini. Ria juga pulang dalam keadaan baik-baik saja, kan," ujar Alyssa yang mulai kesal.


"Baik-baik saja?"


"Ria hampir tertabrak mobil dan Tante bilang baik-baik saja. Kalau Ria sampai kenapa-napa, Tante mau tanggungjawab? Tidak, kan?" Aldi menatap Alyssa dengan sorot mata yang menajam.


Alyssa berdecak dan mendelikan matanya sinis. " Kau terlalu protektif dengan Ria."


"Wajar aku protektif dengan Ria, karna dia istri ku!" ketus Aldi. Membuat Alyssa mendengus kasar.


"Semenjak menikah kau jadi berani menentang ucapan Tante, Aldi. Entah apa yang dilakukan Ria hingga kau seperti ini," ujar Alyssa.


"Stop, Tante! Jangan bawa-bawa Ria dalam masalah ini. Kalau Tante tidak suka dengan Ria ataupun aku, silahkan pergi dari sini. Pintu rumah terbuka luas," ujar Aldi menunjuk ke arah pintu keluar.


Alyssa terbelalak kaget mendengar ucapan Aldi.


"Kamu berani mengusir Tante karna masalah sepele ini? Wow, kamu terlalu termakan cinta jadi seperti ini." Alyssa bertepuk tangan dan Aldi mendengus-dengus melihat wanita yang ada di depannya tersebut.


"Lihat saja, suatu saat nanti Ria akan membuat kamu kecewa dan pergi meninggalkan kamu, Aldi. Camkan ucapan Tante itu."


Setelah mengucapkan itu, Alyssa melengos pergi masuk ke dalam kamar dengan perasaan dongkol. Sedangkan Aldi berjalan mendekati sofa dan menghempas kasar tubuhnya ke single sofa.


"Mas Aldi...," Ria berjalan mendekati Aldi yang terkejut melihat keberadaan sang istri.


"Kenapa kamu ada di sini? Bukannya Mas menyuruh kamu masuk ke kamar," ujar Aldi mengernyitkan keningnya.


Wanita itu tidak mengatakan apa-apa. Dia duduk di pangkuan Aldi dan memeluknya erat.


"Maafkan aku, karna aku, Mas jadi bertengkar dengan Tante Alyssa...," lirih Ria yang menguraikan pelukannya.


Aldi mengusap air mata yang lolos dari sudut mata Ria.


"Kamu tidak salah, Sayang. Yang salah Tante Alyssa. Lain kali jangan pergi kemana-mana, Mas takut kamu kenapa-napa apalagi Mas harus kehilangan kamu." ujar Aldi menarik Ria dalam dekapannya. Melihat tatapan Kenzo pada Ria sudah sangat membuat Aldi ketakutan untuk kembali merasakan kehilangan. Tentu Ia tahu di balik tatapan Kenzo pada sang istri.

__ADS_1


Alyssa yang mengintip dari sela pintu kamar berdecih sinis.


__ADS_2