MENIKAH KARNA WASIAT

MENIKAH KARNA WASIAT
Maaf dan penyusup


__ADS_3

**Mungkin selama bukan puasa,aku bakal update malam ya.


Sebaik-baiknya bacaan adalah Al-Quran.


Happy reading**


"Maaf...," lirih Aldi, makin mendekap tubuh mungil Ria yang bergetar dengan hebat. Tangisannya makin menjadi-jadi dengan rasa sesak yang teramat.


"Kenapa kamu ke sini? Apa masih kurang bagi kamu untuk menyakiti ku dengan kata-kata mu yang begitu menusuk dan merendahkan aku, " Ria menatap lurus ke depan, air mata tidak henti-hentinya membasahi wajahnya.


Aldi membalikkan tubuh Ria, agar menghadap dirinya. Dia pegang kedua bahu sang istri , menatap lekat wajah Ria.


"Aku minta maaf. Ucapan ku memang sangat keterlaluan, " ujar Aldi.


Ria tersenyum getir, "Dua kali kamu mengatakan hal yang sangat menyakiti aku. Kamu pikir dengan minta maaf luka di hati ku akan hilang begitu saja,karna ucapan pedas kamu itu.Laki-laki yang sudah berani merendahkan seorang perempuan, itu sudah sangat keterlaluan, " ujar Ria dengan napas yang tidak beraturan.


Aldi menatap sendu pada Ria, dengan rasa sesal yang menyeruak dalam hatinya. Mulutnya seolah kaku, tidak bisa berucap apa-apa lagi.


"Aku akan memaafkan semua kesalahan kamu,tapi dengan satu syarat, " Ria mengacungkan jari telunjuknya pada Aldi yang awalnya tersenyum tipis , namun mendengar sebuah persyaratan senyuman itu perlahan memudar.


"Syaratnya apa? " tanya Aldi.


"Ceraikan aku. Biarkan aku melanjutkan kehidupan ku dengan Raja. Aku ingin hidup bebas tanpa harus terkekang dengan hubungan pernikahan ini. Lagi pula tidak ada cinta di antara kita, " ujar Ria serius.


Aldi menggelengkan kepalanya, menolak. Dia tidak ingin melanggar wasiat Rayyan yang di amanahkan padanya. Menjaga wanita dan anak dari almarhum sahabatnya itu. Bila mereka berdua pergi makan Ria akan pergi ke mana? Sedangkan wanita yang ada di depannya ini sebatang kara tidak memiliki siapa pun.


"Aku tidak akan menceraikan kamu. Aku memang sangat salah . Tapi aku mohon jangan meminta sebuah perceraian. Kamu harus ingat Raja yang butuh sosok seorang Ayah dan, bila kamu pergi kamu akan ke mana? " ujar Aldi.


Ria menatap ke arah lain. Dia juga bingung harus pergi ke mana, sedangkan sanak saudara pun tak punya.


Aldi tersenyum melihat wajah Ria yang tampak kebingungan.

__ADS_1


Wanita itu tersentak ketika tangannya di genggaman oleh Aldi dan di tarik begitu lembut ke arah mobil yang sudah terparkir dengan mesin yang masih menyala.


"Aku tidak ingin ikut dengan mu, " ujar Ria menggelengkan kepalanya. "Aku tidak ingin hatiku tersakiti lagi oleh ucapan kamu yang merendahkan ku dan mengungkit-ungkit masa lalu buruk ku. "


Aldi menghela napas berat, "Aku janji tidak akan melakukan itu. Aku benar-benar minta maaf, sebenarnya aku tidak terbiasa bersama wanita dalam satu rumah. Dan, aku masih belum bisa menerima pernikahan ini, tapi akan ku usahakan , " ujar Aldi menatap intens pada Ria yang menaikkan alisnya. Tangan keduanya masih tertaut erat.


"Yang aku tahu, pernikahan tanpa cinta akan berakhir perceraian. Jadi sebelum perpisahan itu datang lebih baik kita akhiri pernikahann ini. Jangan buat aku semakin berharap dengan kamu yang belum tentu bisa berubah, " celetuknya.


"Ria, aku mohon jangan minta cerai. Aku minta maaf, beri aku waktu satu bulan bila dalam jangka waktu itu aku masih menyakiti kamu, silahkan gugat aku, " ujar Aldi dengan tatapan yang serius. Ria menyipitkan matanya mencari kebohongan di balik netra hitam pekat tersebut.


"Baiklah, " ucapnya. Aldi tersenyum .


🍄🍄🍄🍄🍄


Ria langsung keluar dari mobil, setelah sampai di depan rumah. Dia pergi tanpa menghiraukan Aldi yang menatap kepergiannya.


"Ya ampun, mbak Ria sudah saya tunggu dari tadi , " ujar Ita yang merupakan tetangga sebelah rumahnya.


"Ini saya mau mengembalikan Raja.Dari tadi nangis terus mencari mbak Ria, " ujar Ita memberikan Raja yang sudah tertidur pulas dengan dodot yang menancap di mulutnya.


"Ini, " Aldi memberikan tiga lembar uang berwarna merah pada Ita yang langsung berbinar melihatnya.


"Wah, terima kasih dokter Aldi. Padahal seratus ribu sudah cukup, " ujar Ita tersenyum malu-malu. Aldi tersenyum kaku.


Ria mendongak melihat Aldi sekilas , setelah itu masuk ke dalam rumah.Dia berjalan menuju kamar untuk membaringkan putranya di kasur.


******


"Kalau begitu saya permisi yang , dok, " ujar Ita dan di angguki Aldi.


Pria melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah. Tapi baru beberapa langkah, tiba-tiba terhenti ketika seseorang memanggil dirinya.

__ADS_1


"Pak, tunggu! " pekik seorang pria sekitar 45 tahunan.


"Ada apa? " tanya Aldi datar.Pria yang membawa dua kantong plastik itu, menyerahkan belanjaan Ria.


"Ini belanjaan neng Ria. Tadi ,tiba-tiba mbak Ria tidak balik-balik lagi dari WC , sudah lama saya menunggu di parkiran." ujarnya dan Aldi langsung terdiam.


Ternyata dia salah paham dengan Ria. Wanita itu pergi untuk belanja bukan apa yang dia prasangkakan.


"Ini belanjaannya, " ujarnya memberikan pada Aldi.


"Bapak sudah di bayar? " tanya Aldi.


"Sudah , pak, " jawabnya.


🍄🍄🍄🍄🍄


Aldi yang tengah meletakkan belanjaan di atas meja, terkejut ketika mendengar suara teriakan Ria. Pria itu bergegas berlari ke arah kamarnya.


"Kenapa Ria? " tanya Aldi yang baru sampai di kamar . Ria menoleh ke arah Aldi dengan wajah yang tampak sangat ketakutan, sedangkan Raja menangis kencang karna kaget mendengar suara teriakan Ria.


"T-tadi ada laki-laki di kamar ini, " ujar Ria dengan suara yang tersendat-sendat karna rasa takut yang masih menyergap dirinya.


Aldi langsung memeriksa sekeliling kamar sampai melihat ke kamar mandi. Tapi nihil, tidak ada orang. Mustahil bila ada seseorang bisa masuk ke kamar, sedangkan rumah ini terkunci saat akan di tinggal pergi.


"Tidak ada, Ria. Mungkin kamu terlalu lelah hingga berhalusinasi, " ujar Aldi dan Ria menggelengkan kepalanya kuat.


"Tidak!Tadi aku melihat dengan mata kepalaku sendiri . Tadi dia berdiri di belakang pintu, " ujar Ria menunjuk tempat di mana pria misterius itu berdiri. .


"Tapi saat aku menutup mata dan kau datang, tiba-tiba dia sudah menghilang. Aku takut, " ujar Ria. Aldi mendekati sang istri dan mengusap bahunya.


"Sudah jangan takut . Aku ada di sini, " ujar Aldi. Ria langsung menjauh dari Aldi saat tangan pria itu menyentuh bahunya. Sedangkan pria tersebut menghela napas berat dengan senyum terpaksa melihat ketidak sukaan Ria yang di sentuh dirinya.

__ADS_1


Tanpa mereka ketahui. Seorang pria bersembunyi di bawah ranjang mereka . Dengan satu tangan yang memegang belati yang sudah di olesi racun. Sedikit lagi, dia akan berhasil dengan tugasnya, untuk melenyapkan wanita itu dan anaknya.


Bersambung...


__ADS_2