MENIKAH KARNA WASIAT

MENIKAH KARNA WASIAT
Tante Alyssa


__ADS_3

...Hallo apa kabar semuanya!^^...


...Jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberikan like,vote dan hadiah....


...Tegur saya bila ada kesalahan dalam cerita ini maupun tanda bacanya yang kurang tepat.Terima kasih💙...


...~Happy reading~...


Aldi menghentikan mobilnya di depan pekarangan rumah.Setelah cukup lama di perjalanan akhirnya mereka berdua sudah sampai di Surabaya.Karna kejadian tadi pagi membuat Ria terus merengek minta pulang,padahal Aldi ingin berlama-lama di Jakarta agar bisa menghabiskan waktu berduaan dengan Ria.


Aldi menoleh ke arah Ria yang  tertidur begitu pulas di jok mobil,mungkin kelelahan karna terlalu lama di perjalanan dengan posisi duduk seperti ini apalagi istrinya tengah mengandung.


Sebelum keluar dari mobil,Aldi sejenak memandangi wajah Ria yang terlihat damai dalam tidurnya.Tangannya terulur,menyingkirkan rambut yang menutupi sebagian wajah sang istri.Ria memang kebiasaan tidak mengikat rambutnya dan membiarkannya terurai.


Setelah puas memandangi wajah Ria,pria itu keluar dari mobil dan berjalan mengelilingi mobil hendak membuka pintu mobil di sebelahnya.Dengan hati-hati dan pelan Aldi mengangkat dan menggendong tubuh mungil Ria keluar dari mobil.Aldi melangkahkan kakinya keteras dan langsung membuka pintu rumah karna sebelumnya pria itu sudah menelpon pembantunya agar tidak mengunci pintu dan tidak menutup pintu terlalu rapat agar sekali dorong pintu  tersebut langsung terbuka.


Baru saja masuk ke dalam rumah,tubuh Aldi langsung mematung di tempatnya dengan mata yang membola sempurna.


Alyssa Anya,wanita berusia 57 tahunan itu yang tak lain adik kandung dari almarhum Mama Aldi tersebut berdiri  tepat di depan Aldi dengan kedua tangan menyilang di dada.Fokus matanya langsung menyorot ke arah Ria yang ada dalam gendongan keponakannya itu.


"Ta-tante kapan datang?" tanya Aldi sedikit gugup.


Alyssa masih terdiam,sedetik kemudian berdehem.


"Kemaren.Tapi kata pembantu kamu,kamu pergi ke Jakarta," sahut Alyssa.


"Siapa wanita yang kau gendong itu?" tanyanya.Sedangkan Alyssa sudah mengetahui bila wanita yang bernama Ria itu adalah istri dari keponakannya.Dia sudah mengetahui hal itu dari pembantu di rumah ini.


"Dia istri aku,Tante." jawab Aldi tanpa ragu.


"Wow,jadi kamu sudah menikah dan tidak mengundang Tante untuk menghadiri pernikahan mu itu," ujar Alyssa.


Aldi menggelengkan kepalanya."Bukan begitu...,"


"Eugh...." Suara lenguhan Ria yang tampak terusik dengan suara yang ada di sekitarnya dan membuat Aldi menjeda ucapannya.


"Aku antar Ria ke kamar dulu,nanti aku akan ke sini lagi," ujar Aldi melangkahkan kakinya melewati Alyssa yang menatap punggung keponakannya hingga hilang di balik pintu kamar.


Aldi dengan pelan-pelan meletakkan Ria di atas kasur.Dia juga melepaskan sendal yang masih terpasang di kedua kaki Ria.


Sebelum pergi,pria itu menutupi sebagian tubuh istrinya dengan selimut.Baru saja hendak pergi, tangan Aldi di cekal oleh Ria yang perlahan membuka matanya.

__ADS_1


"Mas Aldi mau ke mana?Kita sudah di rumah ya?" Ria mengedarkan pandangannya melihat sekitar ruangan yang ia tempati sekarang.


Aldi tersenyum lembut,ia mendudukkan dirinya di sisi kasur dan memberikan usapan lembut di kepala Ria yang memejamkan matanya merasakan usapan lembut yang membuat ia merasa nyaman.


"Kenapa malah bangun,hmm?" tanya balik Aldi dan Ria kembali membuka matanya tatkala pria itu menjauhkan tangannya dari kepala Ria.


"Memangnya aku tidak boleh bangun dari tidur ku?" tanya Ria dengan tatapan polosnya membuat Aldi terkekeh.


"Bukan begitu ,sayang.Mas lihat kamu sangat nyenyak tidurnya dan tiba-tiba saja sudah terbangun.Lebih baik kamu lanjutkan tidurnya, ini juga sudah malam,"ujar Aldi dan Ria melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 8 malam.


" Tapi aku sudah tidak ngantuk lagi."


Ria langsung bangun dari tidurnya.Dia menyandarkan punggungnya di bahu ranjang dan Aldi ikut membantu.


"Mas Aldi tadi mau ke mana?Sepertinya tadi mau pergi?" Lagi-lagi Ria kembali melontarkan pertanyaan.


"Mas mau keluar kamar,mau ambil minum tenggorokan Mas kering." Aldi tersenyum ke arah Ria yang membalas senyumnya.


"Ya sudah, Mas ke dapur ambil minum dulu." ujar Ria.


"Kalau begitu Mas ke dapur dulu ya. Kamu mau nitip di ambilin apa di dapur atau mau makan?"


"Aku tidak lapar Mas, aku sudah kenyang.Kan tadi sudah makan di restoran sebelum pulang ke rumah,"jawab Ria sambil mengusap-ngusap perutnya.


•••••


Aldi yang baru keluar dari kamar langsung berjalan ke ruang tamu,tempat di mana Alyssa berada.Saat sampai di ruang tamu Aldi melihat tantenya itu tengah menikmati secangkir teh hangat di temani kue cake.


"Tante...," panggil Aldi dan Alyssa menoleh.


"Sini Aldi duduk di sebelah Tante," Tante Alyssa menggeser tubuhnya agar Aldi duduk di dekatnya.


"Kamu mau teh hangat juga Aldi?" tawar Tante Alyssa kala Aldi sudah duduk di sebelahnya.


Pria itu menggelengkan kepalanya dengan senyuman tipis yang terukir di wajahnya."Tidak,Tante."


Tante Alyssa hanya manggut-manggut membalas ucapan Aldi.


"Oh iya.Kamu belum menjawab pertanyaan Tante tadi. Kamu kenapa tidak memberikan kabar ataupun mengundang Tante saat acara pernikahan kamu itu?" tanya Tante Alyssa.


"Pernikahan kami berdua mendadak,Tante." jawab Aldi sekenanya.

__ADS_1


Kedua alis Tante Alyssa mengkerut."Kenapa sampai mendadak?Apa istri mu itu hamil duluan?"tanyanya.Entahlah, pikiran buruk itu tiba-tiba melintas di otaknya. Tidak mungkin pernikahan di lakukan secara mendadak kecuali ada suatu hal.


Aldi kembali tersenyum,menutupi sesuatu hal yang tidak harus di ketahui oleh wanita yang merupakan tantenya itu.


"Tante tahu sendiri,seorang pria bila sudah sangat mencintai wanitanya pasti kami para pria akan melamar dan menikahi wanita tersebut agar hubungan kami berdua sebagai sepasang kekasih semakin erat hingga tidak bisa terpisahkan, kecuali takdir dan maut yang sanggup memisahkan," tutur Aldi rinci.


"Aku sangat mencintai Ria,jadi langsung menikahinya.Lagi pula akadnya kemaren sederhana saja." lanjutnya.


Tante Alyssa terdiam sejenak, mencerna setiap perkataan yang keluar dari mulut Aldi.


"Lalu, balita berumur dua tahun itu anak siapa? Kata Bibi, itu anak kalian berdua, apakah itu benar?Tapi tahun kemaren saat Tante mengunjungi kamu,kamu masih belum memiliki seorang kekasih ataupun calon istri.Umur balita itu tidak sesuai dengan umur pernikahan kalian yang masih terbilang baru," ujar Tante Alyssa yang mulai menaruh kecurigaan.


Aldi malah tertawa membuat Tante Alyssa mengernyitkan dahinya,bingung dan heran.


"Raja itu anak ku,Tante.Memangnya Tante tahu dari mana aku baru menikah dengan Ria?Dan perlu di ingat,Tante mengunjungi ku saat bulan Februari 2 tahun yang lalu dan sekarang tahun 2021 bulan November. Dan itu pas dengan usia Raja yang genap satu tahun," alibi Aldi.


"Ta-tapi Tante bertanya dengan bibi, katanya kalian baru sekitar lima bulanan menikah.Bibi juga tahu itu dari istri kamu langsung," ujar Tante Alyssa dengan wajah yang terlihat bingung.Antara mempercayai ucapan keponakannya atau ART.


Aldi terdiam sejenak.Sepertinya Ria terlalu terbuka dengan orang lain hingga menceritakan perihal pernikahan mereka berdua dengan ART nya itu.Bukan Aldi ingin merahasiakan identitas Ria,tapi ia takut Tante Alyssa tidak suka ataupun marah ketika tahu dia menikahi Ria saat istrinya itu memang sudah memiliki anak dari pria lain.Apalagi sebelumnya Ria hamil di luar nikah dan pasti Tante Alyssa akan berpikiran Ria bukan wanita baik-baik.


"Tante aku ke kamar dulu," ujar Aldi.Lebih baik ia segera pergi dari dekat Tante Alyssa yang pastinya akan kembali melontarkan pertanyaan.


"Iya," jawabnya singkat. Namun pikirannya masih tertuju pada Ria. Jawaban Aldi belum memuaskan untuknya.Dari gerak-gerik dan raut wajah keponakannya ada sesuatu yang di sembunyikan. Apalagi ia belum tahu asal-usul wanita yang kini menjadi istri Aldi.


•••••


Ria tersenyum dengan mata yang masih terpejam tatkala sebuah tangan melingkar di perutnya.Wanita itu langsung membalikkan badannya ke arah Aldi yang tersentak kala Ria menghadap dirinya yang baru membaringkan badannya di kasur.


"Kamu ternyata belum tidur ya," ujar Aldi di sertai kekehan.


Ria langsung merapatkan tubuhnya dengan Aldi dan melingkarkan tangannya pada tubuh besar nan hangat itu .Dia menghirup dalam aroma tubuh suaminya yang sanggup membuat ia mabuk di buatnya hingga kecanduan.


"Aku tidak bisa tidur kalau tidak memeluk Mas Aldi," ujar Ria manja.


Aldi tersenyum mendengarnya dan memeluk gemas tubuh mungil tersebut.


"Sekarang sudah tidak bisa jauh-jauh dari Mas ya,sampai-sampai tidur saja minta di peluk.Kalau Mas pergi jauh bagaimana?"


Ria langsung mencebikkan bibirnya dengan raut wajahnya yang merenggut.


"Kalau Mas Aldi pergi aku juga ikut. Aku tidak mau jauh-jauh dari Mas.Pokoknya ke mana pun Mas pergi aku ikut," ujar Ria tersenyum manis dan Aldi langsung mengecup bibir ranum sang istri.Pipi Ria langsung memanas dengan semburat kemerahan di kedua pipinya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2