MENIKAH KARNA WASIAT

MENIKAH KARNA WASIAT
Promosi karya baru!^


__ADS_3

Hay-hay semuanya. Maaf mengganggu waktu kalian sebentar. Aku ingin mempromosikan novel terbaru ku. InsyaAllah bakal update tiap hari!^^



Suara lonceng cafe yang berbunyi menandakan seseorang masuk ke dalam cafe bernuansa anak muda tersebut. Sorot tajam seorang pria mengedar di sekitar cafe mencari seseorang.


"Pak Rafka!" Suara teriakan seorang  wanita muda yang duduk di meja paling ujung melambaikan tangannya pada pria tersebut.


Pria yang bernama Rafka itu segera melangkahkan kakinya menghampiri wanita muda yang mengenakan hoodie hitam dan celana jeans biru dengan rambut panjang sebahu yang terurai.


"Sudah lama menunggu?" tanya Rafka mendudukkan dirinya di kursi yang berhadapan dengan wanita yang bernama Salsa itu.


"Tidak juga Pak. Saya baru saja sampai di cafe ini," balas Salsa sedikit canggung.


Rafka mengangguk samar.


"Ada perlu apa sampai ingin bertemu dengan saya?"


Salsa memejamkan matanya dan menarik napas dalam-dalam seakan Ia butuh tenaga untuk mengucapkan sesuatu yang memang sangat-sangat penting.

__ADS_1


"Saya ingin memberitahu Bapak, kalau saya..." Salsa menjeda ucapannya. Dia menatap lekat Rafka yang memandangnya dengan alis yang berkerut seakan menunggu kelanjutan ucapannya.


"Saya hamil."


Deg


Napas Rafka tercekat. Pupil mata pria itu membesar bersamaan dengan raut wajah yang tampak terkejut serta badan yang menegang.


"Ha-hamil?" Salsa mengangguk.


"Iya, Pak. Karna kejadian malam itu, saat Bapak mabuk berat. Saya ingin Bapak bertanggungjawab dengan menikahi saya. Karna saya tidak mungkin menggugurkan janin ini. Ayah dan ibu belum tahu kalau saya hamil," ucap Salsa dengan kepala tertunduk dan kedua tangan yang meremas kuat hoodie nya. Ada sedikit rasa sesak di rongga dadanya setelah mengucapkan itu.


Salsa menyentuh tangan Rafka, membuat pria itu tersentak kaget.


"Bapak akan menikahi saya, kan?" Salsa bertanya dengan raut wajah penuh harap.


Pria itu terdiam sejenak. Menatap lekat Salsa yang membalas tatapan matanya penuh harap.


Rafka mengangguk ragu." Iya, secepatnya saya akan menikahi kamu."

__ADS_1


Senyuman merekah di bibir ranum Salsa." Terima kasih Pak, saya kira Bapak akan meragukan kehamilan saya."


"Tentu tidak, Sal. Saya masih sadar saat melakukannya." ucapnya." Tapi untuk sementara  Saya akan menikahi kamu secara siri."


Binar bahagia di wajah Salsa langsung berubah jadi heran." Kenapa harus nikah siri, Pak? Kenapa tidak menikah secara sah saja?" tanya Salsa yang tampak protes.


"Saya tahu kamu keberatan, tapi untuk saat ini Saya belum bisa menikahi kamu secara hukum. Tolong pahami keadaan saya saat ini ya," balas Rafka membujuk Salsa untuk menyetujui keputusannya.


Dengan berat hati wanita itu mengangguk." Iya."


Namun, pemikiran buruk melintas di kepala Salsa. Apa mungkin karna Ia hanya cleaning servis? Tapi mau bagaimana pun Ia tetap bersyukur Rafka mau bertanggungjawab.


Rafka tersenyum tipis.


"Sekarang kau mau pesan makan apa? Saya yang akan bayar." Rafka menatap meja mereka berdua yang kosong.


"Tidak usah Pak. Saya ingin langsung pulang. Dan saya hanya ingin mengatakan ini saja pada Bapak."


"No, kau tidak boleh pulang sebelum makan dulu di sini. Sekarang  kau sedang hamil jadi harus banyak makan."

__ADS_1


Salsa tampak tertegun mendengarnya.


__ADS_2