MENIKAH KARNA WASIAT

MENIKAH KARNA WASIAT
Mari cerai


__ADS_3

**Sebaik-baiknya bacaan adalah Al-Quran.


Mulai besok aku updatenya malam ya, ok


Happy reading**


Tubuh Ria terhempas dengan kasar di atas ranjang.Dia langsung menoleh ke arah Aldi yang melepaskan ikat pinggangnya, membuat ia semakin takut dengan sekujur tubuh yang tiba-tiba meremang.


Pria itu membuka satu persatu kancing kemejanya. Mata Aldi terus menyorot ke arah wanita yang tengah berada di atas ranjang dengan raut ketakutan yang terbingkai jelas di wajah Ria dan dia sangat suka melihat pemandangan di depannya ini.


"Mau berapa ronde? " tanya Aldi ambigu, namun tetap dengan nada suaranya yang datar.


Ria semakin ketakutan, sampai tangannya gemetar.


Kini, pakaian yang membalut tubuh Aldi sudah terlepas.Postur tubuh Aldi yang terlihat menawan dan menggoda bagi para wanita. Badan yang berotot, perut sixpack, dan dada bidang yang di tumbuhi bulu-bulu halus,membuat Ria beberapa kali meneguk ludahnya susah payah.


Aldi mendekati Ria, merangkak naik ke atas ranjang. Tangan pria itu terulur menyentuh dagu istrinya.


"A-aku tidak mau melayani kamu, " tolak Ria dengan nada lembut namun terdengar sedikit menyakitkan. Aldi menaikkan alisnya.Pria itu terkekeh, membuat Ria bingung dibuatnya.


"Saya tidak perlu meminta persetujuan kamu untuk memuaskan saya, " ujar Aldi. Ia mengeluarkan dompetnya dari saku celana.


"Ini, " Aldi melemparkan beberapa lebar uang tepat di wajah Ria yang tampak terkejut. "Bahkan saya sebagai suami kamu harus membayar untuk bisa di layani oleh kamu. Berapa harga tubuh kamu itu? " tanya Aldi tanpa berpikir dengan ucapannya.


Dada Ria mendadak sangat sesak seolah baru di hantam batu yang sangat besar. Matanya sudah berkaca-kaca dengan tangan yang meremas sprei dengan kuat.


Masa lalunya selalu di ungkit-ungkit.Seolah mengingatkan bahwa dia bukan wanita yang baik-baik. Orang-orang selalu memandang dia sebagai wanita rendahan. Sekarang, Aldi yang merupakan suaminya sendiri ikut menghina dirinya. Bahkan ingin berubah menjadi lebih baik lagi sangat sulit bagi dirinya, karna orang-orang yang selalu melihat dirinya tetap sama seperti di masa lalu.


"Kenapa diam? Apa masih kurang bayarannya, " ujar Aldi.


Plak


Tamparan yang cukup keras, Ria layangkan pada Aldi yang langsung diam dengan ekpresi yang cukup syok dengan perlakuan Ria. Sedangkan wanita itu menatap nyalang pada suaminya dengan napas yang tidak beraturan.


"Cukup! Jangan terus merendahkan aku!Aku memang wanita kotor yang tidak sesuci wanita di luaran sana.......Tapi apa salah bila aku inginย  berubah jadi lebih baik lagi? Kamu selalu menyudutkan aku, seakan aku melakukan kesalahan yang sangat besar. Kamu tidak tahu tentang kehidupan aku di masa lalu, jadi jangan seolah tahu semuanya tentang aku!, " ujar Ria dengan suaranya yang serak dan air mata yang mengalir deras.


Aldi diam. Tak dapat berkata-kata lagi.


"Aku capek, aku lelah dengan segala penderitaan yang selalu aku dapatkan. Aku lelah selalu di rendahkan selalu di persalahkan hiks...... Kalau kamu menikahi aku hanya untuk menyiksa batin aku dan semakin membuat aku lebih menderita lagi, lebih baik aku tolak mentah-mentah pernikahan waktu itu. Biar aku melanjutkan hidupku dengan Raja dari pada harus bersama kamu tapi kembali mengukir luka di hati ku hiks......., "

__ADS_1


Ria menangis meraung-raung. Memukul-mukul dadanya yang semakin sesak dan sakit hatinya makin bertambah.


"Ceraikan aku! Ceraikan aku. Biarkan aku bebas dan melanjutkan hidupku dengan anak ku tanpa harus mengingat-ngingat masa lalu buruk lagi, " Ria memukul dada telanjang Aldi dengan brutal.


Aldi masih diam, merasakan pukulan bertubi-tubi dari Ria yang perlahan melemah. Di lubuk hatinya paling dalam ada rasa bersalah dan sakit melihat wanita yang ada di depannya.


"Aku mau ikut Rayyan, aku mau ikut Rayyan hiks.... " Ria bangkit dari ranjang , mendorong Aldi dengan kuat hingga jatuh terjungkal dari atas ranjang.


"Ria, kamu mau kemana!! " teriak Aldi yang berusaha bangkit, sambil meringis kesakitan pada punggungnya yang terhempas kelantai.


Sementara, Ria berlari keluar rumah seperti orang gila yang terus mengatakan "Aku ingin ikut Rayyan" . Keinginan untuk kembali bunuh diri mulai muncul. Keadaan di lingkungan yang buruk dan cemoohan, hinaan dari orang-orang yang ada di sekitarnya ,yang membuat hasrat bunuh diri itu terus menjadi jalan keluar bagi Ria dari permasalahan yang tengah di hadapi.


Mental Ria memang sudah mulai hancur dan itu karna orang-orang yang selalu menyalahkan dirinyaย  tanpa tahu kebenarannya. Orang lain hebat dalam menghujat dan berkomentar pedas tapi mereka tidak sadar, bahwa mereka juga pernah melakukan kesalahan. Seribu kebaikan akan hangus bila kita melakukan satu kesalahan. Orang lain berfokus pada kesalahan bukan pada kebaikan yang selama ini telah dilakukan.


Dunia ini tempatnya lelah, persaingan dan ujian. Tergantung bagaimana kita menyikapi dan menjalani kehidupan di dunia ini.


Aldi berjalan keluar rumah dengan kemeja yang belum tertutup bagian kancingnya. Ia masuk ke dalam mobil. Ada rasa menyesal dalam dirinya.


๐Ÿ„๐Ÿ„๐Ÿ„๐Ÿ„๐Ÿ„


"Huhu...... Kaya mendadak aku hahaha..... Hebat juga tuh si pelacur dapat suami kaya raya, " ujar Mommy Nia mengipas-ngipasi wajahnya dengan uang yang dia bentuk seperti kipas.


Wanita berusia 45 tahun itu menjatuhkan dirinya di tumpukan uang pada kasur. Kapan lagi tidur di temani lembaran-lembaran uang merah seperti ini.


Mommy Nia langsung menoleh ke arah anaknya, dan menggerakkan tangannya untuk mendekatinya.


"Lihat, Mommy banyak dapat uang. Cuma modal sepuluh juta bisa berlipat-lipat seperti ini, " ujarnya tersenyum pongah.


"Mommy, main togel," celetuk pria berkaca mata bulat itu.


Pletak


Geplakan mendarat sempurna di wajah anaknya.


"Dasar anak kurang ajar. Ini hasil kerja Mommy sebagai Mucikari dan sekarang mendapatkan untung banyak. Nanti kalau Mommy sudah tua kamu yang akan melanjutkan usaha Mommy, " ujarnya.


Pria tersenyum miris. Pekerjaan penghasil dosa di wariskan padanya. Entah kapan Mommy akan sadar dengan pekerjaan yang dia lakukan.


"Mommy tidak takut dapat dosa?Apalagi bekerja sebagai Mucikari, menjual wanita-wanita muda untuk di jadikan hasrat buas laki-laki berhidung belang, " ujarnya menatap tumpukan uang di kasur .

__ADS_1


"Kamu tidak usah sok menceramahi Mommy. Yang dapat dosa juga Mommy bukan kamu. Lagi pula kamu juga makan uang haram itu jadi tidak ada bedanya, " celetuk Mommy Nia, menjilat jarinya dan menghitung uang di tangannya.


"Nanti Mommy kena azab, baru tahu rasa, " celetuknya.


"Pergi kamu dari sini! Tidak usah masuk kamar lagi kalau untuk menceramahi Mommy, " usirnya dengan wajah garang.


๐Ÿ„๐Ÿ„๐Ÿ„๐Ÿ„๐Ÿ„


Ria tengah berdiri di sebuah jempatan yang di bawahnya terdapat sungai yang ber-arus deras dan ada banyak batu-batuan, bila dia loncat maka tidak akan mungkin selamat dari kematian yang ia inginkan.


On flashback


"Jangan merasa sendiri, Ria. Aku akan bersama kamu terus," ujar Albian tersenyum lembut.


"Tapi aku lelah Albian ,dengan kehidupan ini. Dan sekarang aku hamil, sedangkan Rayyan ada di penjara. Aku harus berjuang seorang diri, " lirih Ria menatap lurus menerawang.


Albian tersenyum, mengusap rambut panjang wanita tersebut..


"Semua orang akan merasakan namanya ujian dan kesulitan dalam menjalani kehidupan ini. Apapun masalah yang tengah kamu hadapi, kamu harus kuat dan yakin kamu bisa melewatinya," ujar Albian tersenyum lebar, membuat Ria ikut tersenyum.


*******


"Aku takut, Rayyan. Kenapa semua orang jahat?" tanya Ria memeluk Rayyan dengan erat.


"Jangan takut, Ria. Aku akan selalu bersama kamu. Dan orang-orang itu semuanya baik, cuma mereka hanya berfokus pada kesalahan kamu dan pada ambisi mereka untuk mendapatkan sesuatu yang dinginkan, " ujar Rayyan mengusap-ngusap kepala Ria.


"Jangan menyerah atau berputus asa atas semua kesulitan yang kamu hadapi di dunia ini. Seharusnya kamu menunjukkan pada mereka semua kalau kamu itu wanita hebat dan bukan wanita kotor yang mereka prasangka, 'kan, " ujar Rayyan.


"Tapi aku buta, untuk menjaga diriku sendiri sangat sulit, " ujarnya.


"Nanti, sebentar lagi kamu juga akan melakukan operasi mata. Jadi jangan sedih lagi ya. Bila suatu saat aku tidakย  ada lagi di samping kamu ,jangan menyerah ataupun sampai ingin mengakhiri hidup, "


Off flashback


Ria menyembunyikan wajahnya di kedua telapak tangannya dengan tangisan yang begitu memilukan. Dua pria yang sangat dia cintai pergi meninggalkan dirinya seorang diri, menghadapi kejamnya dunia .


"Aku ingin mati, tapi aku sudah janji dengan Rayyan tidak boleh menyerah. Sekarang aku harus apa, " monolognya dengan isak tangis.


Sebuah pelukan dari belakang membuat tangisan Ria terhenti. Ia menoleh dan terkejut mendapati Aldi yangย  memeluk dirinya.

__ADS_1


"Maaf...... " lirihnya.


Bersambung....


__ADS_2