MENIKAH KARNA WASIAT

MENIKAH KARNA WASIAT
Obat penyubur


__ADS_3

Aldi mengerjap beberapa kali. Ia memegangi kepalanya yang terasa pusing. Tangannya meraba-raba selimut yang menutupi tubuhnya yang polos tersebut. Aldi bangkit dari tiduran,'nya.Matanya mengedar melihat keadaan sekitar yang tampak sepi. Dengan berjalan sedikit sempoyongan Aldi melangkahkan kakinya menuju kamar dengan selimut yang masih membalut tubuhnya.


Ceklek


Ria terperanjat kaget melihat Aldi masuk ke dalam kamar. Pria itu melihat ke arahnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Pandangan mata pria itu seolah tengah menelanjangi dirinya yang memilih membuang muka, namun ekor matanya melihat ke arah Aldi yang masih berdiri di ambang pintu.


Ria tampak gugup saat Aldi duduk di sebelahnya, di sisi kasur. Dia lebih memilih menyibukkan dirinya bermain dengan Raja yang duduk di pangkuannyaย  yang tengah memainkan Dinosaurus . Balita itu melihat ke Aldi sekilas dan kembali memainkan Dinosaurusnya.


"Saya minta maaf untuk kejadian tadi malam.Itu di luar kendali saya untuk tidak melakukan itu. Saya di jebak oleh Klarissa dengan obat perangsang, " ujar Aldi yang tampak menyesal dan merasa bersalah.


Ria terdiam sejenak, mencerna ucapan Aldi, "Tidak apa-apa. Memang itu sudah tugas ku untuk melayani kamu sebagai seorang istri, " jawab Ria walaupun ada sedikit ketidak ikhlasan dalam hatinya. Aldi bernapas lega mendengar penuturan Ria, membuat senyuman tipis tercipta di wajah bantal yang baru bangun tidur.


"Kalau begitu saya mandi dulu, " ujar Aldi sembari bangkit dari kasur.


Baru beberapa langkah Aldi berjalan menuju ke kamar mandi, tiba-tiba langkahnya langsung terhenti seketika saat mendengar lontaran yang keluar dari mulut Ria.


"Aku minta tolong sama kamu . Nanti, kalau bisa belikan aku obat pencegah kehamilan di apotek, " ujar Ria. Sontak Aldi yang mendengar itu langsung membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Ria yang memperhatikan Raja.


"Memangnya kenapa harus minum obat pencegah kehamilan? " tanya Aldi yang menaikkan alisnya.


Ria menghela napas berat ,menatap Aldi, "Aku tidak ingin hamil, setelah kita melakukan itu, tidak menutup kemungkinan bila aku akan hamil anak kamu. Sebelum itu terjadi aku harus meminum obat itu, " jawab Ria tanpa ragu.


Aldi tertawa hambar mendengar jawaban Ria yang entah mengapa begitu menyentil hatinya yang tiba-tiba terasa sakit. Wanita yang ada di depannya ini tidak ingin mengandung benihnya. Sangat lawak sekali, di saat sepasang suami-istri mengharapkan kehadiran seorang anak___Sedangkan Ria menolak itu.

__ADS_1


"Baiklah, akan aku membelikan, " ujar Aldi, setelahnya langsung masuk ke kamar mandi.


Ria tertunduk, menghela napas panjang. Mungkin Kata-katanya cukup menyakitkan bagi Aldi. Tapi, dia tidak ingin hamil di saat status pernikahan mereka yang tidak jelas dengan perasaan mereka masing-masing. Ria takut di tinggalkan saat tengah mengandung. Dan itu mengingatkan dirinya saat mengandung Raja dulu. Trauma. Iya, Ria trauma akan ditinggal seperti halnya Albian dan Rayyan yang meninggalkan dirinya.


Bagaimana dia berjuang seorang dirinya di saat semua orang meninggalkan dirinya.Dan ia tidak mau itu terjadi lagi.


******


"Mbak, apa ada obat penyubur kandungan? " tanya Aldi pada salah satu karyawan apotek tersebut.


"Ada, Mas, " jawabnya.


"Saya beli satu, terserah mereknya apa yang penting kualitasnya bagus, " ujar Aldi yang di angguki karyawan apotek tersebut.


"Heh! Aldi ngapain di sini? " tanya Zavier yang tidak menyangka bertemu dengan temannya tersebut. Aldi mengusap dadanya karna benar-benar terkejut dengan kehadiran Zavier yang tiba-tiba seperti itu.


"Beli obat, " jawab Aldi singkat. Matanya masih fokus pada layar handphone,'nya.


"Kamu sakit, " ujar Zavier yang di balas gelengan oleh Aldi.


"Bukan, tapi untuk istri, " jawab Aldi santai sedangkan Zavier langsung membelalakan matanya.


"I-istri.Lah? Bukannya kamu belum nikah ya kenapa tiba-tiba sudah punya cem-ceman? " ujar Zavier yang masih memasang wajah keterkejutannys.

__ADS_1


Aldi mengidikkan bahunya, tidak ada niat untuk menjawab ucapan temannya itu. Dia mengeluarkan uang dari dalam dompetnya, membayar obat yang ia beli.


"Aku duluan, " ujar Aldi menepuk bahu Zavier yang menatap kepergian temannya itu dengan banyak pertanyaan di benaknya.


Kenapa tiba-tiba Aldi sudah punya istri. Sedangkan dirinya tidak di undang sama sekali ke pernikahan temannya tersebut. Apa jangan-jangan istri Aldi hamil diluar nikah makanya pernikahan keduanya disembunyikan, batin Zavier.


"Mbak, tadi pria itu beli obat apa? " tanya Zavier sembari menyenderkan tubuhnya di italase.


"Obat penyubur kandungan, Mas, " jawabnya membuat bola mata Zavier membola. Kalau bukan hamil di luar nikah kenapa pernikahan mereka di sembunyikan. Lagi-lagi Zavier kembali berpikir tentang Aldi yang banyak penyembunyian sesuatu yang belum dia ketahui.


"Oh begitu. " ujar Zavier menganggukkan kepalanya, "Mbak beli obat penurun panas? "


๐Ÿ„๐Ÿ„๐Ÿ„๐Ÿ„๐Ÿ„


Aldi menyodorkan plastik bening yang berisi obat pada Ria.


"Ini obat pencegah kehamilan, 'kan? " tanya Ria mendongak menatap Aldi.


"Iya, " jawabnya singkat. Pria itu berjalan mendekati Raja yang tengah bermain di karpet berbulu sambil menonton kartun di televisi.


Ria bangkit dari tempat duduknya. Wanita itu menuangkan air putih ke gelas, meminum obat yang dibelikan oleh Aldi tadi. Sedangkan Aldi tersenyum menyeringai melihat Ria sudah meminum obat yang sudah ia belikan.


Bila wanita itu hamil anaknya, maka Ria akan semakin terikat dengannya. Soal cinta belakang yang terpenting jalani dulu pernikahan ini.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2