
...Hidup di dunia ini singkat, maka kembalilah kepada Allah sebelum kamu yang kembali kepada Allah....
...~Happy reading~...
Semilir angin sore yang teduh menerpa hijab yang di kenakan Ria.Tangannya sibuk menaburi bunga di atas makam Rayyan.Ya, pria yang sudah merebut kesuciaan Ria, tapi itu semua tergantikan oleh kebaikkan pria tersebut yang menebus semua kesalahannya di masa lalu dengan mendonorkan matanya pada Ria.
Dulu Ria pernah mengalami kecelakaan hingga ia menjadi tunanetra.Tapi itu tidak berlangsung lama.Rayyan datang dengan semua kebaikkan yang pria itu berikan padanya.Semenjak ia tidak bisa melihat,Rayyan yang merawat dan menjaganya.Alasan pria itu melakukan tersebut karna ingin menebus kesalahannya di masalalu karna telah menelantarkan Ria yang waktu itu tengah mengandung anak Rayyan.
Setetes air mata jatuh membasahi pipi Ria.Mengingat kenangan dirinya bersama Rayyan membuat dadanya sesak.Sungguh Rayyan pria yang baik walau dulu pria tersebut pernah menjadi luka paling lara di antara luka yang ia rasakan dalam hidupnya.
On flasback
"Kita mau ke mana?"tanya Ria yang masih setia melingkarkan tangannya di lengan Rayyan.Entah mau di bawa ke mana ia oleh pria tersebut.
Rayyan tersenyum tipis menoleh ke arah Ria."Kita akan bertemu dengan dokter yang akan mengoperasi mata mu." jawab Rayyan.
Langkah kaki Ria terhenti.Ia diam sejenak."Siapa yang rela mendonorkan matanya kepada ku?" tanya Ria.Sebab mustahil seseorang mau mendonorkan sesuatu yang sangat berharga dan kalau yang mendonorkan mata tersebut sudah meninggal pasti ada pertentangan dari keluarganya.
"Kamu tenang.Yang mendonorkan mata tersebut sudah meninggal. Dan keluarganya sudah setuju tentang hal itu,"ujar Rayyan bohong.
Karna yang akan mendonorkan mata untuk Ria adalah Rayyan sendiri.
Senyuman Ria terukir begitu manis. Bersyukur,masih ada yang begitu baik padanya.Semoga yang mendonorkan matanya tersebut, di beri balasan yang begitu besar dan semoga keluarganya di limpahkan ke bahagian dan di beri ke sabaran atas meninggalnya orang yang begitu baik tersebut.
Rayyan dan Ria memasuki sebuah ruangan.Aldi menatap keduanya yang baru masuk.Ia menatap Rayyan yang menganggukkan kepalanya, menyakinkan bahwa ke putusannya sudah bulat.Lagi pula penyakit Autoimun yang ia derita tidak bisa di sembuhkanlah lagi.Penyakit itu sudah lama ia idap.
"Duduk,"Rayyan menarik Ria dan mendudukinya di kursi.Aldi memperhatikan Ria sejenak dan beralih menatap Rayyan.
"Ria,perkenalkan ini dokter Aldi yang akan melakukan pengoperasian mata kamu,"ujar Rayyan menarik tangan Ria agar berjabat tangan dengan Aldi.
"Aldi," ucap Aldi.
"Ria," sahut Ria dengan senyuman yang tak pernah luntur.
Rayyan duduk di sebelah Ria,dan menatap Aldi yang tampak masih ragu untuk melakukan ini.
"Jadi kapan Ria akan melakukan operasi? " tanya Rayyan. Aldi mengambil selembar kertas di laci dan memberikannya pada Rayyan.
"Ria harus mendatangi surat tersebut. Kalau sudah mendatanginya maka malam ini operasi akan segera di lakukan, " ujar Aldi menahan sesak.Ia memberikan pulpen pada Rayyan.
"Ria tanda tangani dulu surat ini," Rayyan memberikan surat tersebut dan menyuruh Ria untuk menandatanganinya.
Ria mengambil pulpen tersebut, tangannya di arahkan Rayyan. Aldi menyandarkan tubuhnya di bahu kursi, memejamkan matanya. Adakah pria yang seperti Rayyan yang rela melakukan itu.Pria hyper s*x, kasar dan tidak ada kelembutan dalam dirinya____kini berubah saat bersama Ria, karna rasa penyesalan yang begitu membuncah membuat dia menjadi sosok begitu berbeda.
"Ini, sudah."Rayyan memberikannya pada Aldi yang mengambil lembaran surat itu dengan ragu-ragu.
*********
"Sekarang kita ke taman, jalan-jalan dulu.Supaya kamu tidak tegang saat akan menjalani operasi,"ujar Rayyan terkekeh.
Ria tersenyum tipis. Entah kenapa rasa bencinya perlahan memudar pada Rayyan.Mungkin karna ke baikkan yang di lakukan padanya.Ternyata seseorang tidak selamanya selalu jahat, contohnya Rayyan ia bisa berubah menjadi pria yang begitu baik dan manis pada dirinya.
Inilah yang Ria inginkan,di berikan perhatian oleh seorang pria yang memperlakukan dirinya istimewa. Perhatian yang ia harapkan dari Albian tapi pria itu membenci dirinya. Dulu Ria pernah berpikir, apakah ada pria yang mau menjadikan dirinya istri. Bila dilihat dari masa lalunya yang sangat buruk.
"Mau es krim?"tanya Rayyan yang tidak sengaja melihat penjual es krim di taman. Ria mengangguk kepalanya kuat.
__ADS_1
Rayyan menarik tangan Ria yang tampak tersenyum bahagia.Hanya membeli es krim tapi berefek besar bagi Ria yang selalu di hantam oleh banyak masalah.mungkin sesuatu yang kecil tapi teramat membahagiakan bagi wanita tersebut.Karna untuk mendapatkan kebahagiaan bukan berarti harus memiliki kemewahan dan harus kaya raya tapi ke sederhanaan.
"Enak? "tanya Rayyan.Pria itu terkekeh geli melihat wajah Ria yang cemot dengan es krim.Tangannya terulur mengusap bibir Ria, membuat wanita tersebut diam, dengan tubuh yang menegang.
"Kamu blepotan makan es krimnya, " ujar Rayyan, Ria tersenyum kikuk dan mengusap bibirnya yang sudah di bersihkan oleh Rayyan.
"Kamu kenapa seharian mengajak ku jalan-jalan?"tanya Ria, menatap gelap lurus ke depan.
"Supaya kamu tidak tegang saat operasi atau pun nanti tiba-tiba takut, " gurau Rayyan yang di balas dengan senyuman tipis oleh Ria.
"Kenapa aku harus takut?Sesuatu yang sangat aku takutkan sudah terjadi. Aku sudah ke hilangan ibu dan bapak, aku sudah terbiasa dengan rasa sakitnya kehilangan. Dan sudah terbiasa berjalan dengan membawa sakit hati yang selalu di berikan orang-orang.Aku wanita yang tidak memiliki masa depan, karna sudah hancur. Dan tidak akan ada pria yang sudi memperistri wanita bekas pelacur seperti aku,"ujarnya dengan air mata yang meluncur begitu saja.
Rayyan menggenggam tangan Ria. "Kamu tidak boleh berbicara seperti itu.Kamu pantas mendapatkan kebahagian dan mendapatkan pria yang baik yang tulus mencintai mu. Wanita yang sudah pernah di rusak di ibaratkan seperti berlian dalam kubangan lumpur. Meski sudah di penuhi oleh lumpur tapi masih saja ada yang mengambilnya dan membersihkannya hingga kembali seperti berlian yang begitu cantik dan memiliki harga jual yang mahal, " tutur Rayyan.
"Kamu jangan merendahkan diri kamu karna mengingat diri kamu di masa lalu. Tapi kamu seharusnya memikirkan masa sekarang agar kamu bisa menjadi lebih baik lagi. " lanjutnya.
Rayyan menarik Ria dalam pelukannya. Mengusap kepala wanita tersebut dengan lembut. Pria itu memejamkan matanya menikmati waktunya bersama Ria yang akan menjadi sebuah kenangan yang terindah bagi Ria atau pun menjadi kepedihan bagi wanita tersebut saat ia sudah pergi.
"Maaf karna telah merusak mu...," lirih Rayyan dan Ria mengangguk kepalanya.
Wanita itu makin mendekap tubuh besar Rayyan erat,seolah tidak ada hari esok dan itu memang benar adanya.Karna pelindung Ria sebentar lagi akan pergi.
Off flashback
Ria menangis terisak-isak mengingat kenangannya bersama Rayyan.
Aldi mendekap Ria yang menyandarkan kepala di dadanya.Memberikan usapan lembut di bahu sang istri.
"A-aku masih belum bisa mengikhlaskan Rayyan pergi.Dia orang baik,"ujar Ria sesegukan.
Ria mendongak menatap Aldi yang membalas tatapannya dan mengusap air mata yang terus mengalir tanpa ingin berhenti.
"Rayyan pergi meninggalkan kita,itu sudah takdir yang tertulis.Sekarang ada Mas yang menggantikan Rayyan untuk menjaga dan melindungi mu.Rayyan sudah menitipkan kamu dengan Mas."
Mata Ria mgerjap menatap suaminya lekat.
"Jadi sebelum meninggal,Rayyan menitipkan aku dengan Mas Aldi?" tanya Ria yang di angguki Aldi.
"Kamu tidak suka di titipkan dengan Mas?" tanya Aldi dan Ria menggelengkan kepalanya kuat.
"Aku malah bersyukur karna Rayyan memilih Mas untuk menjaga aku.Rayyan sangat baik sekali hingga menitipkan ku pada pria yang sanggup membuat ku kembali merasakan jatuh cinta lagi dan di perlakukan istimewa oleh seorang pria," ujar Ria mengusap kasar air matanya yang kembali jatuh.
Aldi mengulum senyumnya seolah tersipu malu dengan ucapan jujur Ria.
"Mas Aldi kenapa senyum-senyum?" tanya Ria dengan tatapan polosnya.
Aldi gelagapan dan menggelengkan kepalanya cepat."Tidak kenapa-kenapa,sayang.Sekarang siram pakai air ini,"ujar Aldi mengalihkan pembicaraan.
Ria mengambil air mineral satu liter dari Aldi.Dia menyiramkan di atas ke makam Rayyan.Ria kembali menaburi bunga bersama Aldi.
"Kamu istirahat yang tenang,Rayyan.Ria aman bersama ku dan dia sedang mengandung anakku.Terima kasih sudah menitipkan Ria kepadaku,aku sangat bahagia," ucap Aldi dengan suara pelan tanpa bisa di dengar Ria yang sibuk menaburi bunga di atas makam tersebut.
🍄🍄🍄🍄🍄
"Kita langsung pulang ke Surabaya atau cari penginapan di sekitaran sini?" tanya Aldi yang fokus menyetir dan menatap ke depan.
__ADS_1
Ria yang sibuk menyedot-nyedot susu coklatnya yang sudah habis dengan wajah merengut menatap ke arah Aldi.
"Langsung pulang ke Surabaya saja.Kasihan Raja di rumah," ujar Ria.
"Mas,susu coklatnya habis."
"Nanti kita beli ya." jawab Aldi.
"Tapi aku maunya sekarang."
Aldi menoleh ke arah Ria yang memberengut kesal.Entah sejak kapan istrinya sangat menyukai susu kotak rasa coklat.
Aldi menjalankan mobilnya ke sebuah mini market.Ria sudah mengambil ancang-ancang untuk segera turun dari mobil.
Baru saja memarkirkan mobilnya,Ria sudah turun dan berjalan cepat memasuki mini market.
Bug!
"Maaf,aku tidak sengaja."
Ria membantu memunguti belanjaan pria yang tak sengaja ia tabrak.
"Terima kasih___"
Albian langsung terdiam di akhir kalimat, melihat siapa yang menabrak dirinya.
"H-hai Albian," sapa Ria yang begitu gugup bertemu dan kikuk dengan pria yang pernah bertahta di hatinya tersebut.
Albian hanya tersenyum tipis.Ia melirik bagian perut Ria yang membuncit,membuat pikiran negatif merasuk. Setahu nya Ria tidak menikah setelah meninggalkan Rayyan.
"Sayang,"Aldi berjalan mendekati keduanya yang langsung menatap ke arah dirinya.
Albian terdiam menatap ke arah Aldi dan beralih melihat pada Ria yang tertunduk.
"Ada apa ini?" tanya Aldi melihat keduaanya terdiam.
"Tidak ada apa-apa hanya masalah kecil," jawab Albian santai.
"Aku pikir ada masalah apa.Sayang,katanya mau jajan." Aldi merengkuh pinggang Ria yang tak luput dari tatapan Albian.
"Dia siapa kau? "Mulut Albian sudah gatal untuk menanyakan hal yang membuat ia penasaran.
" Dia istri ku.Apa kau mengenalnya?"tanya Aldi dengan tatapan menyelidik seolah menaruh curiga.
"Tidak," jawabnya dan wajah Ria tiba-tiba menjadi murung.
Apa mungkin Albian masih membenci dirinya yang pernah merusak hubungan Albian dengan Laura dulu, karna ingin memiliki pria tersebut sepenuhnya.
"Kalau begitu aku permisi," ujar Albian, segera keluar dari mini market.
"Kamu kenapa,sayang.Apa pria tadi menyakitimu?"
"Tidak," jawab Ria,yang berjalan menuju rak tempat susu kesukaannya.
Aldi mengidikkan bahunya dan berjalan mendekati Ria.
__ADS_1
Bersambung...