
...Kalau sudah memasuki waktu sholat segerakanlah.Jangan menunda-nunda karna ingin membaca novel ini atau novel yang lain.Saling mengingatkan^^...
...~Happy reading~...
Aldi mengusap-ngusap kepala Ria yang berlumuran keringat akibat kegiatan mereka berdua.Wanita itu tertidur nyenyak dalam dekapan suaminya setelah melakukan kegiatan yang menguras tenaganya.Raut kelelahan terlihat jelas di wajah Ria.
Aldi.Pria itu memperhatikan setiap lekuk wajah Ria.Jarinya membelai setiap inci wajah wanita itu yang tampak tak terganggu dengan sentuhan darinya.Malam ini Aldi benar-benar puas.
"Eugh..."
Ria melenguh dan menggeliat dalam dekapan suaminya.Lengket.Itulah yang pertama kali Ria rasakan, merasa tidak enak dengan badannya yang seperti ini.
"Mas...," panggil Ria serak.
"Hmm...,"
Sambil menjauhkan tubuhnya dari Aldi.Dia mengucek-ngucek matanya dan mengerjap beberapa kali.
"Mas Aldi aku lapar," ujar Ria dengan keadaan rambut yang berantakan seperti singa.
"Kamu mau makan apa,sayang?" tanya Aldi yang bangkit dari rebahannya,ia duduk bersandar di kepala ranjang.
Ria terdiam sejenak seolah tengah berpikir."Aku mau makan nasi goreng seafood."
Aldi mengernyitkan keningnya mendengar permintaan Ria.Matanya melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 02: 00 malam.Entah masih ada atau tidak orang yang berjualan jam segini.
"Kamu memangnya benar-benar mau makan nasi goreng?" tanya Aldi dan Ria mengangguk kepalanya.
"Ya sudah Mas belikan," ujar Aldi sembari mengusap pucuk kepala istrinya lembut.Apapun yang Ria mau pasti akan Aldi kabulkan.
Aldi bangkit dari atas kasur.Ria memalingkan wajahnya ke arah lain.Dia malu melihat tubuh polos suaminya, walaupun sudah melihat semuanya tapi tetap saja malu.
Aldi memunguti pakaian'nya di lantai.Tidak ada baju ganti yang ia bawa dari Surabaya karna tidak menduga bila akan menginap di hotel.Pria itu memakai satu persatu pakaiannya.Dan Ria masih memalingkan wajahnya,pipinya bersemu.Aldi yang tidak berpakaian tapi malah dia yang malu.
Wanita itu tersentak ketika Aldi memberikan kecupan di keningnya.
"Mas pergi dulu,sayang.Jangan berani-berani keluar kamar,"ujar Aldi dengan nada mengancam dan Ria menganggukkan kepalanya patuh.
Pria itu melangkahkan kakinya keluar dari kamar hotel.Melihat Aldi sudah pergi,Ria segera turun dari kasur.Dia berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang benar-benar tidak nyaman apalagi aroma khas yang menguar dari tubuhnya.
••••
Satu jam berlalu dan Aldi baru kembali ke hotel.Sangat sulit mencari pedagang nasi goreng yang buka jam segini.Tapi beruntung ia menemukan pedagang yang berjualan nasi goreng yang masih buka.
Saat Aldi membuka pintu kamar,ia tertegun melihat Ria sudah duduk di sisi kasur, sibuk mengotak-atik ponselnya.Pria itu masih berdiri di ambang pintu,menelisik penampilan Ria yang terlihat lebih fresh dan rambut yang masih basah,tubuh yang berbalut kimono berwarna putih.
"Mas Aldi!"
Pekikan Ria membuat lamunan Aldi langsung buyar.Wanita itu langsung merampas kantong plastik di tangan suaminya dengan raut wajah yang sudah tidak sabaran untuk segera memakan nasi goreng.
__ADS_1
Ria berlari kecil menuju meja kecil dan membuka bungkusan nasi goreng itu.Aldi tersenyum melihat sikap Ria yang begitu lucu dan menggemaskan di matanya.Dia melepaskan jaket yang membalut tubuhnya dan meletakkan asal di atas kasur.
"Mas Aldi kenapa tidak ada seafood'nya?Aku kan minta nasi goreng yang ada seafood'nya."
Wajah Ria yang awalnya berbinar-binar bahagia seketika langsung redup dengan muka cemberut.
"Tidak ada yang menjual nasi goreng seafood,sayang.Mas sudah mencari kemana-mana tapi tidak ada,yang ada hanya penjual nasi goreng biasa.Lagi pula jam segini tidak ada pedagang yang buka.Makan dulu yang ada,nanti besok kita beli nasi goreng seafood yang banyak," ujar Aldi membujuk Ria.
Ria menganggukkan kepalanya lesu.
"Mas suapin ya," ujar Aldi.Dia mengambil sendok dan duduk di sebelah Ria.
"Sini,buka mulutnya...aaa," Ria membuka mulutnya menerima suapan dari suaminya.
Suapan demi suapan Ria terima dari Aldi.Sesekali pria itu mengusap mulut Ria yang blepotan saat makan.Walaupun nasi goreng yang wanita itu makan tidak sesuai dengan keinginannya tapi ia benar-benar menikmatinya bukan hanya karna lapar tapi juga enak.
"Badan kamu wangi sekali,sayang."
Aldi mencium pipi dan beralih menciumi leher jenjang Ria yang tampak kegelian.
"Kan aku baru mandi pastilah wangi.Mas juga harusnya segera mandi,"sahut Ria mengendus-endus aroma tubuh Aldi.
" Mas besok saja mandinya. Lagi pula ini sudah sangat malam,sayang."ujar Aldi terkekeh.
Ria menatap nasi goreng yang ia makan sudah habis.Matanya melirik ke bungkusan satunya karna Aldi membeli dua bungkus nasi goreng.
"Iya, ini punya Mas.Kamu mau lagi?"
Ria mengangguk-anggukkan kepalanya dan tersenyum memperlihatkan deretan giginya.Aldi mencubit gemas pipi Ria.
"Kalau kebanyakan makan malah jadi gembul kamu," ledek Aldi yang tergelak dan Ria merengut.
"Kalau tidak mau ngasih aku nasi goreng Mas,ya sudah tidak usah meledek," ketus Ria.
Entah mengapa emosi Ria langsung tersulut mendengar ledekkan suaminya.Apalagi dengan kata mendengar kata"gembul"itu sama saja Aldi mengatakan dia gendut.
"Mau kemana,hmm?" Aldi mencekal pergelangan tangan Ria yang hendak pergi.
"Tidur!"jawab Ria dengan ketus dan lagi-lagi Aldi tergelak,ia tidak bisa menahan tawanya.Apalagi melihat wajah cemburut dan pipi Ria yang brrsemu.
Wanita itu langsung membaringkan badan'nya di atas kasur. Sebelum menutup matanya ia melirik sinis pada Aldi.Seharusnya Aldi mengalah dan memberikan nasi goreng itu untuknya bukan'nya di ledek seperti itu.
" Semua pria sama saja, tidak ada yang peka.Seharusnya istri sedang marah itu di bujuk bukannya di diamkan,"gerutu Ria dengan nada suara yang pelan.
Aldi tersenyum-senyum mendengar gerutuan Ria yang masih bisa ia dengar.Dia bangkit dari tempat duduknya dan ikut membaringkan badannya di sebelah Ria.
"Kamu marah,hmm?"
Ria tak menggubris ucapan Aldi.Dia menutup matanya,tidak minat menyahuti ucapan suaminya.
__ADS_1
"Sayang...kamu marah?Mas hanya bercanda, kamu kalau mau makan nasi goreng lagi,boleh."
Lagi-lagi Ria tidak menyahuti. Moodnya sudah sangat buruk kali ini.
••••
Pukul 07: 00 pagi, Ria dan Aldi sudah bersiap-siap untuk meninggalkan hotel ini.
"Ais...jangan sentuh aku," Ria mendorong kasar dada Aldi yang memeluk dirinya gemas.
"Kamu masih marah?"tanya Aldi, menahan gemas pada Ria.
" Pikir sendiri!"
"Astaga mulutnya tidak sopan.Mau Mas sumpal dengan ciuman,hmm?" Aldi mendekatkan wajahnya pada Ria yang lagi-lagi mendorong dirinya yang langsung tergelak.
"Jangan bercanda!Seharusnya Mas Aldi minta maaf sama aku bukannya malah godain terus," sentak Ria dengan mata melotot.
"Iya-iya,Mas salah sayang." Aldi menarik Ria dalam pelukannya dan mengecupi kening istrinya dengan sayang.
"Aku mau makan," ujar Ria yang masih merengut, membuat gerakkan tangan Aldi yang tengah mengusap kepala Ria terhenti.
"Ya sudah ayo," ujar Aldi menyematkan jemarinya pada jemari lentik Ria.
*****
Kini keduanya keluar dari kamar hotel, menuju ke restoran yang ada di hotel itu. Tangan besar pria itu merengkuh pinggang ramping istrinya posesif.Sedangkan Ria menelisik dengan detail setiap koridor hotel yang mereka berdua lewati.
"Perut kamu masih sering sakit?" tanya Aldi sembari mengusap-ngusap perut buncit Ria di balik dress polos merah maron.
Ria menggelengkan kepalanya."Tidak lagi. Tapi tidak tahu kalau nanti,"jawab Ria seadanya.
"Kalau sakit perut kamu kambuh bilang sama Mas, jangan diam." Ria menganggukkan kepalanya.
Sepanjang koridor yang mereka lewati, orang-orang yang berpapasan dengan Ria dan Aldi pasti menatap dan memperhatikan mereka berdua dengan pandangan yang aneh dan terkadang tersenyum aneh.
Dahi Ria terlipat kala segerombolan orang-orang yang ada di dekat pintu masuk restoran tertawa menatap ke arah mereka berdua.Ria memperhatikan pakaiannya dan beralih melihat ke arah Aldi.Menurutnya tidak yang aneh dari dia maupun Aldi.
"Mas kenapa mereka semua melihat ke arah kita terus?" tanya Ria menarik-narik ujung baju Aldi.Dia merasa tidak nyaman dan risih di perhatian seperti itu oleh orang-orang.
"Tidak usah di hiraukan.Mungkin mereka baru pertama kali melihat kita di sini," jawab Aldi sekenanya.Tentu pria itu tidak ambil pusing dengan orang-orang yang menatap aneh ke arahnya.
Sedangkan Ria menyusupkan dirinya dalam pelukan Aldi yang tersentak kaget.
"Kenapa,hmm?" tanya Aldi mengusap-ngusap kepala Ria.
"Malu...." jawab Ria kembali memeluk erat suaminya.
Bersambung...
__ADS_1