
Eugh...
Suara lenguhan Ria membuat perhatian Aldi yang fokus menatap layar laptopnya teralihkan. Pria itu tersenyum tipis, tangannya yang sibuk dengan keyboard kini beralih mengusap penuh kasih sayang kepala sang istri. Perlahan Ria membuka matanya dan mengerjap beberapa kali.
wanita itu tampak meringis memegangi pipinya. Tamparan yang Alyssa berikan meninggalkan rasa nyeri.
"Masih sakit?" tanya Aldi yang kini mengusap pipi kanan Ria.
Wanita mengangguk.
"Mana Raja?" tanya Ria serak.
Aldi tersenyum." Itu, dia sedang sibuk dengan mainannya," jawab Aldi melirik Raja yang duduk di karpet berbulu sambil memainkan robotan nya.
Kedua sudut bibir Ria melengkung. Ada kelegaan dalam benaknya melihat sang putra. Ia hanya takut terjadi apa-apa dengan Raja. Mengingat kejadian yang tadi membuat dadanya sesak. Entahlah, Alyssa begitu membencinya. Hingga tega melakukan hal yang membuatnya shock.
"Kamu lebih baik lanjut istirahatnya. Jangan memikirkan hal tidak penting. Apalagi memikirkan sesuatu yang membuat hati mu sakit."
Ria menoleh menatap suaminya. Ia mengangguk.
"Mas..., aku mau pipis," cicitnya.
"Sini, Mas bantu." Aldi segera memindahkan laptop di paha nya ke atas meja.
Pria itu dengan hati-hati membantu sang istri turun dari atas ranjang. Mengingat Ria tengah hamil besar, membuat pergerakkan agak terbatas. Setelah menuntaskan buang air kecilnya, Aldi kembali membantu Ria kembali ke kasur. Pria begitu sunguh-sungguh merawat sang istri. Ia juga melewatkan beberapa rapat dengan kolega bisnisnya. Sebenarnya Aldi sudah menaruh curiga dengan ucapan Alyssa kemarin, membuat Ia memantau sang istri dari kejauhan melalui CCTV di rumah.
"Sekarang, kamu tidak usah khawatir apalagi takut. Tante Alyssa sudah Mas usir."
Bola mata Ria membesar mendengar ucapan suaminya.
"Kenapa di usir?"
"Karna dia sudah berani menyakitimu. Tidak ada yang boleh membuat kamu bersedih apalagi sampai ketakutan seperti ini." Setelahnya Aldi mencium kening Ria. Wanita hanya diam tanpa ada niat ingin membalas ucapan Aldi.
__ADS_1
Sorot mata Ria berotasi pada Raja yang tersenyum ke arahnya. Balita itu seolah paham dengan ucapan sang ayah.
"Kamu sekarang makan ya? Tadi Mas meminta bibi untuk membuatkan kamu bubur dan teh hangat. Mas juga harus pergi sebentar karna ada urusan mendadak," ucap Aldi mengusap punggung tangan Ria lembut.
"Memangnya pergi ke mana? Aku tidak mau Mas pergi dan meninggalkan aku lagi," balas Ria. Walaupun Alyssa sudah di usir dari rumah ini, tidak menampik kemungkinan wanita paruh baya itu akan kembali setelah Aldi keluar dari rumah ini.
"Jangan khawatir, Sayang. Tante Alyssa tidak akan kembali lagi ke sini. Dan Mas hanya sebentar perginya. Kamu tenang dan jangan berpikiran buruk." Aldi seolah tahu isi pikiran Ria hingga mengucapkan itu.
Sementara Ria meneguk ludahnya kasar dengan ke terdiamannya.
•••••
"Sial! Aku belum menyingkirkan perempuan itu tapi sebaliknya aku yang lebih dulu tersingkir dan di usir dari rumah itu," gerutu Alyssa sambil berjalan kaki menyusuri pinggir jalanan aspal.
Rasa bencinya semakin besar pada Ria. Gara-gara wanita itu, Aldi mengusirnya. Awas saja, Ia akan kembali datang dan membalaskan dendamnya.
"Ke mana lagi aku harus pergi?" gumamnya. Alyssa membuka dompetnya yang hanya menyisakan dua lembar uang berwarna merah." Bagaimana bisa aku bertahan dengan sisa uang seperti ini?"
Alyssa mengusap kasar peluh yang membasahi wajahnya.
"Lihat saja Ria, aku akan membuat kau menyusul Rayyan ke alam baka. Kalau bisa aku buat kau keguguran dan aku yakin Aldi akan sangat kecewa. Takkan ku biarkan kau hidup tenang."
Alyssa tampak seperti orang gila yang terus berceloteh seorang diri sepanjang Ia melangkahkan kakinya menyusuri jalan aspal. Wanita paruh baya itu seolah tidak sadar sekarang menjadi pusat perhatian setiap orang yang lewat di jalan itu.
"Orang gila?"
"Tidak tahu, dari tadi saya lihat bicara sendirian."
"Kasihan ya kalau memang dia tidak waras."
••••
"Non Ria..."
__ADS_1
Suara bi Ina membuat lamunan Ria buyar. Semenjak kejadian tadi wanita itu lebih banyak melamun.
"Iya, Bi. Ada apa?" tanya Ria menoleh ke arah pembantunya tersebut.
"Ini, di makan dulu buburnya. Tadi tuan Aldi meminta Bibi untuk membuat ini." Bi Ina meletakkan nampan berisi semangkok bubur panas dan teh hangat di atas meja dekat kasur.
"Terima kasih, Bi."
"Non Ria tidak mau mengatakan yang sebenarnya pada tuan Aldi?"
Pergerakan tangan Ria yang hendak mengambil mangkok bubur terhenti. Kini, Ia menatap penuh pada bi Ina.
Kening Ria mengernyit."Mengatakan apa?"
"Mengatakan yang sebenarnya pada tuan Aldi tentang Nyonya Alyssa yang selalu berbuat buruk dengan Non Ria, setiap tuan Aldi tidak ada di rumah. Bukannya Bibi mau menggurui atau sebagainya pada Non Ria. Tapi kita tidak harus selalu diam atau bungkam karna memikirkan perasaan orang lain dan membiarkan diri kita tersakiti. Bibi hanya takut Nyonya Alyssa kembali lagi ke sini dan menyakiti Non Ria. Sementara Non Ria hanya diam saja ketika diperlakukan buruk seperti itu," nasehat bi Ina.
Ria terdiam dengan kepala tertunduk. Apa yang dikatakan bi Ina memang ada benarnya. Ia terlalu memikirkan perasaan dan takut merusak hubungan Aldi dengan tante Alyssa, dan membiarkan dirinya tersakiti dan tertekan oleh situasi yang diciptakan oleh tante Alyssa.
"Terima kasih, Bi, atas nasehatnya." Setelahnya Ria memejamkan matanya, menarik napas sedalam-dalamnya.
"Kalau begitu Bibi pamit ke dapur. Kalau Non Ria butuh sesuatu panggil saja Bibi." Ria mengangguk. Bi Ina beranjak dari hadapan majikannya, sebelum keluar Ia menatap Ria." Jangan lupa di makan bubur nya, Non. Takutnya nanti Bibi kena marah Tuan Aldi."
"Iya, Bi."
Sementara di tempat lain. Sebuah mobil sedan putih berhenti di pekarangan sebuah mansion. Seorang pria tinggi tegap keluar dari mobil tersebut.
Ada percikan amarah yang siap meledak, terlihat dari sorot mata pria itu. Tanpa ragu Aldi melangkahkan kakinya masuk ke dalam mansion yang sudah di sambut pelayan kedatangannya.
_____________________
Hay-hay semuanya!^^
Terima kasih sudah mampir di karya ku dan masih setia menunggu lanjutan dari cerita ini.
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke akun instagram ku @Khazana_va untuk mendapatkan informasi terupdate tentang cerita ini. See you❤