
...Aku minta maaf karena baru update. Kemaren sibuk jadi cuma bisa update satu novel๐l...
Happy reading
"Eugh...."Suara lenguhan keluar dari bibir mungil Ria.
Perlahan Ria membuka matanya.Ia mengerjab beberapa dan mengucek matanya. Pandangan matanya mengedar melihat sekitar kamar. Dirinya sudah terbaring di kasur dan pakaiannya sudah berganti dengan piyama. Ria memegangi kepalanya yang masih terasa pusing.
Perlahan Ria bangkit dari tidurnya, meski sedikit kesusahan. Ia menapakkan kedua kalinya di lantai yang terasa di dingin. Dengan berjalan sempoyongan dan hampir jatuh, Ria berpegangan pada dinding.
Wanita itu keluar dari kamar, sembari memegangi kepalanya. Wajahnya tampak pucat begitu kentara. Baru beberapa langkah Ria sudah jatuh tersungkur ke lantai. Ia tersandung dengan kakinya sendiri.
"Aduh, sakit." Ria memegangi lututnya yang terasa sakit dan ngilu karna terbentur lantai.
Sebuah tangan merengkuh tubuh Ria.Ia menatap Aldi yang menggendong dirinya. Sebuah senyuman terukir di bibir pria tersebut padanya.
"Kenapa keluar, hmm? Seharusnya kamu tetap berada di kamar, " ujar Aldi kembali membawa masuk Ria ke dalam kamar dan membaringkan ke kasur.
"A-aku mencari, Mas. " cicit Ria tampak malu mengungkapkan hal itu.
"Kenapa mencari saya? Tadi saya pergi ke apotek untuk membelikan kamu obat penurun panas, " papar Aldi sembari memegangi dahi Ria yang sudah turun suhu panasnya.
"Kamu tadi pingsan saat saya bawa ke kamar. Badan kamu begitu lemas setelah muntah-muntah tadi."
"Aku tidak tahu kenapa kondisi kuย tiba-tiba seperti ini? Mungkin karna aku belum benar-benarย sehat total, " ujar Ria menatap Aldi.
"Sekarang kamu banyak-banyak istirahat. Jangan memikirkan apapun, kalau ada masalah bilang sama saya jangan di tanggung sendiri, " ujar Aldi mengusap pipi Ria.
Ria tampak terdiam mendengar lontaran Aldi.
"Sekarang kamu minum obatย tapi terlebih dahulu kamu harus makan supaya obatnya cepat bekerja, " ujar Aldi tersenyum dan Ria menganggukkan kepalanya.
"Saya ambil makanan dulu di dapur, " Aldi keluar dari dapur untuk mengambil makanan yang ia beli di luar.
Tidak berapa lama. Aldi kembali ke kamar dengan membawa nampan berisi semangkok bubur dan segelas air putih.
Pria itu meletakkan di atas nakas.
"Sekarang kamu makan dulu. Ini buburnya enak, biasa saya setiap pergi kerja pasti beli ini, " ujar Aldi mengaduk-aduk bubur tersebut hingga tercampur dengan toping ayam.
"Buka dulu mulutnya, "
__ADS_1
Ria menerima suapan dari Aldi yang begitu telaten menyuapi dirinya.
"Tadi pakaian kamu saya ganti karna terkena muntahan, kamu tidak apa-apakan kalau saya mengganti pakaian kamu? " tanya Aldi. Ia takut Ria marah atau tidak terima dengan perbuatannya itu meski mereka suami-istri.
Ria tersenyum tipis. "Tidak apa-apa, Mas. Kita juga sudah jadi suami-istri. " ujar Ria.
"Syukur kalau begitu. Saya cuma takut kamu marah, "
Mata wanita tersebut tak sengaja menatap kalender yang ada di meja dekat kasur. Ia baru sadar sudah lewat tanggal menstruasi nya. Seharusnya minggu kemaren dia sudah menstruasi.
"Kenapa? " tanya Aldi melihat Ria tiba-tiba melamun.
"Tidak apa-apa, " jawab Ria sembari menggelengkan kepalanya.
๐๐๐๐๐
Kini, keduanya sudah bersiap akan tidur. Ria tersentak kaget kala Aldi berbaring di kasur sembari melingkarkan tangannya di perut ratanya. Rasa gugup dan gelenyar aneh menerpa dirinya bersamaan.
"Badan kamu kenapa tegang seperti ini? " tanya Aldi.
"Aku kaget Mas tiba-tiba peluk aku dan ini untuk pertama kalinya aku tidurย satu kasur sama Mas, "jawab Ria jujur.
Aldi tersenyum tipis di belakang Ria. " Mulai sekarang biasakan untuk tidur satu kasur dengan saya. Kita sudah sepakat untuk memulai pernikahan ini dari awal, "ujar Aldi.
Benda lembab itu menempel sempurna di bibir mungil Ria. Aldi merengkuh pinggang wanita itu agar semakin merapat dengan dirinya. Ia perlahan ******* bibir yang benar-benar membuat ia gila dan merupakan benda favoritnya.
Ciuman tersebut berubah semakin menuntut dan sedikit kasar. Ria sebisa mungkin membalas ciuman sang suami yang membuat ia benar-benar bergairah. Entahlah, dirinya menginginkan lebih dari sebuah ciuman dari Aldi.
Ciuman Aldi beralih ke rahang dan ke leher Ria. Memberikan tanda kepemilikan di sana. Sebuah erangan keluar dari bibir mungil Ria membuatย Aldi makin terpancing dan pandangan yang menggelap seolah sudah tertutup oleh gairah yang tidak tertahankan.
Malam panjang ini mereka habiskan untuk bercinta tanpa ada paksakan ataupun keinginan Aldi semata.Semuanya di lakukan karna keinginan keduanya.
๐๐๐๐๐
Semburat sinar matahari menebus di sela-sela gorden yang tertutupย hingga cahaya ituย menerpa wajah Ria yang tampak menggeliat di balik selimut yang menutupi tubuh polosnya.
Wanita tersebut perlahan membuka matanya.Ria meraba-raba kasur sebelahnya yang kosong membuat ia menoleh ke samping. Aldi sudah tidak ada kamar ini. Kenapa pria itu?
Ria bangun dari tempat tidurnya dengan keadaan yang berantakan. Ia membuka laci mencari pil penunda kehamilan yang masih ia tersimpan. Untuk sementara Ria tidak ingin hamil.
Ria meminum pil tersebut dan meneguk segelas air putih yang sudah ada di meja. Perlahan ia bangkit dari kasur untuk ke kamar mandi.Ria meringis merasa bagian intimnya terasa perih di tambah badannya yang begitu remuk dan kelelahan.
__ADS_1
Dengan langkah pelan dan berjalan tertatih-tatih Ria masuk ke kamar mandi dengan selimut yang melilit di tubuhnya.
๐๐๐๐๐
Di lain tempat. Aldi duduk bersandar di kursi kebesarannya. Sesekali ia mengusap karna rasa kantuk yang mendera. Asistennya Dennis tiba-tiba menelponnya karna ada rapat mendadak.
Dengan mata yang masih terpejam, Aldi tersenyum-senyum mengingat aktivitasnya tadi malam dengan Ria. Wanita itu sudah jadi milik dia sepenuhnya. Walaupun ia bukanlah pria pertama yang menjamah Ria.
Ceklek...
Suara pintu terbuka membuat hayalan Aldi terputus. Ia langsung menatap ke arah Dennis yang sudah berdiri di hadapannya.
" Selamat pagi tuan Aldi, "sapa Dennis yang di balas anggukan oleh Aldi.
" Rapat akan segera di mulai. Bapak Lionar sudah menunggu anda, "ujar Dennis.
" Hari ini jadwal saya selain rapat apa ada yang lain lagi? "tanya Aldi tak mengindahkan ucapan Dennis tadi. Bukan tanpa alasan ia menanyakan hal itu. Ia ingin segera pulang ke rumah.
" Tidak ada, Tuan. Tapi ada beberapa dokumen yang harus di tanda tangani, "ujar Dennis.
" Baiklah.Yang penting tidak ada pertemuan lagi, "ujar Aldi tersenyum lebar. Dengan semangat pria tersebut keluar dari ruangannya membuat Dennis di buat bingung oleh sikap bos'nya yang tidak seperti biasanya.
Lain halnya Aldi yang terus menebar senyum saat berpapasan dengan karyawannya. Pria tersebut biasanya selalu berwajah tembok tapi lihatlah sekarang ia tersenyum seperti orang kasmaran. Bukannya senang tapi itu malah membuat karyawan yang melihatnya itu bergidik ngeri.
"Ada apa dengannya? " gumam Dennis yang mengikuti Aldi dari belakang dan memperhatikan tingkah Aldi.
๐๐๐๐๐
Raja menghentakkan kakinya, sembari bertepuk tangan melihat Zavier berjoget mengikuti alunan music lagu Tiko dengan video klip animasi ulat bulu.
"Angkat tangannya, " ujar Zavier dan Raja menurut.
Keduanya menggerakkan tangannya ke kanan dan ke kiri mengikuti gerakkan yang ada di layar televisi.
"O-om, oget Aja cuka api... Aja kapal, " Raja mengusap perutnya. Tadi malam ia belum makan karena Zavier begitu nyenyak tidur hingga tidak bisa di banguni.
"Tunggu, Om pesankan ayam goreng buat Raja, ya.Nanti pas Ayah Aldi jemput Raja, bilang Om Zavier kasih makan kamu banyak terus mahal ya, " ujar Zavier yang ingin mengambil keuntungan dari hal itu.
"Okey, O-om. " jawab Raja tersenyum hingga gigi susunya terlihat.
Zavier berniat meminta uang upah karna telah merawat Raja yang benar-benar membuat ia tidak bersantai.Balita ini terlalu aktif.
__ADS_1
Bersambung...
...โคSemoga kalian sukaโค...