
...Jika kalian ikhlas,ridho dan bersedia,silahkan follow akun tik tok yang baru saya buat,bagi yang punya aplikasi ini.Di sini saya membuat konten untuk merekomendasikan novel yang seru-seru dan juga keromantisan Aldi dan Riaππ...
...Dan cerita pendek lainnya dalam bentuk video....
"Duduk dulu di sini,sayang."
Aldi menarik kursi dan menyuruh Ria untuk duduk.Wanita itu menurut,patuh dengan ucapan suaminya,ia segera mendudukkan dirinya di kursi.Mata Ria bergulir, memperhatikan para pengunjung restoran hilir mudik keluar dan masuk ke restoran yang cukup ramai, suara bisik dan tawa terdengar jelas di telinga Ria.
"Sayang, Mas pesan makanan dulu sekalian ke toilet, kamu jangan kemana-mana." ujar Aldi dan Ria menganggukkan kepalanya tanpa menatap ke arah Aldi.Matanya sibuk memperhatikan setiap orang apalagi ada pria bule juga di sini.
Aldi mengecup pucuk kepala Ria sekilas dan beranjak pergi menuju pelayan yang berdiri di dekat meja kasir.
Baru beberapa menit Aldi meninggalkan Ria, seorang pria dewasa menyapa dan duduk di sebelah Ria tanpa meminta izin terlebih dahulu.
"Hallo...," Pria yang di perkirakan seusia dengan Aldi itu duduk di sebelah Ria yang tampak kaget dengan keberadaannya.
"Apa kau sendirian duduk di sini?Kalau iya, sama dengan saya yang juga tidak punya teman untuk menemani sarapan pagi di restoran ini," ujar Kenzo terkekeh pelan. Ria masih terdiam memperhatikan pria yang duduk berhadapan dengannya.
Pria yang mengenakan pakaian kemeja biru muda yang di lapisi jas abu-abu itu tersenyum ke arah Ria yang menatap dirinya.Mata Kenzo menelisik bagian tubuh Ria yang bisa ia jangkau untuk di lihat. Senyuman menyeringai muncul di bibir tebal nan sexy Kenzo yang menatap fokus pada bagian leher Ria yang menampakkan beberapa tanda merah yang di yakini kissmark. Apalagi Ria hanya mengenaikan dress yang memperlihatkan leher jenjangnya dengan rambut yang diikat satu. Membuat Kenzo menatap liar pada Ria yang terlihat risih dan tak nyaman.
"Ooh ya, nama kamu siapa nona?" tanya Kenzo yang mengulurkan tangannya pada Ria.
"Ria, " jawabnya tanpa menerima uluran tangan dari Kenzo yang langsung menurunkan tangannya namun senyuman'nya masih terpatri di wajah tampan blasteran itu.
"Apa kau menginap di hotel ini juga?" tanya Kenzo.
Ria menganggukkan kepalanya pelan.Rasa canggung dan gugup menyergapnya bersamaan. Tatapan Kenzo seperti menelanjangi'nya membuat Ria tidak bisa menyembunyikan ketidak sukaan'nya di pandang dengan sorot mata yang menyiratkan sesuatu.
Senyuman Kenzo makin mengembang lebar, membuat aura ketampanannya makin bertambah. Tetapi,lain lagi di pandangan Ria yang terlihat mengerikan.
"Apa kau seorang wanita bayaran, hmm?Kalau itu benar aku ingin kau menemani ku malam ini di hotel dan kita saling menghangatkan di atas ranjang."
"Aku akan membayar mu sangat maha...,"
Bugh
__ADS_1
Belum sempat menyelesaikan ucapannya Ria langsung melempar dengan kasar sendok ke wajah Kenzo yang langsung menggeram marah dengan sikap wanita tersebut yang melakukan sesuatu yang menurutnya kurang ajar.
"Apa yang kau lakukan!" geram Kenzo.
"A-anda yang kurang ajar, melecehkan saya secara verbal dengan perkataan anda yang tidak pantas dan membuat saya risih." jawab Ria dengan suara bergetar, ada ketakutan dalam dirimya yang teramat tapi ia tidak terima di cap sebagai wanita bayaran.
Suara keributan Kenzo dan Ria mengundang perhatian para pengunjung restoran di sana.Mereka menonton dan merekam kejadian itu.
Kenzo bangkit dari tempat duduknya dengan wajah datar yang begitu mengerikan, wajahnya memerah seperti emosi dan menahan amarah yang siap meledak. Ia berjalan mendekati Ria yang sudah sangat ketakutan.Kenzo menarik kasar pergelangan tangan wanita tersebut dan refleks Ria langsung berdiri dari kursinya.
"Kamu bilang bukan wanita bayaran,tapi kenapa begitu banyak tanda kissmark menghiasi leher mu, hmm?" Kenzo tersenyum seakan merendahkan Ria yang langsung meraba-raba bagian lehernya,"Jangan berlagak seperti wanita suci bila diri mu hanya wanita pemuas di atas ranjang haha...."
Tawa keras Kenzo menggelegar. Semua orang hanya diam,tatapan mereka mengarah pada Ria dengan pandangan yang seperti di tunjukkan Kenzo.
Mata Ria langsung berkaca-kaca.Tiba-tiba rasa nyeri menyerang bagian perutnya,membuat ia meringis kesakitan.
"Sekarang kamu mengaku saja bila kau wanita pemuas dan aku akan membayar...,"
Bugh
Lagi-lagi Kenzo belum menyelesaikan ucapannya sebuah bogeman mentah mendarat begitu mulus di rahang Kenzo yang langsung tersungkur ke lantai dengan cipratan darah yang menetas dari sudut bibirnya yang robek dan mengeluarkan cairan merah.
Aldi menatap tajam ke arah Kenzo dengan kilatan mata yang begitu menusuk.Rahangnya mengetat, urat lehernya tercetak jelas dengan tangan terkepal kuat hingga kuku-kukunya memutih.
Sedangkan Ria langsung meneteskan air matanya,ia langsung berhambur ke dalam dekapan hangat suaminya sambil terisak-isak.
"Dia melecehkan aku Mas, dia bilang aku wanita bayaran hiks..." adu Ria kembali menenggelamkan wajahnya di dada kokoh Aldi yang merengkuh pinggangnya.
"Arrgg... sakit bodoh," umpat Kenzo kala Aldi menginjak tangannya penuh penekanan di bawah sana.
"Ini tidak seberapa dengan apa yang anda lakukan terhadap istri saya.Pria seperti anda tidak pantas untuk wanita manapun karna anda tidak bisa menghargai namanya wanita sekalipun dia wanita bayaran ataupun wanita penghibur anda tetap idak pantas melecehkannya lewat perkataan ataupun secara fisik." ucap Aldi penuh penekanan sama seperti injakkan kakinya di bawah sana.
"Aku tidak tahu bila dia sudah bersuami," jujur Kenzo, sambil mengerang kesakitan.
"UNTUK KALIAN SEMUA YANG ADA DI RESTORAN INI! WANITA YANG ADA DALAM PELUKAN SAYA ADALAH ISTRI SAYA, BUKAN WANITA YANG DIKATAKAN PRIA BRENGSEK INI,"ujar Aldi dengan suara yang keras sambil menunjuk-nunjuk ke arah Kenzo yang hampir meneteskan air matanya karna Aldi tak kunjung menyingkirkan kakinya di atas tangannya yang mungkin sudah memar atau memerah.
" DAN SAYA CUKUP MIRIS PADA PARA KALIAN SEMUA YANG HANYA DIAM SAAT WANITA DI LECEHKAN DI DEPAN MATA KALIAN DAN LEBIH SIBUK MEREKAM TANPA ADA NIAT MENOLONG. ENTAH HILANG KEMANA SIKAP SIMPATI KALIAN,"sambung Aldi.
__ADS_1
Semua orang hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Ucapan Aldi mampu membungkam mulut semua orang yang ada di sana.
"Ayo sayang,sekarang pergi dari sini."
Aldi menggiring Ria yang masih setia memeluk tubuh besarnya.Kenzo mengibas-ngibaskan tangannya yang sudah bebas dari injakkan kaki Aldi. Rasa nyeri dan perih menjalar keseluruhan di telapak tangannya.
β’β’β’β’β’
"Apa tadi dia ada menyentuh kamu,sayang?" tanya Aldi khawatir dan merasa bersalah karna terlalu lama meninggalkan Ria.
"Tidak ada! " ketus Ria menatap sinis pada Aldi.
Mereka berdua sekarang berada di dalam mobil dan berniat meninggalkan hotel tersebut.
"Mas Kenapa lama pesan makanannya?Aku takut dan tertekan dengan ucapan pria asing itu yang bilang aku wanita pemuas di atas ranjang hiks...,"Ria kembali menangis.Ucapan Kenzo begitu membekas di otak Ria, ucapan yang membuat ia sangat ketakutan.
" Memang benar ucapan dia, kamu hanya wanita pemuas di atas ranjang,"ucap Aldi tanpa dosa.
Ria menatap tak percaya dengan suaminya yang ikut menyudutkannya.
"Mas Aldi jahat,jahat."
Ria memukul brutal Aldi yang tergelak.Namun, kelamaan pria itu merasa ngilu dengan hantaman yang terus istri kecilnya itu berikan.
"Sudah sayang, kenapa jadi mengamuk seperti ini?"Aldi memegangi kedua tangan Ria yang terkepal kuat.
"Mas Aldi yang mancing aku!" teriak Ria dengan wajah bergetar saking gamesnya ingin kembali menghajar suaminya.
"Memang benar, kamu hanya wanita pemuas di ranjang tapi khusus melayani Mas," ujar Aldi tersenyum mesum.
"Iih Mas ngeselin," Ria langsung menghempaskan kedua tangannya di genggaman Aldi yang kembali tertawa.
Ria mencebikkan bibirnya, menatap lurus ke depan namun dirinya menggeram kesal.
"Sini Mas peluk, Mas hanya ingin bercanda sayang." Aldi menarik Ria, membawa ke dalam dekapannya.Pria itu menciumi pucuk kepala Ria.
"Sepertinya Mas tidak bisa meninggalkan istri cantik Mas ini seorang diri di tempat umum,sangat bahaya, ternyata sulit mempunyai istri cantik seperti ini." ujar Aldi.
__ADS_1
Ria yang mendengar itu masih merengut, tidak termakan dengan ucapan Aldi yang menurutnya hanya gombalan belaka.
Bersambung....